
"Apa kamu menyukai wanita itu?" tanya Felix
"Tentu saja, dia berbeda dengan wanita lainnya," jawab Ares sembari memegangi pipinya yang masih sakit karena pukulan Lulu
"Tapi aku akan membalaskan dendamku pada Lulu, karena ia telah membuatku dikeluarkan oleh kampus tempatku mengajar, dan asal kamu tahu Lulu itu bukan orang biasa dia adalah Ratu Keraton Jogjakarta, istri dari Damar Langit," tutur Felix
"Kenapa kamu bisa sampai dikeluarkan dari kampus?" tanya Ares
"Itu karena Affairku dengan beberapa mahasiswa terbongkar, dan orang yang berhasil membongkarnya adalah Lulu, walaupun aku tahu dia tidak melaporkannya kepada Rektor, tapi karena ulahnya banyak dari mahasiswi yang akhirnya berani melaporkan pelecehan seksual kepada pihak kampus hingga akhirnya aku dikeluarkan dari dana," jawab Felix
"Hmmm, kalau begitu bukan salah Lulu, tapi itu salah kamu sendiri, jadi aku minta padamu jangan sentuh bidadariku, atau kamu akan berhadapan denganku," ancam Ares
"Sial!, bukannya membantu aku membalaskan dendam pada Lulu, dia malah mengancamku, baiklah mungkin aku harus minta bantuan Maya untuk menghancurkan Lulu," batin Felix
************
"Ada apa kamu datang kemari?" tanya Tama
"Sepertinya kita harus menghancurkan Naga Api hingga ke akar-akarnya, karena mereka selalu membuat ulah, coba saja lihat sekarang, SMA Budi Waluyo ditutup karena ulah mereka, sebentar lagi mereka juga akan membuat masalah dengan pihak Keraton," ujar Ryan
"Darimana kamu tahu Naga Api akan membuat masalah dengan Keraton kasepuhan Yogjakarta?" tanya Tama
"Dari dua bocil ini," Ryan menunjuk Cassey dan juga Hermes
"Suee!!, gue dibilang bocil!" gerutu Cassey
"Oh iya salah ni yang cewek udah tua," sahut Ryan
"Diih bukan tua juga papih, tapi ABG!" teriak Cassey
"ABG, anak baru gila, hihihi," sahut Ryan
"Suee!!" teriak Cassey
Gadis itu kemudian pergi meninggalkan Ryan, mencoba mencari Bagas. Ia hanya ingin memastikan keadaan Bagas pasca melamarnya seminggu yang lalu.
Cassey melihat Bagas yang sedang berdiam diri dikamar sembari membaca buku.
" Hmmm, bahkan kamu sekarang lebih banyak mengurung diri dikamar, maafkan aku ya baby, seandainya kita tidak terlalu dekat mungkin video itu tidak akan beredar," keluh Cassey
Ia kemudian pergi menemui Naeswari dikamarnya.
"Halo Nay?" sapa Cassey
"Halo sis, ada apa?" tanya Nay
"Apa si baby akhir-akhir ini sering mengurung diri dikamar?" tanya Cassey
"Dia mah emang gitu dari dulu sis, bukan sekarang saja, makanya tubuhnya itu melar karena dia kurang gerak, emangnya kenapa sis, kayaknya kamu sedih banget?" tanya Naeswari
"Gue takut aja kalau dia jadi galau gara-gara dipaksa nikah sama aku, kan dia tuh Sebenarnya sukanya sama Ayu, bukan sama gue, jadi ya gue gak enak aja Nay," ucap Cassey
__ADS_1
"Gaklah dia malahan seneng kok bisa nikah sama kamu, karena kata kaka dia sayang banget sama kamu," jawab Naeswari
"Yang bener Nay??" tanya Cassey
"Benarlah masa aku bohong," jawab Cassey
"Yaudah, kalau gitu aku ketemu sama Bagas dulu ya," ucap Cassey sumringah
"Cie yang mau ketemuan, " goda Naeswari
"Isshh, apaan si Nay," jawab Cassey
"Gak papa, " sahut Naeswari
Cassey segera berlari menuju ke kamar Bagas, dia mencari-cari cowok itu tapi tidak ada di kamarnya.
"Kemana ya si baby, bukannya tadi lagi baca buku," ucap Cassey lirih
"Nyariin aku ya, Key?" tanya Bagas yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk saja membuat dadanya terlihat bidang sekarang
"Sekarang perut kamu gak buncit lagi ya baby, dada kamu juga sudah sixspact," puji Cassey memberikan dua jempolnya untuk usaha Bagas yang berhasil menurunkan berat badannya.
