ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
season 3 #Episode 80. Pertemuan


__ADS_3

"Bukan dia pelakunya!!" seru Kinan ketika Beberapa orang pengawal ingin menangkap lelaki itu, membuat semuanya ternganga mendengar ucapan Kinan


"Pelaku sebenarnya adalah dia!!" Kinan menunjuk seorang pejabat yang dilihatnya memberikan sesuatu yang membuat dayang istana langsung meninggal.


Rotama tersenyum simpul melihat keberanian Kinan. Semua perajurit langsung menangkap pejabat itu setelah melihat seekor kucing mati setelah memakan daging hidangan makan siang.


Genta langsung menarik Kinan menuju ke kamarnya.


"Apa yang kau lakukan dengan penjahat itu?" tanya Genta kesal


"Penjahat siapa, pengawal yang bersamaku tadi?" tanya Kinan


"Namanya Rotama dia adalah putra tunggal Sekertaris Go yang sudah ditahan karena kasus Korupsi, jadi kau jangan dekat-dekat dengan dia karena dia bukan orang baik," jawab Genta


"Tapi dia yang menangkap penjahat tadi dan dia juga loh yang memberitahukannya kepadaku," sahut Kinan


"Jangan terpancing dengan tipu dayanya, dia sedang mencari simpati dan dukungan dari pejabat tinggi agar bisa menduduki jabatan tinggi dan menggulingkan Raja dengan cara menyebarkan kebencian terhadap kamu Genta, kau harus hati-hati dan jangan mudah emosi, karena dia memang sedang mempermainkan emosi mu. Jika kau terpancing dan membuat keputusan yang akan menjadi bumerang bagi dirimu sendiri," tutur Adi Candra menengahi mereka.


"Yang dikatakan kakek mu benar Genta, sekarang di pendopo Utama semua Dewan penasihat istana dan abdi dalem Keraton juga beberapa orang pejabat sedang berkumpul di Pendopo Utama," tambah Baladewa


"Terserahlah Paman, aku tidak peduli lagi dengan semua itu kalau memang mereka ingin menggulingkan aku sebagai Raja mereka yang baru di nobatkan aku akan memberikannya dengan ikhlas, mungkin inilah alasannya kenapa Romo ingin kami bersama merasakan betapa susahnya menjadi Raja, hidup terkekang dalam sangkar emas. Tidak ada kebebasan yang ada hanyalah kebencian dan dendam. Aku akan menyerahkan posisi Raja kepada Paman dan aku akan pergi ke luar negeri. Aku ingin hidup tenang di sana . Aku ingin merasakan kebebasan seperti dulu. Hidup bersama dengan orang-orang yang aku cinta, bukan bermusuhan hanya untuk mendapatkan tahta hingga harus membenci dan saling bunuh antar saudara, aku tidak mau hidup seperti itu." jawab Genta


"Apa kau sudah menyerah sebelum mengetahui siapa yang mencoba membunuh Devin dan mengadu domba kalian berdua. Setidaknya tunggulah sampai aku menemukan siapa pelakunya dan menghukumnya sehingga arwah Devin tenang di alam sana," tambah Baladewa


Genta Bhumi hanya tersenyum sinis dan meninggalkan mereka.


"Bujuklah dia agar dia mau bertahan menjadi Raja untuk sementara waktu, agar aku bisa meringkus para penjahat itu dan mengembalikan kondisi Cendana Kalingga menjadi aman dan tentram seperti dulu lagi," tutur Baladewa


Kinan segera berlari mengejar Genta Bhumi menuju ke kamarnya.


Ia berhenti didepan Genta yang sedang memainkan biolanya peternaknya terkesima dengan melodi indah yang dimainkan oleh Raja cendana kali lah itu.


"Kamu pasti sedang bersedih, karena memikirkan bagaimana caranya menjadi raja yang baik, bagaimana caranya menjadi kakak yang baik. Bagaimana caranya untuk menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua kamu. Tapi kamu lupa semuanya itu bisa kamu lakukan jika kamu tetap menjadi Raja Cendana Kalingga, jadilah raja yang baik setidaknya dengan begitu kau akan membuat arwah Devin dan juga kedua orang tua kamu bangga kepadamu. Mulia sekarang kontrol lah emosimu, jangan biarkan amarahmu akan menghancurkan dirimu. Jangan mudah terpancing dan tersulut emosi saat musuhmu sedang berusaha memancingnya. Kalau kata anak gaul sih, jangan baperan karena baper itu cuma bikin laper.


