
**Plaakk!!!
Nenek Welas menampar pelan bibir Cassey yang sedang bersiul-siul.
"Awww! kok ditampar sih nek?, memangnya salah Cassey apa?" tanya Cassey
"Jangan bersiul!!" jawab Welas
"Kenapa dilarang??" tanya Cassey lagi
"Seorang wanita di Istana dilarang bersiul, karena itu hal yang tabu," jawab Welas Asih
"Siaap nek!!" jawab Cassey tersenyum simpul
"Siapa sebenarnya dia kenapa dia tidak pernah marah saat kumarahi dan juga tidak takut padaku!!" gumam Welas Asih
Perempuan tua itu kemudian meninggalkan Cassey yang masih sibuk memasak.
Satu jam kemudian, Cassey membawa hasil masakannya kehadapan nenek Welas.
"Tara!!!, masakan chef Cassey sudah siap, silahkan dinikmati!" ucap Cassey menirukan gaya chef idolanya
"Hmmm, dari tampilannya menarik, tapi aku takut untuk memakannya, aku takut kamu mencampurkan bahan yang bukan diperuntukkan bagi makanan atau apalah gitu," jawab Welas Asih
"Baiklah supaya nenek percaya, aku akan coba masakannya terlebih dahulu, maaf ya nek, bukannya tidak sopan tapi biar nenek percaya kalau masakan aku ini aman, higienis dan tidak beracun," Cassey mencoba satu sendok bakmi yang ia buat kedalam mulutnya
"Hmmm benar-benar Yummy, tidak salah memang resep bakmi papih tidak ada duanya! mantul!!, ngenah banget!!" ucap Cassey menyendok sekali lagi bakmi itu
"Sebenarnya kamu itu mau nyobain atau lapar sih?, kenapa pakai nambah segala!" gertak Welas Asih
"Hehehe, sorry nek, habisnya enak jadi bikin ketagihan," jawab Cassey tertawa kecil
"Sekarang ambilkan yang baru untuk nenek!, aku tidak mau makan sisa kamu!" perintahnya
"Maaf nek, gak ada lagi cuma itu saja, bagaimana kalau nenek ganti sendok saja, santuy?, Key sehat jasmani dan rohani kok, jadi nenek tidak akan tertular penyakit tau virus dari Cassey, paling bengek doang, hihihi," kata Cassey
"Sama saja kalau kamu bengek mah," sahut Nenek Welas
"Tapi boong!, hihihi," jawab Cassey terkekeh
"Hmmm, baiklah kalau begitu," Nenek Welas mulai mencoba bakmi buatan Cassey
"Gimana nek rasanya?, maknyus kan?" tanya Cassey
"Hmmm, untuk ukuran anak seusiamu bakmi ini memang enak dan sangat lezaat!!, aku bangga padamu Cassey, walaupun kamu itu bar-bar, urakan tapi kamu pandai memasak," kata Welas Asih memuji Cassey
"Siapa dulu dong, Cassey, walaupun aku kaya gini nek tapi papih aku selalu mengajarkan aku untuk memasak katanya supaya nanti kalau punya suami, suami aku betah dirumah karena selalu dimasakin oleh Key, gitu nek," balas Cassey
__ADS_1
"Betul, ayah kamu benar, ngomong-ngomong siapa ayah kamu itu?" tanya Welas
"Alfian nek, teman tante Lulu," jawab Cassey
"Oalah kamu anaknya Al toh, terus dimana ayah kamu kok gak pernah kelihatan ngumpul-ngumpul lagi kaya yang lainnya?" tanya Welas Asih
"Papih sudah meninggal nek setahun lalu," jawab Cassey
"Innalilahi, maaf ya sayang nenek tidak tahu," jawab Welas memeluk Cassey
"It's ok Nek, anyway sekarang kan nenek udah tahu kalau Key itu bisa masak, jadi sekarang Key boleh dong pacaran sama Bagas?" tanya Cassey
"Hmmm, kamu mau pacaran atau nikah?" tanya Welas Asih
"Kalau boleh dua-duanya nek, aku mau pacaran dulu baru nikah, hihihi...." jawab Cassey
"Harus pilih salah satu Cassey, pacaran tapi tidak nikah, nikah tapi tidak boleh pacaran," Nenek Welas memberikan pilihan kepada Cassey
"Kalau gitu ya mending pilih nikah aja, kan bisa tuh pacaran setelah menikah, nanti kalau bosen atau tidak cocok tinggal cerai terus kawin lagi," jawab Cassey
"Tidak boleh seperti itu Key, kalau bisa menikah itu cukup sekali seumur hidup, jadi tidak ada pernikahan kedua atau ketiga, paham kamu?" tanya Welas Asih
"Lha kalau gitu kasian dong kaya mamih Key, yang sudah ditinggal mati papih, gak boleh kawin lagi kan?, kata Nenek?" tanyanya polos
"Nah itu pengecualian untuk yang suami atau istrinya meninggal masih bisa dimaklumi kalau mereka mau nikah lagi dan diperbolehkan oleh nenek," jawab Welas Asih
"Ok nenek, jadi aku nikah sama Bagasnya kapan?" tanya Cassey
"Asyiik!!, yaeay!!" jawab Cassey kegirangan membuat Welas Asih dan Nay menggelengkan kepalanya
"Dasar alay!!" cibir Nay
"Kenapa dia mirip Lulu ya" gumam Welas Asih
*********
Niken sudah terlihat cantik dan bersiap-siap untuk pergi kencan bersama Ganendra.
