ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Berpisah


__ADS_3

*Tok, tok, tok!


Niken segera membuka pintu rumahnya, ia terkejut ketika melihat Cassey datang bersama Rendra.


"Kamu kenapa Key?" tanya Niken


"Aku diusir dari Istana Mih," jawab Cassey lesu


"Astaghfirullah, kok bisa?" Niken bingung mendengar Cassey diusir dari Istana


"Iya, kayaknya gara-gara Cassey susah diatur Mih, makanya Omah sampai marah, dan mengusir aku," Cassey langsung masuk ke kamarnya menidurkan Rendra yang terlelap di pelukannya.


"Terus Baby udah tahu belum?" tanya Niken


"Belum Mih, bentar lagi dia juga tahu,"


"Apa kalian akan bercerai?" pertanyaan Niken sontak membuat Cassey hanya tersenyum sinis dan membuat hatinya begitu sedih jika benar dia akan bercerai dari Bagas laki-laki yang sangat ia cintai.


"Aku tidak tahu Mih. Aku hanya berharap semoga Si Baby tidak menceraikan aku. Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Bagas menceraikan aku, mungkin aku mau bunuh diri saja Mih," ucap Cassey sambil terisak


"Jangan dong sayang, kalau kamu bunuh diri Rendra sama siapa, dia masih membutuhkan kamu sayang. Jadilah Cassey yang kuat seperti dulu, aku yakin kamu bisa sayang. Sekarang yang kamu pikirkan anak-anak kamu bukan lagi suamimu. Sabar sayang ini adalah ujian hidup kamu, yakinlah habis gelap terbitlah terang. Ganbate ne," tutur Niken menyemangati putrinya


"Iya Mih, makasih." Cassey langsung memeluk Niken erat.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Niken dan Cassey hanya menggeleng


"Makan dulu, Mamih masak bacem tempe, gudeg dan krecek,"


"Aku gak lapar Mih," jawab Cassey lesu


"Ya sudah sekarang istirahat saja, nanti kalau lapar makan ya. Apa mau disuapin?"


"Tidak usah Mih, aku mau istirahat saja,"


*Dreet..dreet...dreet.


Cassey segera mengangkat ponselnya yang sudah berdering dari tadi.


"Kamu dimana sayang?" sapa Bagas


"Di rumah Mamih,"


"Kamu jangan kemana-mana ya, aku mau jemput kamu,"


"Ngapain lagi, aku udah diusir sama Omah, gak mungkin dia mau nerima gue lagi,"


"Kamu jangan nyerah dong sayang, nanti aku yang ngomong lagi ya sama Omah, pokoknya kamu harus ikut aku,"


"Iya, tapi bagaimana kalau Omah gak mau nerima gue,"


"Aku akan ikut kamu sayang."


"Bener ya kamu akan tetep sama aku dan gak pernah ninggalin aku,"

__ADS_1


"Iya, karena aku gak bisa hidup tanpa kamu,"


"Aku juga, I love you baby,"


"Love you too,"


***********


Tiga puluh menit kemudian Bagas sudah sampai ke rumah Niken untuk menjemput Cassey.


"Biarkan Rendra disini, kasian dia sedang tidur, nanti kalau Key sudah diperbolehkan lagi tinggal di Istana, Mamih sama Om Rey yang akan mengantar Rendra ke Istana,"


"Baik Mih," jawab keduanya kompak


Bagas kembali melajukan mobilnya menuju ke Istana.


Setibanya di Istana para pengawal langsung mencegah Cassey untuk masuk ke dalam Istana.


"Maaf Yang Mulia Pangeran, kami sudah mendapat perintah dari yang Mulia Raja dan Juga Ibu Suri untuk melarang Yang mulia putri Cassandra untuk masuk kedalam Istana," ucap sang pengawal Istana


Cih, segitunya kah Omah benci sama gue. Sampai-sampai Papah juga ikutan ngusir gue,


"Tuh kan kamu lihat sendiri Baby, Omah benci banget sama gue, sampai Papah juga sekarang nyuruh pengawal buat melarang gue masuk Istana. Kalau begitu aku pulang, kamu mau ikut aku pulang atau disini?" tanya Cassey


"Aku ikut kamu sayang, lagian aku juga tidak mau menjadi seorang Raja yang hidupnya terkekang," Bagas mantap pergi bersama Cassey namun sayangnya ketika ia hendak pergi sebuah tangan yang kokoh menariknya, dari genggaman Cassey.


