
Seminggu sudah Cassey tidak pergi ke kampus dan hanya berbaring di kamarnya, rasa jenuh mulai menderanya apalagi sang suami belum juga pulang dari luar kota hanya Lulu dan Nay yang selalu menemaninya disana.
"Baby kapan pulang?, aku rindu?." sepenggal pesan singkat yang dikirim oleh Cassey untuk Bagas
Beberapa kali ia menengok layar ponselnya berharap suaminya segera membalasnya tapi sia-sia, tak ada jawaban darinya.
Netranya seketika berbinar ketika melihat pesan masuk di ponselnya.
"Babe, aku mau jenguk kamu, kamu mau dibawain apa?" sebuah pesan dari Hermes
Huft ,kenapa si babe yang malah sering jenguk aku
"Bawain Bagas pulang bisa ga😬, aku kangen banget sama dia 😞😞😣😣😫😫," jawab Cassey
"Yaudah nanti aku ajak jalan-jalan ya, kali aja ketemu si baby di jalan 😅😅," balas Hermes
"Sue 🙄😏😏," jawab Cassey
"😅😅😂😂" balas Hermes
Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu kamarnya diketuk, Cassey segera bangun dan membukanya.
"Halo babe, kok kamu jadi tambah kurus gini mana muka pucet kaya hantu lagi," ucap Hermes membuat Cassey kesal
"Gak usah datang kalau cuma mau mengejekku," jawab Cassey kesal
"Iya Key, kamu tuh cantik walaupun kurus dan muka pucet kamu itu bak Aurora yang selalu membuat pangeran ingin menciummu," jawab Hermes mencoba membujuk Cassey yang merajuk
"Sudah gombalnya, sekarang kuy jalan," ajak Cassey
"Siapa lagi yang gombal, yaudah kuylah," Hermes segera keluar bersama Cassey menuju ke depan istana
"Eiit tunggu, kamu mau bawa Key kemana?" tanya Lulu
"Aku mau ajak dia jalan-jalan tante, kasian dia bosen di kamar terus, nanti kasian bayinya jadi kudet kalau dikurung terus di menara, eh salah dikamar maksudnya," ucap Hermes sembari terkekeh
"Tidak boleh kalau pakai motor Hery, bahaya jangan pergi kalau naik motor, bisa rontok janinnya si Cassey," jawab Lulu
"Santuy tante, untuk seorang putri Hery tidak akan memakai motor dong, aku sudah menyiapkan kereta kencana untuknya," jawab Hermes
"Keren!!, yaudah kalau begitu bolehlah," sahut Lulu
"Aku pamit mah," Cassey mencium tangan Lulu dan masuk ke dalam mobil sport milik Hermes
Setelah berpamitan Hermes langsung melajukan mobilnya meninggalkan istana.
"Mobil lo keren Mes, boleh gue coba?" tanya Cassey
"No, ini mobil baru gue nanyi kalau dibawa kamu bisa langsung baret, mending gak usah, lagian orang hamil dilarang nyetir pamali," jawab Hermes
"Kata siapa pamal?" protes Lulu
"Kata gue barusan, udah lo duduk manis aja, btw kita mau kemana?" tanya Hermes
"Kita nyari mangga aja yuk?" ajak Cassey
"Kemana?"
__ADS_1
"Di kebon oranglah, masa dipasar ya kan gak ada," jawab Cassey
"Nyolong dong," kata Hermes
"Ya gitu deh, habis kata mamah Lulu mangga belum musim, jadi susah nyarinya," sahut Cassey
"Bukankah dikampus ada pohon mangga, kita kesana aja yuk kali aja udah berbuah," jawab Hermes
"Ok,"
Hermes segera melesatkan mobilnya menuju ke kampusnya.
Setibanya di kampus keduanya langsung menuju ke halaman belakang kampus yang banyak ditanami pohon mangga.
"Gak ada yang berbuah Key," ucap Hermes yang melihat satu persatu pohon mangga disana.
"Coba panjat yang paling gede kali aja dia udah berbuah," ucap Cassey menunjuk salah satu pohon mangga yang paling besar.
"Susah manjatnya Key, terlalu besar pohonnya," keluh Hermes
"Dasar lemah gitu aja gak bisa, minggir biar gue aja tang manjat," tandas Cassey
Ia kemudian mulai memanjat pohon dengan cepat dan disusul Hermes ya mengikutinya
"Wah enak juga ya duduk disini, adem, bisa lihat pemandangan kampus dari atas bagus juga ya," ucap Cassey
" Iya, btw gue lihat ada mangga satu tuh diatas," Hermes segera berdiri sambil tangannya berusaha memetik mangga yang cukup jauh itu. Dengan susah payah akhirnya ia berhasil memetik mangga itu dan memberikannya kepada Cassey.
