ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 111 # Amarah Ahmar 2


__ADS_3

Tampaknya mimpi lo untuk dapat uang besar dari berita muraham itu tidak akan pernah terwujud Aldo, karena gue tidak segan-segan untuk membunuh lo, jika lo tidak menghapus berita itu sekarang juga!" ancam Ahmar sambil mencekik Aldo


"Sabar bos, kalau lo mau gue hapus berita itu lo, harus bayar ke gue sebagai kompensasi, hari gini gak ada yang gratis bosku," jawab Aldo sinis


**Buugghh!!


Ahmar langsung melesatkan pukulannya ke ulu hati Aldo membuat pria itu mengerang keras, ia tak memberi ampun pada Aldo yang masih memegangi perutnya, kali ini ia melesatkan tendangan mautnya membuat lelaki itu terhempas jauh hingga membentur tembok.


"Kau sendiri yang cari mati, maka matilah dengan damai!!" hardik Ahmar sambil melepaskan pukulannya bertubi-tubi,


"Stop!!!, hentikan ka!!, tolong jangan bunuh ka Aldo!!" teriak Melani memohon


"Sudahlah Mel, biarkan saja bajing*n itu, dia cuma menggertakku saja, gue yakin lo gak bakal berani bunuh gue kan!!, karena kalau lo bunuh gue berarti berita itu akan terus menghiasi media, dan berarti Yang Mulia putri Cassandra akan semakin menderita, apa lo kuat melihat pacar lo menderita, dan diusir dari istana!" ucap Aldo penuh percaya diri


"Siapa yang tidak berani membunuh lo, lagian kalaupun berita itu tidak bisa dihapus gue juga gak bakal rugi, karena dengan begitu Cassey akan bercerai dari Pangeran Bagas dan tentu saja dia akan menjadi milik gue seutuhnya," ucap Ahmar menyeringai


Sial!!, rupanya ancaman gue gak mempan buat bajing*n ini!!, gue harus kabur, kalau gak gue bisa mati!.


Aldo berusaha kabur namun Ahmar berhasil menyeretnya dan menghajarnya bertubi-tubi.


"Sudahlah ka Aldo!!, turuti saja kemauannya, hapus berita itu!!" cicit Melani


"Gak bisa!!, enak aja, gue udah mengeluarkan uang banyak buat berita ini, dan gue harus menghapusnya cuma-cuma, gak bisa!!" jawab Aldo dengan angkuh


"Sekali lagi gue kasih kesempatan lo, hapus berita itu atau aku akan musnahkan tempat ini!" gertak Ahmar mengeluarkan jerigen berisi bensin dari tas yang ia bawa.


"Ka, please turuti kemauan ka Ahmar, lo gak kenal siapa dia, dia itu the young black Cobra, leader termuda Kobra hitam," ucap Melani meyakinkan Aldo


"Bodo amat, gue gak peduli, dia juga paling takut kalau kita laporkan ke polisi, sudah diem aja kamu Mel, gue tuh udah hapal karakter bajing*n kaya dia," hardik Aldo


"Terserah lo ka, yang penting gue udah kasih tahu kaka, dan apapun yang terjadi gue gak ikut campur, mending gue pergi dari sini daripada mati konyol sama kaka," Melani segera pergi meninggalkan ruangan itu


"Siapa bilang gue takut polisi, atau takut dipenjara, bagi gue penjara adalah rumah ke dua gue, hampir puluhan kali gue udah keluar masuk penjara, dan aku tidak takut!!, karena disana gue itu rajanya," gertak Ahmar sambil menyiram bensin ke ruangan itu, ia kini mengambil korek api dari sakunya dan menyalakannya.


"Selamat mati dengan tenang!!" ucapnya sambil melempar korek api ke lantai dan membuat kobaran api langsung membesar.

__ADS_1


Aldo yang panik langsung berteriak minta tolong dan Ahmar hanya terkekeh melihat lelaki itu yang mulai panik.


"Sekarang rasakan hukumannya, karena sudah meremehkan Ahmar!!" ia beranjak pergi dan menutup pintu ruangan itu.


"Tunggu bajing*n!!, tolong jangan gue!! " teriak Aldo menghentikan langkah Ahmar


Ia kemudian membalikkan badannya dan tersenyum simpul kearahnya.


"Ok gue nyerah, sekarang matikan dulu apinya, baru gue hapus beritanya," ucap Aldo


Tanpa berkata-kata Ahmar langsung melepas Apar (Alat pemadam api ringan) yang tergantung di sudut ruangan dan menyemprotkannya kearah kobaran api.


