
Kok kita kesini Raka?" tanya Nilam
"Iya, ini adalah tempat makan favorit aku, kebetulan makanan disini sangat enak dan tidak kalah dengan masakan hotel bintang lima, dulu Romo suka mengajakku makan disini hingga tempat ini menjadi tempat makan favorit kami. Apa kamu tidak suka makan disini?" jawab Devin
"Oh begitu, gak kok Raka, aku suka kok tempat ini. Lagian aku udah biasa juga makan di warung pinggir jalan seperti ini," jawab Nilam dengan senyum manisnya
"Kamu mau pesen apa?" tanya Devin sembari menyodorkan menu makanan kepada Nilam
"Samain saja sama kamu Raka," jawab Nilam
"Ok, gurame bakar dua, bebek goreng sama, cah kangkung, cumi saus Padang sama jeruk anget dua," ucap Devin
"Baik Mas, mohon ditunggu sebentar!" jawab pelayan itu
Tidak lama kemudian pesanan mereka sudah sampai, Devin langsung menyantap makanannya dengan lahap, sementara Nilam masih enggan memakan makanan itu karena melihat lingkungan tempat berjualan yang dinilainya kurang steril. Tapi demi menghormati Devin wanita itu mencoba sedikit makanan didepannya.
"Kamu diet ya?" tanya Devin
"Iya begitulah," jawab Nilam kikuk
"Kalau kau tidak mau makan tidak masalah kok Nilam, nanti biar aku bungkus untuk para dayang istana," ujar Devin
"Baik Raka,"
"Oh iya Nilam, sebenarnya aku ingin memberitahukan kamu sesuatu, makannya aku ajak kamu makan disini," ucap Devin
"Apa?"
"Jadi sebenarnya, aku sudah punya calon istri walaupun mamah aku tidak menyetujui hubungan kami, tapi aku sudah berjanji dengan Kinan kami akan berjuang bersama untuk mendapatkan restu dari Ibuku, jadi mohon maaf sekali jadi aku tidak bisa bertunangan dengan kamu Nilam. Aku yakin kamu ini kan cantik, elegan dan smart tentu tidak susah bagi kamu untuk mendapatkan lelaki yang lebih baik dari aku," ucap Devin
"Tidak bisakah kau berpura-pura untuk menerima perjodohan kita, toh aku bisa kok memposisikan diriku yang hanya menjadi pura-pura kamu. Semua itu kita lakukan hanya untuk menyenangkan orang tua kita saja Raka. Aku tidak mau gara-gara keegoisan kita papah aku sakit jantung, makannya aku minta sama kamu tolong tetap terima perjodohan kita ya, aku gak masalah kok kalau itu cuma pura-pura, dan aku tahu diri kok dengan status aku. Dan aku janji tidak akan menggangu hubungan kamu sama kekasih kamu itu," pinta Nilam memaksa
"Maaf Nilam aku gak bisa seperti itu, karena aku tahu, aku cuma manusia biasa yang tidak bisa tahu apa yang akan terjadi jika aku melakukan sandiwara seperti yang kau minta itu. Karena aku tahu aku ini orangnya mudah jatuh hati, bisa saja saat ini aku bilang tidak suka dengan kamu tapi jika kita terus bersama apalagi hidup bersama tidak menuntut kemungkinan aku akan jatuh hati padamu, seperti pepatah Jawa bilang Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, untuk itulah aku tidak mau main-main dengan urusan ini, jadi mohon maaf Nilam. Mungkin setelah ini aku akan berbicara dengan Ibu dan juga ayah kamu tentang masalah ini," jawab Devin menyelesaikan makanannya.
Nilam hanya tersenyum kecut mendengar penuturan Devin.
***********
__ADS_1
**Praanng!!!
"Sial, beraninya kau menolakku Raka, kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!" tukas Nilam yang langsung membanting semua benda-benda yang ada di meja riasnya.
