ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 3. Adrian


__ADS_3

"Cantik," ucap Adrian


Lelaki itu kemudian membawa paksa Alina menuju ke mobilnya.


"Kamu mau ajak aku kemana?" tanya Alina sambil berusaha meronta, namun tenaga Adrian terlalu kuat sehingga ia tidak bisa melepaskan diri darinya.


"Ka Rendra, tolong Al!" teriak Alina


"Percuma saja lo teriak, gak ada yang denger!" Adrian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Gue mau kasih lo pelajaran yang gak lo dapat dimanapun!" ucap Adrian menyeringai


*Ciiit!!


Adrian menghentikan mobilnya dan mengajak keluar Alina dengan paksa. Ia menyeret Alina menuju ke sebuah perkelahian antar pelajar yang sedang terjadi sengit di tengah jalanan.


"Ryan!!, untung kau datang, cepat bantu kami!" teriak seorang anak lelaki memberikan sebuah samurai kepada Adrian


"Sekarang akan aku tunjukkan pertarungan yang sebenarnya padamu, kuharap kau bisa belajar dari sini, bagaimana caranya menyelamatkan diri dan bertahan di tengah gempuran musuh-musuhmu yang menggunakan senjata tajam," ucap Adrian menyeringai dan mendorong Alina menuju ke tengah pertempuran


Gadis itu sangat terkejut dan ketakutan, apalagi ketika beberapa orang pemuda menyerangnya dengan beringas.


Astaghfirullah, kenapa jadi begini, mana aku tidak bawa senjata sama sekali.


Dalam keadaan genting Alina teringat pesan buyutnya Danar Gumilang yang selalu berpesan padanya agar selalu menghadapi setiap masalah yang datang, bukannya lari dari masalah. Maju berperang atau mati tenggelam, lebih baik mati terhormat daripada hidup tapi berkhianat.


Gadis itu kemudian memantapkan hatinya dan maju menyerang musuh-musuhnya.


*Wuuushh!!


Adrian segera menarik lengan gadis itu ketika seseorang handak menebaskan samurai kepada Alina.


Alina hanya bisa membelalakan matanya melihat Adrian yang berkelahi bak seorang kesatria dalam negeri dongeng. Ia menghajar musuh-musuhnya dengan sekali tebasan pedang.


Tiba-tiba suara sirene mobil polisi membubarkan semua pemuda yang terlibat tawuran. Semuanya lari tunggang-langgang meninggalkan area pertempuran tidak terkecuali Adrian yang langsung menggandeng Alina berlari meninggalkan tempat itu menuju ke mobilnya.


Ia langsung melesatkan mobilnya meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi bak seorang pembalap.


"Pelan-pelan, aku takut!" teriak Alina sambil memejamkan matanya.


*Ciit!!


Adrian segera menghentikan mobilnya dan mengajak Alina turun dan memasuki sebuah rumah yang cukup mewah.


"Cepat masuk!" ajak Adrian


Alina segera masuk kedalam rumah, dan Adrian langsung menutup gerbang rumahnya.


"Huufftt, aman juga!, mudah-mudahan polisi itu tidak sampai mengejar ke sini!" ujar Adrian


"Sekarang kamu cepetan ganti baju!" perintah Adrian memberikan sebuah baju ganti pada Alina


"Dimana ganti bajunya?"


Adrian langsung menarik lengan Alina menuju ke kamarnya.


"Jangan lama-lama," ucap Adrian

__ADS_1


**Ting, nong, ting, nong!


Adrian terlihat pucat, dia takut jika polisi yang menekan bel rumahnya.


Benar saja ketika ia mengintip dari tirai rumahnya ia melihat dua orang polisi memasuki halaman rumahnya, beruntugnya ibunya baru pulang kerja dan langsung menghandle dua orang polisi itu.


"Tidak mungkin anakku terlibat tawuran, dia itu anak rumahan dan tidak pernah kemana-mana, kalau kalian tidak percaya mari silahkan masuk, kita check saja. Biasanya Ryan sedang tidur siang," ucap Raquel meyakinkan para Polisi itu.


Adrian segera berlari ke kamarnya.


"Kau dikamar mandi saja, jangan keluar sebelum aku bukakan pintunya!" seru Adrian mendorong Alina menuju ke toilet dan menguncinya


"Hey, kelauarkan aku!" teriak Alina


"Jangan berisik, atau kau akan ditangkap polisi!" jawab Adrian


Alina langsung diam, dan menunggu di dalam toilet. Sementara itu Adrian langsung berbaring di ranjangnya dan menarik selimutnya.


Raquel segera membuka kamar Adrian dan menunjukkan pada polisi bahwa Adrian memang sedang tidur siang.


"Tuh Bapak lihat sendiri kan putra saya sedang tidur siang," ucap Raquel dengan nada kesal


"Maafkan kami ibu, soalnya tadi ada yang bilang kalau salah satu dari pelaku tawuran masuk ke rumah ini," jawab polisi itu


"Terserah Bapak kalau mau geledah rumah saya silahkan!" tantang Raquel


"Baik Bu, kami akan segera memeriksa rumah Ibu,"


"Ada apa ini mom?" tanya Adrian pura-pura bangun dan memakai kacamata tebalnya


"Tuh kan gara-gara Bapak, putra saya jadi kebangun deh!" cibir Raquel


Adrian langsung berlari ke kamar mandi ketika melihat polisi akan menggeledahnya.


