
Bel pulang sekolah baru saja berdering, sebagian besar siswa sudah berlarian pulang ke rumahnya, namun ada sebagian yang masih disekolah karena ada kegiatan ekstrakurikuler ataupun cuma ngumpul dengan teman-temannya.
Naeswari tampak duduk termenung bersama Cassey, Bagas, Pandu dan Hermes di taman sekolah, mereka sedang menunggu Damar datang menjemputnya karena hari ini raja Keraton Yogyakarta itu akan merayakan ulang tahunnya yang ke tiga puluh lima.
Seorang lelaki berseragam hitam-hitam dengan rambut gondrong terlihat memasuki SMA Budi Waluyo bersama puluhan anak buahnya yang mengawalnya. Dia adalah Jaka Samudera adik dari Jagat Samudera ketua mafia yang paling ditakuti di kota Jogjakarta.
Yang sudah baca season satu tentu tahu dong Jagat Samudera, ia merupakan ketua mafia yang mati di tangan Danar Gumilang saat menyerang kediaman Alfian untuk membunuhnya, karena Al telah membunuh Jhonny adiknya. Jhonny saat itu ditugaskan oleh Jagat Samudera untuk membunuh Danar Gumilang yang sedang menyelidiki kasus korupsi Rahardian adik dari Raja Aryo Winangun.
Kedatangan Jaka kesekolah atas aduan dari putrinya Agni yang tidak terima setelah dihukum oleh Umi Kulsum.
**Braakkkk!!!
Jaka menendang meja piket guru yang berada tidak jauh dari gerbang sekolah.
"Siapa yang bernama Umi Kulsum!!" teriaknya dengan suara keras sehingga membuat guru piket ketakutan dan berlari menuju ke ruang guru.
Dengan Nafas yang terengah-engah lelaki itu segera melaporkan kepada Kepala Sekolah tentang kedatangan Jaka Samudera.
Kepala Sekolah kemudian mencari Umi Kulsum untuk menemaninya menemui Jaka Samudera di lobi sekolah.
"Dimana Umi Kulsum!!!" teriak Jaka Samudera ketika melihat Kepala Sekolah menemuinya.
"Sabar tuan, Bu Umi sedang sholat nanti juga dia akan kesini, ngomong-ngomong ada masalah apa bapak datang kesini? tanya Sumitro Adijoyo Kepala SMA Budi Waluyo
"Saya akan membuat perhitungan dengan guru baru itu, karena ia telah berani menghukum dan menyakiti putriku Agni," jawabnya sembari mengeluarkan goloknya
"Sabar tuan semua masalah bisa dibicarakan dengan kepala dingin, jadi tidak usah memakai kekerasan untuk menyelesaikan masalah ini," sahut Sumitro yang terlihat gugup menghadapi Jaka Samudera
**Tak...tak...tak!!!
Seorang wanita berjalan penuh wibawa dan percaya diri menghampiri mereka.
"Saya Umi Kulsum, siapa yang mencariku," ucapnya penuh percaya diri tanpa sedikitpun rasa takut di wajahnya
Jaka Samudera Segera bangkit dari duduknya lalu menghampirinya dan mengalungkan goloknya ke leher Umi Kulsum.
"Kamu benar-benar belum tau atau pura-pura tidak tahu, kalau aku adalah Jaka Samudera ayahnya Agni dan sekaligus ketua Mafia yang paling disegani dan ditakuti di kota ini," bisiknya
"Mau kamu ketua mafia kek, presiden kek, atau raja setan sekalian aku tidak takut padamu, aku hanya takut pada Gusti Allah. Kita sama-sama mahluk ciptaan Allah yang diberikan akal dan pikiran untuk berpikir untuk menyelesaikan setiap masalah bukan dengan golok!" sahut Umi menepis golok Jaka Samudera dari lehernya
"Kau benar-benar menyebalkan!, dasar wanita tua sialan!!" hardik Jaka Samudera
"Silahkan duduk dan mari kita bicarakan apa keperluan bapak datang kemari," ujar Umi Kulsum dengan santun
__ADS_1
"Bedebah!!, aku tidak perlu berbicara panjang lebar dengan orang sepertimu, yang aku butuhkan kamu cepat minta maaf padaku dan cium kaki ku!" hardiknya
Umi Kulsum hanya tersenyum mendengar ucapan Jaka Samudera.
