ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 30# Membantu Ryan


__ADS_3

Ryan masih duduk bersimpuh disamping pusara istrinya, ia masih belum rela untuk meninggalkan Zahra sendirian disana.


"Kenapa kamu pergi begitu cepat Ra, gue gak sanggup kalau harus berpisah dengan kamu," ucapnya sedih


"Om kita pulang yuk," gadis itu mengulurkan tangannya dan mengajak Ryan pulang


"Daripada Om sedih mending kita tengokkin dede Kinan, tadi kata mamih dia sudah siuman lho," ucap Cassey menghibur Ryan


"Yaudah kita kerumah sakit sekarang," jawab Ryan


Ia melajukan mobilnya meninggalkan pemakaman menuju ke rumah sakit. Setibanya dirumah sakit mereka langsung menuju ke ruang ICU.


"Kok Kinan gak ada!" ucap Rey bingung


"Dia udah dipindahkan keruang perawatan Rey," sahut Ganendra


"Oh, dimana Ga?" tanya Ryan


"Ayo ikut aku," Ganendra mengajak Rey dan Cassey keruang perawatan Kinanti


Ryan bahagia melihat putrinya sudah sadar dan bermain bersama Niken.


"Memangnya kamu sudah sembuh Ken, kok dah jagain Kinan segala," ucap Ryan


"Udah Rey, kata dokter aku sudah boleh pulang, tapi kata Gaga anak kamu gak ada yang jagain ya aku kesini buat temenin dia, lagian gantian Rey, kamu juga sering bantuin aku kan," ucap Niken


"Makasih ya Niken, " ucap Rey


Laki-laki itu segera memeluk putri kecilnya dan menciuminya dengan gemas.


"Putri ayah udah bangun, cepat sehat ya sayang, biar bisa main lagi sama ayah," ucap


Kinan hanya tersenyum dan mencium Ayahnya.


"Karena Rey sudah datang, bagaimana kalau kamu aku antar pulang, biar bisa istirahat," ucap Ganendra mengajak Niken pulang


"Iya kamu pulang saja Niken, jangan lupa istirahat agar kamu cepat pulih, Kinan biar aku saja yang jagain," ucap Ryan


"Isshh, padahal aku masih mau jagain Kinan lho, tapi ya sudahlah, kalau yang ngajak pulang duren mana bisa nolak, kamu juga jangan lupa istirahat Rey, jaga kesehatan," ucap Niken


"Iya, makasih ya semuanya," jawab Ryan


"sama-sama Rey," jawab Niken


Mereka kemudian pergi meninggalkan Ryan sendiri bersama putrinya.


************


**Ting!!


Semua anggota mafia Naga Api tampak sedang berpesta untuk merayakan keberhasilan mereka yang sudah sukses membunuh istri dan anak Ryan.

__ADS_1


"Ini baru permulaan Ryan, setelah kamu kehilangan orang yang kamu cintai, kamu juga akan kehilangan teman-teman kamu, dan selanjutnya nyawa kamu juga akan kami habisi," ucap Ares menikmati secawan anggur merah bersama anak buahnya


"Saya dengar anaknya Ryan selamat bos, terus kita harus bunuh dia lagi atau gimana?" tanya anak buah Ares


"Habisi dia, buat Ryan menderita seperti paman Jaka Samudera," jawab Ares


"Baik bos, segera kami laksanakan," jawab anak buah Ares


**Krieet!!


Ferdan tampak hati-hati dan pelan-pelan membuka pintu ruangan itu, ia sengaja tidak mau membangunkan Ryan yang sedang terlelap disamping Kinanti putrinya.


"Ternyata sang Jendral bisa sedih juga, kasian kamu Rey, kamu pasti sangat sedih," ucap Ferdan menatap lekat kearah Ryan


"Iya Dan, gue bisa ngerasain kesedihan Rey," sahut Noval


"Aku yakin yang membunuh Miss Zahra, pasti orang yang punya dendam sama Rey, kita harus cari mereka Pang, kita harus balaskan dendam Rey," ucap Ferdan


"Betul Dan, aku setuju!" jawab Noval


"Aku juga setuju," sahut Tama yang baru datang bersama Lulu dan Damar


"Kita juga setuju!" ucap Lulu dan Damar bersamaan


"Ok berarti kita segera menyelidiki dan mencari tahu siapa yang sudah membunuh Miss Zahra," ucap Ferdan


