ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Romansa Ferdan


__ADS_3

Sepulang dari Waterboom Cassey sengaja menginap di rumah Niken bersama kedua buah hatinya karena suaminya langsung pergi keluar kota setelah selesai berenang.


"Key, kalau mamih nikah sama Om Rey bulan depan boleh ga?" tanya Niken ketika melihat Cassey sedang menemani kedua buah hatinya tidur.


"Boleh dong mamih, kan Cassey sudah bilang terserah mamih sama Om Rey mau nikah kapan, karena sekarang ada Omah Arkadewi yang membantu Key merawat Rendra, jadi mamih gak usah khawatir," jawab Cassey


"Makasih ya sayang udah mau ngertiin mamih, btw besok temenin mamih buat fitting baju pengantin ya?" tutur Niken


"Yoi, atur aja jam berapa jalannya, biar aku nanti minta tolong Omah Arkadewi untuk menjaga Rendra, kalau Kimmy kan bisa diajak," jawab Cassey


"Ok, yaudah aku telpon Rey dulu jam berapa besok dia mau fitting bajunya," sahut Niken


"Silahkan," Cassey segera menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya disamping putranya.


************


Pagi harinya seorang sopir Istana datang untuk menjemput Cassey kembali ke istana.


"Mih, jangan lupa kabarin Cassey kalau mau fitting baju ya," ucap Cassey


"Iya sayang, kamu hati-hati ya," jawab Niken


Niken melambaikan tangannya kepada Cassey yang melesat meninggalkan rumahnya.


"Kamu mau kemana ka, kok tumben rapi banget?" tanya Ayu


"Mau ke kantor lah," jawab Ferdan


"Bukannya libur kamu, jangan bohong deh, mau kemana?" tanya Ayu serius


"Mau cari istri baru lah, biar bisa ngurusin aku, gak kerja terus tiap hari, sampai-sampai anak dan suaminya terlantar gak diurusin," sindir Ferdan


"Apa!, lo bilang apa tadi!" teriak Ayu


"Gue mau cari istri lagi!" jawab Ferdan lantang, membuat Ayu berang dan langsung berlari keluar kamar.


"Dasar lemah, gitu doang langsung kabur nangis, pasti mau ngadu tuh sama Ibunya," Ferdan segera mengambil tas kecilnya dan bergegas keluar dari kamarnya.


Saat ia akan keluar dari paviliunnya, Ayu sudah menghadang jalannya didepan pintu dengan membawa pisau dapur.

__ADS_1


"Mau ngapain Yu, bawa-bawa pisau di tengah-tengah pintu?" tanya Ferdan sambil terkekeh


"Gue mau bunuh lo, awas aja berani melangkahkan kaki lo keluar rumah, gue gak segan-segan buat mengahabisi nyawa lo, sekalian gue mutilasi biar gak ada yang ngenalin mayat lo!" ancam Ayu sambil mengacungkan pisaunya pada Ferdan.


"Astaghfirullah, nyebut Yu, istighfar, jangan main-main sama benda tajam itu bahaya!" jawab Ferdan berusaha menenangkan Ayu agar bisa mengambil pisau dapurnya


"Mundur lo!, gak usah ngajarin gue, dasar lelaki bajing*n beraninya lo mau nikah lagi, langkahin dulu mayat gue kalau lo mau cari istri baru lagi, baru juga punya penghasilan kecil sudah sok-sokan mau nikah lagi, gimana kalau jadi bos makin sombong aja deh lo!" cibir Ayu


"Yaelah, orang cuma bercanda lo anggap serius Yu. Hadeeh, emang gue gak ada bakat buat jadi pelawak ya, lagian mana berani gue nikah lagi, bisa-bisa gue di bantai sama kakak lo!" keluh Ferdan


"Makanya kalau bercanda jangan kelewatan, lihat-lihat juga sikonnya, jangan asal jeplak aja," sahut Ayu


"Iyeh Yu, aku minta maaf, udah bikin lo spanneng, tapi sebenarnya gue juga manusia biasa yang butuh diperhatikan dan disayang sama istrinya, makannya gue cari perhatian lo dengan cara kaya gitu, masa tiap hari gue harus nyuci baju sendiri, nyetrika sendiri, masak sendiri, makan sendiri padahal gue punya istri. Lo terlalu sibuk kerja sehingga gue terlantar dan tidak terurus," jawab Ferdan merebahkan tubuhnya di sofa


"Kamu juga jarang pulang ke rumah, sekalinya dirumah bukannya ngurusin laki lo, kamu malah asik posting endorsan sama ngurusin bisnis online kamu, terus ngurusin guenya kapan. Apa perlu gue nikah lagi biar ada yang ngurusin gue," keluh Ferdan membuat Ayu menyadari kesalahannya selama ini karena telah menelantarkan anak dan suaminya.


