ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 89 # Kecemburuan Naeswari


__ADS_3

Nay hanya bisa menelan kekecewaan ketika harus menyaksikan Pandu harus menjaga kaka iparnya itu daripada menemaninya.


"Kenapa harus Pandu sih, kan ada papah, Om Rey, dan juga Hermes, iiisshh sebel banget deh," gumam Naeswari


Gadis itu kemudian keluar dari dalam villa dan bergabung bersama yang lainnya menikmati sarapan pagi.


"Ok guys, setelah ini kita akan menikmati wahana Off-road di lereng Merapi ya, biar seru kita bagi pasangannya ya, Om akan bikin pasangannya random, nah kalian bisa ambil kertas ini, dan langsung bergabung dengan pasangan kalian menaiki mobil off road," Semuanya langsung mengambil lintingan kertas yang sudah dipersiapkan oleh Ryan


Sial, kenapa gue malah pasangan sama papah, mana Pandu pasangan sama Cassey lagi, sebel!!


Agni tampak bahagia karena bisa satu mobil dengan Hermes, tidak seperti Nay yang harus kecewa karena tidak berpasangan dengan Pandu.


"Kenapa sih anak papah dari tadi manyun mulu?" tanya Damar


"Papih tukeran pasangan mau ga?" pinta Nay manja


"Maksud kamu tukeran sama Cassey?" tanya Damar


"Iyups, " jawab Nay


"Tapi kalau menurut Papah kamu tidak boleh terlalu dekat dengan Pandu, kan kalian sepupu jadi tidak bisa hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan," jawab Damar


"Bolehlah Pah, kan Kakek Danar sama Kakek Arya bukan saudara kandung," jawab Naeswari


"Kamu benar Nay, bahkan menurut agama kita juga diperbolehkan tapi secara kedokteran menikah dengan saudara sedarah atau consanguin marriage karena bisa meningkatkan resiko anak-anaknya kelak mengalami gangguan genetik yang bersifat autosomal resesif, sebagai contoh albino atau thalasemia," papar Damar


"Tapi kan tidak semuanya seperti itu pah, ada kok yang menikah dengan sepupu tapi baik-baik saja, " sahut Nay


"Iya sayang, papah paham, gimana rasanya dipisahkan dengan orang yang kita sayang, yaudah papah bilang Key dulu ya," ucap Damar


"Makasih Pah, Papah emang the best pokoknya," ucap Naeswari sambil mencium pipi ayahnya


"Kok cuma satu, satunya ngiri nih," Damar memberikan pipi kirinya agar dicium oleh Naeswari


"Iissh, papah nih kebiasaan, dikasih jantung malah minta empedu," cibir Nay


"Mati dong sayang kalau gitu," jawab Damar


"Issh, becanda mulu papah, udah cepetan sana samperin Cassey, keburu dia jalan lagi," ucap gadis itu mendorong Damar manja


Damar segera mendekati Cassey dan menyampaikan maksudnya.


"Ok Papah, apa sih yang gak buat adek ipar, Dupan lo temenin Nay sekarang, gue biar sama papah Damar," ucap Cassey


Pandu segera mengangguk dan turun dari mobil Cassey.

__ADS_1


"Anak sama bapak sama aja ya, gak ada humoris-humoris ya sama sekali, kaku kaya kayu," ucap Damar


"Kalau Key kaya apa Pah?" goda Cassey


"Kalau kamu lumer kaya permen," jawab Damar


"Kok permen pah, gak ada yang lebih mahal dikit apa," celetuk Cassey


"Permen, Perempuan menawan," jawab Damar sambil mengernyitkan alisnya


"Eeeaaaa, bisa ae PAPSKI," jawab Cassey sambil terkekeh


"Kok, Papsky sih, bukannya papah keceh," sahut Damar


"Papski itu Papah ganteng dan seksi," jawab Cassey sambil terkekeh


Damar kemudian melesatkan mobil Jeep mereka menyusul yang lainnya.


"Lo diem aja Dan, biar gue yang bawa, gue mau ngejar si Rey," ucap Lulu


"Awas nabrak Lu, ingat ini mobil bukan motor," sahut Ferdan


"Iyuh, anak kecil juga tahu," gerutu Lulu


"Yaudahlah gue ngikut aja, lagian gak bakal menang kalau melawan emak-emak, pasti kalah mulu, maklum aja bibirnya ada dua, hihihi..." umpat Ferdan lirih membuat Lulu langsung menamparnya


"Kok ditampar sih Lu?" tanya Ferdan sembari memegangi pipinya yang memerah


"Makanya jangan ngomong jorok, rasakan tuh akibatnya!" cibir Lulu


"Gak dulu, gak sekarang selalu saja gue ditampar mulu sama lo!, sue!!" jawab Ferdan


"Hahaha!!" Lulu hanya tertawa menanggapi ucapan Ferdan


Lulu menambahkan kecepatan mobil Jeepnya, alih-alih ia ingin membelokkan mobilnya ke kiri, ia justru menekan lampu sein kanan hingga membuat mobil Hermes yang ada dibelakangnya menabrak mobilnya dari belakang dan mobil Pandu yang berada dibelakangnya juga menabrak mobil Hermes hingga terjadi tabrakan beruntun.


