
Pagi harinya Ryan memandu semua peserta camping untuk lari pagi menikmati indahnya suasana pagi di kawasan lereng Merapi.
Agni yang tidak biasa olah raga tampak tersengal-sengal dan keletihan, sesekali gadis berbadan subur itu beristirahat dan duduk untuk melepaskan lelah. Gadis itu memang sudah ketinggalan jauh dari yang lainnya, tapi ia tetap santai berjalan pelan mengikuti tanda yang sudah dibuat oleh Ryan bersama gengnya.
"Si gendut kemana, kok gak kelihatan?" tanya Ryan yang mengecek satu persatu peserta camping
"Paling dia pingsan di hutan atau dia kelelahan dan terlelap di hutan," jawab Ferdan
"Berisik lo, nyamber aja kaya bensin, orang aku nanya adeknya malah yang jawab engkongnya," ledek Ryan
"Sue lo!!" cibir Ferdan melesat pergi
"Gak tahu juga Om, tadi sih dia bareng Key, tapi pas di tanjakan sepertinya dia tersedot gravitasi bumi deh Om," jawab Cassey sambil tertawa kecil
"Sue lo, emangnya kelapa jatuh dari pohon karena gravitasi bumi, ini orang gengs, bagaimana jika Om Jas nanyain keadaan si endut?, gue harus jawab apa Key?, masa gue harus bilang anaknya ilang tersesat di hutan," jawab Ryan
"Sejak kapan Om Jaka ganti nama jadi Jas, kaya penyanyi aja Jaz," sahut Cassey
"Biar keren Key, kaya Om kan Ryan jadi Rey, makanya Jaka Samudera Om singkat jadi Jas, keren kan?" tanya Ryan
"Hmmm," jawab Cassey
"Hmmm, hmmm... kaya sabian aja lo, mending gue nanya si Hermes aja, lebih jujur dia daripada lo!" cibir Ryan
"Halo Hermes?"
"Hai Om?"
"Afrodite kemana?"
"Afrodite siapa Om?"
"Masa lo gak kenal belahan jiwa lo sendiri?" tanya Ryan ketika melihat pemuda itu kebingungan sambil menggaruk-garuk kepalanya
"Iya Om tahu kalau Afrodite itu belahan jiwa Hermes dalam mitologi Yunani, tapi inikan Hermes Jogja bukan dari Athena," jawab Hermes
__ADS_1
"Nah itu dia!, karena lo orang Jogja maka Afrodite pun berganti nama sebagaimana lo berubah jadi Hery Dewi Afrodite juga ganti nama jadi Dewi Agni, paham gak lo?" tanya Ryan
"Iya paham, tapi Agni sama aku gak ada apa-apaan Om, just friend no more," jawab Hermes
"Iyeh sekarang lo bisa ngomong gitu, gak tahu besok kan?, sekarang gue kasih tugas ke lo buat cari tuh Afrodite dan bawa kehadapan gue, sue tuh bocah berani-beraninya kabur dari gue, setelah apa yang dia lakuin ke gue!!" Ryan pura-pura kesal dengan Agni agar Hermes mau mencarinya
"Emang apa yang Agni lakuin sama Om?" tanya Hermes penasaran
"Sungguh kejam Hery, dia sudah membuat dosa termanis yang sulit dimaafkan, makanya cari dia sekarang, bawa dia hidup-hidup, jagan biarkan dia mati," jawab Ryan dengan nada sedih
"Yaudah Om jangan sedih, aku tahu pasti Agni nyopet dompet Om ya, makanya Om sedih," goda Hermes
"Kok tahu," sahut Ryan
"Kan tadi Agni udah kasih lihat dompet Om ke aku, dan aku terperangah melihat isinya Om, ternyata Om bener-bener seorang yang menghargai perjuangan para pahlawan kemerdekaan sampai-sampai uang yang ada di dompet Om semuanya pahlawan pejuang kemerdekaan semua, apalagi Om begitu mencintai Kapitan Pattimura, sampai-sampai isi dompet Om dia semua," ucap Hermes sambil terkekeh melihat ekspresi wajah Ryan yang memerah
"Sue, lo!!" jawab Ryan
Hermes kembali menyusuri hutan Pinus untuk mencari Agni, ia tersenyum ketika melihat gadis itu tengah beristirahat disebuah batu besar sendirian.
