
"Namanya Genta Mas Bhumi, dia menginap di Hotel Aryaduta VIP Room no. 556, jangan tinggalkan bekas dan buat ia seolah-olah bunuh diri, agar kau tidak terendus oleh aparat kepolisian," ucap Nilam sembari memberikan foto Genta kepada Jonas
Lelaki itu langsung beranjak dari tempat duduknya, namun Nilam langsung menahannya.
"Tidak usah terburu-buru sayang, makanlah terlebih dahulu, supaya kau memiliki banyak tenaga untuk melaksanakan tugas mu sayang. Dan sepertinya anak kita juga menginginkan kamu untuk menemani aku makan siang," Nilam tersenyum simpul menatap Jonas yang mengusap lembut perutnya
"Makanlah yang banyak sayang, agar anak kita sehat," ucap Jonas
"Tentu sayang, bertemu lagi denganmu membuat nafsu makan ku semakin bertambah," sahut Nilam
Selesai makan Jonas segera beranjak dari kursinya dan berpamitan dengan Nilam.
"Aku pergi dulu sayang, jaga anak kita. Aku akan segera mengabari mu setelah aku berhasil menyingkirkan lelaki itu," ia mencium kening wanita itu dan kemudian mengelus perutnya
"Papah berangkat dulu ya sayang, kamu sehat terus ya," Jonas mencium perut Nilam dan kemudian pergi meninggalkan wanita itu.
Nilam tersenyum licik dan segera menemui Revan di parkiran.
"Sekarang terserah kamu mau kemana, aku akan menurutimu kali ini," ucap Nilam menyandarkan kepalanya di bahu Revan
Lelaki itu tidak menjawab dan meluncurkan mobilnya keluar dari Kapoera Restoran.
**********
Jonas berjalan pelan menuju ke kamar Genta Mas, lelaki itu sengaja menyamar menjadi room servise agar bisa masuk ke kamar itu dengan mudah.
Ia menekan bel dan melihat Genta hanya melihatnya dari balik pintu.
"Room service!!" serunya membuatku Genta membukakan pintu untuknya
"Maaf tapi aku tidak memesan makanan," jawab Genta
"Memang benar Tuan, ini adalah pelayanan dari kami untuk memberikan layanan tambahan bagi para tamu VIP, " ucap Jonas membuat Genta mempersilakan dia masuk.
Lelaki itu langsung mengeluarkan belati dari balik bajunya.
"Letakkan saja di dekat di dekat ranjang ku, maaf aku masih kenyang," Genta segera masuk kedalam toilet membuat Jonas bersiap untuk menyergapnya.
Cukup lama Jonas menunggu Genta yang tidak kunjung keluar dari toilet membuat ia terpaksa mendobrak paksa ruangan itu.
**Brakkk!!!
__ADS_1
Jonas terkejut ketika ia mendapati toilet itu kosong
"Kemana dia!" seru lelaki itu
*Buuughhh!!
Genta segera menjatuhkan dirinya dari langit-langit toilet dan menimpa Jonas.
Ia kemudian melesatkan pukulannya kearah Jonas dan kemudian lari meninggalkan kamar itu.
"Brengsek, darimana dia bisa tahu kalau aku akan membunuhnya!!" Jonas segera bangkit dan berlari mengejar Genta.
"Kau tidak akan pernah lolos dari Jonas sang pencabut nyawa!!" Jonas terus berlari mengejar Genta yang sudah berada di luar hotel. Ia tersenyum ketika melihat lelaki itu berlari pincang meningalkan hotel.
Jonas segera melesatkan mobilnya untuk mengejar Genta, ia bahkan sengaja menabrak lelaki itu hingga jatuh tersungkur ke jalan raya, Genta merangkak meminta tolong kepada para pengguna jalan namun tidak ada yang berani menolongnya.
Jonas menyeringai ketika melihat Genta sudah berlumuran darah. Ia segera turun dari mobilnya dan menghampiri lelaki itu.
**Bugghhh!!!
Sebuah tendangan melesat ke arah Genta membuat lelaki itu sempoyongan, sekali lagi Jonas melepaskan tendangannnya hingga Genta benar-benar ambruk dan jatuh ke tanah.
Ia segera menarik kerah baju Genta dan mengacungkan belati kearahnya.
