
"Halo, Om?" Hermes menyapa Eros yang sedang duduk didepan rumah bersiap untuk menyambut para tamu undangan.
Walaupun pesta pernikahan hanya diadakan secara privat saja, namun suasana mewah dan elegan tetap terlihat disana.
Eros menatap sinis kearah kearah Bayu yang berdiri didepannya.
"Untuk apa kalian datang kesini?" tanya Eros sinis
"Aku cuma ingin berbicara empat mata denganmu Eros," jawab Bayu
"Untuk apa?, apa kamu mau meminta maaf padaku karena telah membunuh kembaranku?" tanya Eros dingin
"Diantaranya itu, tapi ada yang lebih penting dari itu," jawab Bayu yang menggiring Eros menuju sudut ruangan
"Kenapa harus dipojok sih Om, kaya mau pacaran aja mojok," cibir Cassey
"Kan biar romantis Key, terus gak ada yang gangguin lagi kalau dipojok, makanya orang pacaran tuh paling suka dipojokkan karena biar pasangannya gak bisa kemana-mana, karena susah keluar kan kalau dipojok, ribet gak enak mau ngelewatin orang-orang gitu," jawab Bayu
"Itukan kalau orang pacaran Om, lah kita kan mau bernegosiasi, emangnya harus gitu juga?" tanya Cassey polos
" Nanti Om jelasin setelah dari sini ya," jawab Bayu membuat Cassey semakin penasaran
"Sue!!, keburu jamuran Om," jawab Cassey membuat Bayu terkekeh mendengarnya
"Cepat katakan apa keperluan kalian datang kemari!" kata Eros dengan nada tinggi
"Jadi gini gue sebenernya membunuh Ares karena dia juga sudah karena dendam lama, dia banyak sekali membunuh anak buahku bahkan menghabiskan semuanya padahal ia berjanji akan mengampuni semua anak buahku dan membiarkan mereka hidup jika aku bersedia mundur dari Kobra Hitam dan membubarkan geng kami, akan tetapi Ares mengingkari janjinya, ia tetap menghabisi satu persatu anggota Kobra Hitam hingga beberapa orang saja yang bisa gue selamatkan," jawab Bayu
"Hmmm, aku tahu Ares itu jahat, tapi apa harus dengan membunuhnya untuk membayar semua kejahatannya, lalu untuk apa ada polisi, bila orang-orang jahat itu harus dibunuh dan apa mereka tidak boleh bertaubat makanya kalian harus membunuh mereka," sahut Eros dengan penuh Emosi
"Yang Om katakan itu benar, tapi mungkin jika Om merasakan situasi kami saat itu, mungkin Om juga akan melakukan hal yang sama seperti kami," jawab Cassey
"Bahkan Hermes sudah memberikan kesempatan pada Om Felix saat ia akan membunuhnya karena Hermes menyadari betapapun jahatnya Felix toh ia pernah menjadi ayahnya yang baik padanya dan merawatnya walaupun ia lebih sering menyiksanya dan memperlakukan Hery seperti binatang, tapi kebaikan Heri dimanfaatkan oleh Felix sebagai kelemahannya dan berniat membunuh Hermes, tentu saja aku tidak bisa membiarkan sahabat terbaikku mati Om, makanya aku terpaksa membunuh Om Felix yang sudah siap menebaskan samurainya kepada Hermes, jadi apa aku salah Om jika aku lebih memilih membunuh orang jahat daripada membiarkan orang baik mati sia-sia," tambah Cassey lagi
"Cassey benar Om, ayah memang terlalu jahat, bahkan kurang baik apa ibu padanya selalu memaafkan dan memberikan kesempatan padanya tapi ia tetap saja jahat pada ibu, itulah yang membuat Hery kesal dan dendam padanya, namun lagi-lagi ibu selalu menasihatiku agar tidak membencinya, dan itulah yang jadi kelemahan Hery yang dimanfaatkan boleh ayah," sahut Hermes
Ares hanya terdiam dan memandang keponakannya itu dengan sendu, wajah polosnya mengingatkan pada seorang wanita cantik yang dulu dia cintai.
__ADS_1
Kalian memang baik, dan aku yakin Cassey dan Bayu juga orang baik hanya keadaan yang membuat kalian terpaksa membunuh saudaraku.