"Itu tugas lo Tam-tam, buat nyari tahu siapa pelaku pembangunan terhadap Zahra ," ucap Damar Langit


"Kita juga mau bantuin Om Rey," ucap Bagas, Naeswari dan juga Pandu


"Tapi kita juga bisa diandalkan kok Om Ferdan, meskipun kita masih kecil, tapi kita bisa membantu kalian untuk mencari siapa pembunuh istrinya om Rey," ucap Nay


"Betul, karena Bagas sayang sekali sama Om Rey, yang berhasil membuat Bagas kurus," kata Bagas


"Hey benar, sekarang kamu bukan Bagas si gembul lagi tapi udah jadi kurus, mantap!!, Rey memang keren!" Ferdan berdecak kagum


"Tapi kenapa wajahmu jadi mengingatkan sama seseorang?" tanya Ferdan


"Papih Om, " jawab Bagas


"Bukan?, mantan pacar mamih kamu," ledek Ferdan


"Hmmm!, jangan macam-macam kamu Dan, atau aku akan menghajarmu!!" gertak Lulu


"Beneran Lu," jawab Ferdan


"Mana ada mantan aku," jawab Lulu menyungutkan wajahnya


"Al?" jawab Damar Langit


"Perfecto!!, that's right baby!" jawab Ferdan

__ADS_1


***Buuughhh!!


Mendengar ucapan Ferdan membuat Lulu reflek memukul perutnya.


"Awww!!, kenapa kamu menghajarku Lu?" tanya Ferdan meringis kesakitan


"Makanya jangan suka Fitness, jangan bikin aku sama Damar nanti salah paham," cibir Lulu


"Iya yang mulia ratu, padahal tadi maksud aku kan mantan pacar kamu itu Damar, cuma Damarkan yang langsung sebut nama Al, eehh malah aku jadi kena pukul, padahal gak ada niat sama sekali, niat mau ngelawak malah babak belur gini, nasib , nasib," keluh Ferdan


"Hahaha!!" lagi-lagi semuanya tertawa mendengar keluhan Ferdan


"Jadi papihnya Cassey itu mantannya mamih ya, pantesan sekarang kisah cinta mereka dilanjutkan oleh kaka dan Cassey," ucap Nay


"Suee!!, pacaran juga ga, mana bisa jadi mantan, itumah karangan di Ferdan saja!" jawab Lulu kesal


"Hahaha!!" semuanya tertawa mendengar ucapan Lulu hingga membuat Rey terbangun


"Betul Nay," sahut Ferdan


" Jadi yang bener yang mana Om, Bagas mirip papih Damar apa papihnya Cassey?" tanya Bagas


"Al sih, Tapi boong!" jawab Ferdan.


"Rame banget lagi pada ngapain sih?" tanya Ryan


"Lagi nungguin kamu tidur Rey, biar ga digigit nyamuk," jawab Ferdan


"Ada yang bawa makanan gak, aku laper nih," ucap Ryan


"Nay bawa dong Om," Naeswari memberikan sebuah lunch box kepada Ryan


"Makasih Nay," Ryan segera membuka launch boxnya dan melahap semua isinya


"Rey, kita ikut berduka cita atas meninggalnya Miss Zahra," ucap Noval


"Iya, terima kasih kalian masih peduli dengan gue," jawab Ryan


"Terus rencana kedepan lo gimana Rey, Kinan gimana?, apa lo akan merawatnya sendirian?" tanya Lulu


"Entahlah Lu, aku masih bingung, aku juga tidak bisa merawat anak balita, mungkin aku harus cari baby sitter kali ya," jawab Ryan


"Jangan cuma baby sitter Rey, sekalian aja


"Mendingan cari bini lagi aja Rey, daripada baby sitter, iye gak Lu," ucap Ferdan


"Lo bener Dan, tapi maaf saat ini yang aku mau lakuin cuma balas dendam kepada orang yang sudah membunuh istri gue," ucap Ryan


"Bener bro, kita semua siap bantu lo, kita juga udah minta bantuan Tam-tam untuk mencari tahu siapa yang menembak mati bini lo," ucap Ferdan


"Dan kita akan mulai bergerak sekarang Rey," jawab Tama

__ADS_1


"Benar, lebih cepat lebih baik!" sahut Lulu


"Baiklah aku juga tidak sabar ingin menghajar mereka hingga mati!" ucap Ryan mengeratkan jemarinya


__ADS_2