
"Benarkah nenek akhirnya merestui hubungan kalian!" ucap Lulu bahagia
"Iya mah, karena Nay menggaransi nenek," jawab Naeswari
"Garansi?, maksudnya gimana sih, kok ada garansi segala kaya barang?" tanya Lulu
"Aku berjanji sama nenek, jika aku menikah dengan Pandu, terus kami melahirkan bayi dengan kelainan genetik maka aku siap bercerai dengan Pandu," jawab Naeswari membuat Lulu tercengang
"Terus kalau itu benar-benar terjadi gimana Nay?" tanya Lulu khawatir
"Itu diurus nanti saja mah, sekarang yang penting direstui dulu terus nikah, masalah apa yang akan terjadi nanti biarlah berjalan seperti air mengalir," jawab Naeswari
"Eitdah, jawaban lo tua amat Nay!" goda Lulu
"Bukan tua mah, tapi dewasa," jawab Nay
"Iye dah, terserah kamu aja," sahut Lulu
*********
"Gila lo Nay, lo kalau mau bikin keputusan tu mikir dulu jangan asal jeplak, kalau benar-benar kejadian gimana?, lo sendiri yang rugi!" ucap Cassey
"Kok jadi galakkan lo Key, daripada mama, " jawab Naeswari
"Biarin!, lo juga Pandu jangan diem aja!, ngomong dong!, kasih masukan buat cewek lo!, jangan sampai kalian menyesal dikemudian hari, gara-gara hanya menuruti kenikmatan sesaat kalian harus menanggung kesedihan seumur hidupmu!" ucap Cassey membuat Pandu hanya tersenyum padanya
"Hadeeh, niatnya mau curhat terus berbagi kebahagiaan, malah di marah-marahi sama yang mulia permaisuri!" celetuk Nay
"Gue ini bukan marah-marah sama kalian berdua, tapi gue menasihati kalian karena gue peduli sama kalian, karena lo itu adek gue satu-satunya Nay, yang juga sohib gue, gue gak mau aja lo jadi janda nantinya apa kata dunia coba seorang Naeswari Paramitha Arjowinangun harus menjadi janda diusia yang masih belia, ngerti gak lo pada!!" seru Cassey
"Inggih, yang mulia permaisuri!!" jawab keduanya kompak
"Sue!!, kalian emang cocok, sama-sama rese!" cibir Cassey
"Sudahlah Key, jangan marah-marah mulu, nanti cepet tua loh, biarkan saja mereka, namanya juga lagi dimabuk asmara ya gitu, semua cara mereka lakukan agar bisa dipersatukan," sahut Hermes
"Lo gak jelous kan Mez sama mereka?" tanya Cassey
"Gaklah Key, ngapain gue jelous," jawab Hermes
"Yaudah mending kita jalan aja yuk, cari kampus yang bagus terus ambil formulir deh," sahut Cassey
"Kuy!" Keduanya kemudian pergi meninggalkan Nay dan Pandu
Nay dan Hermes menghentikan motornya disebuah kampus terkemuka di kota Jogjakarta.
"Wuiih!, keren kampusnya Mez, kira-kira kita bisa diterima di kampus ini gak yah!" tanya Cassey
"Mudah-mudahan, kalau lihat nilai kita kemarin ayu yakin kita bisa diterima di sini, so kita tanya-tanya dulu aja sama pihak panitia penerimaan mahasiswa baru," jawab Hermes
__ADS_1
Keduanya kemudian menuju ke sebuah ruangan pendaftaran dimana terdapat banyak sekali siswa-siswi SMA yang sedang melakukan pendaftaran di kampus itu.
"Gila panjang banget antriannya!! bagaimana bisa jadi sore atau mungkin besok kita baru dapat giliran bertemu dengan panitianya Mez," keluh Lulu
"Iya, bagaimana kalau kita lihat-lihat aja dulu, muter-muter gitu biar tahu fasilitas kampus ini," ajak Hermes
"Ok babe, kuy kita jalan," Cassey sangat bersemangat untuk melihat-lihat lingkungan kampus
Mereka berhenti dibelakang kampus yang dijadikan mahasiswa sebagai tempat adu balapan.
"Wah, ada balapan motor, kita lihat aja dulu yuk babe, lagian bete juga kalau langsung balik ke istana," ucap Cassey menarik Hermes duduk di tribun penonton paling depan
"Gila, keren banget tuh yang nomor tiga!!" teriak Cassey
"Tapi dia curang Key!, lihat saja kasian tuh yang nomor lima, dia sengaja menendangnya agar nomor lima tersisih dari pertandingan," jawab Hermes
"Yah namanya juga balapan liar, sah-sah saja pakai cara apapun yang pentingkan hasil akhirnya," sahut Cassey
"Tapi kok dikampus boleh ya, area ini dipakai buat balapan, atau pihak kampus gak tahu ya," ucap Hermes
"Biasalah, paling ada kong kalikong sama pihak kampus, makanya diijinin," jawab Cassey
"Wah masih ada tiga sesi lagi sebelum menuju babak final," ucap Cassey
"Yudah mending kita beli minum dulu, baru kesini lagi," ajak Hermes
Cassey kemudian mengikuti Hermes yang mencari kantin, mereka kemudian duduk disebuah kantin sambil menikmati minuman dingin.