"Makasih ya babe kamu memang the best," ucap Cassey
"Kita turun yuk," ajak Hermes
Sementara Hermes masih kesusahan karena ia masih ada di paling atas pohon.
"Buruan turun ada pak Ahmad penjaga Kampus, takutnya di amarah lagi setelah tahu kita mengambil mangganya, secara dia kan penjaga kampus yang paling galak dan tidak suka mahasiswa mengambil sesuatu di kebun kampus, termasuk pohon mangga ini." papar Cassey.
"Woii!!, ngapain hari libur ke kampus!!, pasti mau nyolong mangga ya!!" hardik pak Ahmad dari kejauhan
"Babe buruan lompat!!, orangnya udah menuju ke sini!" teriak Cassey
Hermes yang masih sedikit takut mencoba turun dari dahan pohon dan segera melompat.
**Bugghh !!
**Preet!!!
"Hahahaha!!" Cassey tertawa geli melihat celana Hermes robek
"Sial, bukannya ditolongin, malah diketawain!" cibir Hermes yang belum sadar kalau celananya robek
"Woii, balikin mangganya!" teriak pak Ahmad sambil mengacungkan golok di tangannya
"Lari babe!!" Cassey segera menarik lengan Hermes dan berlari menghindari kejaran Ahmad
"Jangan lari!!" teriak Ahmad memoercepat larinya
"Sial!!, dia cepat sekali, kalau gini terus kita bisa ketangkap dan di beri SP satu sama dekan!," keluh Cassey
__ADS_1
"Gue ada ide," ucap Hermes
Ia segera menarik Cassey berbelok dan masuk ke ruangan serba guna yang dijadikan tempat latihan Band, ia mengajak Cassey menyelinap dan bersembunyi dibalik peralatan musik.
"Dasar brengsek, kemana mereka!!" keluh Ahmad
"Lagi nyari siapa mang?" tanya Faiq yang datang bersama gengnya
"Tadi ada dua orang mahasiswa yang mencuri mangga, aku sedang mencarinya, seperti mereka sembunyi disini, apa kalian lihat?" tanya Ahmad
"Tidak, lagian kita baru datang, terus ruangan itu kan dikunci mana bisa mereka masuk di kamar itu," jawab Faiq
"Kalian mau ngapain hari libur ke kampus?" tanya Ahmad
"Kita mau ambil alat-alat musik buat manggung hari ini mang," jawab Fadil
"Oh gitu, kirain mau balapan," tukas Ahmad
"Minggu depan baru kita balapan, nanti biasa ya mang siapkan semuanya," ujar Faiz
"Siap Mas, yaudah aku permisi dulu mau nyari pencuri mangga itu," Pak Ahmad kemudian meninggalkan mereka
"Dasar maling, hari gini masih musim apa nyolong mangga, kaya orang ngidam aja," gerutu Faiq yang langsung memasukan kunci ke lubang pintu
"Loh ternyata gak dikunci toh," ucapnya lirih
Ia menyunggingkan senyumnya ketika melihat sepatu Cassey terlihat dibawah meja.
"Pak Ahmad!!, pencurinya ada disini!!" teriak Faiq sambil melirik kearah Cassey dan Hermes yang bersembunyi dibalik meja keyboard
Cassey segera bangkit dan membungkam mulut Faiq.
"Berisik lo!!, teriak sekali lagi gue patahin leher lo!!" ancam Cassey
"Iya-iya, canda doang marah, lagian ngapain sih lo pagi-pagi nyolong mangga kaya lagi bunting aja," jawab Faiq
"Kepo," sahut Cassey
"Kalian mau kemana bawa-bawa peralatan musik keluar?" tanya Hermes
"Kita mau manggung dong, lo mau ikut?" tanya Faiz
"Bolehlah, daripada BT dirumah, lo ikut kan Key?" tanya Hermes
"Yoi,"
Ahmar hanya diam tanpa bicara, tapi tiba-tiba ia tertawa ketika melihat celana Hermes yang robek.
"Hahaha!"
"Lo kenapa Mar?" tanya yang lainnya
"Tuh," jawab Ahmar sembari menunjuk Celana Hermes yang robek seketika keempatnya langsung tertawa terbahak bahak diikuti oleh Cassey yang juga ikut tertawa
"Ada apa sih, kenapa pada ketawa?, ada yang lucu?" tanya Hermes polos
"Celanan lo tuh kocak," sahut Fadil
__ADS_1
Hermes yang penasaran segera meraba bagian belakang celananya, wajahnya langsung memerah ketika tahu celananya robek.
"Kok kamu tega sih babe, gak ngasih tau gue kalau celana gue robek, malah ngetawain, jahat lo!" keluh Hermes sambil mengambil sebuah buku untuk menutupi celananya