
"Kita harus kerumah sakit Key, tangan kamu sepertinya parah," ucap Bahas yang kemudian melepaskan seragamnya untuk mengikat tangan Cassey yang terus mengeluarkan darah
"Tahan sebentar, sakit memang, tapi setidaknya bisa menghentikan pendarahan ditangan kamu, " ucap Bagas
"Pak bisa ngebut ga!, jangan sampai kita ketangkep sama polisi," kata Cassey yang terus memperhatikan mobil polisi yang masihengejarnya
"Bisa aja nduk, wong bapak ini mantan pembalap kok, sekarang pegangan ya!" ucap sang sopir menambah kecepatan mobilnya
***Wusshh!!
Secepat kilat taksi itu melesat meninggalkan mobil polisi yang mengejarnya.
"Serius Om ini mantan pembalap?" tanya Cassey
"Iya, lebih tepatnya balapan liar, karena om suka balapan pake taruhan uang gitu," jawab sopir taksi itu
"Oh gitu, kirain Om temannya Rio Haryanto," kata Lulu
"Emang dulu om sempat balapan tuh sama si Rio," ucapnya meyakinkan
"Masa sih Om," ucap Cassey
"Gak percaya!!" tanya sang sopir
"Gak," jawab Cassey
"Iya benar, lo emang gak boleh percaya sama bapak, karena om memang bohong, hihihi," ujarnya sembari tersenyum kecil
"Sueeee!!" sahut Cassey
"Eehh Om itu polisinya sudah mendekat lagi, gimana dong?" ucap Bagas ketakutan
"Santuy aja! aku tahu jalan tikus kota ini, jadi jangan khawatir!" ucap sopir taksi santai
"Btw kalian habis tawuran ya, makanya dikejar-kejar polisi?" tanya sopir itu
"Bukan tawuran Om, justru kita abis dibantai sama musuh tawuran kita," jawab Cassey
"Ok, mending kalian turun saja disini lalu jalan kaki kerumah sakit, tidak jauh kok dari sini, soalnya Om takut kalian ketangkep aja, soalnya didepan ada markas polisi," ucap sang sopir
"Baik Om, terima kasih, kembaliannya ambil aja Om, " ucap Bagas memberikan uang ratusan ribu pada sopir taksi
"Apanya yang kembali le, inimah malah kurang," sahut sang sopir
"Maaf pak ga ada lagi, tinggal itu satu-satunya, uang jajan aku selama tiga hari itu," ucap Bagas sedih
"Gak papa le, om maklum kok," sopir taksi itu melesat meninggalkan keduanya
Bagas kembali memapah Cassey menyebrang jalan.
***Ciiit!!,
Sebuah mobil berhenti didepan mereka.
"Kakek!" ucap Bagas kaget
"Masuk!!" teriak Danar Gumilang
Bagas segera membuka pintu mobilnya dan masuk.
"Kamu kenapa Key?" tanya Ferdan
"Ditebas samurai Om," jawab Cassey
"Busyeet, kamu abis tawuran??" tanya Ferdan
"Aku tadi dikeroyok anak-anak sekolah lain," jawab Cassey
"Ya gak mungkin mereka mengroyok kamu tanpa sebab Key, " ucap Ferdan
__ADS_1
"Dulu sekolah Key pernah tawuran dengan sekolah mereka, dan pertarungan kami sampai memakan korban, nah sepertinya mereka dendam dengan Key karena itu, padahalkan Key juga udah dikeluarkan dari sekolah Key gara-gara tawuran maut itu," sesal Cassey
"Ck,ck...kamu bener-bener mirip Al yang hobi tawuran Key, " kata Ferdan berdecak kagum
"Kaka ikut tawuran juga?" tanya Naeswari
"Terpaksa Nay," keluh Bagas
"Seragam kaka kemana?, kok cuma pake kaos doang?" tanya Cassey
"Tuh buat ngiket lengan Key supaya darahnya berhenti," jawab Bagas
"Cie..cie bab*," goda Ferdan
"Baby Om bukan Bab*!" cibir Cassey
"Cie... cie Cassey, uncchh jadi gemes deh liat kalian berdua," ledek Ferdan
"Diiih lebay!!" cibir Cassey
"Kaka kenapa gak latihan hari ini?" tanya Naeswari
"Sorry Nay, kakek Bagas tadi sudah berjanji untuk mengajari Key matematika jadi tidak ikut latihan hari ini," jawab Bagas
"Hmmm," jawab Danar Gumilang
"Cie, cie.. sepertinya ada something deh atara ka Bagas sama ka Cassey," goda Naeswari
"That's right baby," tambah Ferdan
***Ciiit!!
Danar Gumilang menghentikan mobilnya disebuah rumah sakit. Ferdan segera mengajak Cassey kedalam rumah sakit.
"Cassey kenapa?" tanya Gaga
"Biasalah Al junior, habis ditebas samurai dia sama musuh-musuhnya!" sahut Ferdan
"Gaklah papih, kan aku anak baik-baik, hehehe," jawab Bagas
"Memangnya aku bukan anak baik-baik gitu!" gerutu Cassey tersinggung
"Siapa yang bilang gitu sih Key!, suudzon aja," sahut Bagas
"Abis kesannya mojokin gue banget!" keluh Cassey menyungutkan wajahnya
"Diih baperan!!, yaudah aku minta maaf deh kalau aku salah, jangan ngambek lagi ya," ucap Bagas membujuk Cassey
Cassey masih menekuk wajahnya sembari menahan sakit.
