
Nay segera menghampiri Garnetta dan menariknya. Ia membawa gadis itu ke depan istana, disana Cassey sudah menunggunya .
"Sebenarnya apa yang akan kalian lakukan?" tanya Garnetta curiga
"Kita yang harusnya nanya, maksud lo apa deketin suami gue, pakai cium pipi segala!" jawab Cassey
"Hah, cuma gara-gara cium pipi doang kamu marah Key, itumah sudah biasa kali dikalangan masyarakat kelas atas, ooh aku tahu...kamu tuh dari kasta sudra makanya tidak tahu etiket pergaulan di kalangan bangsawan," ejek Garnetta
"Maaf yang Mulia Garnetta tapi sebagai keluarga ningrat aku selalu membatasi pergaulanku dengan lawan jenis khususnya pria yang sudah berkeluarga, karena pantang bagi kami keluarga kerajaan menggoda suami orang apalagi menjadi pelakor seperti dirimu!" tambah Naeswari
"Hahaha.. kau bilang dari kalangan darah biru, ingat Nay, ibu kamu itu rakyat jelata, jadi darah biru yang mengalir di tubuhmu itu tidak murni, jadi jangan ngaku-ngaku darah biru," jawab Garnetta
"Lama-lama nyebelin juga nih cewek," Cassey segera melayangkan pukulannya kearah Garnetta namun segera ditepis oleh gadis itu
"Hah!!, cuma segitu pukulan mu, Key. Dasar lemah," ejek Garnetta
**Bugghh!!
Kali ini Nay langsung melepaskan pukulannya kearah Garnetta, walaupun ia berusaha mengelak namun serangan berikutnya dari Cassey berhasil menghujam wajah cantiknya.
"Awww!!" erangnya sembari memegangi pipinya yang memerah
"Itu baru peringatan dari kita, jika kamu berani macam-macam kau akan mendapatkan yang lebih daripada ini, untung saja kamu adalah tamu Omah, kalau tidak sudah aku bejek-bejek kaya kertas," ucap Naeswari
Garnetta berusaha melayangkan pukulannya tapi berhasil ditangkis oleh Cassey dan tanpa ia sadari gadis itu juga langsung melesatkan tendangannya hingga tersungkur.
"Kalian benar-benar berandalan, akan aku adukan perbuatan jahat kalian ini," ucap Garnetta sambil memegangi perutnya
"Jangan jadi tukang ngadu, kalau kamu bisa beladiri kita tanding saja, satu lawan satu agar lebih adil, terserah kamu mau melawan aku atau Nay," tantang Cassey
"Sebagai seorang putri keraton kami tidak sombong seperti kalian yang suka memamerkan ilmu beladiri kalian, apalagi sikap sok jago kalian yang bikin aku enek, jadi maaf aku tidak tertarik bertarung dengan preman pasar seperti kalian," ejek Garnetta
"Hahahaha...dasar jal*ng masih aja sok suci, sok baik, padahal hatinya lebih busuk!!" jawab Naeswari
"Udah Nay kita bantai aja sekarang, orang kaya dia gak usah dikasih hati, percuma, gak usah banyak cingcong mending langsung sikat aja!!" Cassey langsung memasang kuda-kuda dan bersiap melepaskan pukulan mautnya
__ADS_1
"Stop!!, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Welas Asih mencoba melerai pertikaian ketiga gadis cantik itu
"Nenek, Cassey dan Nay sengaja membawaku kemari untuk dianiyaya, karena mereka cemburu saat melihat aku mencium Bagas ketika memberikan ucapan selamat ulang tahun," ucap Garnetta sembari mempelihatkan bekas pukulannya kepada Welas Asih
Welas asih yang geram dengan kelakuan bar-bar Cassey dan Nay langsung menampar keduanya.
**Plaaak!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi dua gadis itu.
"Jaga sikap kalian, aku tidak mau melihat kejadian ini terulang kembali!" ucap Welas Asih yang kemudian membawa Garnetta pergi dari sana
"Dasar jal*ng beraninya cuma mengadu, bagaimana kalau kita kasih tahu Hermes kalau Garnetta sedang mencari opahnya, kalau dia udah ketemu kakeknya Hermes dia pasti akan pergi dari sini, aman deh dunia," ucap Naeswari
"Ok Nay, kuy kita kasih tahu si Hermes," keduanya segera menemui Hermes dan memberi tahukan tentang Garnetta.
