ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 77. Perang dimulai


__ADS_3

"Kau bisa memanfaatkan Pamanmu Baladawe dan juga Devin untuk menduduki posisi strategis itu, agar sewaktu-waktu Gotawa berniat melakukan kudeta kau tetap akan berada pada posisi aman. Dan dia tidak akan bisa memakzulkan dirimu. Dan kalaupun itu terjadi maka posisi Raja akan langsung digantikan oleh Baladewa atau Devin, bukan Gotawa!" terang Adi Candra


"Sekarang terserah padamu, kau adalah seorang Raja beberapa saat lagi. Jangan sampai salah mengambil jalan, karena masa depan Cendana Kalingga ada di tanganmu,"


"Sekarang pulanglah dan bersiap-siaplah untuk acara penobatan Raj, karena semua orang sudah menunggumu,"


Genta mengangguk dan berjalan gontai menuju ke ruangannya, di antar oleh para pengawal istana.


Setibanya di kamarnya ia melihat Devin bersembunyi dibalik lemari pakaiannya, dan kemudian memerintahkan kepada para dayang istana untuk keluar dari kamarnya karena.


Flasback off.


Beberapa orang perajurit langsung membawa Gotawa menuju ke penjara.


Genta kembali menuju ke kamarnya ditemani olah Baladewa.


*Wuuushh!!


Sebuah anak panah melesat kearah keduanya saat mereka membuka pintu, beruntungnya Baladewa segara menarik Genta Sehingga ia tidak terkena panah beracun itu.


Beberapa orang yang memakai baju ninja langsung menyerang keduanya. Beberapa orang perajurit membantu keduanya menghadapi pasukan ninja itu.


Baladewa segera mencabut pedangnya untuk melawan pasukan ninja tersebut.


Banyaknya perajurit Istana tidak mampu menghalau pasukan ninja yang begitu kuat itu.


Genta segera membuka laci meja kerjanya dan mengambil senjata api yang ada di sana.


Ia menembaki ninja itu satu persatu hingga beberapa orang tewas dan melarikan diri.


"Kudeta sudah dimulai, kau harus waspada yang mulia," ucap Baladewa


"Devin!!, Devin!!" Genta terus memanggil namanya dan mencarinya di setiap sudut kamarnya


"Apa Dev ada disini?" tanya Baladewa


"Iya Paman, tadi aku menyuruhnya menunggu di sini karena kami masih ingin berbincang, tapi sekarang sudah tidak ada. Aku takut mereka menculiknya atau membunuhnya," Genta tertunduk lesu di lantai kamarnya ketika melihat bercak darah dan secarik kertas.


"Bebaskan Sekertaris Gotawa jika ingin adikmu selamat," isi pesan dalam kertas itu


"Bajing*n, jadi benar dugaan ku, mereka sudah mempersiapkan kudeta begitu tahu Sekertaris Go di lengserkan!" ujar Baladewa


"Apa yang harus kita lakukan Paman?" tanya Genta


"Tenanglah, aku akan membahasnya bersama bagian pertahanan. Semuanya akan segera membaik. Tetaplah menjadi Raja negeri ini dan jangan beritahu siapapun tentang masalah ini, karena akan memicu konflik yang lebih besar. Serahkan semuanya padaku, aku akan mengatasinya!" jawab Dewa


"Baik Paman, aku percaya padamu,"


***********


Perang baru dimulai yang mulia, kau tidak bahkan bisa menjadi Raja dengan tenang di negeri ini, karena konflik yang besar sudah menunggumu, sebentar lagi kau akan menjadi tiran untuk dirimu sendirian. Kau akan di makzulkan sama seperti ayahmu yang melengserkan ayahku,


Gotawa terlihat sumringah setelah mendengar laporan dari anak buahnya.


"Sekarang kalian sebar foto kedekatan pengawal pribadi pangeran Devin dengan Genta Bhumi, aku yakin ini akan menjadi rumor yang akan membuat kedua kakak beradik itu semakin membenci satu sama lain,"


"Baik Tuan!"


"Bagaimana dengan Pangeran Devin, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu dari mereka


"Buat seolah-olah raja membunuhnya karena ingin merebut kekasihnya," jawab Gotawa menyeringai


"Baik, Tuan!!" mereka kemudian keluar dari sel tahanan Gotawa


**********


"Lapor yang mulia, kami baru saja memata-matai Sekertaris Go, dan hari ini dia dikunjungi oleh orang kepercayaannya, mereka sedang merencanakan untuk menyebar foto-foto yang mulia Raja bersama kekasih pangeran Devin untuk membuat rumor perselingkuhan keduanya. Mereka juga menginginkan jika Kedua pangeran saling benci dengan adanya gosip ini. Dan yang terakhir mereka akan segera membunuh Pangeran Devin Rakabuming dan membuatnya seolah-olah dibunuh oleh yang mulia Raja untuk melengserkan tahtanya," ucap sipir penjara