"Cassey mau disuntik ya Om?" tanya Cassey
"Gak kok!, siapa yang mau nyuntik, emangnya semua orang yang berobat harus disuntik!" jawab Ganendra
"Lha terus itu buat apa dong?" tanya Cassey curiga
"Ini suntikan bius biar kamu gak sakit pas dijahit lukanya nanti!" ucap Gaga hati-hati
"Gak mau!!, aku gak mau disuntik!!, aku takut!!" Cassey kemudian berlari meninggalkan ruangan itu
Sementara Ferdan, Bagas, dan Gaga mengejarnya keluar.
"Tidak mau!!! aku takut!!!" teriak Cassey yang terus berlari menghindari kejaran Ferdan dan kawan-kawan.
Sementara Danar Gumilang yang baru saja masuk ke rumah sakit setelah memarkirkan mobilnya, hanya menggelengkan kepalanya melihat Gaga dan Ferdan yang berlarian mengejar Cassey.
"Dasar kurang kerjaan!!, sudah tua masih saja bersikap seperti anak-anak," ucapnya lirih
**Greppp!!
__ADS_1
Danar segera menangkap Cassey dan membawanya keruangan Ganendra.
"Sepertinya aku familiar dengan wajahmu," ucap Danar ketika menatap Cassey
"Dia itu anaknya Al, paman!" sahut Ferdan
"Oh pantas, " jawab Danar sembari tersenyum padanya
"Kakek tolong lepasin aku, aku takut disuntik kek!!, please!!" ucap Cassey memohon
"Masa anak Al sang Jendral yang memiliki seribu nyawa takut sama jarum suntik, sama Samurai aja kamu gak takut, kenapa harus takut dengan jarum suntik yang kecil ini," ujar Danar Gumilang
"Iya Key, gak sakit kok disuntik, kaya digigit semut, kamu pernah kan digigit semut?" tanya Bagas
"pernah," jawab Cassey
"Sakit ga?" tanya Bagas
"Sakit," jawab Cassey
"Sakitan mana sama ditebas samurai?" tanya lagi
"Samurai lah," jawab Cassey
"Nah itu dia, percaya deh sama aku, disuntik itu gak sakit kok, kamu tinggal tahan nafas saja Insya Allah tidak sakit," ujar Bagas menenangkan Cassey
"Tapi kalau jarumnya nyangkut ditulang gimana?, terus gak bisa dicabut lagi, kaya temen aku pas SD," kenang Cassey bergidik
"Ya gak mungkinlah Key, makanya kamu jangan tegang, lagian percaya deh sama Papih, dia itu sudah profesional jadi gak mungkin gagal dan yang pasti tidak sakit kalau disuntik sama papih," ucap Bagas
"Tapi baby temenin ya," ucap Cassey
"Iya kamu bisa kok peluk aku atau gigit aku bila kesakitan saat disuntik," ucap Bagas meyakinkan Cassey
"Beneran ya," sahut Cassey
"Iyups," jawab Bagas dengan senyum simpulnya
"Ehemmm!!" Ferdan berdehem menggoda Cassey dan Bagas
"Biarkan saja anj* ng menggonggong, Princess sama Prince Charming tetap melaju!!" sahut Cassey
"Suee!!" sahut Ferdan
"Hahahaha!!" semuanya tertawa mendengar ucapan Ferdan
Cassey memeluk Bagas ketika Gaga menyuntikkan obat bius kepadanya, dan tak lama iapun tak sadarkan diri.
Danar Gumilang mengantarkan mereka menuju ke istana.
"Lho kok pulangnya bisa rame-rame gini, mana ada paman Danar Gumilang juga," ucap Lulu kaget
"Terus tangannya Cassey kenapa?" tanya Lulu lagi
"Biasa tante Key abis berantem, terus dikejar-kejar polisi, untungnya ketemu kakek Danar jadi selamat deh," jawab Cassey
"Oh gitu, terus kamu main kesini udah pamit mamih kamu belum?" tanya Lulu
"Sudah tante, Key minta mamih jemput aku setelah dia pulang kerja, biar bisa pulang bareng," sahut Cassey
"Ok deh kalau gitu, sekarang makan dulu ya, pasti kalian lapar ," ajak Lulu
Semuanya menuju ke ruang makan dan makan bersama, setelah makan Bagas langsung mengajak Cassey untuk belajar bersama.
Bagas tampak telaten mengajari Cassey yang susah diatur, tapi ia menjadi penurut jika bersama Bagas.
"Sekarang udah paham kan?" tanya Bagas
"Iya pak guru," goda Cassey
__ADS_1
"Yaudah kamu kerjakan dulu soal-soalnya, aku mau ke belakang dulu," Bagas berjalan meninggalkan Cassey
Cassey yang sudah kelelahan bukannya mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh Bagas malah tidur mendengkur diatas bukunya.