Ia terlalu sibuk mencari rupiah agar hidup keluarganya tidak kekurangan, hingga lupa melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Maafkan aku ya ka, Insya Allah mulai sekarang gue mau mengurangi pekerjaan gue sebagai make up artist, btw lo sebenarnya mau kemana sih kok rapih banget?" ucap Niken sambil merapikan rambut suaminya


"Gue mau nganter Rey fitting baju pengantin, kan awal bulan dia mau nikah sama Niken, kenapa emangnya, apa gak boleh?" jawab Ferdan


"Sarapan apa, emangnya kamu udah masak?" Ferdan balik bertanya


"Hehehe, belom sih, yaudah aku masakin nasi goreng mau?" tanya Ayu lagi


"Gak usah, bosen gue, hari-hari makanannya cuma nasi goreng, mi rebus, mi goreng, aku pengin makan yang lain," jawab Ferdan


"Yaudah tunggu bentar aku pesenin di aplikasi online ya," sahut Ayu


"Gak usah Yu, aku mau masakan kamu aku bosen beli mulu," balas Ferdan


"Yaudah aku masakin bentar," Ayu segera bergegas menuju ke dapur


"Gak usah Yu, biar aku makan di luar sama Rey, mending kamu latih tuh karyawan kamu biar bisa kerja mandiri. Jadi lo gak harus pergi ke kantor. Kamu tinggal memantau mereka dari rumah. Juga endorsan kamu itu, kamu juga bisa cari orang untuk membantu mengurusnya kan, jadi kamu gak perlu sibuk sendiri mengurusnya. Jangan lupa butik online kamu juga, cari karyawan untuk mengurusnya. Jadilah istri yang baik agar suami kamu betah dirumah," ucap Ferdan begitu menohok hati Ayu


Wanita itu segera berlari ke kamarnya dan menumpahkan semua emosi dan kesedihannya.


"Aku pergi dulu ya," ucap Ferdan berpamitan

__ADS_1


Ayu segera mengusap air matanya dan menghampiri suaminya.


"Iya, hati-hati ya," jawabnya parau


"Kamu nangis?" tanya Ferdan


"Nggak kok cuma kelilipan,"


"Iya kelilipan debu sebesar durian, makannya matamu sampai bengkak gitu," ujar Ferdan


"Iya, aku abis nangis, sekali lagi maafin aku ya Ka. Aku tahu Ayu belum bisa jadi istri yang baik buat kamu tapi Insya Allah sedikit demi sedikit Ayu mau berubah, jadi tolong kasih kesempatan aku untuk berubah, jangan cari istri baru lagi," jawab Ayu menatapnya lekat


"Iya sayang, kapan sih gue gak kasih kesempatan buat lo, gue tuh sayang banget sama lo Ayu, makannya gue tetep bertahan sama kamu apapun yang terjadi, karena aku percaya suatu hari kamu akan berubah, jadi gak usah sedih lagi ya," ucap Ferdan mencium kening istrinya


"Makasih sayang, yaudah jalan sana kasian Ka Rey udah nungguin kamu," ucap Ayu mencium tangan suaminya dan mengantarnya sampai ke depan pintu


"Btw kamu pergi gak pakai sepatu ka?" tanya Ayu


"Eeh iya, tolong dong ambilin sepatu mahal gue di rak," pinta Ferdan


"Astaghfirullah, ini sepatu buluk banget Ka, emangnya gak pernah dicuci ya, mana kaos kaki bau banget," ucap Ayu sambil menutup hidungnya


"Emang buluk nih sepatu, tapi gini-gini sepatu kesayangan gue, dan satu-satunya sepatu mahal gue, kalau gak salah terakhir aku cuci sebulan yang lalu deh pas lahirannya Rendra," jawab Ferdan


"Astaghfirullah, pantesan bau bangke, pasti kalau dicuci terus airnya dibuang ke kali ikan-ikan langsung mati keracunan. Sudah tidak usah dipakai, pakai sepatu yang lain aja!" teriak Ayu


"Ga da lagi sayang, cuma itu satu-satunya sepatu gue," jawab Ferdan


"Yaudah beli, jangan kaya orang susah deh, masa istrinya Sultan pakai sepatu buluk, nih beli yang baru dan paling mahal!" Ayu memberikan kartu kreditnya pada Ferdan


"Thanks ya honey, btw nanti lo mau dibeliin oleh-oleh apa?" tanya Ferdan


"Melon aja, tapi yang gede-gede ya, jangan seupil-upil kaya kemarin, gak puas makannya," jawab Ayu


"Sumpeh loh, mana ada upil segede melon, ngarang aja lo, kalau upilnya segede itu, terus lobang hidungnya segede apa?" goda Ferdan


"Segede cintaku padamu," jawab Ayu sambil terkekeh


"Eeeaaaa,"

__ADS_1


__ADS_2