Karena Api belum begitu besar maka dengan mudah Ahmar berhasil memadamkannya.


Setelah Api padam Aldo segera membuka laptopnya dan menghapus semua konten berita Ahmar dan Cassey di semua situs pemberitaan online.


"Done!!" ucap Aldo sambil memperlihatkan semua media online yang sudah tidak menyajikan berita tentang Cassey dan Ahmar.


"Kalau yang di media cetak gimana?, aku juga mau kau menghapusnya!" perintah Ahmar


"Finish, sekarang apa lagi?" tanya Aldo lirih


"Hapus file yang ada di laptop kamu, aku tidak mau suatu saat nanti kamu memakai foto-foto itu untuk kepentingan bisnis," perintah Ahmar


"Sudah bosku!!, silahkan kamu cek sendiri," jawab Aldo sambil menyerahkan laptopnya kepada Ahmar


"Tidak perlu, aku percaya, karena kalau lo macam-macam lagi, aku tidak segan-segan menghancurkan gedung ini dengan bom, bukan dengan api lagi!" ucap Ahmar yang kemudian meninggalkan ruangan itu


Danar Gumilang yang melihat Ahmar sedang mengancam Aldo hanya menggelengkan kepalanya.


"Super sekali!!, siapa pemuda itu!!, dia benar-benar keren!!, bahkan bisa mengancam rentenir seperti Aldo yang selalu mengancam orang-orang penting dengan berita hoaxnya!!" gumam Danar Gumilang


***Flashback


Danar Gumilang sedang menikmati secangkir kopi sambil memandang panorama pantai di pagi hari, tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Welas Asih yang melempar sebuah koran pagi kepadanya.

__ADS_1


**Braakk!!


Danar segera membuka surat kabar itu dan mengecek beritanya, matanya tidak berkedip ketika melihat Foto Cassey bersama Ahmar terpajang di halaman utama surat kabar.


"Kenapa anak itu tidak berhenti membuat sensasi!!, aku mau kau menyelesaikan masalah ini secepatnya, kita akan urus Cassey setelah acara gathering selesai, dan aku mau bukan Tama lagi yang mengawasi Cassey, karena anak itu terlalu cerdik, kau harus menjaganya mulai sekarang!, aku tidak mau hal-hal seperti ini terulang kembali," hardik Welas Asih


"Baik ibu," jawab Danar Gumilang


"Cepat pergi sekarang, aku tidak mau nama baik keluarga kerajaan tercoreng gara-gara kelakuan gadis bar-bar itu, memalukan saja!!" gerutu Welas Asih


Danar Segera bergegas melesatkan mobilnya meninggalkan vila Kenanga.


Ia menghentikan mobilnya disebuah kantor berita terkemuka di kota Jogjakarta.


Langkahnya terhenti ketika melihat seorang pemuda tengah memberi pelajaran kepada Aldo pemilik kantor berita itu. Senyumnya mengembang karena hari ini ada seseorang yang membantu pekerjaannya.


Mungkin Dewi Fortuna sedang bersamaku, karena aku tidak perlu capek-capek berdebat dan bernegosiasi dengan rentenir Aldo.


**Flashback selesai.


Danar Gumilang mengikuti kemana Ahmar pergi, ia masih penasaran dengan sosok pemuda itu.


"Oh, jadi dia juga ada sedang berlibur di pantai ini," gumam Danar


Ahmar segera turun dari mobilnya, dan seorang lelaki tampan sudah menyambutnya.


**Plaaakk!!


Sebuah tamparan mendarat di wajah Ahmar, membuat pemuda itu hanya menatap lekat kearah lelaki yang menamparnya.


"Itu hukuman buat kamu yang sudah berani mendekati yang mulia putri Cassandra, asal lo tahu Ahmar dia itu sudah menikah, dan aku minta sama kamu jauhi dia, masih banyak gadis cantik diluar sana, kenapa kamu harus memilih Cassey!!, jangan membuat aku malu Ahmar, karena orang tua Cassey ataupun Bagas adalah teman dekat Mas, sekarang lupakan dia!!" ucap Bayu dengan nada kecewa


Ahmar hanya menunduk dan tidak berani menjawab ucapan Bayu, karena ia tahu jika dirinya bersalah.


"Hmmm, ternyata dia adiknya Bayu, pantas saja dia begitu sadis!!" ucap Danar lirih

__ADS_1


__ADS_2