
"Hufft!, ada-ada aja sih Om Ferdan nyuruh gue buat jadi mata-mata orang pacaran, kenapa gue jadi sial gini ya setelah ketemu cewek alien itu, rasanya baru tadi ketampanan gue ternoda olehnya, sekarang malah di suruh lihatin Si Alien mesra-mesraan sama pacarnya, nasib-nasib gini amat ya jadi jomblo," keluh Ahmar sembari melesatkan mobilnya mengikuti taksi yang membawa Siwi ke sebuah hotel berbintang di Jogja.
"Anj*r!, pantesan Om Ferdan nyuruh gue buat mata-matain ni Alien, ternyata emang parah dia, masa pacaran mainnya ke hotel, bener-bener parah. Gue gak bisa biarin ini terjadi, aku bakal laporin ini sama Om Ferdan, biar tahu rasa tuh Si Alien, itung-itung balas dendam tadi dia udah bikin gue apes!" ucap Ahmar lirih.
Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Bayu.
📞"Halo, Assalamualaikum Mas," sapa Ahmar
📞"Waalaikum salam, ada apa dek?" tanya Bayu
📞" Apa Mas masih di rumah sakit?"
📞"Iya, emangnya ada apa?"
📞"Tolong kasih ponselnya sama Om Ferdan, aku mau ngomong sama dia,"
Bayu segera memberikan ponselnya kepada Ferdan.
"Telpon dari Ahmar," ucap Bayu memberikan ponselnya
📞"Iya Mar ada apa?"
📞"Lapor Om, putri Om ternyata ketemuan sama pacarnya di hotel," jawab Ahmar membuat urat nadi Ferdan langsung menegang
📞"What!, ke hotel!, Astaghfirullah, apa yang akan dilakukan Siwi dan Gilang disana," ucap Ferdan sedih sekaligus kaget bukan main mendengar laporan Ahmar
📞"Halo Om, halo!" seru Ahmar yang memastikan Ferdan masih mendengarkan ucapannya
📞"Iya Mar, Om hanya shock, yaudah kamu ikutin terus, jangan lupa segera laporkan padaku jika ada sesuatu yang mencurigakan," jawab Ferdan lemas
📞"Siap!, laksanakan jendral!" jawab Ahmar
Ferdan yang tadinya sedih mendadak tertawa mendengar ucapan Ahmar
__ADS_1
📞"Btw kirim ya shareloc lokasi hotelnya ya," tambah Ferdan
📞"Baik Om, yaudah ya Om, nanti aku kabarin lagi, assalamualaikum!" ucap Ahmar mengakhiri obrolannya
"Lo kenapa Dan, sepertinya lo mendadak stress ya, setelah mendengar Siwi dan pacarnya ke hotel?" tanya Bayu
"Iya nih gue takut anak perawan gue diapa-apain sama pacarnya," jawab Ferdan lesu
"Jangan suudzon dulu ka, positif thinking aja, lagian Gilang kan juga manajernya Siwi, kali aja dia ada photo shoot disana atau fashion show, jadi gak usah lebay juga keles," cibir Ayu
"Lo bisa ngomong kaya gitu, karena lo gak tahu kan apa yang ada dibenak laki-laki kalau ketemu pacarnya, apalagi pacarnya kaya Siwi yang berpakaian sexy dan super mini, bawaannya Si Gilang pasti ke hotel mulu," jawab Ferdan
"Itu sih lo Ka, ya emang Omes, tapi kalau Gilang gue percaya dia gak kaya gitu, kan dia dari keluarga ningrat terus orang berpendidikan tinggi jadi mana mungkin dia kaya gitu, kalau lo baru gue yakin pasti di otak lo isinya ena-ena mulu tuh!" gerutu Ayu
"Yang namanya kucing entah itu namanya kucing kampung, kucing liar, kucing Persia, kucing Anggora, kucing hutan maupun kucing garong semuanya itu kalau dikasih ikan asin ya pasti dicaplok, gak ada yang bakal nolak Ayu," jawab Ferdan
"Sembarangan aja lo nyamain orang sama kucing, emangnya si Gilang jenis kucing apa coba?" tanya Ayu
"Kucing Anggora," jawab Ferdan
"Kucing kampung dia," jawabnya singkat
"Kalau Gaga?"
"Kucing Persia,"
"Nah kalau lo sendiri kucing apa?"
