ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 38. Singa betina ngamuk


__ADS_3

"Kenapa sih lo hobi banget menggendong gue, dikira karung beras apa, main panggul aja!" gerutu Kinan


Devin hanya diam tak bersuara ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


**Ciiit!!


Devin menghentikan mobilnya di sebuah mall.


"What, gak salah lo mau ngemall dengan wajah kusut , pakaian bau dan kumal kaya gini," ucap Kinan


"Udah jangan berisik orang mau beli daleman doang bukan mau nongkrong ribet banget sih hidup lo. Kalau kamu gak mau ikut ya sudah diem- diem saja disini jangan keluar!" seru Devin langsung turun dari mobilnya menuju ke mall.


satu jam kemudian ia sudah kembali ke parkiran dan melihat Kinan terlelap di dalam mobil. Ia segera melesatkan mobilnya menuju ke rumah Kinan. Setibanya di rumah Kinan.


"Bangun sudah sampai!" ucap Devin


"Berisik!"


*Plaak!!


Kinan berteriak dan langsung menampar wajah Devin.


"Astaghfirullah, nih anak. bener-bener bar-bar, gak lagi tidur atau lagi terjaga tetap saja parah," keluh Devin


"Bangun woii, bangun!!" Devin kembali membangunkan gadis itu kali ini dia menggoyang-goyangkan tubuh Kinan berharap gadis itu segera bangun, tapi sayangnya Kinan tak juga bangun.


"Dasar kebluk, susah banget kalau dibanguninnya, kaya orang mati aja kalau tidur," dengus Devin


Ia kemudian mengangkat tubuh Kinan dan membawanya ke kamarnya.


"Huft, lumayan berat juga. Makan apa sih ni anak!!" Devin segera meninggalkan kamar Kinan.


Karena merasakan tubuhnya gerah dan lengket, Devin akhirnya segera pergi menuju ke kamar mandi Kinan.


"Gue numpang mandi ya, soalnya kan aku gak tahu kamar aku yang mana, jadi maaf gak bisa izin secara langsung abisnya kamu masih molor!" Devin segera masuk ke kamar mandi itu.


Ia langsung menyiramkan air kedalam tubuhnya sambil menyanyikan lagu favoritnya.


Sementara itu Kinan mulai mengerjapkan matanya dan menatap sekeliling kamarnya.

__ADS_1


"Gue dimana ya," ucap Kinan sambil memperhatikan sekelilingnya, dan mengecek kondisi pakaiannya.


"Alhamdulillah pakaian gue masih utuh, fan aku juga ada di kamar gue, jadi sepertinya si Cumi gak macem-macem sama gue," ia kemudian turun dari ranjangnya


"Kok sepertinya di kamar mandi ada orang ya," gumam Kinan


"Yang dikamar mandi siapa ya, demit apa maling," ucapnya pelan


Kinan kemudian mengambil sapu dan berdiri disamping kamar mandinya. Gadis itu bersiap untuk menghajar orang yang akan keluar dari kamar mandi dengan sapu di tangannya.


Sementara Devin yang sudah selesai mandi langsung keluar dari kamar mandi tanpa tahu jika Kinan bersiap-siap untuk menghajarnya.


*Buughh!!


Kinan langsung melesatkan gagang sapu di tangannya hingga tepat mengenai wajah Devin.


"****** lo!!" teriak Kinan ketika melihat Devin kesakitan


"Awww, anj*r ini pasti ulah si Kinan!" keluh Devin


Kinan berusaha untuk menghujamkan gagang sapu untuk kedua kalinya namun Devin berhasil menagkisnya.


"Astaghfirullah Piranha, kamu tuh benar-benar bar-bar plus gak tahu diri ya!!" ucap Devin dengan nada tinggi, ia langsung mengambil gagang sapu dari tangan Kinan dan memojokkan gadis itu ke dinding kamarnya.


"Mau bunuh gue, baik karena lo sudah menebar genderang perang ayo, gue layanin kamu," ucap Devin mendekatkan wajahnya kepada Kinan, hingga gadis itu ketakutan dan memejamkan matanya


"Ciih, gini aja lo udah takut gimana kalau gue melakukan hal lain yang lebih hot!" goda Devin sengaja mendekatkan bibirnya ke bibir Kinan


"Kamu mau apa lepasin gue!" teriak Kinan saat Devin terus mendesakkan tubuhnya hingga keduanya saling bersentuhan.