"Ada apa Nilam, kenapa kau membuat keributan lagi!" seru Bambang Puji Rahardjo
"Dia menolakku ayah," jawab Nilam kesal
"Apa maksudmu Yang Mulia Pangeran Rakabuming,"
"Benar, tadi ia menyatakan semuanya padaku, dan dia juga akan menyatakan hal ini juga kepada Bunda Ratu dan juga ayah, untuk itu aku minta pada ayah agar bisa membuat Raka membatalkan ucapannya."
"Bagaimana caranya?"
"Ayah harus pura-pura sakit jantung, saat Raka mengatakan semuanya itu sama ayah, paham kan maksud Nilam?"
"Iya nak, aku paham."
"Good, dan sekarang tugasku adalah mencari tahu siapa kekasih Raka, dan aku akan segera menyingkirkan wanita itu dari muka bumi ini untuk selama-lamanya," ujar Nilam
*************
"Iya, emangnya kenapa Mih," jawab Kinan.
"Perasaan Mamih kok gak enak ya sayang, kayaknya kamu izin saja deh hari ini, lagian kan dirumah kakak kamu juga sedang acara Midodareni, nanti kamu apa gak mau nengokin Kimmy," jawab Niken
"Kan nengokin Kimmy bisa nanti malam Mih, sekarang ya Kinan ngajar dulu lah, emangnya Mamih ada perasaan gak enak gimana?" tanya Kinan
"Gak tahu, tapi hati kecilku bilang ka
"Itu cuma perasaan Mamih saja kali, doain saja Kinan bisa sampai di sekolah dengan selamat dan pulang kembali kerumah dengan selamat juga.
"Yaudah Kinan jalan dulu ya Mih,," ucap Kinan berpamitan pada Niken
"Iya sayang, hati-hati!" seru Niken mengantarkan Kinan sampai pintu pagar rumahnya. Ketika Kinan sudah pergi dari rumahnya, ia langsung menghubungi Ryan.
"Hallo Rey, aku mau lo hari ini harus memantau Kinan ," sapa Niken
__ADS_1
"Emangnya ada apa sih tumben banget," sahut Rey
"Sudah lo nurut aja, nanti lo juga tahu sendiri kenapa gue nyuruh kaya gini," jawab Niken
"Iya Niken, yaudah gue jalan ke sekolah Kinan nih," jawab Rey.
"Jangan jalan, kalau bisa pakai motor, jangan sampai kau kehilangan Kinan, seperti kau kehilangan Zahra,"
"Iya Sayang, yaudah aku pamit, assalamualaikum," Rey segera menutup telponnya.
*********
Sementara itu beberapa orang sedang mengintai Kinan dari kejauhan.
"Sekarang saatnya, bunuh wanita itu dan jangan biarkan dia menghirup udara segar besok pagi,"
"Baik yang mulia," semuanya langsung merangsek maju menyerang Kimmy setelah mendapatkan perintah melalui ponselnya.
**Buughhh!!
Sebuah tendangan melesat kearah Kinan,buat gadis itu jatuh tersungkur di tanah.
"Serang dia, dan jangan biarkan gadis itu hidup!" seru salah seorang dari mereka
Mereka berusaha menarik Kinan namun gadis itu dengan sigap langsung menghalau serangan preman-preman itu.
Gadis itu melesatkan pukulannya kearah para preman itu hingga mereka berjatuhan satu persatu.
"Siapa yang berani menyerang Kinan maka kalian juga harus mati!" seru Kinan langsung melesatkan tendangannnya. Namun seseorang dari belakang langsung menghantam kepalanya menggunakan balok kayu hingga gadis itu jatuh tersungkur bersimbah darah dan tidak sadarkan diri.
"Apa dia sudah mati!" tanya salah seorang penjahat itu
"Sepertinya belum, kita harus memastikannya bahwa dia sudah benar-benar mati, cepat habisi dia atau kita yang akan mati.
Baru saja penjahat itu akan menghujamkan sebuah golok kearah Kinan, sebuah tendangan melesat menghantam lelaki itu.
"Beraninya kalian melukai putriku, maka kalian harus mati ditangan ku! seru Ryan yang baru saja tiba di tempat itu
__ADS_1
"Bunuh lelaki tua itu!" seru seorang lainnya.