ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Razia Kamar Hotel


__ADS_3

“Baiklah, aku mau bantuin kamu dengan satu syarat,” ucap Damar


“Apa syartanya, asal jangan bikin seribu candi atau membendung sungai ciliwung gue bisa aja,” jawab Ferdan


“Gampang kok syaratnya, lo cuma jadi gantiin gue mengikuti seminar besok di Semarang, gue mau istrirahat soalnya, jadi lo bisakan gantiin gue?” tanya Damar


“Kalau gue Cuma jadi pendengar setia gue bisa bro, tapi kalau buat ngisi ceramah gak bisa, mendingan yang lain aja deh syaratnya,” tawar Ferdan


“Yaudah kalau gitu lo temenin Bagas ke luar kota besok, soalnya Paman Danar harus pergi


bareng gue, itung-itung lo jadi bodyguard ponakan lo sendiri, mau gak?” tanya


Damar


“Nah kalau jadi bodyguard oklah, siip,” jawab Ferdan setuju


“Yaudah jalan sana, jan lupa laporan sama gue kalau ada sesuatu yang mencurigakan,” tutur Ferdan


“Siap Jendral,” Jawab keduanya serentak


Damar dan Bayu segera pergi meninggalkan tempat itu, keduanya menuju ke sebuah toko pakaian yang menjual berbagai macam atribut kepolisian dan TNI.


“Beneran nih kita jadi polisi gadungan, kalau ketangkep polisi sungguhan gimana bro?” tanya Bayu


“Santuy !!, mana ada polisi yang berani menangkap Raja Keraton Arjowinangun, udah lo gak usah takut, aman,” ucap Damar menenangkan Bayu


“Siap Yang Mulia,” ia melesatkan mobilnya menuju ke hotel Bintang Lima yang diberikan oleh Ahmar


“Duh mana sih polisi yang katanya mau membantu gue mengintai Si Alien, mana mereka udah masuk kamar lagi,” Keluh Ahmar yang tertahan di pintu masuk hotel


Pemuda itu mencoba untuk masuk ke dalam hotel, namun sayangnya ia kembali ditolak oleh petugas hotel.


“Maaf tuan, hanya member yang bisa masuk hotel kami, selain itu maaf kami tidak menerima reservasi dari selain member,” jawab wanita itu lembut


“Baiklah, kalau gitu aku mau jadi member, bagaimana caranya?” tanya Ahmar penasaran


“Sekali lagi maaf tuan, untuk menjadi member anda cukup mendaftar via online, kami tidak bisa menerima pendaftaranan luring,” jawabnya sembari tersenyum


“Kenapa sih dihotel  ini karyawannya kebanyakan minta maaf kaya lebaran aja maaf melulu, atau jangan-jangan pemiliknya seorang pemuka agama lagi, makanya sedikit-dikit harus minta maaf biar terbebas dari dosa,” keluh Ahmar


“Bagaimana kalau kartu ini, apakah kami bisa masuk,” ucap Damar menunjukan kartu VIP kerajaan


“Silahkan yang mulia,” Jawab gadis itu sembari memberi hormat


“Kuy masuk,” ajak Damar


“Kenapa baru datang sih Mas, bukannya dari tadi, aku gak tahu deh sekarang Si Alien itu lagi ngapain aja dikamarnya,” gerutu  Ahmar


“Sorry dek, tadi kita nyari kostum dulu makanya lama,” jawab Bayu

__ADS_1


“Lagian kenapa pakai kostum segala, pakai baju biasa juga tidak masalah kok,” sahut Ahmar


“Kan supaya totalitas dek, kalau cuma pakai baju biasa mana ada yang percaya,” tandas Bayu


“Polisi jaman now tuh banyakan yang gak pakai seragam kalau mau menyergap penjahat, supaya mereka tidak dikenali,” jawab Ahmar


“Masa sih?” tanyaDamar


“Makanya jangan kolot Om, gaul dong biar update gak kudet,” jawab Ahmar sambil terkekeh


“Terus kita kemana ini?” tanya Bayu


“President suite 345,” jawab Ahmar


Ketiganya segera naik ke lantai tujuh hotel.


“Ini dia kamarnya, kita langsung dobrak saja apa?” tanya Bayu tidak sabaran


“Sabar Bay, mending kita intip dulu, baru bergerak” jawab Damar


Ketiganya langsung menempelkan telinga mereka ke daun pintu.


“Jangan buru-buru sayang, kita lakukan pemanasan dulu baru ke inti,” ketiganya langsung tersentak kaget mendengarkan ucapan Siwi dari balik pintu


“Wah, bener-bener tidak bisa dibiarkan ini, cepat dobrak pintu itu Ahmar!” perintah Bayu


pintu dan mengetuknya


Ahmar segera menghentikan aksinya dan memilih mundur memberikan jalan pada Damar langit.