"Iya babe, kita gak usah lama-lama nanti nontonnya biar kamu bisa mengantar ibu kamu tepat waktu," jawab Cassey
**Byuur!!!
Seseorang tiba-tiba menumpahkan minumannya ke pada Cassey, membuat gadis itu geram karena cewek yang menumpahkan minuman itu langsung pergi tanpa meminta maaf padanya.
"Sialan!!, perlu dikasih pelajaran tuh cewek!" Cassey segera mengejar gadis itu dan langsung menyiramnya dengan menggunakan softdrink yang ia bawa
**Byuur!!!
"Awww!!, apa-apa sih lo, pakai nyiram gue segala, lo pasti anak baru, makanya gak tahu siapa gue!" hardik gadis itu
"Bodo amat, setahu gue lo itu udah nyiram gue duluan dan karena lo gak minta maaf ke gue, terus dengan pedenya pergi meninggalkan gue makanya terpaksa gue kasih pelajaran lo, biar lo tahu kalau karma itu ada, lo bakal mendapatkan apa yang lo tanam, seperti tadi lo nyiram gue maka gue juga balik nyiram lo, jadi impaskan," ucap Cassey meninggalkan gadis itu yang tampak kesal
Gadis itu kemudian mengejar Cassey dan berniat mencelakainya namun dengan sigap Cassey segera menangkis serangan gadis itu dan menghajar balik gadis itu.
**Bugghhh!!!
"Makanya jangan berani-beraninya melawan Key, rasain tuh akibatnya, memar-memar deh wajah lo!" cibir Cassey
Ketika Cassey dan Hermes kembali ke tribun penonton, mereka dikejutkan dengan seseorang yang sedang menganiaya seorang pembalap di arena balap.
__ADS_1
"Pergi lo dari sini, dasar miskin!, kalau kamu tidak punya uang jangan balapan disini!!" hardik pria itu sambil mendorong pemuda itu
Cassey yang tidak tega melihat pemuda itu dikeroyok oleh empat orang mahasiswa segera datang dan menolongnya.
Ia segera menahan lengan seorang pria yang hendak memukul pemuda itu.
"Jangan main keroyokan!, kalau berani lawan gue!!" tantang Cassey
Keempat pemuda itu langsung tertawa terbahak mendengar ucapan Cassey.
"Cewek triplek kaya lo mau nantangin kita!, bisa apa lo!" nyinyir salah seorang dari mereka
"Gue bisa matahin tulang-tulang kalian!" jawab Cassey
Lagi-lagi mereka hanya terbahak mendengar ucapan Cassey.
"Coba sekarang pukul aku dengan tangan kecilmu itu !" tantang mereka
"Baiklah kalau kalian memaksa, tapi ingat yah, jangan nangis nanti," jawab Cassey sambil tersenyum simpul
"Bacot!, buru!!" hardik salah satu dari mereka
Cassey segera melepaskan tendangan mautnya kepada salah seorang dari mereka hingga terhempas beberapa meter dari tempat itu membuat ketiga pria lainnya tercengang.
"Hahaha!, baru satu tendangan saja udah Ko, makanya jangan berani-beraninya menantang Cassey Stoner!" jawab Cassey mengernyitkan alisnya
"Kita hajar aja dia guys, daripada besar kepala," teriak salah seorang dari mereka
Hermes segera turun dari tribun untuk membantu Cassey.
"Udah lo duduk manis aja babe, melawan cecunguk seperti merekamah gampil, cukup dengan jentikan jari langsung musnah," ucap Cassey menyombongkan diri
Hermes hanya mengangguk dan kembali ketempat duduknya.
"Dasar sombong!!, sikaat!!" teriak mereka
Cassey segera melompat dan menghempaskan tendangan seribu bayangan hingga membuat mereka langsung jatuh tersungkur dalam satu tendangan.
"Makanya gue bilang juga apa, nangis kan lo," ucap Cassey membantu pemuda yang dianiyaya berdiri
"Kita memang kalah duel dari lo, tapi apa lo bisa ngalahin kita di balapan motor!" tantang seorang dari mereka.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Halo guys ....author minta vote donk...udah enam hari aku lihat dikit banget yang vote. ..nanti kalau vote hari ini banyak...aq langsung nambah chapter deh ....swear...gak bohong...😘😘😘