" Untuk apa aku harus meminta maaf dan mencium kaki seorang laki-laki yang tidak memiliki etika dan sopan santun seperti mu!" sahut Umi Kulsum
"Dasar Anj*ng beraninya kau mengataiku!!" teriaknya
"Seorang lelaki sejati tentu tahu bagaimana memperlakukan wanita tua yang seumuran dengan ibunya dan akan berbicara dengan sopan padanya, bukan dengan menghardik atau membentaknya, karakter seseorang bisa dilihat dari bagaimana orang itu memperlakukan orang lain, jadi pantaslah anakmu Agni meniru kebiasaan buruk kamu yang suka merendahkan orang lain," jawab wanita itu lantang
"Bacot!!!, sikat dia!!" ia memberikan komando kepada anak buahnya untuk menghabisi Umi Kulsum
"Tunggu tuan semuanya bisa dibicarakan dengan kepala dingin, jangan sampai ada tindakan kriminal disekolah ini!" Sumitro memegangi kaki Jaka Samudera
"Minggir!!, atau kamu juga akan ku habisi!!" hardiknya membuat Sumitro ketakutan dan lari meninggalkan tempat itu
"Dasar pecundang!!" ejeknya dengan seringai jahatnya
Damar Langit yang baru saja tiba di pintu gerbang tampak tercengang dengan pemandangan didepannya. Ia segera berlari untuk menolong Umi Kulsum yang sedang dikeroyok oleh anak buah Jaka Samudera.
"Astaghfirullah!!, ternyata begini kelakuan laki-laki jaman Old, berani menganiyaya seorang guru yang sudah mengajarkan kita berbagai ilmu," ucap Damar Langit
"Hmmm, ada pahlawan kesiangan rupanya, ayo lawan anak buahku jika kau mampu!" tantang Jaka Samudera sombong
"Ciih, dasar sombong!!, baiklah kalau itu permintaan terakhir kamu, aku akan kabulkan, agar kamu bisa mati dengan tenang!" sindir Jaka Samudera
"Aku akan lebih tenang jika kamu tidak banyak bicara dan hentikan anak buahmu yang masih melawan perempuan seperti seorang banci itu!" sahut Damar langit
"Hentikan semuanya!!" perintah Jaka Samudera
Pria itu segera menghampiri Damar Langit dan melayangkan pukulannya.
"Hyaaaat!!!"
Damar segera menghindar dari amukan Jaka Samudera, ia memanfaatkan amarah pria itu untuk membuatnya terus melancarkan serangannya dan Damar terus menghindarinya.
"Jangan cuma menghindar, pukul aku anj*ng!!" serunya dengan nafas yang terengah-engah
"Baiklah kalau itu yang kamu mau!!" jawab Damar yang langsung melayangkan tendangannya ke wajah Jaka Samudera, hingga membuat pria gondrong itu terpental menabrak dinding sekolah.
**Buughhh!!
"Kamu lumayan juga!" ucap Jaka Samudera yang bangkit dan kembali memasang kuda-kuda
__ADS_1
Damar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia kembali memutar tubuhnya dan melepaskan tendangannya bertubi-tubi hingga membuat lelaki itu jatuh tersungkur di lantai. Anak buahnya segera berlari kearahnya dan membawanya pergi dari sana.
Damar segera menghampiri Umi Kulsum yang masih berdiri disana.
"Ibu tidak apa-apa?" tanya Damar santun
"Saya baik-baik saja yang mulia," jawab Umi Kulsum
"Panggil saja saya Damar, lagian saya pasti seumuran dengan putra ibu," jawab Damar
"Tidak ku sangka aku bisa bertemu dengan Raja Keraton Arjowinangun yang sangat tampan dan baik hati," sahut Kulsum memberi hormat
"Tidak usah sungkan, aku yang harusnya senang karena bisa bertemu seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang pemberani sepertimu," Damar menundukkan kepalanya memberi hormat kepadanya, dan tidak lupa mencium tangannya
**********
"Assalamualaikum semuanya!!" sapa Damar Langit ketika menghampiri putra-putrinya dikelas
"Waalaikum salam," jawab mereka kompak
"Kenapa papih lama sekali," ucap Nay yang langsung bergelayut manja padanya
"Papih tadi urusan sebentar!" jawab Damar
Sementara Cassey tak berkedip menatap sosok tampan didepannya.
"Anj*r!!, bokap lo ganteng banget baby!" ucapnya sembari berjalan kearah Bagas
"Coba kamu memiliki badan seperti dia pasti kamu lebih tampan dari bokap kamu!" tambahnya lagi
Kali ini Cassey berjalan menghampiri Damar dan mendorong Naeswari agar menjauh darinya.
"Om bener-bener tampan persis seperti prince charming yang ada di negeri dongeng," Cassey berdecak kagum
"Kamu juga cantik kaya putri raja," jawab Damar Langit menundukkan wajahnya menatap Cassey dengan senyum manisnya
"Om jangan menatapku seperti itu aku bisa diabetes lama-lama," sahut Cassey
"Kok bisa?" tanya Damar penasaran
"Itu karena Om manis ," jawab Cassey tersipu-sipu membuat Damar terkekeh mendengar jawaban darinya
"Dasar alay, " cibir Bagas
__ADS_1