ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Penyelidikan Danar Gumilang


__ADS_3

"Gimana?, dapat tiketnya?" tanya Pandu


"Alhamdulillah dapat, walaupun keberangkatan nanti pukul sepuluh malam,"


"Tidak masalah, kita hanya perlu menunggu dua jam, sekarang ayo kita jalan," ajak Pandu


Keduanya langsung berangkat menuju ke Bandara malam itu juga setelah berpamitan dengan orang tua mereka.


Sementara itu Welas itu tampak curiga melihat gelagat Nay dan Pandu yang mencurigakan.


Ia kemudian memanggil Danar Gumilang untuk menyelidiki cucunya itu.


"Aku curiga dengan Nay, sepertinya dia pergi ke luar negeri bukan untuk liburan atau bulan madu, tapi ada tujuan lain, sehingga mereka sangat terburu-buru, dan memajukan jadwal keberangkatan mereka yang seharusnya besok menjadi hari ini," tutur Welas Asih


"Iya, aku juga merasakan hal yang sama Ibu. Sepertinya ada yang dirahasiakan oleh Naeswari pada kita," jawab Danar Gumilang


"Sekarang bersiap-siaplah berangkat le Sidney mengikuti mereka. Aku dengar Yuda juga mengadopsi seorang bayi dari Indonesia, makanya aku ingin kau juga menyelidiki anak bayi yang diangkat oleh Yudha," perintah Welas Asih


"Baik ibu," Danar Gumilang segera berangkat mengejar Nay dan Pandu ke Bandara.


**********


Sidney Australia


SIang hari waktu Sidney Nay dan Pandu langsung menuju ke rumah sakit tempat Alina dirawat.


Keduanya segera menemui Yudha yang sudah menunggunya di Lobby rumah sakit.


"Assalamualaikum kakek," sapa Pandu


"Waalaikum salam," jawab Yudha


"Bagaimana keadaan orang tua kalian?" tanya Yudha


"Alhamdulillah baik, kakek,"


"Kalau Omah gimana?" tanyanya


"Omah Welas juga sehat," jawab Pandu


"Alina gimana Kakek?" tanya Naeswari


Yudha mengedarkan pandangannya dan melihat sesosok pria yang sedang mengintainya.


Dasar mata-mata, dari dulu sampai sekarang kau tetap tidak berubah Danar,

__ADS_1


"Kalian istirahat saja dulu, pasti kalian lelah kan?, nanti kembali lagi jika aku sudah menghubungi kalian," ucap Yudha menyuruh keduanya meningalkan rumah sakit


"Tapi kakek?" tanya Naeswari


"Bawa istrimu pergi dari sini Pandu," Yudha sedikit memberi penekanan pada Pandu


"Baik kakek," Pandu segera menarik lengan Naeswari yang tidak mau pergi dari sana


"Kenapa Kakek jahat banget Pi, masa dia gak mau jawab pertanyaan aku?" ucap Nay sambil terisak


"Padahal aku cuma ingin tahu keadaan Alina saja, tapi dia tidak memberi tahukan kita keadaan Alin, aku kecewa, aku sedih," Pandu hanya bisa memeluk Nay untuk memenangkan wanita itu


"Sabar sayang, semoga Kakek segera menelpon, memberi kabar keadaan Alin," jawab Pandu


"Iya,"


Keduanya segera masuk kedalam hotel untuk beristirahat.


Sementara itu dirumah sakit, Yudha hanya tersenyum sinis melihat Danar yang terus mengawasinya dari jauh.


Sebenernya apa sih maunya Ibu, sampai menyuruh Danar untuk memata-matai aku segala, apa dia sudah tahu bahwa anak yang aku adopsi adalah cicitnya.


Ia kemudian kembali ke bangsal perawatan Alina Suhita. Bayi mungil yang baru berusia enam bulan itu menderita anemia hemolitik. Penyakit Anemia Hemolitik adalah anemia yang disebabkan oleh kondisi ketika sel darah merah hancur sebelum waktunya. Pada keadaan awal, sumsum tulang belakang akan berusaha mengatasi kekurangan darah merah dengan menghasilkan sel darah merah dengan lebih cepat. Namun, jika kondisi hancurnya sel darah merah berlangsung terus-menerus, usaha kompensasi dari sumsum tulang akan gagal dan terjadilah anemia.


lelaki itu menatap sendu seorang bayi mungil yang terlelap di ranjangnya. sebenarnya ia sedih melihat keadaan Alina di usianya yang relatif masih sangat muda bayi mungil itu harus terkena penyakit yang sangat berbahaya.