__ADS_1


"Keparat, mereka benar-benar brengsek, bajing*n!!" teriak Genta Bhumi


"Kau harus bisa menahan emosimu yang mulia. Jangan mudah terprovokasi, karena itulah yang mereka inginkan. Sekarang yang harus kita lakukan adalah memikirkan bagaimana caranya untuk menemukan tempat penyekapan Pangeran Devin dan menyelamatkannya. Untuk itulah kita perlu berdiskusi dengan Adi Candra mantan kepala Deputi Pertahanan. Dia adalah orang yang paling pintar dalam menentukan strategi perang dan juga pertahanan negeri ini, untuk itulah secepatnya kita harus menemuinya." jawab Baladewa


"Baik Paman,"


Keduanya kemudian bergegas meninggalkan kamar Genta Bhumi dan mengunjungi paviliun Adi Candra.


"Pastikan tidak ada yang mengikuti kita,"


"Baik yang mulia," Baladewa segera mengawasi area sekitarnya, untuk memastikan tidak ada mata-mata yang mengawasi gerak-gerik mereka.


"Aman," jawab Baladewa


Baladewa langsung melesatkan mobilnya menuju ke paviliun Adi Candra.


Setibanya di sana lelaki tua itu menyambutnya di gerbang rumahnya.


"Rumor sudah disebar, kau seharusnya mengamankan gadis itu, atau mereka akan mendahuluinya," tutur Adi Candra


"Kejadian dua puluh tahun lalu terulang kembali, begitulah roda kehidupan kadang bisa terulang jika kita tidak bisa waspada dan belajar dari pengalaman masa lalu. Kau harusnya sudah paham Dewa," tambah Adi Candra


"Kau benar Paman, mungkin ini memang salahku yang tidak tanggap dengan situasi ini," jawab Dewa


"Sudah terlambat untuk menyesalinya Dewa, sebagai orang yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia politik aku mengira penculikan Devin hanya untuk mengalihkan isu saja, karena tujuan sebenarnya adalah mencari simpati rakyat dan pejabat untuk melengserkan Pangeran Genta, tapi kau tidak perlu khawatir karena kau sudah melaksanakan semua perintahku, posisi Raja akan aman karena hanya Baladewa yang akan menggantikan mu jika kamu dimakzulkan nanti. Pertanyaannya adalah dimana Dev berada?. Apa dia sudah mati atau masih hidup. Karena mereka sengaja membuat Devin sebagai kuda hitam yang menjadi musuh utama mu Genta, dan mereka tahu kelemahan kalian yaitu Kinan, gadis manis yang sudah membuat kalian jatuh cinta. Mereka terlalu cerdik memanfaatkan semuanya, oleh karena itu kau harus bisa menjadi seorang aktor yang profesional. Beraktinglah dengan bagus agar kau bisa memenangkan permainan ini, aku percaya kau bisa melakukannya dengan baik. Walaupun kau lebih ekspresif dan emosional tapi kau lebih bisa mengontrol hasrat mu daripada Devin, karena kau lebih dewasa dan sudah matang.


Jadikan pengalaman pahit hidupmu sebagai penyemangat untuk memenangkan permainan ini, pergilah ke Jogjakarta dan jemput gadis itu sekarang!!" ujar Adi Candra


"Baik kakek," jawab Genta


"Kau harus menemaninya Dewa, kau harus menjaga dan melindunginya dengan segenap jiwamu. Bawa mereka kembali ke istana dengan selamat." tambah Adi Candra


"Kalau aku pergi, siapa yang akan menjaga Istana, sekarang situasi sedang genting, dan mungkin sebentar lagi para awak media akan datang ke istana untuk mengklarifikasi semua gosip yang beredar?" tanya Dewa


"Kau tidak perlu khawatir, aku dan Suliwa yang akan menghandle semuanya. Kapal sudah dibakar dan musuh sudah menghadang didepan mata, sementara itu kita sudah berada di tengah laut. Untuk bisa kembali ke daratan kita tidak akan bisa memakai kapal yang sudah terbakar jalan satu-satunya ialah dengan berperang menghadapi musuh-musuh kita dan merebut kapal mereka agar kita bisa pulang. Atau andaikan kita mati di Medan perang setidaknya kita sudah membunuh musuh-musuh kita agar tidak bisa kembali ke daratan. Lebih baik kita mati di medan perang dari pada kita selamat menjadi seorang pengecut!!" tutur Adi Candra


************


"Miss!!" seru Alina mendekati Kinan


"Kenapa?"


"Kata Bunda aku pulang bareng Miss, karena tidak ada yang menjemput ku hari ini," jawab Alina


" Bukannya aku tidak mau pulang bareng dengan kamu, tapi aku tidak bawa kendaraan sekarang jadi gak bisa anterin kamu ke Istana. Bukankah kau biasanya pulang bareng Rendra, terus dimana dia sekarang?"