"Siapa kau beraninya ikut campur dalam urusanku!!" hardik Jonas
"Sebenarnya aku tidak mau ikut campur urusan kalian, tapi aku tidak bisa melihat orang kemah di dzalimi didepanku!" seru Angga melepaskan pukulannya kearah Jonas dan pemuda itu berhasil menangkisnya
"Jangan terlalu percaya diri Tuan," Jonas gantian melepaskan pukulannya ke arah Angga.
**Buughhh!!
Lelaki itu langsung menghindar sehingga pukulan Jonas meleset, dan Angga segera membalasnya dengan melepaskan sebuah tendangan mautnya hingga Jonas jatuh tersungkur ke tanah.
"Kurang ajar, beraninya kau menghinaku!!" seru Bayu
Setelah puas membuat Jonas babak belur, Angga segera membawa Genta ke rumah sakit terdekat.
Sementara Nilam yang mengikuti Jonas hanya tersenyum kecut ketika melihat Jonas terkapar di jalan Raya.
Gadis itu berjalan mendekati Jonas dan membantunya berdiri.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku gagal membunuhnya karena ada seseorang yang kemudian menolongnya," ucap Jonas membela diri
"Tidak masalah sayang, lain kali aku bisa menyuruh orang lain untuk membunuhnya, jadi kau tidak perlu khawatir. Sekarang kau perlu istirahat sepertinya. Istirahatlah dengan damai dan jangan pernah kembali lagi," ucap Nilam menusukkan belati ke jantung Jonas
'"Kau, kau, kenapa membunuhku sayang," ucap Jonas memegangi perutnya
"Karena aku ingin kau istirahat untuk selamanya dan tidak mengganggu hidupku lagi, karena kalau kau hidup maka nyawa ku dalam bahaya," jawab Nilam mencabut belatinya hingga Jonas mengerang dan ambruk ke tanah
"Matilah dengan tenang, dan jangan ganggu aku dan anakmu!!" wanita itu kemudian meninggalkan Jonas dan meluncur menuju ke rumah sakit untuk mengecek keberadaan Baladewa.
*********
Seorang laki-laki tersenyum bahagia ketika melihat, seorang perawat sedang mengecek kondisi Baladewa
"Akhirnya aku bisa menemukanmu juga," ucapnya pelan, ia segera menyelinap masuk ketika perawat itu sudah selesai memeriksanya dan keluar dari ruang perawatan Baladewa.
Ia mengeluarkan belatinya dan bersiap menghujamkannya ketubuh Baladewa.
"Matilah kau panglima Raja!!"
*Braakk!!!
Bayu segera melepaskan pukulannya hingga berhasil menjatuhkan benda tajam itu dari tangannya.
"Kau!!" seru lelaki itu geram
Bayu langsung melumpuhkan lelaki itu dengan pukulan mautnya.
Terjadi pertempuran sengit antara Bayu dan anak buah Bambang.
Sebuah tendangan maut berhasil melumpuhkan lelaki itu, yang kemudian ambruk jatuh ke lantai .
"Siapa sebenarnya Anda, kenapa banyak sekali yang ingin membunuh mu?" tanya Bayu.
"Tolong antarkan saya ke istana Cendana Kalingga, aku harus memberi tahukan hal penting kepada yang mulia Ratu," ucap Baladewa
"Baiklah aku akan mengantarmu kesana, tapi jawab duku pertanyaan ku. Siapa kau sebenarnya?" tanya Bayu
"Aku adalah Baladewa, Panglima besar kerajaan Cendana Kalingga. Aku sedang memata-matai seorang pejabat kerajaan yang akan melakukan kudeta. Dan ketika aku sudah mendapatkan informasi penting dari kediaman pejabat tersebut. Dan sialnya aku malah ketahuan dan anak buah perdana menteri terus mengejarku dan berusaha untuk membunuh ku karena mereka takut jika aku melaporkan masalah ini maka dia dan keluarganya akan dihukum mati oleh pihak kerajaan karena dianggap telah melakukan kudeta dan menipu pihak kerajaan," papar Baladewa
"Kenapa kehidupan orang-orang istana begitu rumit dan penuh konflik," jawab Bayu
__ADS_1
"Kau benar, untuk itulah menjadi rakyat biasa itu jauh lebih menyenangkan daripada menjadi seorang ningrat, darah biru atau seorang birokrat," jawab Baladewa