Usahakan bkamu jangan tergantung pada orang lain dan dan jangan terlalu banyak berharap kepada mereka walaupun itu keluargamu, karena semua itu akan membuat kamu terluka jika kau tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Untuk itu kau harus percaya pada kemampuan diri kamu sendiri, karena hanya kamu yang bisa mewujudkan apa yang kamu inginkan , hanya kamu yang tahu apa yang kamu butuhkan, dan hanya kamu yang tahu berapa besar kekuatanmu untuk mendapatkan mimpimu itu,_" papar Kinan membuat Genta menghentikan permainan biolanya dan menatap lekat kearahnya.


Ia berjalan pelan menghampiri gadis itu dan kemudian memeluknya erat.


"Tetaplah berada di sampingku, dan jadilah penyemangat ku, " ucapnya lirih


"Akh, sudahlah jangan baper gini, nanti aku jadi laper," sahut Kinan canggung


"Apa kau akan menemaniku makan siang?" tanya Genta


"Ehh," Kinan hanya tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya


Tanpa aba-aba Genta langsung menariknya menuju ke mobilnya dan meninggalkan istana.


"Katanya mau makan, kenapa keluar?" tanya Kinan


"Aku ingin makan diluar, makan di dalam Istana terlalu berbahaya, aku masih belum mau mati. Aku masih mau hidup agar bisa melihat senyuman mu setiap hari." jawab Genta

__ADS_1


Ia kemudian menghentikan mobilnya, dan berjalan menyusuri gang kecil. Genta menghentikan langkahnya disebuah warung tenda yang sangat ramai.


"Sugeng siang Mas Genta, Monggo pinarak rumiyin," sapa seorang wanita ramah


(Selamat siang Mas Genta, silahkan duduk dulu)


Genta mengajak Kinan duduk di sebuah tiker yang tidak jauh dari warung tenda itu.


Tidak lama kemudian seorang pelayan membawakan beberapa menu makanan untuknya.


"Apa kau sering makan disini, makanya mereka tahu menu kesukaanmu?" tanya Kinan


"Tentu saja, dulu ayahku suka mengajakku kesini untuk mengenang kebersamaannya bersama ibu. Katanya ini adalah tempat mereka bertemu untuk pertama kalinya," jawab Genta


"Hmmm, pasti ayah kamu orangnya romantis sekali sampai ia masih mengunjungi tempat-tempat kenangan bersama orang yang di cintai ya,"


"Kau benar, dan aku ingin menjadi lelaki seberuntung ayahku yang bisa mendapatkan orang yang sangat ia cintai dan tetap bersamanya sampai tutup usia," kenang Genta


"Semua orang pasti menginginkan hal seperti itu juga,"


"Apakah kau mau menjadi istriku, menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai dan menemaniku sampai akhir usiamu?" tanya Genta berkaca-kaca sembari memegang jemari Kinan


Gadis itu terlihat gugup dan canggung, setelah mendengar ucapan Genta yang membuatnya panas dingin.


"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang, makanlah dulu. Ini ikan tawes kecil kesukaan ibuku dan sambal terasi, lengkap dengan nasi liwet dan juga cah kangkung ," Genta menyendokkan nasi kedalam piring Kinan


"Terima kasih, tapi aku bisa sendiri kok," Kinan segera mengambil piring dari tangan Genta


Keduanya kemudian menikmati hidangannya.


Kinan terlihat sangat lahap menikmati makan siangnya.


"Hmmm, benar-benar enak!" seru Kinan sembari bersendawa membuat Genta tertawa


"Kau benar-benar bar-bar dan tidak sopan, berani-beraninya sendawa di depan Raja tanpa menutup mulut," ucap Genta menggelengkan kepalanya


"Sorry, jangan baper ya yang mulia, peace!!"


**********


Sementara itu Baladewa segera mendatangi penjabat yang ditangkap dengan tuduhan meracuni makanan.


"Yang Mulia, kedua pejabat itu sudah mati bunuh diri," ujar seorang sipir penjara melaporkan kepada Baladewa


"Mereka pakai trik lama, rupanya." ucap Baladewa lirih, ia kemudian segera kembali ke ruang kerjanya.


