
Ryan menghentikan mobilnya didepan gerbang sekolah karena tidak dapat masuk kedalam sekolah yang dipenuhi oleh para siswa yang keluar dari kelasnya dan juga beberapa orang polisi berjaga-jaga diarea sekolah.
Ryan yang penasaran segera masuk ke dalam kerumunan siswa SMA Budi Waluyo.
"Ada apa sih, kok rame gini?" tanya Ryan kepada salah seorang siswa disana.
"Ada yang sakau didalam Om," jawab seorang siswa
Ryan segera masuk kedalam ruang guru, ia melihat dua orang siswa sedang sakau, dan dua orang polisi sedang menginterogasi Kepala Sekolah.
"Kemarin yang sakau Agni sama dua orang temannya, tapi bukan mereka, " ucap Ryan yang kemudian keluar dari ruang guru
Ia melihat Bu Kulsum sedang bersedih diujung kelas, ia kemudian mendekati wanita tua itu.
"Assalamualaikum Bu guru," sapa Ryan sembari mencium lengan bu Kulsum
"Waalaikum salam, ada apa pak?, ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu
"Tidak ibu, saya cuma mau nanya kenapa polisi ada di sekolah?" tanya Ryan
"Sepertinya ada yang sengaja melakukan sabotase agar nama sekolah ini jelek, setelah aku selidiki ada yang menawarkan obat-obatan terlarang gratis untuk para siswa, sehingga akhirnya banyak yang kecanduan, dan sengaja memanggil polisi ketika tahu ada yang sakau disekolah," jawab Umi Kulsum
"Kalau boleh tahu apa ada peristiwa yang terjadi sebelum ini?" tanya Ryan
"Kami guru-guru sepakat untuk mengeluarkan Agni dari sekolah karena kenakalannya yang sudah diluar batas, walaupun Kepala Sekolah tidak setuju, karena dia takut dengan ayah Agni, tapi walaupun kami tidak mengeluarkan Agni, pada akhirnya ada seorang guru yang sengaja melaporkan kejadian Agni sakau kepihak yang berwajib, dan akhirnya Agni ditangkap dan dibawa ke pusat rehabilitasi. dl Ia juga terancam tidak bisa mengikuti UN disekolah tapi mungkin di panti rehabilitasi karena dia sudah kecanduan tingkat parah!" jawab Bu Kulsum
"Oh jadi Agni ada di pusat Rehabilitasi sekarang?, terus kedua temannya gimana?" tanya Ryan
"Iya, kedua temannya juga sama, ada disana," jawab Umi Kulsum
"Baiklah, kalau boleh tahu siapa guru yang melaporkan Agni?" tanya Ryan.
"Aku, karena aku ingin Agni berhenti memakai obat-obatan terlarang itu, dan aku ingin dia juga berubah dari kejadian ini, setidaknya dia bisa menjadi gadis yang baik, tidak sok jagoan lagi," ucap Bu Kulsum
"Apa yang ibu lakukan sudah benar, tapi tidak semua orang bisa menerima usulan ibu, adakalanya yang menurut kita baik belum tentu baik untuk orang lain, jadi ibu sabar aja ya," ucap Ryan
Ia kemudian pergi meninggalkan wanita itu dan kembali ke mobilnya.
"Ini pasti ulah Ares," gumam Ryan
***********
"Hari ini gue jalan sama Gaga tapi kenapa pikiran gue ke Rey mulu ya," gumam Niken
"Hey!, kok bengong?" tanya Gaga ketika melihat Niken lebih banyak diam
"Eeeh iya, aku cuma kepikiran sama Kinan, soalnya kan biasanya sama aku tapi karena hari ini dia sama Lulu, aku jadi ngerasa gak enak aja," jawab Niken
"Kenapa tadi gak diajak saja Kinannya?" tanya Gaga
"Ga boleh sama Lulu," jawab Niken
"Niken sebenarnya gue mau nanya sama kamu, penting banget," ucap Gaga memegang tangan Niken
"Apa?" jawab Nike
"Hmmm, Sebenarnya aku mau bilang ke kamu kalau aku sudah mulai sayang sama kamu, terus aku mau jadi ayahnya Cassey, kamu mau kan jadi istri aku?" tanya Gaga
"Aku...aku belum bisa jawab sekarang Ga, kan aku harus tanya anaku dulu?" jawab Niken
__ADS_1
" Iya juga sih, tapi aku mau tahu sebenarnya perasaan kamu ke aku gimana sih?" tanya Gaga
"Aku juga sayang sama kamu," jawab Niken membuat Gaga tersenyum mendengarnya
Laki-laki itu menatap intens kearah Niken dan memeluk wanita itu erat.
"Kalau sudah sayang kenapa masih ragu," bisik Gaga
Sebenarnya Niken ingin sekali menyatakan iya tapi lidahnya langsung kaku ketika mau mengucapkan kata itu.
Ganendra membuka sebuah kotak love berwarna merah yang sudah ia siapkan, ia mengambil cincin dalam kotak itu dan menyematkannya ke jari manis Niken.
"Kok gak muat ya, padahal aku kira ini pas buat kamu," ucap Gaga kecewa
"Gak papa Ga, ditukar saja dulu, aku masih mau menunggu kok," jawab Niken
"Makasih ya Niken, " ucap Ganendra
"Kita pulang yuk, sudah malam juga," ajak Niken
"Ayok," Gaga segera menggandeng lengan Niken keluar dari kafe itu
Ganendra menghentikan mobilnya di Istana.