"Kamu ngapain disini, yang lain kebingungan nyariin lo?" tanya Hermes
"Kamu gak bisa jalan?" tanya Hermes
"Iya, tolong gendong aku Her?, aku gak kuat jalan soalnya," pinta Agni
"Wew, tapi apa aku kuat gendong kamu, secara kamu tuh subur banget," goda Hermes membuat gadis itu manyun
"Yaudah kalau gak kuat pergi aja cari tandu, buat gotong aku," keluh Agni
"Diih, gitu aja ngambek, udah sini naik," Hermes membungkukkan badannya dan Agni segera naik dibelakangnya
"Ngomong-ngomong bobot kamu berapa sih, kok berat banget," goda Hermes
"Issh, turunin aja kalau cuma mau ledekin aku," jawab Agni kesal
__ADS_1
"Hmmm, ngambek lagi, jangan baperan jadi orang biar cepet kurus, lihat tuh si Cassey, dia gak pernah baperan kan orangnya jarang marah-marah makanya dia kurus, coba kamu kaya dia pasti banyak cowok-cowok yang suka sama lo," jawab Hermes
"Terus, kalau aku kurus kaya Cassey lo juga bakal suka sama gue gitu?" tanya Agni
"Hmmm, bisa jadi...." jawab Hermes membuat gadis itu tersipu
"Yaudah mulai sekarang aku mau diet terus rajin olah raga dan gak baperan lagi, biar kamu suka sama aku," jawab Agni membuat Hermes tertawa
"Kalau punya tekad atau kemauan maka jangan niatkan karena untuk mendapatkan sesuatu dari seseorang tapi harus niat untuk kebaikan sendiri supaya kamu tidak kecewa jika seseorang yang kamu harapkan itu tidak memberikan sesuatu yang kamu inginkan, sama sepertiku, jika aku suka dengan seseorang maka aku tidak perlu orang itu merubah dirinya hanya untukku, karena mencintai seseorang itu berarti kita mau mencintai dia apa adanya tanpa harus ada embel-embel lainnya yang mengatas namakan cinta," jawab Hermes membuat gadis itu semakin mengaguminya
"Kami benar Hery, dan itulah yang sembuat aku sayang sama kamu, karena kamu belum beda dengan yang lain dan mau menerima kekuranganku, semoga kamu bisa menerima cintaku suatu saat nanti." gumam Agni sembari merebahkan kepalanya di bahu Hermes
"Ciee, yang semalam berantem, kini mesra-mesraan, pakai gendong-gendongan segala kaya film India," goda Ferdan
"Biasa Dan, anak muda, kalau didepan orang pura-pura musuhan, tapi kalau gak ada orang ya mesra-mesraan," sahut Noval
"Ahaay, susah suiit!!!" tambah Ferdan
Hermes menurunkan Agni perlahan di sofa Villa membuat Nay tidak berkedip melihatnya.
"Ternyata si Hermes baik baik sampai bela-belain gedong Agni yang super gendut itu, apa jangan-jangan dia suka lagi sama Agni, tapi syukurlah kalau begitu, jadi mamah sama papah tidak menjodohkan aku sama dia lagi," gumam Naeswari
"Kamu ngapain Nay?, kok bengong?" tanya Pandu
"Gak ngapa-ngapain kok, cuma sweat aja lihatin Hermes sama Agni," jawab Naeswari
"Kamu mau aku gendong juga," goda Pandu
"Iisshh, apaan sih," sahut Nay
"Kali aja lo pengin di gendong sama aku biar romantis juga kaya mereka," bisik Pandu
"Yaudah mau," jawab Nay manja
Pandu segera membungkukkan badannya dan Nay segera naik ke atasnya, baru saja Pandu melangkahkan kakinya keluar tiba-tiba Bagas menghampirinya.
__ADS_1
"Pi, aku nitip Key ya, tolong jagain dia, soalnya kakek Danar memintaku untuk pulang sekarang," ucap Bagas
"Baik ka," jawab Pandu sembari menurunkan Naeswari membuat gadis itu kecewa