"Kau tidak boleh pergi Yang Mulia!" suara Danar Gumilang terdengar mengagetkan keduanya.


Tapi tangan itu tidak cukup kuat untuk melawan kekarnya tangan Danar Gumilang. Ditambah Tama yang langsung membantu ayahnya membawa Bagas masuk ke Istana meningalkan Cassey yang berdiri terpaku di depan gerbang Istana.


Air matanya terus mengalir menatap kekejaman keluarga istana yang kini memisahkan dia dengan suaminya.


Kalian benar-benar jahat!, tega-teganya kalian memisahkan aku dari orang yang aku sayang.


Cassey berjalan gontai menuju ke shelter bus.


Sementara itu Lulu hanya bisa menatap Cassey dari lantai dua paviliunnya, ia bisa merasakan kepedihan yang dirasakan oleh menantunya itu.


Lulu segera menemui Ganendra di paviliun Anggrek.


"Kak, tolong antar Cassey pulang, aku takut terjadi sesuatu dengan dia. Dan aku minta berikan pengertian sama dia agar dia bisa menerima semuanya dengan ikhlas," pinta Lulu


"Baik Lu, lagian aku juga tidak tega melihat Cassey terluka seperti itu, aku pikir Omah terlalu keras padanya," jawab Gaga


"Mungkin karena Omah sangat sayang sama Key, dan dia memiliki harapan besar padanya. Makanya ia sampai murka seperti itu setelah tahu akhir-akhir ini banyak berita negatif yang menyudutkan Cassey," sahut Lulu


"Yaudah aku pergi dulu," Gaga berjalan meninggalkan Lulu.


"Kau tidak boleh pergi Yang Mulia Pangeran Ganendra!" seru Danar Gumilang


"Kenapa Paman?"


"Jangan membantu Cassey, biarkan dia pergi sendiri." jawab Danar Gumilang

__ADS_1


"Pasti Omah yang menyuruhmu, aku tidak peduli," sahut Ganendra


"Terserah, lagian kau juga tidak akan bisa pergi tanpa kunci ini!" Danar Gumilang tersenyum sambil memamerkan kunci mobil Ganendra yang ia sita


"Kembalikan Paman," teriak Gaga sambil berusaha mengambil kunci mobilnya dari Danar Gumilang, tapi lelaki tua itu sangat cerdik sehingga susah untuk dikalahkan.


Cassey!


Ahmar menatap Cassey, yang sedang bersedih di shelter bus tidak jauh dari Istana.


Pemuda itu segera menambah kecepatan motornya agar bisa cepat tiba di paviliun keluarga Siwi.


"Kamu tidak mau mampir dulu sayang?" tanya Siwi


"Lain kali saja, aku sudah di tunggu Ka Bayu," jawab Ahmar


"Ya sudah, thanks ya honey. Sampai ketemu besok ya," ucap Siwi mencium pipi kekasihnya itu


Ahmar langsung meluncur meninggalkan paviliun Melati.


Ia menghentikan motornya tepat si depan Cassey.


"Kenapa bersedih Key, apa kau masih memikirkan Kimmy?" tanya Ahmar yang duduk disebelah Cassey.


"Bukan Mar, gue sedih karena Omah mengusir aku dari Istana dan bukan hanya itu saja, dia juga sekarang memisahkan aku dari Bagas. Aku takut dia akan meminta Bagas untuk menceraikan aku. Aku bingung rasanya aku sudah tidak punya semangat hidup lagi," jawab Cassey sambil menangis.


Rasanya Ahmar ingin sekali memeluk perempuan didepannya itu untuk menghiburnya dan mengurangi kesedihannya. Namun ia sadar ia tidak


mau melakukan itu untuk menjaga nama baik Cassey. Ia tidak mau menambah penderitaan Cassey dengan berita hoax yang akan menyudutkan hubungan mereka.


