ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 28 #Bertemu Nenek Welas


__ADS_3

Cassey berjalan menuju ke kamar Bagas diantar oleh Naeswari.


"Baby, kamu masih sakit ya?" tanya Cassey ketika melihat Bagas masih terlelap di ranjangnya


Gadis itu mengusap lembut wajah Bagas lalu beranjak untuk meninggalkan kamar itu, tapi lengan Bagas dengan cepat menariknya kembali.


"Jangan pergi Key," ucap Bagas lirih


Cassey segera membalikkan badannya dan duduk kembali disamping Bagas.


"Kamu udah bangun baby?" tanya Cassey


"Iya, makanya kamu jangan pergi, aku mau kamu menemaniku," jawab Bagas menggenggam erat tangannya


"Ngomong-ngomong kenapa kita harus gandengan gini ya, kaya orang mau nyebrang aja," goda Cassey


"Itu karena aku kangen sama kamu Key," ucap Bagas sembari menatap wajah Cassey intens membuat gadis itu salah tingkah


"Jangan kangen?" tanya Cassey


"Kenapa gak boleh, apa kamu udah punya pacar?" tanya


"Kamu benar baby, aku memang sudah punya pacar dan kami baru saja jadian," ucap Cassey berhasil membuat Bagas sedih


"Kok gitu, katanya mau jadi pacar aku!, kok sekarang malah ninggalin aku!" ucap Bagas sedih


"Itu karena aku lebih mencintai Bagas si gembul daripada Bagas yang sakit-sakitan demi untuk mendapatkan tubuh ideal," jawab Cassey


"Jadi pacar kamu siapa!!" tanya Bagas penasaran


"Kan tadi aku bilang si Gembul, aku terima kamu apa adanya kok, jadi gak usah diet lagi nanti kamu sakit, lebih baik jadilah diri kamu sendiri jangan kamu berubah hanya untuk orang lain," jawab Cassey


Bagas hanya terdiam mendengar jawaban Cassey yang membuat jantungnya berdebar-debar.


"Kamu benar Key, mulai sekarang aku mau jadi diriku sendiri dan tidak akan merubah bentuk tubuhku hanya untuk seorang Ayu, sekarang aku sadar kalau kamulah yang selalu peduli dengan aku, dan aku juga mulai suka sama kamu," ucap Bagas tersipu malu


"Yang bener baby!" teriak Cassey tidak percaya


"Iya, I Love You Key," ucap Bagas dengan senyum manisnya


Cassey langsung memeluk Bagas erat.


"I love you too baby more and more!!" jawab Cassey namun ia merasakan sesuatu yang aneh ketika memeluk Bagas


"Kok kamu gak empuk lagi baby!" ucap Cassey membuka selimut Bagas


Gadis itu membelalakkan matanya ketika melihat Bagas yang terlihat lebih kurus dari biasanya.


"Oh my God!!, lo sakit tiga hari langsung kempes kaya gini!!" teriak Cassey tidak percaya melihat penurunan berat badan Bagas yang derastis


"Itu karena aku makan camilan dari kamu yang ternyata adalah obat pencahar dan penghilang nafsu makan!" keluh Bagas


"Gara-gara kamu aku jadi menderita dan lemes gini, sekarang kamu harus tanggung jawab!" cibir Bagas


"Hahaha, aku memang sengaja baby!, kamu jangan marah ya!" ucap Cassey


"Tapi aku bersedia kok untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku padamu baby, sekarang aku harus ngapain?" tanya Cassey

__ADS_1


"Hmmm, apa ya?" tanya Bagas


"Sudah gak usah mikir, jadi pacar kamu aja gimana?" tanya Cassey penuh percaya diri


"Tidak boleh!!, masih kecil main pacar-pacaran, emang kamu mau mengikuti jejak papih kamu menikah muda?" tanya Welas Asih yang memasuki kamar Bagas


"Mau nenek!!" teriak Cassey


"Hey siapa kamu!!, aku nanya Bagas bukan kamu!" seru Welas Asih


"Maaf eyang aku cuma...." Bagas tidak bisa melanjutkan ucapannya karena takut dengan buyutnya Welas Asih yang masih terlihat galak diusianya yang memasuki delapan puluh tahun lebih


"Aku Cassey nek, dan aku mewakili Bagas tadi, hihihi," sahut Cassey tertawa kecil


Welas Asih menatap Cassey dari atas sampai bawah membuat gadis itu hanya tersenyum-senyum kepadanya.


