ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 56. Bus Dibajak


__ADS_3

Seorang lelaki tua sudah bersiap naik ke atas podium untuk menyampaikan pidatonya.


Raden Mas Tumenggung Surajaya sudah siap untuk menyampaikan pidatonya didepan para penasihat istana dsn juga sesepuh keraton.


Semuanya terlihat antusias dan was-was dengan isi pidato yang akan disampaikan oleh sesepuh keraton yang terkenal sangat vokal dalam menyoroti kebijakan dan juga kemajuan Cendana Kalingga.


"Kita sedang membutuhkan sosok seorang pemimpin yang bisa membawa Cendana Kalingga menuju ke masa kejayaannya sama seperti masa pemerintahan almarhum Yang Mulia Raja Haryo Wibisono. Sudah dua tahun ini kerajaan kita seperti kehilangan ketegasan dalam menghadapi masalah yang terus menimpa negeri ini, sebagai contoh bahkan untuk menjaga putra mahkota saja tidak bisa, hingga seorang putra mahkota hidup menggelandang di jalanan sebagai rakyat jelata selama hampir tiga tahun. Kini Kerajaan kita sedang membutuhkan seorang pemimpin yang bisa menjadi teladan bagi rakyatnya bukan yang suka pencitraan atau menghalalkan segala cara untuk mendapatkan singgasana dan tahta. Jadi saya mohon kepada yang mulia Ratu untuk legawa melepaskan singgasananya jika memang ada yang lebih berkompeten untuk menjadi pemimpin Kerajaan ini," papar Tumenggung Surajaya mengakhiri pidatonya


Pihak Oposisi langsung bertepuk tangan dengan meriah menyambut gembira apa yang disampaikan oleh Surajaya, tidak terkecuali dengan Bambang yang begitu percaya diri jika dirinya yang akan menggantikan Harsiwi sebagai Raja Cendana Kalingga.


Harsiwi terlihat begitu murung ketika mendengar pidato dari Surajaya.


"Kau tidak perlu khawatir yang mulia, selama yang Mulia pangeran Rakabuming masih bersama kita setidaknya posisi anda masih aman, yang perlu kita lakukan adalah mencari kelemahan Perdana menteri, karena dialah satu-satunya kandidat yang berpotensi melengserkan yang Mulia, apalagi dengan adanya pembatalan perjodohan Raka dengan Nilam, tentu saja ini akan membuat dia semakin terobsesi untuk melengserkan yang mulia sebagai Ratu Cendana Kalingga,"


"Sekarang apa yang harus aku lakukan Dewa, aku takut sebentar lagi aku akan diusir dari Istana,"


"Kau tidak usah takut, aku akan membantumu menyelidiki Bambang dan putrinya mulai hari ini, kau istirahat saja biarkan aku yang akan bekerja,"


"Baiklah Dewa, aku percaya dengan kamu," jawab Harsiwi


Harsiwi segera meninggakan Baladewa di ruang kerjanya, sementara itu Baladewa segera pergi meninggalkan istana sendirian.


Sementara itu Kinanthi yang baru selesai kuliah terlihat menunggu angkot di halte bus.


"Apa kau tahu alamat ini nona?" tanya seseorang mendekati dirinya


"Maaf saya terlalu hafal daerah sini, mungkin anda bisa menanyakan alamat ini kepada orang lain," jawab Kinanthi pelan


"Thanks nona," pria itu menatap Kinan oenuh kekaguman.


Kinanthi segera berlari mengejar sebuah bus yang tidak berhenti.


*Grep!!


Lelaki itu menarik Kinanthi dan menyeretnya hingga naik kedalam mobil itu.


"Thanks," ujar Kinanthi


"Its doesn't matter," jawab lelaki itu tersenyum padanya.


Gadis itu memicingkan matanya ketika melihat seorang copet sedang beraksi di sampingnya, ketika ia akan beraksi untuk menggagalkan rencananya, lelaki itu menggelengkan kepalanya kepada Kinanthi.


Lelaki itu hanya menyeledingkan kakinya dan kemudian dengan cepat mengambil kembali dompet dari tangan si copet dan mengembalikannya kepada si empunya.


"Keren!!, baru lihat teknik mencopet kaya gitu, mas belajar dimana?" tanya Kinanthi penasaran


"Otodidak!!" jawabnya singkat kemudian turun dari bus.


"Gila, bener-bener keren!!" ucap Kinan berdecak kagum.


"Baru kali ini pulang pergi ke kampus naik Bus, ternyata lama sekali. Kaya siput, mending aku tidur dulu," gumam Kinanthi memejamkan matanya

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian segerombolan preman naik kedalam bus, mereka ada segerombolan preman yang sudah terkenal sering membajak bus kota.


Seorang diantara mereka langsung mengalungkan pisau kepada sopir bus,


"Tetap mengemudi dengan tenang dan jangan pernah berhenti!" ancam lelaki itu


Sementara yang lainnya mengeluarkan sebuah pistol dan menarik seorang penumpang untuk dijadikan sandera.


"Serahkan barang-barang berharga kalian cepat!!" seru lelaki itu membuat para penumpang ketakutan dan menyerahkan barang berharga mereka.


Kinanthi masih terlelap tanpa menyadari bahwa ada bahaya yang mengintainya.


Ia terhenyak ketika seseorang menarik tas miliknya dengan paksa.


Gadis itu memicingkan matanya melihat siapa yang berani menyentuh barang miliknya.


