ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 61#Pembalasan Cassey


__ADS_3

Danar Gumilang segera menarik Bagas yang masih asyik bercengkrama dengan Cassey di beranda rumahnya.


"Jangan pacaran dulu, sekarang saatnya kamu belajar untuk menggantikan posisi ayahmu selama dia sakit," ucap Danar Gumilang


"Maaf ya Key, Bagas harus belajar dulu, lagian kalian juga sebentar lagi nikah makanya masih banyak waktu untuk kalian bisa berduaan," kata Danar Gumilang


"Iya kakek bawa aja, gak papa, karantina sekalian biar terbebas dari virus," sahut Cassey sembari terkekeh


"Awas aja kalau kangen, jangan harap aku bakal nemuin kamu," ancam Bagas


"Diih baper, lagian siapa yang kangen sama lo, yang ada lo kangen sama gue, terus nyariin gue," cibir Cassey


"Gak bakalan aku kangen sama kamu yang ada tuh kamu yang ngejar-ngejar aku, lihat aja nanti," sahut Bagas


"Kamu!!"


"Kamu!!"


"Kamu!!"


"Kamu!!"


"Hadeeh!, kenapa jadi berantem gini sih, bukannya mau pisahan sedih malah berantem, dasar aneh!!" gerutu Danar yang membawa pergi Bagas


"Sampai jumpa baby dihari pernikahan kita, kamu yang semangat ya, belajar jadi seorang Raja yang arif dan bijaksana, aku akan selalu mendukungmu dan mendoakan yang terbaik untuk kamu," ucap Cassey lirih


Ia kemudian berjalan keluar untuk mencari udara segar.


***Buughhhhh!!


"Awww!!, dasar udik!!, kalau jalan lihat-lihat dong!, jangan main tabrak saja!" hardik Candramaya


"Sepertinya suara wanita ini tidak asing," gumam Cassey


"Kenapa gadis bar-bar ada disini, aku harus mengabari Felix kalau Cassey ada disini," gumam Candramaya meninggalkan Cassey


Cassey yang penasaran dengan Candramaya mengikuti wanita itu dari belakang.


"Mamih!" teriak Ayu menghampiri Candramaya


"Oh dia ibunya Ayu, pantas saja kelakuannya sama kaya anaknya suka merendahkan orang lain," gumam Cassey


"Ada apa?" tanya Maya


"Mamih kemana saja, ayu cariin tidak ada dikamar tadi, aku mau ajak mamih ketemuan sama Om Felix buat bahas rencana kita yang gagal," ucap Ayu


"Kenapa tidak Felix saja yang menemui kita, maleskan harus keluar buat nemuin rakyat jelata kaya dia," ucap Maya


"Gak bisa mamih, bahaya kalau Om Felix kesini, bagaimana kalau nanti Om Damar atau tante Lulu curiga, bisa diusir kita dari Istana," ucap Ayu


"Baiklah kalau gitu, ayok kita jalan sekarang mumpung sepi, jadi tidak ada yang curiga," ucap Maya


" Hmmm, berarti benar dugaan aku selama ini kalau kamu yang nyebarin video itu bukan??" tanya Cassey bertolak pinggang

__ADS_1


"Kalau iya kenapa, kamu mau ngadu gitu ke Tante Lulu atau kakek Danar Gumilang, sialahkan saja, karena mereka pasti tidak akan mempercayai kamu!" cibir Ayu dengan sombongnya


****Plaakk!!!


Sebuah tamparan mendarat dipipi mulus Ayu, Cassey sengaja menamparnya karena sudah tidak tahan dengan ucapan Ayu.


"Gimana?, sakit??, itu baru perkenalan dari gue, karena sebentar lagi gue bakal balas semua yang lo lakuin ke gue Ayu, aku gak peduli siapa lo, yang jelas orang yang sudah menyakiti Cassandra Putri Alfian harus mendapatkan balasan yang setimpal bahkan lebih keji!!" ucap Cassey


"Dasar pelakor!!, aku juga bisa merebut kembali Bagas dari kamu, dan bersiap-siaplah karena sebentar lagi kau akan menyesal karena telah berani bermain-main dengan Ayu Saraswati Dewi," Ayu segera melesatkan tangannya untuk menampar balik Cassey, tapi Arkadewi langsung menarik tangannya.


"Jangan berani menyentuh calon istri cucu kesayanganku, atau kalian akan menanggung akibatnya," gertak Arkadewi menepis lengan Ayu


Candramaya yang memang memiliki dendam pribadi dengan Arkadewi segera mendorong Arkadewi hingga wanita itu hampir jatuh bila saja Cassey tidak menangkapnya.


"Dasar wanita iblis!!, jangan sok baik kamu, jangan ikut campur urusanku!!" hardik Maya


Arkadewi hanya menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Maya.