"Jangan sedih Key, mendingan kamu pulang sekarang, aku akan mengantarmu," jawab Ahmar


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri," tolak Cassey


"Tidak bisa Key, kamu sedang bingung, aku takut terjadi sesuatu dengan kamu, kamu akan aman jika pulang bareng Aku," Ahmar menarik lengan Cassey agar segera naik keatas motornya.


Sementara itu di dalam Istana Nenek Welas Asih sedang memperlihatkan rekaman CCTV


pada Bagas.


"Sekarang kamu lihatkan kelakuan istri tercinta kamu, baru saja berpisah dengan suaminya sudah berani menerima ajakan pria lain. Apa itu istri yang baik. Harusnya sebagai seorang istri ia bisa menjaga perasaan suaminya dengan tidak sembarang menerima ajakan pria lain walaupun pria itu hanya ingin sekedar untuk menolongnya. Karena sejatinya wanita yang sudah menikah itu harus menjaga jarak dengan pria lain untuk menjaga keutuhan rumah tangganya dan menghindari fitnah yang akan mengancam keharmonisan rumah tangga mereka.


Bukan hanya sering diantar lelaki lain pulang, bahkan ia berani mengambil keputusan untuk menjadi seorang baby sitter dan tinggal bersama lelaki yang bukan mahramnya, itu adalah sebuah kesalahan fatal. Kali ini tindakan Cassey benar-benar tidak bisa dimaafkan dan Omah tidak mau kamu memiliki istri pembangkang dan susah diatur.


Sebagai calon Ratu negeri ini Cassey harusnya sudah tahu itu, karena telah mendapatkan pelajaran kepribadian dari bu Retno. Tapi anak itu tetap saja keras kepala tidak mau merubah sikap arogannya. Walaupun Nenek tahu kalau Key hanya berteman dengan laki-laki itu tapi aku tetap tidak bisa mentolerir pertemanan dengan lawan jenis setelah menikah, kerena itu bisa memicu perselingkuhan.


Berawal dari kedekatan, rasa nyaman, sering curhat dan kemudian timbul empati dan rasa sayang dan akhirnya yang terjadi terjadilah. Hubungan terlarang yang seharusnya tidak terjadi antara mereka, pertama saling merindukan walaupun tidak diungkapkan dan tentu saja semuanya akan berakhir di ranjang.


Aku tidak mau Cassey terus-menerus seperti itu, dia juga terlalu liar sehingga susah sekali diatur. Jiwa bar-bar dalam dirinya sudah membuatnya menjadi seorang preman yang selalu saja membuat onar. Sekarang terserah kamu Bagas apa kamu masih mau bersama istri bar-bar kamu itu atau tetap di Istana," tutur Welas Asih


"Aku ingin bersama Cassey Omah, aku tidak mau berpisah dengan istriku," jawab Bagas


"Dasar bodoh, kau sudah dibutakan oleh cinta Bagas. Makanya kau lebih memilih menikah dengan berandal itu daripada menikah dengan gadis pilihan keluarga kerajaan, kalau kau memilih Cassey maka siap-siaplah untuk hidup menderita, karena kami akan mengambil Rendra dari kalian. Aku tidak mau calon putra mahkota hidup dalam kemiskinan dan kesusahan. Karena setelah kau melangkahkan kakimu pergi dari Istana, maka semua perusahaan akan tertutup bagi kalian. Tidak akan ada satupun perusahaan yang akan menerima kalian kerja disana, sehingga kau hanya bisa menjadi kuli atau tenaga kasar. Semua fasilitas dari istana akan dicabut dan bersiap-siaplah dengan pemberitaan yang akan menyudutkan kalian hingga semua warga akan mengucilkan kalian," ancam Welas Asih membuat Bagas terdiam, ia membayangkan betapa menderitanya dirinya dan Cassey saat itu, dan ia merasa tidak tega jika melihat wanita yang dicintainya hidup dalam kekurangan.

__ADS_1


__ADS_2