
"Dasar mesum!" ucap Siwi sambil melepaskan pukulannya ke wajah Ahmar
*Buuughhh!!
"Stop!" teriak Damar membuat Siwi menghentikan aksinya yang hendak menghajar Ahmar kembali
"Dimana bajing*n itu!" hardik Bayu dengan suara lantang membuat Siwi ketakutan dan berlindung di belakang Ahmar
"Dimana bajing*n itu!" kali ini Bayu bertanya sembari menarik Siwi membuat gadis itu gemetaran
"Katakan dimana cowok brengsek itu, jawab!" hardik Bayu membuat Siwi semakin ketakutan dan pingsan
"Sue, baru digertak si gitu doank langsung pingsan dia!" cibir Bayu
Lelaki itu menyunggingkan senyumnya ketika melihat lilitan tali yang menjulur keluar dari jendela.
Ia berjalan mendekati jendela dan terkekeh melihat seorang pria yang sedang bergelantungan di bawah sana.
"Rasakan ini cowok brengsek!, lo udah berani-beraninya membawa anak gadis orang ke tempat laknat seperti ini, maka jangan salahin gue kalau ngasih sedikit pelajaran buat lo," ucap Bayu terkekeh sambil melepas kaitan tali yang dipakai Gilang untuk turun.
"Jangan Om!!" teriak Gilang ketakutan
"Kyaaa!!" Pemuda itu terjun bebas hingga jatuh tersungkur ke atas aspal, membuat Bayu semakin tertawa geli melihatnya
**Bruuughhh!!!
"Sukurin lo, makanya jadi cowok jangan celamitan, tuh akibatnya!" cibir Bayu
"Belum sadar juga Si Siwi?" tanya Bayu
"Belum bro, kayaknya dia sengaja biar tidak dimarahi deh," jawab Damar
"Yaudah, bawa ke mobil dek!" perintah Bayu
"Why always me?" tanya Ahmar
"Karena lo jomblo!" jawab keduanya kompak
"Sial!!" jawab Ahmar yang langsung menggendong Siwi menuju ke mobilnya
"Eeiit, bukan di mobil lo, masukin ke mobil kita!" ucap Damar
"Kenapa gak bilang dari tadi sih, merepotkan saja," keluh Ahmar
Kedua lelaki dewasa itu saling senyum dan kemudian masuk kedalam mobilnya.
"Kita kasih surprise dulu sama Siwi, baru pulang ya bro?" tanya Damar
"Siaap!"
Bayu melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan hotel.
Karena mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata membuat mobil patroli polisi mengejar mereka.
__ADS_1
"Kayaknya kita diikuti polisi deh Dam?" tanya Bayu
"Iya, udah ngebut aja, jangan sampai ketangkep bisa bahaya urusannya," jawab Damar
"Siap yang mulia," jawab Bayu
**Wuushhh!!
Bayu menambah kecepatan mobilnya hingga batas maksimal.
"Gila lo Bay!" seru Damar yang langsung berpegangan ketika mobil Bayu menukik dan menikung tajam membuatnya sedikit ketakutan
"Hati-hati lo bawa anak perawan orang, jangan sampai si Ferdan murka!" ancamnya
"Santuy, kalau cuma kecepatan segitu doang mah gak masalah," jawabnya enteng
***Ciiit!!!
**Braaakkk!!
Dari arah kiri sebuah mobil patroli lain menghadang laju mobil Bayu, membuat pria itu langsung menginjak rem mendadak, hingga mobilnya menukik dan ia berhasil menghentikan mobilnya dengan selamat.
"Hampir saja, jantung ku copot Bay," tutur Damar sambil mengusap dadanya
Dua orang polisi segera turun dan mengetuk kaca mobil mereka .
*Tok, tok, tok!!
"Gimana ini?" ucap Bayu ketakutan
"Bukan gitu bro, masalahnya kita pakai seragam polisi, gue gak mau dituduh sebagai polisi gadungan buat nyulik anak perawan orang, nanti kita dikira phedopil lagi, kan serem," jawab Bayu
"Dasar lemah, udah biar gue yang menghadapi mereka," jawab Damar sombong
Ia membuka pintu mobilnya dan keluar menemui polisi itu.
"Selamat siang, sepertinya kami belum pernah melihat Bapak, apa saudara polisi dari luar kota atau darimana?" tanya seorang anggota polisi
"Siang, apa kalian tidak mengenal saya?" tanya Damar sambil membuka topinya
"Wajahnya sih familiar tapi lupa ya, kaya artis tapi gak pernah muncul di TV, kayaknya sih kenal tapi maaf suka lola (loading lama) kalau mendadak disuruh mikir gini," jawab polisi itu tertawa kecil
"Emangnya siapa anda sampai berani-beraninya mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, ingat itu bukan saja membahayakan jiwa anda tapi juga para pengguna jalan lainnya!" hardik polisi satunya
Busyet!, kurang ajar banget nih polisi, belum tahu apa siapa aku, masa sih tampang kece dan keren gini gak ada yang ngenalin kalau aku ini seorang Raja Keraton Arjowinangun,
"Terus kenapa kalau aku ngebut, apa kalian akan menangkapku dan membawaku ke penjara?" tanya Damar
"Tentu saja kami harus membawa anda ke kantor polisi untuk diberikan pengarahan agar bisa mematuhi peraturan mengemudi di jalan dan juga menaati rambu-rambu lalulintas, tidak peduli siapapun anda, kami tidak akan pandang bulu," jawab polisi itu sambil mengeluarkan borgolnya dan memasang ke tangan Damar.