*Tok, to,tok!!


“Kami dari pihak ke polisian, akan melalukan penmeriksaan kamar hotel, karena disinyalir ada seorang pedofil yang membawa kabur anak gadis dibawah umur di hotel ini, jadi mohon kerjasamanya, cepat buka pintunya baik-baik, atau kami akan mengebomnya jika kalian tidak cepat keluar!” gertak Damar Langit,  membuat Bayu dan Ahmar terkekeh mendengarnya


“Anj*r!, sadis banget si lo Dam, masa anaknya Ferdan mau lo bom juga,” ledek Bayu


“Biarlah, nantikan Ferdan masih bisa bikin anak lagi, ya gak Ahmar?” tanya Damar


“Yoi Om,” jawab Ahmar


Sementara itu di dalam kamar hotel.


“Gimana nih sayang, kalau kita ketangkep polisi bisa-bisa Papih  mealrang aku berhubungn lagi dengan kamu,” ucap Siwi ketakutan


“Lagian lo sih punya bokap kok kolotnya minta ampun, makanya gini kan,” jawab Gilang kesal


“Kamu juga sih sayang, kenapa ngajak ketemuan di hotel, kan di kafe bisa atau dimana lah, yang penting jangan dihotel bahaya, sekarang bener kan apa kata gue!” gerutu Siwi


“Inget ya Siwi gue udah dewasa, dan gue gak mau pacaran seperti anak ABG, aku mau pacaran seperti orang dewasa kamu ngerti kan?” tanya Gilang

__ADS_1


“Iya sayang, maaf,” jawab Siwi


“ Yasudah sekarang aku harus pergi, aku tidak mau nama baikku tercemar gara-gara ketahuan membawa anak dibawah umur ke hotel, pa kata dunia nanti jika tahu Raden Mas


Gilang Ontoseno tertangkap razia sedang mesum dihotel bersama seorang anak


dibawah umur, bisa hancur nama baik keluargaku. Jadi tolong kamu bilang aja


kamu datang ke kamar ini sendirian atau apalah, kau kan bisa mengarang cerita


agar kau bisa selamat dari razia, dan ingat jangan sampai bawa-bawa namaku


ataupun nama besar keluargaku. Kalau sampai itu terjadi, kau tahu kan


akibatnya, gue bakal bikin karier lo hancur, bukan Cuma lo tapi mamih kamu dan


juga papih kamu yang sok jagoan itu juga akan aku bikin menyesal seumur hidup!”


ancam Gilang


“Iya sayang, tapi aku takut, bagaimana kalau aku nanti ditahan?” tanya Siwi ketakutan


“Kalau kau ditahan aku akan segera membebaskan kamu jadi tenang saja, jangan takut,” Gilang segera menurunkan tirai dan seprei yang akan dijadikan alat untuk kabur melalui jendela hotel.


“Buka, atau aku dobrak!!” teriak Damar dari luar


“Sayang aku takut, aku ikut kamu aja ya,” ucap Siwi


“Jangan, nanti kalau kau ikut aku pasti ketahuan, cepat buka pintunya atau kau mau aku terangkap polisi dan di pemjara!” cibir Gilang yang segera melompat kabur melalui jendela hotel


Siwi berlari kearah pintu kamarnya, perlahan ia membuka pintu itu dengan wajah pucat pasi.


Ketiganya yang masih menguping di pintu langsung terjungkal ketika pintu kamar hotel dibuka.


“Eeh!” ucap Damar


yang mencoba bangkit sambil mendorong Ahmar hingga membuat pemuda itu menabrak Siwi.


**Greep!!


“Eeh sorry, “ ucap Ahmar yang terjerembab hingga menyetuh dua gundukan kenyal milik Siwi, ia tidak berani menatap wajah angker Siwi karena takut di tonjok gadis bar-bar itu


“Kamu!!” teriak Siwi menjambak rambut Ahmar dan menatapnya dengan tatapan bengis


“Hmmm, kenapa Si Ahmar selalu dapat bagian yang enak-enak kalau ketemu anaknya Ferdan, kemarin ia didudukin wajahnya, sekarang dia malah mencium dua gunung kembarnya,” ucap Bayu lirih


“Terus kamu ngiri gitu,” imbuh Damar


“Iyups, sekali-kali mau lah jadi Ahmar kalau selalu mujur kek gini, tapi kalau lagi apes kaya gitu, no way!” jawabnya sambil terkekeh melihat Ahmar yang dianiyaya oleh Siwi

__ADS_1


__ADS_2