"Kucing garong, puas lo!!" cibir Ferdan
Semuanya terkekeh mendengar jawaban Ferdan.
"Udah gak usah berantem, lagian Ferdan ada benernya juga tuh Yu, bagaimana kalau lo suruh polisi aja buat melabrak mereka berdua, lagian Siwi juga kan belum tujuh belas tahun jadi harusnya dia belum boleh masuk kamar hotel," ucap Lulu
__ADS_1
"Nah bener tuh kata Lulu, cakep!. Gue setuju sama lo kaka ipar, terus pertanyaannya siapa yang mau jadi polisi gadungannya?" tanya Ferdan
"Nah tuh orangnya datang, cocok tuh kalau Damar jadi polisi, secara dia kan Raja sudah pasti tuh orang-orang hotel ngijinin dia masuk, apalagi si Siwi belum pernah lihat wajah dia kan, pasti makin jos deh!" tutur Ryan
"Tumben Rey, lo pinter, dan kali ini gue benar-benar sadar kalau lo emang temen sejati gue, soulmate gue, I love you so much dear," kata Ferdan sambil memeluk dan mencium pipi Ryan membuat pria itu bergidik ngeri
"Diih najong, jangan dekat-dekat sama gue, gue jijik lihat kelakuan lo Dan, satu lagi jangan nodai jiwa lelaki sejati gue dengan gaya alay bin lebay lo itu!" cibir Ryan membuat semuanya tertawa
"Sue lo, tapi gak papalah sekali-kali jadi alay demi anak gue, " ucap Ferdan terkekeh geli
"Sayang?" sapa Lulu menyambut kedatangan suaminya
"Maaf Lu, sementara Damar gue bajak dulu," tutur Ferdan yang mendahuluinya dan segera menarik Damar menjauh darinya.
"Issh, dasar Ferdan apa-apaan sih pakai bajak laki gue segala," gerutu Lulu
"Sorry kaka ipar, cuma bentar kok gak lama," sahut Ferdan
"Gue butuh bantuan lo bro, buat nyelametin anak gue, ponakan lo juga, lo maukan jadi polisi gadungan buat nakut-nakutin Siwi dan Pacarnya biar mereka tidak melakukan hal-hal yang diinginkan?" tanya Ferdan antusias
"Sue lo, bener-bener adik ipar gak tahu diri, bukannya menyambut gue dengan senyuman atau segelas kopi susu malah nyuruh-nyuruh gue buat jadi polisi gadungan, kualat lo!" jawab Damar sengaja menggoda Ferdan
"Iya betul tuh kata Damar, lo juga salah Dan, harusnya lo kasih kesempatan buat Damar istirahat, ngopi dulu baru lo minta tolong, emangnya lo lupa kalau dia itu Raja Jogja, untung gak ada paman Danar kalau ada matilah kau Ferdan!" ujar Noval sambil terkekeh
"Sue lo, bukannya bantuin malah nakut-nakutin," cibir Ferdan
"Tenang bro lo jadi polisi gak sendirian, ada Bayu yang bakal nemenin lo, secara gue tahu kemampuan beladiri lo pas-pasan jadi anggap saja, Bayu sebagai bodyguard kamu, jarang-jarang loh leader Cobra hitam mau jadi bodyguard, jadi santuy aja ya lo aman kalau seandainya lo ketangkap sama polisi beneran, ada babang Bayu yang akan membantu lo kabur, " tambah Ferdan
"Sue lo Dan, udah minta tolong maksa sekarang menghina gue lagi, dasar ipar gak tahu diri, gue pecat jadi ipar baru tau rasa lo!" ancam Damar
"Iya sorry kaka iparku sayang, maaf, bukan maksud menghina atau mengejek tapi aku cuma tidak tega membiarkan kamu sendirian melabrak Siwi sendirian, aku takut terjadi sesuatu padamu, mengingat anakku itu sedikit bar-bar makanya aku minta bantuan sama Bayu," jawab Ferdan
"Iyeh bener tuh yang diucapkan Ferdan, tadinya gue juga nolak saat dia minta tolong gue, tapi karena dia mintanya sambil guling-guling ya... mau tidak mau terpaksa gue setuju buat bantuin dia," imbuh Bayu
__ADS_1
"Sue lo Bay," cibir Ferdan