"Kalian benar-benar tidak mengenal Raja kalian sendiri!" tutur Damar kesal
"Benar-benar gak ada ahlak kalian!" imbuhnya lagi sambil melepaskan seragam polisinya
__ADS_1
Melihat Damar yang sudah diborgol membuat Bayu segera keluar dari dalam mobilnya.
"Ada apa sih kok rame banget kayaknya," ucap Bayu santai
"Nah kalau ini saya kenal, Mas Bayu kan?, dokter yang nolongin saya pas kejebur got saat ngejar-ngejar jambret," ujar sang polisi senang
"Giliran sama preman aja kalian kenal, sama orang baik-baik kaya saya malah gak dikenal nasib-nasib gini banget jadi Raja gak diakui," keluh Danar
"Diam lo, masih aja ngaku-ngaku jadi yang mulia Raja, untung kamu temennya Mas Bayu makannya kita lepaskan, kalau bukan sudah kami masukan kandang macan tahu!" cibir sang polisi ketus
"Tapi beneran lo Pak Polisi kalau teman saya ini Raja Keraton Jogjakarta," tutur Bayu meyakinkan
"Mosok sih?" tanya sang polisi sambil menatap wajah Damar lekat-lekat
"Sek, sek, kalau gak salah aku punya foto yang mulia sinuwun Prabu Damar Langit loh, soalnya istri aku tuh ngefans banget sama beliau, jadi suka jadiin fotonya photo profil di WhatsAppnya," tambah polisi satunya
Ia kemudian membuka ponselnya dan menyamakan wajah Damar langit dengan PP WhatsApp Istrinya.
"Lah dalah!, beneran, emang bener-bener mirip," ucapnya berdecak kagum
"Bukan mirip lagi, itu emang photo aku!" tutur Damar kesal
"Masa sih, coba lihat," ucap Polisi satunya
"Ini sih bukan mirip lagi, emang dia Yang Mulia Prabu Damar Langit," ucapnya langsung menghampiri Damar dan melepaskan borgolnya.
"Nuwun sewu Yang Mulia Prabu, maafkan hamba yang tidak mengenali anda," ucap Polisi itu sambil bersimpuh dan memberi hormat dan diikuti oleh polisi satunya
"Anj*r!, jadi dari tadi kalian beneran gak kenal sama Damar?" tanya Bayu sambil terkekeh
"Inggih Mas, maklum kita kan banyakan dilapangan, gak pernah lihat TV jadi yah gini, gak kenal sama Rajanya sendiri, yang kita kenal ya cuma jambret, maling, preman sama orang-orang jahat deh Mas," jawab Polisi itu sambil tersenyum
"Terus maksud lo, gue salah satu dari mereka gitu, makanya kalian kenal gue," cibir Bayu
"Hehehehe, bukan gitu Mas, eh tapi kalaupun itu bener Mas loh yang bilang, bukan saya," jawab Polisi itu sambil terkekeh
"Suee!" jawab Bayu
Damar yang sedari tadi kesal mendadak terkekeh mendengar jawaban polos polisi itu.
"Btw udahlah daripada kalian ngelawak mulu, mending bantuin kita," ucap Damar
"Bantuin apa Yang Mulia, dengan senang hati kami siap membantu," jawabnya mantap
Damar kemudian membisikkan sesuatu kepada polisi itu, dan keduanya menggangguk setuju.
"Sekali lagi Terima kasih, karena Bapak-bapak sudah mau membantu kami," ucap Damar menjabat tangan keduanya
"Mohon maaf yang mulia, apa cuma ucapan terima kasih saja, masa sih gak ada yang lainnya," ucap Polisi itu sambil tersenyum-senyum aneh
"Maksudnya apa nih saya gak paham," jawab Damar polos
"Masa sih lo gak peka bro, uang rokok lah, mereka minta uang rokok, jadi orang jangan pelit-pelit amatlah, kasih aja lah itung-itung sedekah," tambah Bayu
__ADS_1
"Nah, Mas Bayu paham tuh, tapi bukan uang rokok juga Mas, kan kita gak ngerokok, kami cuma minta bantuan uang bensin aja, maklum bensin kami sekarat sekarang, gara-gara main kebut-kebutan sama kalian," imbuh sang polisi sambil tersenyum manis
"Sama saja!" ucap Bayu dan Damar kompak