ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 65. Dendam


__ADS_3

"Kau benar Dev, kenapa aku tidak berpikir sepertimu. Astaga, kenapa aku begitu ceroboh. Maafkan aku Dev, aku akan memeriksanya untuk memastikan bahwa obat itu benar obat atau racun,_" tidak lama kemudian Genta terlihat bergerak, ia kejang dan membuat semuanya panik.


"Hik, hik, hik!!" Genta terus mengejang dengan mulut yang mulai berbusa dan matanya melotot membuat Bayu langsung mencopot selang infus Genta. Ia merogoh saku celananya untuk mengambil sesuatu dari kantong celananya.


Selama ini Bayu memang selalu membawa lemon untuk dijadikan infus untuk minumannya.


Ia segera memotong lemon itu dan memerasnya ke dalam gelas kemudian menambahkannya dengan air putih.


Bayu kemudian meminumkan air lemon itu kepada Genta yang masih mengeluarkan busa dari mulutnya


"Setidaknya ini akan membantu menetralisir racunnya," ucap Bayu


"Apa dia terkena racun?" tanya Devin


"Benar sekali seseorang berusaha meracuninya melalui cairan infus, kau jaga dia disini aku akan mengejar orang itu, sepertinya belum jauh," Bayu segera mengajak Angga untuk mengejar Revan


Sementara itu setelah kepergian Bayu dan Angga, tim dokter langsung memasuki ruang perawatan Genta. Devin dan Baladewa yang tidak mau kecolongan lagi langsung memeriksa satu persatu dokter yang akan memeriksa Genta Bhumi.


Baladewa segera menyeret seorang dokter yang terlihat panik dan akan kabur ketika hendak diperiksa.


*Buugghh!!


Baladewa akhirnya melepaskan pukulannya karena lelaki itu terus melawan dan berniat membunuhnya.


Terjadi pertarungan sengit di koridor rumah sakit antara Baladewa dengan seorang anak buah Nilam.


*Dor, dor, dor!!


*Bruuughhh!!!


Lelaki itu ambruk dan menghempaskan nafas terakhirnya setelah tiga peluru berhasil menembus dadanya.


Baladewa segara berlari mengejar seseorang yang menembak dokter gadungan itu.


Kenapa cepat sekali larinya!!


Baladewa menghentikan langkahnya ketika kehilangan jejak lelaki itu, ia menatap sekeliling ruangan yang lebih mirip seperti laboratorium.


Jangan-jangan mereka sudah hafal dengan lingkungan klinik kerajaan ini, apa ada orang dalam yang sengaja bersekongkol dengan para penjahat itu.


Sekali lagi Baladewa berpikir keras untuk mencari dalang dari semua kejadian yang menimpa Genta Bhumi.


*Braakkk!!


Tiba-tiba terdengar pintu laboratorium tertutup. Lelaki itu segera berlari, namun sayangnya pintu itu seperti sengaja di kunci dari luar.


*Dar, dar, dar!!!!


"Buka pintunya, aku Baladewa panglima kerajaan ada di dalam!!" teriak Baladewa sambil menggedor-gedor pintu, namun tidak seorangpun yang membukanya.

__ADS_1


Tiba-tiba Dewa terkejut ketika melihat asap putih mengepul mengisi seluruh ruangan.


"Asap beracun!!," gumam lelaki itu berusaha mencari jalan ke luar.


"Sial, kenapa tidak ada lubang udara ataupun jalan keluar, siapa yang sebenarnya ingin membunuh ku!!" gumam Baladewa


Ia kemudian kembali berlari kearah pintu dan berusaha untuk mendobrak paksa pintu itu, sayangnya sekuat apapun tenaganya ia tidak mampu merobohkan pintu besi itu.


Ia segera membuka kemejanya dan menjadikannya sebagai masker agar ia tidak menghirup asap beracun yang mulai menutupi pandangannya yang mulai gelap.


"Aku tidak boleh menyerah dan mati sia-sia disini," Lelaki itu berusaha mencari pengungkit atau benda tajam apapun untuk mencongkel pintu agar ia bisa keluar.


*Dar, dar, dar!!


"Buka pintunya!!, buka!!, siapapun yang ada di luar tolong buka pintunya!!!" teriak Baladewa yang mulai kehabisan oksigen dan sudah kesulitan bernapas.


*Bruugghhh!!


Tubuhnya tiba-tiba ambruk karena sudah tidak kuat dengan asap beracun itu.


*Krieet!!!


Tiba-tiba pintu terbuka, dalam keadaan setengah sadar Baladewa masih sempat memicingkan matanya untuk melihat siapa yang datang membukakan pintu untuknya.