"Mamah!!, kalau bawa mobil tuh yang bener!" teriak Nay kesal


"Dasar emak-emak!, belok kiri nyalain Sein kanan, hadeeh emang emak-emak selalu merasa paling benar!" umpat Ferdan


"Berisik lo!!" cibir Lulu


"Iya yang mulia Ratu, ampuun!" jawab Ferdan


Damar yang sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tiba-tiba langsung mengerem mendadak dan menabrak mobil Pandu, karena saking kerasnya membuat Cassey yang sedang tidak memakai sabuk pengaman langsung terlempar jauh keluar dari Jeep.

__ADS_1


Pandu yang melihatnya langsung turun dan menolong Cassey, sementara Nay merasa kesal karena bukannya ia menolong dirinya yang jelas-jelas berada di sampingnya malah menolong Cassey yang ada dibelakangnya.


Kenapa sih lagi-lagi kamu lebih peduli pada Cassey daripada aku,


Naeswari bahkan merasa iri melihat Hermes yang begitu peduli kepada Agni yang bukan pacarnya.


"Kamu gak papa Nay?" tanya Hermes menghampiri Naeswari


"Gue gak papa Hery, santuy aja," jawab Nay acuh


"Gak papa tapi pelipis kamu berdarah, pasti bekas benturan keras tadi kan," Hermes mengusap lembut kening Naeswari yang berdarah dan kemudian memberinya plester


"Sementara begini aja biar gak infeksi," ucap Hermes yang kemudian meninggalkan Nay


"Hery!!" panggil Nay, membuat pria tampan itu menoleh sembari memberikan senyum manisnya


"Ada apa Nay?" tanyai lembut


"Makasih," jawab Nay lirih


"Kembali kasih," jawabnya sambil tersenyum kepadanya


"Kamu gak papa kan Nay?" tanya Pandu yang kembali duduk disampingnya


Nah hanya diam karena ia menahan amarahnya setelah apa yang dilakukan oleh Pandu padanya.


"Kamu kenapa sih Nay, kok diem aja, kamu marah ya?" tanya Pandu


"Gimana aku gak marah Pi, kenapa sih lo harus lebih peduli sama Cassey daripada gue pacar lo sendiri!" jawab Nay dengan penuh emosi


"Bukan begitu Nay, aku peduli kok sama kamu, cuma kan tadi Cassey lebih butuh bantuan aku daripada kamu," jawab Pandu


"Kan ada papah disana, dia juga gak mungkin membiarkan Key terluka, jadi gak usah lah cari-cari alasan, atau jangan-jangan kamu sebenarnya menyukai Key daripada gue!" kata Nay semakin murka


"Itu gak benar Nay, aku cuma cinta dan sayang sama kamu kok, gak ada yang lain beneran, sumpah, " jawab Pandu


"Kalau lo beneran sayang sama gue harusnya kamu tuh tolongin aku dulu baru Key, bukan ninggalin aku gitu aja, terus nyelametin Key," sahut Nay


"Seru juga yah nonton drama percintaan, bikin baper," ucap Ferdan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Noval


"Kamu kan tahu keluarga aku dari mulai Kakek buyutku sudah ditakdirkan untuk melayani yang mulia raja dan keturunannya, kakek Danar melayani Baginda Raja Arjowinangun, Ayah Tama melayani Papah Damar, dan aku akan melayani Kaka Bagas, itu sudah menjadi takdir kami Nay, dan kamu harus bisa menerima itu, aku lebih memilih menyelamatkan Key daripada kamu karena lukamu kan cuma luka ringan, sedangkan Cassey kamu tahu sendiri dia sampai kelempar keluar mobil berarti kan lukanya parah, seandainya bukan Cassey yang terpental juga aku akan menyelamatkan dia, percayalah Key kamu hanya sedang dibakar api cemburu, dan aku yakin itu karena kamu kebanyakan membaca novel-novel romance yang isinya percintaan halu yang tidak terjadi di dunia nyata, jangan hanya karena masalah kecil akan memperkeruh hubungan kita Nay, jadilah Nay yang dewasa yang selalu menerimaku apa adanya, karena cintaku hanya untukmu," ucap Pandu membuat semua yang menyaksikan mereka langsung tepuk tangan


"Benar-benar mengharukan, aku sedih," ucap Ferdan sambil memeluk Noval menirukan apa yang Pandu lakukan pada Nay


"Aku terhura sayang, aku padamu," jawab Noval sambil mencium kening Ferdan

__ADS_1


"Dasar gila!!" cibir Rey


__ADS_2