"Tunggu ya, aku ambil Kinan dulu," Niken segera berlari menuju ke kamar Kinan, tetapi ketika melihat Kinan tidak ada dikamarnya Niken langsung menemui Lulu dikamarnya.
"Kinan dimana Lu, kok gak ada dikamarnya?" tanya Niken cemas
"Tadi udah di ajak Rey pulang ke rumah lo," jawab Lulu
Niken langsung berjalan lemas menuju mobil Gaga.
"Udah diajak pulang Rey," jawab Niken
"Yaudah berarti sekarang aku antar kamu pulang kerumah," jawab Gaga
Niken hanya mengangguk, Gaga kemudian melesatkan mobilnya menuju ke rumah Niken.
Setibanya dirumahnya Niken segera membuka save beltnya dan buru-buru membuka pintu mobil, tapi Ganendra segera menarik lengannya.
"Ada apa ?" tanya Niken
Gaga tidak menjawab pertanyaan Niken, tapi ia terus menatapnya intens membuat wanita itu gugup.
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Niken
"Apa segitu perhatiannya kamu dengan Kinan, hingga melupakan aku yang ada disampingmu?" tanya Ganendra
"Bukan begitu, aku gak lupa kok sama kamu," jawab Niken
"Tapi, kenapa kamu buru-buru sekali sampai lupa mengucapkan salam perpisahan padaku," balas Ganendra
"Oh maaf, aku tadi tidak sengaja," jawab Niken
"Sekarang aku minta salam perpisahan dari kamu," ucap Ganendra
"Oh, baiklah, aku pulang dulu ya sayang, " Niken segera mencium tangan Ganendra
"Gitu doang?" tanya Gaga
__ADS_1
"Emangnya apa lagi?" tanya Niken
"Kissnya mana," ucap Ganendra membuat Niken terperangah mendengarnya
Ganendra segera mencium bibir Niken membuat wanita itu langsung membulatkan matanya.
"Kenapa apa kamu tidak suka?" tanya Ganendra setelah melepaskan ciumannya
"Eeh tidak, cuma kaget aja, jadi aku gak siap," jawab Niken
"Apa sekarang kamu sudah siap, aku bisa mengulanginya lagi jika kamu mau," kata Ganendra menggoda Niken
"Eeh tidak, usah, aku buru-buru," Niken segera membuka pintu mobil dan berlari menuju ke dalam rumahnya untuk mencari Kinan.
Ia langsung memeluk balita itu ketika bertemu dengannya.
"Mamah kangen sama kamu?" ucap Niken
"Mamah, mamah, tangen," oceh Kinan
"Ya Allah!, anak mamah sudah bisa bicara?" Niken langsung mengangkat balita itu dan menggendongnya.
"Iihh, seneng banget denger kamu ngomong, coba bilang lagi Kinan kangen mamah," ucap Niken
"Tangen mamah," jawab Kinan sembari tersenyum
"Iiihh lucunya anak mamah, jadi gemes, gemes, gemeees!!" teriak Niken sambil menciumi balita itu
"Sama ayahnya ga kangen?" tanya Ryan yang berdiri di depan mereka
Niken segera memalingkan wajahnya dan berjalan meninggalkan Ryan.
"Apa dia masih marah padaku?" gumam Ryan kecewa
"Aku harus pura-pura marah sama Rey, aku mau tahu apa yang akan dia lakukan ketika aku marah padanya," gumam Niken
Ia kemudian membawa Kinan kekamarnya dan membacakan dongeng untuknya, agar anak itu tidur. Setelah memastikan gadis kecil itu tidur Niken segera keluar dari kamar Kinan untuk beristirahat dikamarnya.
**Grepp!!
Ryan segera menarik Niken kedalam pelukannya, Niken berusaha melepaskan diri dari pelukan Ryan namun tenaga Ryan lebih kuat sehingga Niken hanya pasrah dalam pelukan pria itu.
"Sampai kapan kamu akan mendiamkan aku terus?" tanya Ryan sembari memeluk erat Niken
"Asal kamu tahu aku hari ini aku sangat tersiksa karena kamu terus marah padaku," ucap Ryan melepaskan pelukannya dan menatap lekat wanita dihadapannya itu
Niken hanya diam tak menjawab dan menundukkan wajahnya, ia tidak berani menatap Ryan yang membuatnya selalu berdebar-debar saat bersamanya.
Rey mendongakkan wajah Niken, bukannya menatap Ryan Niken malah memejamkan matanya, membuat Ryan langsung mencium lembut bibirnya. Tidak seperti saat Gaga menciumnya, kali ini ia merasakan sesuatu yang berbeda, wanita itu mulai menikmati sentuhan lembut bibir Rey.
Melihat Cassey keluar dari kamarnya membuat Niken langsung melepaskan ciumannya.
"Oops, maaf gue gak lihat!" ucap Cassey kembali masuk ke kamarnya.
"Kenapa?" tanya Ryan ketika melihat wajah Niken bersemu merah
"Malu Rey, " jawab Niken
"Memangnya kalau Key tidak melihat kita kamu mau lagi?" goda Ryan membuat Niken langsung berlari meninggalkannya sendiri
__ADS_1