"Assalamualaikum," siapa dana sembari membuka pintu ruang perawatan Alina


"waalaikumsalam, silakan masuk Danar,"


Danar Gumilang tersenyum manis dan segera memeluk kakak tirinya dengan hangat.


"Angin apa yang membawamu jauh-jauh datang kemari?" tanya Yudha


"Aku hanya rindu dengan Kang Masku, apa tidak boleh?" jawab Danar Gumilang


"Tentu saja boleh Dimas, cuma aku kaget saja melihat seorang Danar Gumilang yang suoer sibuk bisa menyempatkan diri datang mengunjungi ku di sini,"


"Sebenarnya aku ada pekerjaan yang harus aku selesaikan disini, makanya sambil menyelam minum air, mumpung aku ada di Sydney makanya aku sempatkan mampir untuk melihat keadaanmu Kang Mas,"


"Alhamdulillah kalau kau masih peduli padaku,"


"Ngomong-ngomong siapa bayi mungil yang tertidur di atas ranjang itu?" tanya Danar


"Dia anakku, namanya Alina suhita," jawab Yudha

__ADS_1


"nama yang indah, Kalau boleh tahu dari mana kamu mengadopsi anak itu?" selidik Damar


"Aku mengadopsinya dari orang Indonesia yang menetap di sini, dan dia tidak mau merawatnya dengan alasan bayinya mengalami kelainan," sahut Yudha


Danar kemudian menatap seksama bayi mungil yang kini mulai terbangun, ia kemudian menggendongnya dan melihatnya lagi dengan rasa iba.


K**enapa anak ini wajahnya mirip sekali dengan Pandu, walaupun dia memiliki kulit seperti orang bule tetapi wajahnya mengingatkanku kepada almarhuah istriku,


Apa jangan-jangan ini adalah anak Naeswari dan Pandu, tapi bukankah anak mereka sudah meninggal. Terus untuk apa tadi mereka datang ke rumah sakit hari ini, dan kenapa juga Yudha harus mengusir mereka ketika ia melihatku,


K**enapa tiba-tiba aku jadi..., ah mungkin ini hanya perasaanku saja,


Danar kemudian mencium bayi mungil itu dan meletakkannya kembali keranjangnya. Dia duduk di sisi ranjang Sambil mencoba berkomunikasi dengan Alina. Bayi mungil itu tertawa dan senang dengan. kedatangan Danar. Lelaki itu bisa merasakan jika ia memiliki ikatan yang erat dengan Alina.


**Dreet, dreet, dreet!!!


Yudha kaget ketika melihat Naeswari berkali-kali menghubunginya.


Dia langsung mematikan ponselnya karena takut Danar curiga padanya.


Kenapa Nay ini keras kepala sekali seperti ibunya, sudah aku bilang aku yang akan menelponya, malah ngeyel.


"Kalau kau sibuk, gak papa tinggal saja Alina, aku yang akan menjaganya," ucap Danar Gumilang


"Baiklah, aku nitip sebentar ya, jangan tinggalkan dia," pesannya ketika meninggalkan ruangan itu


"Siap,"


Yudha segera mencari tempat yang aman untuk menghubungi Naeswari.


"Halo Kakek, ada kabar apa?" tanya Nay


"Kamu itu harus nurut kalau ingin rahasia anak kamu tetap aman, karena sekarang Danar ada di sini untuk menyelidiki anak kalian mungkin Ibu sudah mulai curiga denganku makanya ia mengirim Danar untuk menyelidiki Alina," jawab Yudha


"Kakek tolong kami, jangan sampai rahasia kami terbongkar, bukan hanya aku yang akan menanggung akibatnya tapi juga Alina," sahut Naeswari


"Kenapa kau tidak jujur saja, aku yakin Ibu akan menerima bayi kalian, memang ibu itu orangnya tegas tapi sebenarnya hatinya lembut," tanya Yudha


"Tapi dulu aku yang berjanji padanya jika aku memiliki anak yang memiliki kelainan genetik karena perkawinan inses yang kami lakukan," jawab Naeswari


"Sebenarnya masalahnya tidak akan serumit ini jika kau terbuka pada Ibu, memang jujur itu menyakitkan tapi akan memberikan pencerahan dan kebahagiaan bagi yang bisa melakukannya," ucap Yudha


"Terus aku harus bagaimana Kakek?" tanya Naeswari


"Berikan waktu untuk aku berpikir, yang jelas sekarang Alina butuh transfusi darah, dan mungkin darah salah satu dari kalian cocok, makanya aku akan mencari waktu yang tepat agar kalian bisa mendonorkan darah kalian untuk Alina," jawab Yudha

__ADS_1


__ADS_2