Ia menarik tasnya dan menatap tajam kearah lelaki yang hendak mengambil tasnya.


"Serahkan tas kamu atau ku habisi kau!" ancam lelaki itu mengacungkan pisau kearah Kinan


Gadis itu hanya tersenyum menyeringai, ketika ia menyadari bahwa bus yang dinaiki telah di bajak oleh preman.


Anj*r dari tadi gue tidur, ternyata bus ini malah dibajak!


Gadis itu mengedarkan pandangannya, mempelajari situasi yang terjadi di dalam bus untuk menentukan tindakan apa yang harus ia lakukan.


"Cepat serahkan tasmu!!" hardik lelaki itu membuyarkan lamunan Kinanthi


Senyumnya mengembang dan ia kemudian melesatkan tendangannnya keras kearah lelaki itu hingga tubuhnya terdorong kebelakang dan menabrak temannya yang sedang menyandera salah seorang penumpang. Ketika pisau yang dipegang preman itu sudah terjatuh Kinan langsung beraksi seperti seorang super Hero. Ia mengayunkan badannya sembari melesatkan tendangan kerah preman-preman itu hingga jatuh terpental keluar mobil.


"Hentikan mobilnya!!" seru Kinan


**Ciiit !!


Sang Sopir pun akhirnya menghentikan mobilnya, membuat Kinanthi keluar agar lebih leluasa untuk melawan bandit-bandit itu.


Ia menyerang preman-preman dengan serangan bertubi-tubi hingga mereka berjatuhan satu persatu. Tak butuh waktu lama untuk melumpuhkan para preman amatiran seperti mereka. Semua penulis bertepuk tangan ketika menyaksikan Kinanti berhasil mengalahkan bandit-bandit itu fan menjerumuskannya ke penjara.


Ia bersama sopir bus dan ibu-ibu penumpang bus membawa para preman-preman itu ke kantor polisi terdekat.


"Wah neng, keren banget tadi bisa mengalahkan preman-preman dengan sekali pukul," ujar seorang wanita paruh baya dengan penuh semangat


"Aakh biasa aja bu," elak Kinanthi merendah


"Ngomong-ngomong Neng udah punya pacar belum?" tanya yang lainnya


"Emangnya kenapa Bu?" jawab Kinanthi


"Kalau belum, ibu kan punya anak cowok yang masih jomblo, kali aja si neng mau aku jodohin sama anak Ibu gitu," sahut seorang wanita penuh harap


"Aah, ibu bisa saja. Kaya jaman Siti Nurbaya saja main jodoh-jodohan. Kalau anak Ibu mai sama saya nah kalau sebaliknya, anak ibu gak mau sama saya, kan kasian aku ya jadi cintanya bertepuk sebelah tangan, sakitnya gak seberapa bu, tapi malunya setengah mati," jawab Kinan

__ADS_1


"Hehehehe, neng bisa saja,"


"Siapa yang akan menjadi pelapor kasus ini!"Seru seorang polisi duduk di depan Kinan


"Anj*r ganteng banget pak Polisinya kaya Soong Joong Ki, unch jadi makin betah disini," gumam Kinanthi


"Maag apa anda yang menagkap para preman itu?" tanya opsir Polisi dan Kinan hanya mengangguk sambil terus menatap polisi tampan itu tanpa berkedip membuat opsir polisi itu merasa canggung dengannya.


"Pak Polisi?" tanya Kinan


"Apa?"


"Mau denger pantun gak?" tanya Kinanthi


"Boleh," jawab Polisi itu membuat Kinan semakin bersemangat untuk berpantun di depannya.


"Patung Pancoran ada di Jakarta,"


"Cakep!!" seru Ibu-ibu penumpang Bus


"Patung Hiu ada di Surabaya,"


"Cakep!!!"


"Walaupun kita baru pertama berjumpa, tapi aku yakin pak polisi jodoh saya!!" seru Kinan tersipu-sipu


"Eeeaaa!!" ucap ibu-ibu sembari tertawa


"Pak Polisi jawab dong!" seru ibu-ibu lainnya


"Maaf saya sedang bekerja bukan untuk berbalas pantun," jawab polisi itu acuh, membuat ibu-ibu yang ada disana langsung menyorakinya dengan kata" Huuuu!!!" .


"Gak asyik banget pak polnya!!" cibir seorang dari mereka


"Iya, nih!" jawab yang lainnya membuat suasana kantor polisi menjadi gaduh


"Ssstt!!, ibu-ibu harap tenang. Kita harus hormati dong privasi pak polisi," ucap Kinan membuat semuanya langsung terdiam


"Btw ada lagi yang bisa saya bantu pak polisi?" tanya Kinan


"Sepertinya laporannya sudah jelas, dan terima kasih sudah membantu pihak kepolisian untuk menangkap bandit-bandit yang menjadi target kami karena sering mengganggu ketentraman masyarakat,"


"Ok, tapi aku juga butuh bantuan pak Polisi dan sekarang,"


"Apa?"


"Aku butuh THR dari pak polisi sekarang," jawab Kinanthi


"Tapi Lebaran masih lama," jawab polisi itu


"Bukan THR pak polisi,"

__ADS_1


"Terus apa dong?"


"THR itu sama dengan Ta'aruf denganku Hari Rabu, eeeaaa!!" jawab Kinan membuat wajah opsir polisi itu memerah.


__ADS_2