"Aku tidak mendapatkan bukti apapun dari kedua pejabat itu karena mereka sudah bunuh diri," keluh Baladewa


"Kenapa kita tidak pakai Kinan saja, bukankah dia juga sedang mendekati Kinan untuk mencapai maksudnya, kenapa kita tidak menggunakan Kinan juga sebagai mata-mata untuk mengorek informasi mengenai Rotama," sahut Angga


"Tidak ku sangka kau orang yang cerdas Angga, baiklah aku akan mencobanya," jawab Baladewa

__ADS_1


"Biarkan aku yang akan memberitahukan Kinan tentang rencana kita ini agar mereka tidak curiga, karena aku dan Kinan bukan orang kerajaan, tapi kalau anda yang mendekatinya mereka pasti curiga," jawab Angga


"Baiklah, aku percayakan urusan ini padamu Angga. Tapi waktu kita tidak banyak karena aku yakin dengan kematian dua pejabat tinggi di penjara istana pasti akan menghebohkan Istana Cendana Kalingga." tambah Baladewa


"Baiklah aku berangkat sekarang," Angga langsung pergi meninggalkan Baladewa


"Kamu dimana?" tanya Angga


"Aku lagi makan diluar," jawab Kinan


"Cepat pulang, aku menunggumu di gerbang istana Cendana Kalingga," jawab Angga


"Apa ada yang penting?" tanya Kinan


"Ini menyangkut pembunuh Devin, jadi cepatlah pulang," jawab Angga


Kinan segera mematikan ponselnya dan mengajak Genta pulang.


"Sepertinya kita harus buru-buru pulang ke istana," ujar Kinan


"Kau benar, sekertaris kerajaan juga beberapa kali menghubungiku, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di istana


Genta segera beranjak meninggalkan tempat itu, dan melesatkan mobilnya menuju ke istana Kalingga.


Setibanya di Istana, Angga segera menarik Kinan menuju ke kamarnya.


"Ada perlu apa sampai kau datang ke istana?" tanya Kinan penasaran


"Kau tahu orang ini?" tanya Angga menunjukkan photo seorang laki-laki pada Kinan


"Dia pengawal istana yang membantuku menangkap penjabat yang mencoba meracuni makanan untuk seluruh pejabat istana Cendana Kalingga," jawab Kinan


"Kau harus hati-hati dengan dia, karena dia bukanlah orang baik. Kamu tahu, dia adalah orang yang berusaha membunuh Devin, " jawab Angga


"Dari mana kau tahu," tanya Kinan tercengang


Angga segera membuka ponselnya dan menghubungi Devin.


Kinan terlihat kaget dan berkata kaca ketika Devin menghubunginya melalui video call.


"Devin!!, tidak mungkin!!, apa aku mimpi?" tanya Kinan masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"Semuanya benar Kinan. Devi berhasil menyelamatkan diri dari kejaran Rotama dan pasukannya, yang ingin membunuhnya. Kau tahu kenapa ia bisa bertahan hidup dan selamat setelah jatuh dari jurang yang sangat curam??" tanya Angga menghentikan ucapannya dan kita hanya menggelengkan kepalanya.


" Ituu karena dia ingin menanyakan sesuatu kepadamu Kin," sahut Angga menyerahkan foto Kinan bersama Genta


"Ooh, past kau mengira Aku memiliki hubungan spesial dengan Raja Cendana Kalingga itu. Padahal aku tahu foto itu diambil ketika Aku perintahkan oleh kamu untuk membeli sate buntel di alun-alun Solo.


Ketika aku tiba di sana aku melihat beberapa orang ingin membunuh pangeran Genta Bhumi. Untuk itulah aku menyelamatkannya dan mengajak dia pulang bersamaku ke Istana, agar aku bisa dengan mudah melindunginya dan menyelamatkan nyawanya sampai tiba di istana. Itulah cerita yang sebenarnya Dev. Kalau kau ingin tahu yang sebenarnya dan memastikan aku berbohong atau tidak kau boleh tanyakan lagi kepada kakakmu Genta Bhumi. tidak pernah terbesit sedikitpun dalam benakku untuk meninggalkanmu ataupun menduakan cintamu. Karena apapun yang terjadi baik kamu seorang Raja, Pangeran, ataupun buronan sekalipun, apapun adanya dirimu sekarang dan siapapun kamu, perasaanku tidak akan pernah berubah padamu. Aku akan selalu mencintaimu dan akan selalu berada di sampinmu sampai ajal memisahkan kita, walaupun kita sudah putus tapi aku akan selalu setia menunggumu karena aku yakin kamu masih mencintaiku Dev. Aku yakin suatu hari kamu akan datang ke rumah ku untuk melamar ku menjadi istrimu," jawab Kinan membuat Devin menitikkan air matanya


"Aku percaya kamu Kin, maafkan aku sudah meragukan kesetiaan mu," jawab Devin mengakhiri pembicaraannya

__ADS_1


__ADS_2