
Sepulang dari Aston Hotel Devin terlihat senyum-senyum sendiri membuat Baladewa tertawa melihat keponakannya itu.
"Ehemm, kayaknya ada yang lagi falling in love nih," goda Dewa
"Apaan sih Paman," jawab Devin
"Gak papa, cuma gimana ya kalau melihat seorang yaynh senyum-senyum sendiri gak jelas itu rasanya ada yang aneh gitu, berasa kaya lagi bareng sama orang yang baru keluar dari RSJ gak sih," ledek Dewa
"Diih paman julid banget sih!" sahut Devin membuat Baladewa tertawa mendengarnya
"Makanya kalau tidak mau dibilang baru keluar dari RSJ jangan suka senyum-senyum sendiri dong, kalau lagi seneng tuh cerita jangan disimpan dalam hati," jawab Dewa
"Iya Paman, aku lagi bahagia karena aku sudah menyatakan perasaan aku sama Kinanthi, terus dia juga menerima cinta aku. Aku bahagia banget Paman, rasanya seperti aku jatuh cinta untuk pertama kalinya , mungkin saat aku suka sama Kimmy aku cuma tertarik karena dia sangat cantik, tapi dengan Kinan beda. Dia selalu membuat aku tertawa jika bersamanya, dia itu lucu, ngegemesin walaupun kadang nyebelin," jawab Devin
"Tapi kau sudah tahu konsekwensinya kan jika bersama Kinan, ibumu pasti tidak akan merestui hubungan kalian,"
"Aku tahu Paman, dan itulah tantangan kami. Aku dan Kinan sudah berjanji untuk saling menguatkan dalam menghadapi ujian cinta kami ini, kami akan sama-sama berusaha dan berjuang untuk mendapatkan restu dari Ibu,"
"Bagus, itu yang paman tunggu dari kamu. Devin yang optimis dan semangat, ganbate!!" seru Dewa
"Ganbate!" jawab Devin
Keduanya kemudian turun setelah tiba di halaman istana Cendana Kalingga.
Harsiwi menyambut keduanya dengan sumringah.
"Bagaimana, apa Mr. Nick setuju dengan kontrak bisnis yang kita ajukan?" tanyanya dengan wajah berseri-seri
"Tentu saja, apa sih yang tidak bisa ditangani oleh Devin Rakabuming, dia sangat cerdas dan pintar bernegosiasi," ujar Baladewa
"Paman bisa saja, bukannya paman yang berhasil membujuk Mr. Nick," elak Devin
"Kau memang bisa diandalkan sayang, ibu bangga padamu. Terus belajar dengan Paman Dewa, karena dia sangat jago dalam bernegosiasi dan mengatur strategi perang," ucap Harsiwi
"Sekarang mandi dan ganti baju. Ibu akan memperkenalkan kau dengan seseorang."
"Baik Bu," Devin langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi dan berganti pakaian Devin langsung menelpon Kinanti.
"Halo Piranha,"
__ADS_1
"Kenapa Cumi!" sahut Kinan
"Gak papa, cuma mau cek sound aja,"
"Diih gaje, yaudah kalau gitu matiin aja telponnya aku mau makan," jawab Kinan ketus
"Yaudah makan yang banyak ya ikan Piranhaku yang unyu-unyu, biar tambah ndut dan chubby," jawab Devin gemas
"Iyeh, btw lo udah mandi belum?" tanya Kina
"Udah dong, gak liat kan lo kalau gue ini tambah ganteng kalau habis mandi," jawab Devin
"Diih kepedean, ganteng darimananya coba," cibir Kina
"Aku tuh udah ganteng dari lahir makanya aku merasa kalau kegantengan aku itu adalah kutukan, karena bagi para pria aku merupakan musuh nyata bagi mereka karena ketampanan aku yang tidak tertandingi ini," jawab Devin terkekeh
"Astaghfirullah, baru tahu gue kalau lo ternyata alay parah nj*r!" jawab Kinan sambil terkekeh
"Kok gitu sih honey bunny sweety, bukannya kasih pujian sama pacar sendiri malah bully, nasib-nasib punya pacar piranha gak ada manis-manisnya sama sekali, kamu gak kangen apa Kin sama aku,"
"Gak tuh, biasa aja," jawab Kinan
"Yaudah kalau gitu, bye!" seru Devin ngambek
"Apa?"