"Baiklah aku bisa menerima alasan kalian, dan sekarang tidak ada dendam lagi diantara kita," jawab Eros
"Terima kasih Eros, aku tahu kamu orang baik dan bisa memaafkan kami, tapi ada satu lagi permintaan kami," sahut Bayu
"Jika Om sudah tidak dendam lagi pada kami harusnya Om bisa menghentikan pernikahan ini, karena setahu kami tante Naya tidak mencintai calon suaminya dan dia hanya mencinta Om Gaga, jadi tolong Om jangan paksakan tante Naya menikah dengan orang yang tidak ia cinta, biarkan ia menikah dengan bOm Gaga," Cassey segera menyambung ucapan Bayu
"Benar Eros, kami datang kesini karena ingin menyatukan hubungan mereka, karena aku tidak mau melihat sahabat yang sudah aku anggap seperti saudara sendiri bersedih setiap hari karena kesalahan aku, makanya kuberanikan menemui dirimu, bahkan aku siap mencium kakimu jika bisa membuatmu menggagalkan pernikahan ini," Bayu mencoba meyakinkan Eros
"Maaf tapi aku tidak bisa menghentikan pernikahan ini," jawab Eros meninggalkan mereka
"Om ...tolong dengarkan kami, Om bisa lihat tante Naya dan tanyakan sama dia apa dia bahagia atau tidak hari ini," ucap Cassey
"Jangan dengarkan mereka Eros!!, jangan jadi orang lemah!, ingat mereka itu pembunuh saudaramu, jangan terlena dengan bujuk rayunya, " gertak Jaka Samudera yang menarik Eros pergi membuat Cassey mengeratkan tangannya
Dasar tua bangka, ingin rasanya aku hajar mulut jahatmu itu,
"Dan Kalian!!, jika mau pernikahan ini dibatalkan serahkan nyawa kalian untuk menggantikan nyawa Ares dan Felix, apa kalian bersedia!" tantang Jaka Samudera membuat Cassey langsung melayangkan pukulannya tapi langsung ditepis oleh Bayu
"Tak tik Om bukan tik tak," jawab Cassey
"Iya, Key," jawab Bayu
"Aku siap melayani tantanganmu," jawab Bayu
"Tapi aku mau hanya kalian berdua, aku tidak mau yang lain, dan jangan coba-coba ajak teman-teman kalian," jawab Jaka Samudera
"Baik, dimana kita akan bertemu," jawab Bayu
"Markas Naga Api, malam ini," jawab Jaka
"Baik, tapi aku minta kau tidak ingkar janji seperti dulu," ucap Bayu
"Seorang lelaki sejati bisa dipegang janjinya, dan itulah, aku pastikan Naya tidak akan menikah dengan Prabu besok jika kalian benar-benar datang nanti malam," jawab Jaka Samudera
"Ok deal!!" jawab Cassey mendahului Bayu
__ADS_1
"Aku suka gayamu anak muda," jawab Jaka Samudera dengan senyum sinisnya
"Sue!!, keduluan bocah alay ini!" cibir Bayu langsung disambut kekehan Cassey
"Berarti kita pulang nih Om," jawab Cassey
"Iyuh, dan jangan bilang-bilang rencana kita ini, hanya kita berdua saja yang tahu, understand baby?" tanya Bayu
"Of course daddy!" jawab Cassey
"Kok daddy sih!" sahut Bayu
"Kan Om mirip dengan papih Key makanya aku panggil daddy, emang maunya dipanggil apa gitu?" goda Cassey
"Panggil Om ganteng dong?" jawab Bayu
"Diih alay!" cibir Cassey
"Lah emang bener kan Om ini ganteng macho lagi, terus apa yang salah coba," jawab Bayu
"Yang salah tuh karena Om udah punya istri jadi gak boleh alay lagi, kasian istrinya, inget istri Om, sadar, sadar!!" ledek Cassey
"Yaelah Key, orang canda doang dikira beneran, dasar baperan," gerutu Bayu
"Yaudah Om sampai ketemu di markas nanti malam," sahut Cassey beranjak meninggalkan Bayu
"Yuhuuu!" jawab Bayu
Cassey menggandeng Hermes dan menatapnya.
"Gue minta dengan sangat sama lo Mez, tolong jangan beritahukan rencana gue ini sama siapapun, aku percaya kamu bisa menyimpan rahasia ini," jawab Cassey
"Tapi bagaimana kalau kalian celaka, bukannya meragukan kemampuan kamu dan Om Bayu, tapi lo tahukan jumlah anak buah Naga Api itu ribuan, kalian bisa mati konyol disana," jawab Hermes
"Kamu tenang aja Heri, aku yakin ini jadi peperangan terakhir dengan Naga Api, dan kamu harus percaya aku dan papih eeh maksudnya Om Bayu bisa mengalahkan mereka dan membuat mereka insaf, jadi kamu gak usah khawatir ya babe," jawab Cassey
"Aku percaya kamu babe, dan kembalilah dengan selamat," jawab Hermes
__ADS_1