"Memang Opah itu adalah keturunan dari keraton Cempaka Mas, tapi aku juga tidak terlalu kenal dengan Garnetta," jawab Hermes
"Udah mending lo bawa aja tuh pelakor dari tempat ini, biar dunia ini aman," jawab Cassey
" Ok thanks ya babe," ucap Casey
"Sama-sama," jawab Hermes
Pemuda itu segera berjalan menghampiri Garnetta.
"Halo, aku dengar kamu ingin menemui kakek Sudiro Atmajaya, apa itu benar?" tanya Hermes
"Benar, apa kau tahu dimana rumahnya?" tanya Garnetta
"Tentu saja aku ini adalah cucunya," jawab Hermes
"Sungguh??" tanya Garnetta
"Ayo, kita ke rumahku sekarang?" ajak Hermes
__ADS_1
"Besok besok pagi aja ya, kayaknya hari ini aku nginep di istana dulu deh," jawab Garnetta
"Bukankah lebih cepat lebih bagus kenapa harus menunda sampai besok," sahut Hermes
"Iya, tapi aku tidak mau mengecewakan nenek Welas," ujar Garnetta
"Baiklah, kalau begitu besok aku akan menjemputmu ke sini," kata Hermes
"Tidak usah repot-repot, kamu cukup mengirimkan share lokasi rumah kamu aja biar aku yang ke sana," balas Garnetta
"Sebenarnya kamu ini mau ketemu opah Sudiro atau tidak sih, sepertinya dari tadi aku memberikan tawaran kepadamu tapi kamu selalu menolaknya," jawab Hermes membuat Garnetta terpojok
"Bukan, bukan begitu Aku benar-benar mau ketemu dengan opah Sudiro, tetapi untuk saat ini aku harus tinggal di sini dulu, karena aku tidak mau membuat nenek Welas kecewa," tandas Garnetta
"Aku tidak keberatan kok, kalau kamu mau ke rumah Sudiro sekarang," ucap Welas Asih yang menghampiri keduanya
Tentu saja hal ini membuat Garnetta kelabakan, karena sebenarnya dia memang tidak ingin pergi ke rumah Sudiro Atmajaya. Itu hanya dijadikan alasan saja agar dia bisa menginap di istana, karena tujuan sebenarnya ialah untuk merayu Bagas agar mau menjadikannya sebagai selirnya. Karena dengan begitu, Ia akan menjadi Raja Cempaka Mas dan membantu ayahnya untuk menyelesaikan konflik perebutan kekuasaan yang sedang melanda kerajaannya.
"Maaf kan aku nek, bukan maksudku untuk manfaatkan anda untuk ikut terlibat dalam urusan pribadi hamba, tapi aku melakukan semua ini terpaksa karena permintaan Romo, aku juga sebenarnya tidak mau menjadi selir, karena itu sangat menyakitkan, sekali lagi maaf," ucap Garnetta
"Aku paham kondisimu Garnetta, semoga kamu segera mendapatkan pasangan dari kalangan ningrat, agar bisa membantu keluargamu keluar dari masalah, " jawab Welas Asih
"Tidak sembarang keluarga ningrat bisa menjadi raja, hanya dari kalangan kerajaan saja yang bisa nenek," jawab Garnetta
"Iya saya paham, sekarang istirahatlah, hari sudah malam," ajak Welas Asih
Garnetta segera mengikuti wanita tua itu menuju ke paviliunnya.
*************
"Bagaimana ini, rencanaku sudah diketahui oleh Nenek, aku yakin semua orang tidak akan setuju jika aku berniat menjadi selir pangeran Bagas, sekarang apa yang harus aku lakukan,"
Malam telah larut namun Garnetta masih belum bisa memejamkan matanya karena memikirkan bagaimana nasib kerajaannya.
Sementara itu Hermes menceritakan tentang pertemuannya dengan Garnetta kepada Sudiro Husodo, lelaki tua itu tampak sumringah mendengar penuturan Hermes.
__ADS_1
"Sekarang Opah tanya, apa kamu mau menjadi seorang raja?" tanya Sudiro membuat Hermes tercengang