"Penampilan dan gaya bicaramu mengingatkan nenek pada seseorang," ucap Welas Asih


"Siapa nek?" tanya Cassey


"Lulu, kamu mirip banget sama dia, walaupun wajah kalian tak serupa tapi kelakuan kamu sangat mirip dengan Lulu waktu masih muda," jawab Welas Asih


"Itu karena memang ngefans sama dia nek, " jawab Cassey


"Kok bisa kamu kenal Lulu, memangnya tahu dia darimana?" tanya Welas


"Papih aku kan temannya tante Lulu, jadi ya aku kenal dia nek," jawab Cassey


"Siapa papih kamu?" tanya Welas


"Alfian nek," jawab


"Iya nek," Jawab Cassey tersenyum manis


"Kamu boleh berpacaran dengan Bagas tapi dengan satu syarat," ucap Welas Asih


"Apa nek?" tanya Cassey antusias


"kamu harus pintar memasak," Jawa Welas Asih


"Wah itu sih memang keahlianku Nek," sahut Cassey


"Baiklah datang ke rumah nenek besok pagi, dan masakan nenek sesuatu yang enak," ucap Welas Asih meninggalkan keduanya


************


Niken terlihat mengambil antrian disebuah rumah sakit, wajahnya terlihat pucat.


"Jangan pingsan dulu ya Allah, kuat!, aku pasti kuat!!" ucap Niken sembari meremas-remas jemarinya yang mulai mengeluarkan keringat dingin


"Hadeeh mana masih lama lagi antrianya," keluh Niken


Tubuhnya semakin lemas matanya mulai berkunang-kunang, dan tak berapa lama kemudian ia akhirnya jatuh terkulai di tempat duduknya.


Beberapa orang perawat segera mengangkatnya menuju ke ruang UGD.


Seorang dokter tampak memeriksanya, Niken berusaha membuka matanya dan bangkit dari brankarnya. Kepalanya masih pusing dan tubuhnya terasa lemas.

__ADS_1


"Al!" ucapnya kaget sembari mengucek-ngucek matanya


"Syukurlah kamu sudah siuman, tapi hasil tes laboratorium kamu belum selesai dulu ya," ucap dokter itu


"Kamu Al?" Niken menarik lengan dokter itu ketika ia akan meninggalkannya


"Bukan, kamu pasti mengira aku ini Al, pacar kamu ya?" goda sang dokter


" Kamu benar-benar mirip dengan Al," ucap Niken sembari mengeluarkan foto Alfian dan memberikan foto Al pada dokter itu


"Hmmm, mirip tapi gantengan dia dikit, banyaknya buat aku dong, hihihi...." ucap sang dokter


"Btw dia siapa kamu?" tanya sang dokter


"Dia almarhum suamiku," jawab Niken sedih


"Owh, maaf, yaudah aku harus mengecek pasien lainnya, semoga cepat sembuh," ujar dokter itu


***********


"Siapa yang membuat pamanku babak belur seperti ini!" teriak Ares


"Ini semua adalah perbuatan Ryan yang dulu membunuh kakakku jagad samudra dan juga Jhonny," sahut salah seorang anak buah Jaka Samudra


"Kurang ajar!! aku harus membuat perhitungan dengannya!!" ucap Ares


"Sabarlah paman aku akan membalaskan dendamu pada Ryan dan kawan-kawannya, aku akan menghabisi lelaki itu dan juga keluarganya agar mereka tahu siapa Ares!" ancamnya


"Ayah!!!" teriak Agni yang melihat ayahnya terbaring dirumah sakit


"Kenapa jadi begini?, siapa yang melakukan ini semua sama ayah!!" ucap Agni berang


"Kamu tidak usah khawatir keponakanku karena aku akan membalaskan dendam ayahmu kepada Ryan yang sudah membuatnya seperti ini," sahut Ares


"Aku juga mau ikut paman, aku juga mau menghajar orang yang sudah membuat Ayah aku harus kehilangan tangannya," ucap Agni


"Kamu di rumah saja sayang, jaga Ayah kamu!" ucap Ares


"Sekarang cari tahu tentang Ryan siapa dia, dan dimana keluarganya!" perintah Ares


"Baik ketua!" jawab seorang anak buahnya


*********


"Apa!, yang benar sayang?, jadi kamu akan pindah mengajar di Jogja?" tanya Ryan bahagia ketika mendengar Zahra mendapat mutasi untuk mengajar di Jogjakarta


"Baiklah kalau begitu aku akan menjemputmu besok di Bandara," ucap Ryan menutup teleponnya


"Berarti aku juga harus membuka cabang perasaanku disini, agar aku bisa dengan mudah mengontrol perusahaanku di Jakarta," gumam Ryan


,


,


,


,Karena banyak yang kangen sama tokoh Al maka saya coba hadirkan lagi karakter Al melalui dokter Bayu, kalau kalian gak setuju silahkan komentar...

__ADS_1


Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, tempat dan semua yang ada dalam novel ini hanyalah imajinasi dari authornya saja dan tidak ada di dunia nyata.


__ADS_2