
Setelah Alina benar-benar sehat, akhirnya Pandu, Naeswari dan juga Danar Gumilang kembali ke Jogjakarta tentunya dengan membawa Alina.
Setibanya di Istana Danar Gumilang segera mengajak mereka menemui Welas Asih di paviliunnya.
"Bayi siapa yang kau bawa Nay?" tanya Welas Asih membuat Nay langsung ketakutan
"Eeh, dia...." Nay terlihat gugup dan tidak berani melanjutkan ucapannya
"Dia cicitku, putri Nay dan Pandu." jawab Danar Gumilang membuat Welas Asih langsung melotot.
"Bukankah bayi mereka sudah meninggal setelah operasi Caesar??" tanya Welas Asih
"Jadi, sebenarnya anak yang dilahirkan masih hidup. Nay sengaja merahasiakannya dan membawanya keluar negeri karena bayinya itu mengalami kelainan genetik. Putrinya Albino makanya karena mereka ketakutan akan dipisahkan oleh Ibu, keduanya sepakat mengikuti saran dari Arkadewi untuk memberikan bayi mereka pada Yudha, dan membuat berita bohong seolah-olah bayi yang ia lahirkan meninggal. Semuanya dilakukan supaya bayi mereka aman dan tidak dibuang dan mereka juga tidak bercerai. Jadi itu ibu hasil penyelidikan Danar," paparnya membuat Welas Asih langsung mengusap dadanya
"Astaghfirullah Nay, kau belajar dari siapa trik jahat itu, bagaimana kalau suatu saat nanti jika anak kamu sudah besar dan ada orang yang menghasutnya untuk membalas dendam padamu, kau bisa apa. Kenapa kau tidak jujur saja dari awal pada Omah, apa aku yang membuat aturan jika kamu melahirkan anak dengan kelainan genetik harus berpisah, bukankah itu kamu sendiri yang sesumbar seperti itu, seolah-olah kau ini Tuhan yang sudah tahu pasti apa yang akan terjadi. Ingat Naeswari jadi manusia itu tidak boleh sombong jaga lidahmu, karena lidahmu lebih tajam daripada pisau. Hati-hati dalam berbicara karena bisa jadi apa yang kita ucapkan akan berbalik kepada kita, makannya orang tua selalu menganjurkan untuk berbicara yang baik-baik, dan melarang berbicara kasar atau menyumpahi orang lain." ucap Welas Asih yang langsung menggendong bayi Naeswari
Ia mencium dan menatap lekat bayi mungil itu.
"Kasian kamu nduk, karena keegoisan ibu kamu kau menjadi korban," ucapnya sembari memeluk bayi mungil itu
"Sekarang terserah kau Nay, kau sendiri yang membuat janji jadi kau yang harus memutuskannya. Aku tidak mau ikut campur, aku hanya ingin kau bersikap dewasa karena kau sudah memiliki seorang anak sekarang dan kau harus memberikan contoh yang baik untuk putrimu ini. Kau harus merawatnya dengan baik, karena kita tidak tahu apakah kau bisa memiliki anak lagi atau tidak, hanya Allah yang tahu semuanya. Maka rawatlah titipannya dengan sebaik-baiknya dan syukuri saja apa yang Tuhan berikan padamu, karena kita tidak tahu ia akan jadi apa setelah dewasa nanti. Tuhan pasti akan memberikan kita yang terbaik dan sesuai dengan kemampuan kita jadi jangan minder walaupun anak kalian ini Albino tapi aku yakin dia akan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh seperti kakeknya Danar Gumilang." ucap Welas Asih memberikan bayi itu pada Naeswari
"Jadi Omah tidak jadi membuang anakku?" celetuk Nay penasaran
"Tentu saja tidak, langin siapa yang tega membuang bayi lucu seperti dia. Emangnya siapa yang bilang jika aku akan membuang anakmu?" tanya Welas Asih
__ADS_1
"Omah Arkadewi,"
"Astaghfirullah, kau jangan dengarkan omongan Arkadewi, kau harus punya prinsip sendiri. Kau sudah berani berbuat maka kau juga harus bertanggung jawab Nay," tambah Welas Asih