Ia tersenyum melihat seorang lelaki menghampirinya, namun ia langsung terkejut ketika lelaki itu menodongkan pistol kearahnya.


Lelaki itu hanya pasrah, dan berdoa semoga saja ada yang menolongnya.


*Dor!!


*Buughh!!


Bayu langsung melesatkan tendangannnya kearah lelaki itu hingga tembakannya melesat.


Lelaki itu segera mengeluarkan belati dan mengarahkannya kepada Bayu, Angga yang baru saja tiba di tempat itu berusaha menolong Bayu dengan melepaskan tinjunya ketika lelaki itu hendak menancapkan belati ke punggung Bayu.


"Bawa Panglima ke ruang UGD agar mendapatkan pertolongan, cepat!!" seru Bayu


Angga langsung mengangguk dan membopong tubuh Baladewa ke ruang IGD.


*Flashback


Bayu segera mengejar lelaki yang menyamar menjadi dokter dan berusaha meracuni Pangeran Genta Bhumi. Ia yakin jika lelaki itu tidak akan keluar dari Klinik sebelum memastikan sasarannya meninggal dunia.


"Kita berpencar Angga, kau mencari di luar rumah sakit sampai ke parkiran. Aku akan mencarinya di laboratorium dan ruang bersalin," ucap Bayu


"Baik Om," jawab Angga


"Segera susul aku jika kau tidak menemukan dia di sana," ujar Bayu

__ADS_1


Angga mengangguk dan pergi menuju ke depan Klinik.


Sementara Bayu melanjutkan pencarian ke ruang bersalin. Ketika ia berjalan menuju koridor ruang bersalin yang terletak di belakang Klinik ia mendengar suara seperti orang sedang mencari sesuatu didalam ruang bersalin itu.


Ia berjalan mengendap-endap menuju ke ruangan itu, dan mengintip dari celah pintu yang terbuka.


Seseorang berbaju putih-putih seperti seorang dokter mendekati seorang perawat yang sedang berjaga di ruangan itu.


Mereka terlihat berbincang-bincang akrab membawa Bayu kemudian berhenti mengintainya dan bergegas pergi dari sana.


Ketika langkahnya belum jauh, ia mendengar suara jeritan minta tolong dari ruang bersalin. Ketika ia berlari kembali ke ruangan itu perawat itu sudah jatuh tidak sadarkan diri bersimbah darah dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya.


"Siapa yang melakukan ini semua?" tanya Bayu mencoba bertanya kepada suster yang masih bernafas itu.


"Lab, lab, labora, to....rium," ucap Perawat itu blirih sebelum menghembuskan nafs terakhirnya.


Bayu segera menuju ke laboratorium yang tidak jauh dari ruang bersalin.


Ketika ia sampai di sana ia melihat lelaki berbaju putih seperti dokter itu sedang mengarahkan pistol kearah Baladewa yang sudah lemas tidak berdaya.


#Flashback end #


*Buugghhh!!!


Bayu kembali melepaskan sikutannya kearah lelaki itu hingga ia akhirnya berhasil lepas dari cengkeramannya.


Lelaki itu menyeringai dan melepaskan pakaian dokternya dan bersiap menyerang Bayu.


"Ternyata aku sedang berhadapan dengan leader Black Cobra, tidak disangka orang sepertimu bisa berpihak kepada orang kerajaan juga!!" ucap Revan


Siapa dia, darimana dia bisa mengenal aku!!


Bayu menatap lekat pemuda didepannya, dengan penuh tanda tanya.


"Kau pasti bertanya-tanya siapa aku bukan?" tanya Revan seakan tahu isi hati Bayu


"Aku memang penasaran dengan dirimu, wajahmu begitu familiar," jawab Bayu


Revan segera membuka kaos hitam yang dipakainya dan memperlihatkan tato Naga Api di punggungnya.


"Apa kau ingat aku sekarang!!" seru Revan


"Apa hubunganmu dengan Naga Api?" tanya Bayu


"Hmmm, kau pura-pura lupa Om Bayu, aku ini Revan putra dari Ares leader Naga Api. Selama ini aku memang bersembunyi dan menghabiskan hidupku di luar negeri, karena Pamanku Jaka Samudera melarangku untuk mendirikan sebuah geng seperti almarhum ayahku,"


"Kebetulan kita bertemu disini, selain aku bisa membunuh Baladewa dan keponakannya, aku juga akan membalaskan dendam ayahku ya g sudah kau bunuh Bayu!!" Revan menyeringai dan memainkan belatinya bersiap menyerang Bayu.


"Hyaaaat!!!"

__ADS_1


__ADS_2