"Kamu cantik banget mau kemana Ken?" tanya Lulu
"Mau jalan sama Gaga, doain gue ya Lu, biar bisa berjodoh dengan Ganendra jadi nanti kan gue jadi kaka ipar lo," ucap Niken
"Iyeh, semoga lancar ya, " jawab Lulu
"Ok, Lu, gue jalan dulu ya, bye!" Niken berjalan keluar meninggalkan Lulu
"Mau kemana Niken?, tumben cantik banget," goda Ferdan
__ADS_1
"Emang gue cantik dari dulu Ferdan, kamu aja yang baru nyadar," jawab Niken ketus
"Cie, galak amat yang mau ngedate sama Pangeran?", sahut Ferdan
"Iya dong, sekali-kali galak gak papalah, toh galak juga masih cantik kan?" tanya Cassey
"Cantik kok, cantik banget kamu Ken, udah mendingan kamu jalan sekarang, daripada lo di godain Ferdan," Ryan segera menarik lengan Niken menemui Gaga yang sudah menunggunya di depan paviliun Lulu
"Yaudah gue jalan dulu ya Rey," Niken berpamitan dan mencium tangan Ryan
"Ngapain lo cium tangan gue segala?" tanya Ryan
"Iya gue lupa Rey, gue kira lo Al, tapi gak papalah gak ada salahnya gue cium tangan orang tua kaya lo kan?" jawab Niken
"Sue!!, gue masih muda gini dibilang tua, memangnya gue keliatan tua apa?" tanya Ryan
"Iyeh lo tuh paling tua diantara geng gesrek, makanya cukur tuh kumis sama jambangnya biar gak kelihatan tua," jawab Niken
"Masa sih?, nanti kalau gak ada jambang sama kumis gue gak macho lagi dong?, tapi gak apalah kalau lo yang minta, gue akan cukur jambang dan kumis gue buat lo," sahut Ryan
"Nah gitu dong Rey, bye!" Niken melambaikan tangannya kepada Ryan
Ketika hendak naik kedalam mobil tiba-tiba Kinan menarik-narik baju Niken.
"Ada apa sayang?" tanya Niken ramah
"Mamah" Kinan mulai bisa berbicara untuk pertama kalinya tangannya ia arahkan kepada Niken memberinya isyarat kalau gadis kecil itu minta digendong dan ingin ikut bersama Niken
"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa ngomong juga Kinan," kata Niken yang menggendong tubuh balita itu
"Mamah, mamah...." panggilnya kepada Niken
"Sayang dia bukan mamah kamu, ayo kamu sama ayah saja, kasian tante Niken mau pergi, yuk gendong ayah saja," Ryan mencoba membujuk Kinan agar turun dari gendongan Niken
"Gak papa Rey, biarkan saja dia panggil aku mamah, aku gak keberatan kok," jawab Niken sambil mencubit gemas pipi chubby Kinanthi
"Mamah, mamah...." ucap Kinan lagi
"Ayo sayang ikut ayah saja, kita main puzzle lagi?" bujuk Riyan
"Iya sayang, kamu boleh kok ikut sama mamah," jawab Niken
"Tapi Ken, lo kan mau ngedate sama Gaga nanti Kinan ganggu lagi," ucap Ryan khawatir
"Tenang aja Rey, santuy?" jawab Niken
"Aku boleh gak bawa Kinan, Ga?" tanya Niken
__ADS_1
"Boleh kok, gak masalah kalau Kinan mau ikut," jawab Ganendra
"Tuh kan Rey, gue bilang juga apa?, sudah gue jalan ya, bye!" Niken langsung berjalan masuk kedalam mobil Ganendra meninggalkan istana