"Hmmm, jadi dari tadi kamu tuh ngeliatin badan aku Key," goda Bagas mendekati Cassey hingga gadis itu merasakan desiran-desiran aneh dalam hatinya, Jantungnya selalu bergemuruh setiap ia berada di dekatnya.
"Fiiuuhh! kenapa selalu saja begini kalau dekat-dekat si baby," gumam Cassey
"Kamu kenapa kok diem?" tanya Bagas
"Aku cuma terpesona dengan body sixspact kamu baby, " jawab Cassey
Keduanya terdiam dan saling bertatapan, membuat keduanya merasa canggung dan aneh.
"Yaudah kalau gitu aku pamit pulang dulu ya, " ucap Cassey yang mencoba memecah keheningan diantara mereka.
Baru saja Cassey akan membuka pintu kamay tiba-tiba Bagas menariknya dan mencium bibir Cassey.
Gadis itu hanya membelalakkan matanya karena kaget mendapat perlakuan romantis dari Bagas.
Pemuda itu menghentikan ciumanku ketika melihat wajah Cassey merah padam karena kehabisan nafas.
"Maaf Key, aku hilaf," ucap Bagas membenarkan handuknya agar tidak terlepas
"Iya gak papa, aku juga suka kok kalau kamu hilaf, " jawab Cassey
"Hmmm, ternyata kamu nakal ya Key, awas aja nanti pas kita nikah," bisik Bagas memeluk gadis itu erat
"Kamu mau apa kalau kita nikah?" tanya Cassey polos
"Aku mau apa y?" Bagas balik bertanya
"Yaudah kalau aku mau bilang I Love You ke kamu," jawab Cassey
__ADS_1
"Cuma itu aja??" tanya Bagas
"Iya, emang ada lagi?" tanya Cassey
"Ada dong, masa gak tahu kamu?" goda Bagas
"Gak tahu, swear, kasih tahu dong Baby aku penasaran?" tanya Lulu
"Yaudah nanti aja jangan sekarang, bahaya soalnya," bisik Bagas
"Kok bahaya sih, kaya perang aja," ucap Cassey
"Emang perang Key, tapi bukan perang pake senjata, tapi perang di ranjang," goda Bagas
"Diih dasar omes!!" cibir Cassey mendorong tubuh Bagas hingga ia jatuh
"Awww!" teriak Bagas
"Duuh, maaf baby gak sengaja," jawab Cassey mengulurkan tangannya membantu Bagas
Namun bukannya bangun Bagas malah menarik lengan Cassey hingga gadis itu jatuh keatas tubuhnya.
Cassey dapat mendengar debaran jantung Bagas yang berdetak kencang sama sepertinya. Ia langsung bangkit dan menjauh dari Bagas karena tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang campur aduk saat ini, ia berlari menuju pintu kamar Bagas dan segera membukanya.
***Braakkk!!!
"Awww!!" teriak Ferdan dan kawan-kawannya yang sedari tadi bersembunyi di balik pintu yang tidak tertutup rapat itu. mereka berempat jatuh hingga saling menindih membuat Cassey tertawa terbahak-bahak
"Makanya jangan suka ngintip Om, tuh kan kena Azab, tunggu aja besok pasti matanya pada bintitan!" cibir Cassey
"Kita gak ngintip kok Key, cuma mengawasi gerak-gerik kamu sama Bagas, takutnya kalian kebablasan melakukan hal-hal yang diinginkan, makanya kita berjaga-jaga di sini," ucap Ferdan
"Hmmm, terus kenapa harus gak sendirian aja sih, malah berjamaah gini, sekalian aja bawa satu kompi biar seru!" cibir Cassey
"Kan kalau sendirian itu gak enak Key, gak asik, gak seru, paling enak kan rame-rame, iya gak Rey?" tanya Ferdan
"Iyups, tapi ada yang gak boleh dilakukan rame-rame?" tanya Ryan
"Apa dong Rey?" tanya Noval
"Apa ya, kasih tahu gak ya??" Ryan balik bertanya
"Key tahu om jawabannya," sahut Cassey
"Apa??" tanya mereka bersamaan
"Rame-rame nikung teman, eaaa," jawab Cassey
"Diih gak nyambung bet, garing lo Key!" cibir Ferdan membantu Bagas berdiri.
Semuanya berteriak ketika Bagas berdiri.
__ADS_1
"Ada apa sih?" tanya Key bingung
"Astaghfirullah!!, Baby!! burung kamu lepas!!" teriak Cassey ketika melihat Handuk bagas jatuh membuat semuanya tertawa melihat Cassey yang berlari meninggalkan kamar itu.