"Aku tidak mau berpisah dengan Pandu Omah, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki perilaku kekanakan ku. Aku janji akan menjadi pribadi yang baik setelah ini dan menjaga lisanku, aku juga akan merawat putriku dengan sepenuh hati," cicit Naeswari
"Aku bisa saja memberikan kesempatan itu padamu Nay, tapi apakah kau siap menanggung resikonya jika memiliki anak Albino, apalagi dikalangan keluarga kerajaan banyak yang tidak mau menerima bayi Albino seperti putrimu, dengan alasan membaut nama baik keluarga kerajaan tercemar, merusak garis keturunan kerajaan atau alasan lainnya. Kalau kau sanggup menghadapi semuanya tinggalah disini. Tapi jika kau tidak kuat kau bisa tinggal di bluar istana, karena Omah tahu rasanya digunjingkan setiap hari itu sangat tidak enak, harus kuat hati dan iman, dan juga akan berpengaruh pada kejiwaan anakmu nanti," jawabnya sambil menerawang mengingat masa lalunya yang kelam
"Baik Omah nanti Nay pikirkan, terima kasih sudah mau memaafkan aku dan menerima Alina disini,"
"Iya, makanya buatlah pengumuman besok bahwa anak mu belum meninggal,"
"Kau urus semuanya Danar, aku ingin beristirahat sejenak," tambah Welas Asih
"Baik Ibu," jawab Danar Gumilang
*********
"Beneran nih anak lu Kak, kok bule sih?" tanya Siwi
"Iyan anak gue emang anak setan," jawab Naeswari
"itu bukan bule dodol tapi albino," sahut Marsha
"Iya bener tuh kata Marsha, tumben lu pinter kali ini," jawab Agni
__ADS_1
"Sebenarnya gue emang pintar, cuma kalau masalah cowok emang gue dodol, tapi kalau si Siwi kebalikannya dia masalah yang lain dodol Tapi kalau masalah cowok boleh diacungi jempol," tutur Marsha
"Sue, lo!" cibir Siwi
"Anak kamu cantik banget Nay, sumpah cantik badai. Kalau dia gede selain bule wajahnya cantik pasti jadi rebutan cowok cowok," ucap Siwi
"Dan lo merasa kesaing gitu?" ledek Agni
"Ya gitu, gue takut job gue diambil sama Alina, puas lo!" jawab Siwi nyolot membuat yang lainnya tertawa
Tidak lama Lulu datang bersama Damar Langit.
"Ya Allah Nay, setan apa yang merasukimu sehingga anak cantik dan lucu kaya gini bisa-bisanya kamu berikan kepada orang lain," ucap Lulu sambil menggendong cucunya
"Setan cinta yang namanya Pandu Budhe," celetuk Siwi
"Sue, suami gue lo bilang setan!" sahut Naeswari
"Sorry Nay, canda," jawab Siwi sambil terkekeh
*********
Berita tentang Naeswari yang memiliki anak Albino akhirnya cepat menyebar ke seluruh keluarga kerajaan dan juga masyarakat Jogjakarta. Bahkan semua media massa menjadikan berita Nay dan putri Albinonya sebagai headline news. Begitu juga media elektronik dan juga pemberitaan online semuanya menayangkan pemberitaan itu sebagai berita utama yang paling diminati oleh semua warganet.
Kemunculan Alina pada akhirnya menimbulkan Pro dan Kontra seperti yang dikhawatirkan oleh Welas Asih. Wanita tua itu sampai jatuh sakit karena menghadapi banyaknya keluarga kerajaan yang menginginkan jika Alina harus dihapuskan dari silsilah keluarga kerajaan, karena dianggap telah mencemari bibit keluarga kerajaan yang terkenal melahirkan bibit unggul. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak oposisi untuk menyingkirkan Alina bahkan dijadikan alat untuk melengserkan tahta Damar Langit sebagai Raja kerajaan Arjowinangun.
__ADS_1
Tentu saja sebagai Buyut dari Alina Danar Gumilang tidak tinggal diam, bersama dengan Welas Asih ia berusaha mencari dukungan agar Alina tetap diakui sebagai keturunan Raja Keraton Arjowinangun.