Devin menyeringai menatap wajah Kinan yang sudah pucat pasi.


"Lepasin gue, atau lo bakal dihajar Papih karena berani menyentuh gue!" ancam Kinan


"Gue gak takut, paling juga disuruh nikahin kamu, gak masalah kan?" goda Devin, dalam hati pemuda itu tertawa geli melihat ekspresi Wajah Kinan yang biasanya bar-bar kini seperti kucing yang disiram air.


"Jangan macam-macam atau gue hajar lo!" teriak Kinan yang langsung mencoba menggerakkan tangannya untuk menghajar Devin akan tetapi pria itu langsung mengunci tangan Kinan hingga gadis itu tidak bisa berkutik.


"Ternyata kamu sukanya main kasar ya sayang, baik kalau gitu gue akan ikuti kemauan lo!" tandas Devin dengan tatapan menggoda

__ADS_1


"Dih najong banget, bukannya gue nafsu sama lo Cumi yang ada hue jijik!" hardik Kinan


"Sekarang lo boleh bilang jijik, tapi setelah ini lo bakal menikmati setiap sentuhan lembut dari gue, dan bisa jadi bikin lo ketagihan," bisik Devin sambil menggigit manja telinga Kinan hingga membuat tubuh gadis itu bergetar


"Apalagi sekarang tidak ada orang dan hanya kita berdua disini, jadi kita bisa ....," ucap Devin sambil tersenyum simpul menatap wajah Kinan


"Sue, kenapa jantung gue jadi berdebar-debar gini ya, mana senyum si Cumi manis banget lagi, lama-lama hati aku bisa meleleh ini, duh gak boleh tergoda, cukup Levin yang ada fi hati gue jangan ada yang lain titik." batin Kinan


Gadis itu langsung memejamkan matanya ketika Devin mendekatkan bibirnya seperti hendak menciumnya.


"Tuh kan lo ngarep baget gue cium, tapi sayangnya gue gak mau nyium cewek yang belum mandi tuh, hahaha!" ujar Devin sambil terkekeh dan melepaskan Kinan


"Sial, udah tegang gini malah gak jadi, eeiit tapi kenapa gue malah ngarep si Cumi nyium gue ya, diih amit-amit sembilan tanjakan, delapan pengkolan dan tujuh turunan jangan sampai gue suka sama tuh cumi!" gumamnya sambil memegangi bibirnya


"Kenapa lo, nyesel ya karena gak jadi di sun babang Devin, uuncch....kasian, tayang-tayang," ledek Devin sambil mencubit pipi Kinan


"Iiishh, jangan cubit, sakit tahu!" seru Kinan


"Oh Sakit ya, sorry sengaja," ledek Devin lagi


"Dasar Cumi, rasakan pembalasan gue," Kinan langsung melesatkan pukulannya kearah Devin namun lelaki itu selalu saja bisa mengelak serangannya.


"Gak kena, gak kena, wee!" ledek Devin sambil menjulurkan lidahnya


Kinan yang sudah terlanjur kesal langsung melempari pemuda itu dengan benda-benda yang ada didekatnya, sementara Devin terus saja menghindar.


"Baiklah cumi karena kau sudah membangkitkan singa betina yang sedang tidur maka kau harus bersiap menghadapi amukannya," Kinan langsung memasang kuda-kuda untuk melepaskan tendangan mautnya.


"Wew, ada singa betina ngamuk, lari!" seru Devin yang langsung berlari keluar dari kamar Kinanti


"Jangan lari lo cumi, berhenti!!" Kinan langsung berlari mengejar pemuda itu hingga terjadi aksi kejar-kejaran di dalam ruang tamu


"Jena lo sekarang, mau lari kemana lagi lo!" seringai Kinan ketika berhasil menarik handuk Devin


"Lepasin Piranha, jangan di tarik bahaya!" seru Devin


"Cih dasar cumi, pasti lo takutkan karena gue akan menghajar lo, dasar penakut, rasakan ini!" Kinan langsung menarik handuk Devin dan bersiap-siap melepaskan pukulannya.


Namun bukannya pukulan yang ia lepaskan kearah Devin malah teriakan histeris yang ia keluar dari bibirnya.

__ADS_1


"Aaaaaa!!" gadis itu berteriak sambil menutup matanya


"Gue bilang juga apa, ngeyel sih lo!" cibir Devin sambil mengambil handuknya dan memakainya lagi


__ADS_2