"Sebagai seorang Iblis tentu aku lebih tahu apa yang akan kamu lakukan pada cucuku, makanya hati-hati denganku, atau akan aku akan bongkar semua kebusukanmu Maya," ucap Arkadewi


"Aku tidak takut bibi, bahkan kamu juga tidak segan untuk aku singkirkan jika menghalangi jalanku," cibir Candramaya meninggalkan Arkadewi


"Kamu belum tahu Maya yang sekarang bibi, aku berbeda dengan Maya Lima belas tahun lalu," gumam Maya


**********


"Maaf boleh numpang kedepan sebentar, aku sedang buru-buru," ucap seorang wanita


Ganendra segera membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan masuk wanita itu.


"Memangnya kamu mau pulang kemana?" tanya wanita itu


"Aku mau ke jalan Senopati , kamu mau kemana?" tanya Gaga


" Aku mau pulang kerumahku, di jalan Gajah Mada, apa kita satu arah, maaf saja aku tidak tinggal disini sebelumnya jadi tidak begitu hafal daerah sini," jawab Wanita itu


"Baiklah kita searah, naiklah!" perintah Gaga


Wanita itu segera naik dan duduk disamping Ganendra, dan Gaga segera melesatkan mobinya menuju ke Gajah Mada.


"Oh iya aku Tanaya, kamu siapa?" tanya wanita itu


"Ganendra, apa kamu tidak takut denganku, karena bisa saja aku berbuat jahat padamu?" tanya Ganendra


"Untuk apa aku takut, lagian mana ada yang berani mengganggu Tanaya keponakan dari Jaka Samudra," jawab gadis itu


***Ciiit!!!


Karena kaget Ganendra tidak sengaja menginjak rem, hingga mobilnya berhenti mendadak .


"Oh my God!!, hati-hati dong Ganendra kalau menyetir mobil?, bahayakan bila menabrak orang," ucap Tanaya


"Tadi kamu bilang keponakan Jaka Samudra, kalau boleh tahu apa yang kamu lakukan di rumah sakit tadi?" tanya Ganendra

__ADS_1


"Benar, aku hanya menjenguk Kakaku Ares yang sedang dirawat disana," jawab Tanaya


Ganendra sekilas menatap gadis disebelahnya itu.


"Cantik, tapi aku tidak menyangka kalau kamu adalah adiknya Ares, apa mungkin kamu juga sama jahatnya dengan Ares atau kalian berbeda," ucap Ganendra dalam hati


"Didepan kiri ya," Ucapan Tanaya menyadarkan Ganendra dari lamunannya


********


"Baik yang mulia, aku akan melaksanakan semuanya malam ini," jawab Felix


"Aku juga mau kamu membunuh wanita ini," Maya menyodorkan foto Arkadewi kepada Felix


"Astaga!!, bukannya dia yang mulia Arkadewi, bagaimana aku bisa membunuh dia, wanita itu sangat disegani dikalangan mafia, karena ia sering memakai jasa kami, bagaimana aku berani membunuhnya, apalagi paman Jaka Samudera adalah salah satu anak buahnya," jawab Felix


"Kamu tidak usah takut dengan dia lagi, Arkadewi yang sekarang bukan lagi Arkadewi yang dulu, dulu memang dia buas bagaikan singa, tapi sekarang singa itu telah kehilangan taring dan cakarnya, dia sudah jinak semenjak keluar dari rumah sakit jiwa," sahut Candramaya


"Benarkah??" tanya Felix


"Tentu saja, karena aku tahu semuanya tentang dia, aku adalah keponakannya," jawab Maya


"Baik yang mulia, aku pamit, besok kamu akan segera menerima kabar baik dari aku," Felix segera berpamitan dan meninggalkan Maya dan Ayu


************


"Kamu pulang saja Lu, biar aku yang menjaga Damar," ucap Ryan


"Iya aku dan Noval juga akan menjaga Damar, santuy!!, gak akan ada yang bisa menyentuh Damar karena Sang Jendral dan dua sahabatnya ada disini," ucap Ferdan


"Makasih guys, kalian memang yang terbaik," ucap Lulu merangkul ketiga sahabatnya


"Aku gak diajak nih pelukan kaya Teletubbies," kata Bayu yang bersandar dibalik pintu


"Kamu pasti ngiri ya sama kita, karena bisa dipeluk sama yang mulia Ratu," ledek Ferdan


"Hmmm, gaklah, masa aku ngiri sama sahabat aku sendiri," ucap Bayu berjalan mendekati Lulu


"Kamu baik banget Bay, makasih ya kamu udah mau jadi teman aku," ucap Lulu sembari memeluk Bayu, Bayu langsung mengerlingkan matanya kearah Ferdan dan kawan-kawannya


"Suee!!, pinter banget si Al Kw ngambil hati Lulu," cibir Ferdan


"Yaudah aku pulang dulu ya guys, daah" ucap Lulu berpamitan pada teman-temannya


"Aku antar kamu pulang Lu," ucap Bayu


"Hmmm, masih usaha aja!, tuh dokter Kw," cibir Ferdan


"Sabar Dan, inget orang sabar pantatnya lebar," jawab Ryan


"Sue!!"


Lulu berjalan menelusuri selasar rumah sakit yang mulai sepi, tiba-tiba seseorang menyergapnya dan membawanya keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


***Greepp!!


__ADS_2