"Mie apa yang paling enak?"
"Misahin kamu sama pacar kamu," jawab Devin
"Salah,"
"Milikin kamu selamanya,"
"Salah,"
"Terus apa dong jawabannya?" tanya Devin
"Mincium bibir kamu, eeeaaaa!!" jawab Kinan sambil terkekeh
"Anj*r!!, dasar mesum lo!" seru Devin membuat Kinan terkekeh
__ADS_1
"Tapi lo suka kan?" goda Kinan
"Suka banget, apa lagi kalau bisa....akh gak jadi akh takut kamu marah," jawab Devin
"Pasti lo mikir negatif nih, awas aja lo berani mikir negatif gue hajar nanti," hardik Kinan
"Tapi kan lo yang mancing tadi Kin, makanya jangan salahin gue dong kalau gue jadi ikutan omes kaya lo!!" jawab Devin
"Dih baperan, orang gue cuma bercanda doang, namanya juga main gombal-gombalan ya gitu deh," sahut Kinan
"Yaudah sayang, aku minta maaf ya. Katanya kamu mau makan, yaudah makan dulu sana nanti kalau kamu sakit kan aku sedih,"
"Eeemmm so sweat, yaudah ya bye cumi, I Love you,"
"I love you too Piranhaku," jawab Devin mematikan ponselnya
Ia kemudian menemui Harsiwi yang sudah menunggunya di ruang kerjanya.
"Kau sudah siap Raka?" tanya Harsiwi
"Sudah Ibu," Harsiwi kemudian mengajak Devin menemui Perdana menteri dan putrinya di ruang pendopo utama.
"Raka perkenalkan dia Nilam Sari putri dari Perdana menteri," ucap Harsiwi memperkenalkan Nilam dengan Devin, keduanya kemudian saling berjabat tangan
"Nilam ini baru lulus kuliah dari the university of Sidney, dengan predikat kumlaude, selain cerdas Nilam juga memiliki segudang prestasi lain di bidang akademik dan non akademik. Dan perlu kamu tahu Raka selain cantik Nilam yang seorang dokter spesialis anak ini juga pandai menari tari tradisional loh, " Harsiwi sengaja menceritakan semua kelebihan Nilam agar Devin tertarik dengan hadis itu.
"Kami sudah lama merencanakan perjodohan kalian, bahkan ketika yang mulia Prabu Haryo Wibisono masih hidup, beliau juga menyetujui perjodohan ini, jadi aku minta pada kalian, Raka dan Nilam agar berusaha saling mengenal satu sama lain dan mau menerima perjodohan ini demi kejayaan Cendana Kalingga," ucap Perdana Menteri
"Benar yang dikatakan oleh Perdana menteri, Raka Ibu minta sekarang ajaklah Nilam pergi makan malam agar kalian bisa lebih dekat dan lebih mengenal satu sama lainnya." perintah Harsiwi
Devin hanya menghela nafas panjang, menatap Nilam yang tersenyum manis padanya.
"Mungkin aku harus menuruti keinginan Ibu, sekalian aku memberitahu Nilam bahwa aku sudah memiliki seorang kekasih, aku yakin dia adalah seorang yang intelek pasti dia mengerti dan mau menerima keputusanku," batin Devin
"Baik Ibu," Devin kemudian mengajak Nilam meningalkan istana.
Ia membawa gadis itu kesebuah warung makan tenda di pinggir jalan.
"Kok kita kesini Raka?" tanya Nilam
"Iya, ini adalah tempat makan favorit aku, kebetulan makanan disini sangat enak dan tidak kalah dengan masakan hotel bintang lima, dulu Romo suka mengajakku makan disini hingga tempat ini menjadi tempat makan favorit kami. Apa kamu tidak suka makan disini?" jawab Devin
__ADS_1
"Oh begitu, gak kok Raka, aku suka kok tempat ini. Lagian aku udah biasa juga makan di warung pinggir jalan seperti ini," jawab Nilam dengan senyum manisnya