"Ada di kelasnya, katanya dia lagi banyak tugas jadi pulangnya agak telat karena dia harus mengerjakan tugas-tugasnya dulu di sekolah," jawab Alina


Tumben banget dia rajin, biasanya juga tidak pernah ngerjain PR, sepertinya ada yang aneh dengan anak ini,


"Jadi dia ada di kelas sekarang?" tanya Kinan


"Iya," sahut Alina


Kinan langsung berjalan menuju ke kelas Rendra ditemani oleh Kinan, ia hanya mengernyitkan dahinya ketika melihat Rendra sedang asyik membaca buku di bangku belakang.


Kita lihat saja apa benar dia mengerjakan tugas atau cuma baca komik porno.


Kinan memperlambat jalannya agar Rendra tidak mendengarnya serta melarang Alina mengikutinya.


"Kau diam saja disini," seru Kinan dan Alina langsung mengangguk.


Ia tersenyum sinis ketika mendapati Rendra yang sedang asyik membaca komik 21+.


Ia langsung menjewer telinganya dan menarik komik-komiknya.


"Bagus ya, kau bilang sedang mengerjakan tugas sekolah ternyata malah baca ginian!!" hardik Kinan

__ADS_1


"Aaarrgghh!!!, ampun Miss, tolong lepasin kuping Rendra sakit Tante!!" seru Devin


"Baik, tapi dengan satu syarat


"Apa?"


"Pulang antar Alina!" seru Kinan


"Iya Tante bawel, jangan-jangan Tante gak mau nganterin Kinan pulang karena mau kencan dengan pak Lisven ya, ngaku aja deh atau aku akan sebarkan gosip ibu menyukai pak Lisven," jawab Rendra


"Aish, nih anak minta di tabok ya!!" Kinan segera memukulkan komik itu ke tubuh Rendra membuat pemuda itu langsung lari meninggalkannya.


Dasar anak muda kurang kerjaan, makannya hobinya baca ginian, apa perlu aku kasih tahu kak Cassey ya tentang kelakuan buruk Rendra yang suka baca komik dewasa, tapi kasian juga nanti di dihukum. Mungkin normal kali untuk anak seusianya yang rasa penasaran lagi tinggi-tingginya.


Kinan segera melangkah pergi menuju ke halte bis.


"Pulang bareng aja Kin, nanti gue anterin Lo sampai rumah dengan selamat," ajak Angga


"Oklah, lumayan dapat tumpangan gratis," Kinan langsung membuka pintu mobilnya dan masuk kedalamnya.


"Berangkat!!" seru Angga melesatkan mobilnya meninggalkan SMA Merah Putih.


"Kenapa mobil dibelakang itu ngikutin kita ya?" tanya Angga sambil memperhatikan dua mobil yang terus membunntutinya.


"Kau benar, sepertinya mereka sedang mengikuti kita," jawab Kinan


"Pegangan yang erat, aku akan meluncur seperti pembalap F1!" Angga menambah kecepatan mobilnya melesat meninggalkan dua mobil yang terus mengejarnya


"Seru nih, kalau kejar-kejaran kaya gini," ucap Angga lirih


"Lo yang seru, gue mabok nanti!" jawab Kinan


"Jangan cemen dong Kin, masa gara-gara kebut-kebutan doang Lo mabok kendaraan, gak gaul banget Lo!" seru Angga


"Biarin, yang penting gue sehat dan kuat,"


**Ciiit!!


**Dug!!


Angga terpaksa menghentikan mendadak mobilnya ketika sebuah mobil menghadangnya dari depan.


"Anj*r, jidat gue benjol!" seru Kinan mengusap keningnya yang terbentur dashboard.


*Tok, tok, tok!!!


"Turun kalian atau aku bakar mobilnya!" hardik beberapa pria memakai baju ninja


"Anj*r kita diserang ninja Hatori!" seru Kinan


"Kita harus turun dan hadapi mereka Kin, tapi sepertinya mereka membawa senjata tajam, jadi kita harus waspada." Angga memberikan sebuah belati kepada Kinan


"Pakailah untuk jaga-jaga," ucap Angga


"Aku sudah dibawakan Mamih senjata untuk melindungi diri dari preman-preman," jawab Kinan


"Apa?"


"Martil," jawab Kinan membuat Angga tertawa


"Gak sekalian kunci Inggris Kin, kaya tukang bangunan aja Lo bawa-bawa gituan," jawab Angga


"Sudahlah, saatnya kita beraksi sekarang!" seru Kinan


Keduanya kemudian keluar dari mobil bersiap menghadapi musuh-musuhnya.


"Are you ready guys, let's Rock!!" seru Kinan

__ADS_1


__ADS_2