"Maaf Pak, permisi saya kebelet!" ucap Adrian pura-pura


Ia langsung masuk kedalam toilet agar polisi tidak menemukan Alina.


"Sssttt!" ucap Adrian menutup mulut Alina


"Ada apa?" bisik Alina


"Ada polisi di luar, makanya diem," sahut Adrian lirih


Alina hanya menggangguk dan langsung diam.


*Tok, tok, tok!


"Aku masih mules mom, lagian disini gak ada siapa-siapa, kalaupun ada penjahat pasti Ryan langsung teriak!" seru Adrian


"Iya sayang!" jawab Raquel


"Tuh Pak, denger sendiri kan, mending geledah ruangan lain saja!" ajak Raquel


Setelah memastikan polisi keluar dari kamarnya Adrian segera keluar dari kamar mandi.


"Maaf ya, gue terpaksa lakuin ini ke lo. Gue gak mau kamu ketangkap sama polisi," jawab Adrian datar

__ADS_1


"Tapi aku harus pulang ke rumah ini sudah sore, aku takut Ayah sama Ibu nyariin aku!" ucap Alina


"Tunggu sebentar, sampai para polisi itu pergi, aku janji akan mengantarmu pulang!" sahut Adrian


"Aku boleh pinjem ponselmu untuk menelpon ibuku?" tanya Alina


Adrian segera memberikan ponselnya kepada Alina.


"Kalau ponselmu mati cash saja disana, aku mau melihat apakah polisi itu sudah pulang atau belum," Adrian segera keluar dari kamarnya untuk melihat para polisi itu


"Mereka sudah pergi Mom?" tanya Adrian


"Sudah, memangnya kamu habis tawuran lagi?" tanya Raquel


"Kok Momy ngomong gitu?" tanya Adrian


"Sudahlah Adrian, Momy sudah tahu semuanya. Aku sudah tahu kamu itu kalau diluar seperti apa. Dan kamu pura-pura jadi anak rumahan dan culun jika dirumah saja. Itu semua kamu lakukan karena kamu tidak mau dipaksa sekolah diluar negeri sama Papih kamu kan?"


"Momy sudah tahu lama nak, cuma aku tidak mau berdebat dengan kamu apalagi Papih kamu," tambah Raquel


"Maafin Ryan Mom, aku lakuin semua ini karena gak mau pisah sama Momy, aku gak mau ikut Papih ke luar negeri. Aku mau tetap sama Momy apapun yang terjadi," ucap Adrian memeluk ibunya


"Tapi ingat nak, ibu tidak bisa memberikan banyak materi padamu, jika kau memilih tinggal bersama momy kamu harus hidup sederhana dan jangan suka hura-hura seperti dulu," tutur Raquel


"Iya Mom, aku paham, dan aku bisa terima semua itu mom," jawab Adrian


"Momy jangan khawatir, nanti aku juga akan mencari kerja supaya Momy tidak usah kerja membanting tulang untuk membiayai biaya sekolah Ryan," jawab Adrian


"Iya Boy, yaudah kamu makan dulu, tadi momy sudah belikan makanan kesukaan kamu," ucap Raquel


"Ok Mom,"


Adrian segera kembali ke kamarnya untuk mengajak Alina keluar rumah, saat melihat Ibunya masuk ke kamarnya.


"Ayo cepetan!" ucap Adrian menarik Alina keluar kamarnya.


Tiba-tiba saat keduanya hendak keluar dari pintu rumahnya, Raquel memergoki keduanya.


"Siapa dia Ad?" tanya Raquel


"Dia teman Adrian Mom, maaf aku belum sempat mengenalkannya pada momy," ucap Adrian


"Apa dia pacar kamu?" tanya Raquel


"Bukan Mom, dia temen aku, dan aku bisa pastikan kami tidak ada hubungan apa-apa, just friend no more!" jawab Adrian


"Momy juga gak masalah kalau kalian ada hubungan, karena itu normal sayang," jawab Raquel sambil terkekeh


"Mom, aku nganter dia pulang dulu ya," ucap Adrian berpamitan


Adrian segera mengajak Alina keluar rumahnya setelah berpamitan dengan ibunya.


**Buughhh!!!


Sebuah pukulan keras menghantam wajah Adrian ketika akan menyalakan mesin motornya.


Rendra langsung menarik kerah baju Adrian dan kembali menghajarnya hingga pemuda itu meringis kesakitan.

__ADS_1


"Sudah kak, cukup!" ucap Alina memisahkan keduanya yang nyaris melakukan baku hantam


"Sekali lagi kau berusaha menculik adikku, maka jangan salahkan aku jika aku akan menghabisi nyawamu!" ancam Rendra


__ADS_2