
"Rey, kamu harus menyelamatkan Key, aq takut terjadi sesuatu sama dia, hiks, hiks,...." ucap Niken sembari tersedu-sedu
"Iya sabar Niken, kita baru akan bergerak setelah ada keputusan dari paman Danar yang juga masih menyelidiki kasus ini bersama Tama," jawab Ryan
"Iya, tapi jangan lama-lama," ucap Niken
"Yaudah kayaknya mereka udah pada siap untuk menyerang markas Naga Api, gue jalan dulu ya?, kamu hati-hati dirumah," Ryan berpamitan
"Aku ikut?" ucap Niken
"Ikut kemana?, kan gue bukan mau ngemall atau jalan-jalan honey, aku mau berperang aku mau berjihad untuk menyelamatkan anak kamu sayang, jadi kamu stay at home aja ya, don't go anywhere, karena nanti aku bingung menyelamatkan siapa kalau kamu juga diculik sama Ares," balas Ryan
"Iya, terus seandainya bener gue diculik lo mau menyelamatkan siapa?, gue atau Cassey?" tanya Niken
"Cassey dong, baru kamu," jawab Ryan
"Kok gitu Rey, bukannya aku dulu baru Key kan Key bisa beladiri sedangkan gue gak," ucap Niken kesal
"Nah itu dia sayang jawabannya, karena Key bisa beladiri kemungkinan untuk celakanya besar, tapi kalau kamu gak bakal celaka malah akan mencelakakan orang lain dengan senyum manis kamu itu," jawab Ryan
"Maksud lo??" tanya Niken
"Maksud aku itu senyuman manis kamu itu adalah candu yang bisa memikat hati seorang pria dan bertekuk lutut sama kamu, makanya jangan sering-sering senyum sama orang lain bahaya," ujar Ryan
"Diih, babang Rey jelous ya, santuy aja sayang senyumanku memang untuk semua orang tapu hatiku cuma untuk babang Rey seorang," jawab Niken
"Eeeaaa, mulai ngugombal nih si eneng, btw jangan sering-sering senyum sama orang lain pokoknya, apalagi senyum-senyum sendiri, bisa dikira orang gila nanti, masa cantik-cantik gila," kata Ryan
"Sue!!" jawab Niken sebal
**********
Semuanya sudah berkumpul di aula Keraton, mereka menunggu kedatangan Ryan yang masih dalam perjalanan menuju istana.
"Cie... akhirnya nyampe juga, lama banget Rey ngapelnya, ngapain aja sih lo sama Niken?" selidik Ferdan
"Yeaah, kepo!" jawab Ryan
"Biasalah Dan, paling takbiran terus dikasih pepes terakhir minum jus markisa," sahut Noval
"Jus markisa apaan Pang?" tanya Ferdan
"Ya minuman dong Ferdan kan abis makan pepes haus tuh, ya minum juslah biar seger," jawab Noval
"Iyeh tahu, tapi gue tahu itu tuh kiasan bukan makna sebenarnya kan?" tanyanya curiga
"Bisa ae lo tukang jus, " jawab Noval
__ADS_1
"Buruan apa!, jangan buat gue penasaran?" cecar Ferdan
"Jangan suka meninggalkan aku, rindu yang sangat menyiksa," jawab Noval
"Eeeaaa!!, Bisa ae, lampu taman," jawab Ferdan
"Suee!!, gue dibilang lampu taman!" cibir Noval
"Abisnya lo potong rambut botak gitu, bikin silau aja kaya lampu taman!" ledek Ferdan
"Suee lo, orang cepak gini dibilang botak," jawab Noval mengusap kepalanya
"Sudah jangan bercanda mulu, sekarang karena kita sudah lengkap kita jalan sekarang!" ajak Danar Gumilang
"Kita ikut ya kakek?" ucap Naeswari
"Ok, terus temen kamu satu lagi mana tuh yang namanya kaya tas mahal itu, siapa tuh, mwa, omes apa kremes," jawab Danar Gumilang
"Hermes opah," sahut Hermes yang keluar dari belakang Bagas
"Iya Hermes, maaf opa susah ngucapin nama kamu cuma kalau inget kamu opah tuh inget sama salah satu brand tas mahal, kesukaan mamahnya Tama," ucap Danar
"Iya opah, gak papa," jawab Hermes
"Btw Ratu alay gak ikut nih, " ucap Ryan
" Ok, kalau gitu kita jalan sekarang," ucap Danar Gumilang
Semuanya kemudian masuk kedalam mobil dan segera meluncur menuju markas Naga Api.
"Bagus, semuanya sudah pergi kesana, kalian tidak tahu kalau Key tidak ada di markas Ares, tapi ia ada bersamaku," ucap Candramaya tersenyum sinis memandangi kepergian Danar Gumilang dan yang lainnya
**********
Cassey menggigil kedinginan, ia tidak kuat menahan dinginnya air Es yang kini menjalar di tubuhnya.
"Gue bisa mati membeku kalau kaya gini, papih tolong Key, gue gak kuat lagi," ucap Cassey, pandangannya mulai kabur dan nafasnya terasa berat
Gadis itu mencoba menepuk-nepuk pipinya agar tetap sadar.
"Ayo Key, kamu harus kuat!!, jangan mati dulu, ingat!!, kamu belum nikah, nikah dulu baru mati," ucap Cassey menyemangati dirinya
Cassey merasakan ada seseorang yang mendekat kearahnya.
"Siapa kamu?" tanya wanita itu
"Tolong aku tante, dingiin!" ucap Cassey lemah
__ADS_1
Wanita itu kemudian menyalakan ponselnya dan menatap wajah Cassey yang sudah membiru karena kedinginan, ia mengusap wajah itu dengan lembut dan segera membawa Cassey keluar.
"Aku tidak kuat berjalan tante, aku butuh baju, agar tubuhku tidak membeku kedinginan," ucapnya
Wanita itu segera membuka baju Cassey dan memberikan sweaternya kepada Cassey.
Wanita itu memapah Cassey keluar dari gudang pengap itu.
"Kita mau kemana tante?" tanya Cassey
"Aku akan membawamu ke rumahku," jawab Wanita itu
Cassey tidak menaruh curiga pada wanita itu dan segera mengikutinya, hingga mereka tiba disebuah rumah yang sangat asri.
"Sekarang ganti bajumu, dan pakai baju itu!" perintah wanita itu
Cassey langsung menuruti perintah wanita itu, selesai berganti pakaian wanita itu memberinya makan dan gadis itu langsung makan dengan lahapnya.
"Sekarang istirahatlah, persiapkan tubuhmu, karena besok kita akan melakukan perjalanan jauh," ucap wanita itu sebelum pergi meninggalkan Cassey
**********
Ryan dan kawan-kawannya segera turun dari mobilnya dan merangsek masuk ke markas Naga Api. Mereka masuk ke markas itu diam-diam agar tidak memancing Ares dan anak buahnya keluar
"Kita berpencar, ingat segera nyalakan petasan itu jika kalian dalam bahaya," ucap Danar Gumilang membagikan mereka petasan
Semuanya segera berpencar untuk mencari keberadaan Cassey.
"Sial!!, kenapa tidak ada!, dimana mereka menyembunyikan Key!" gerutu Ryan
"Mungkin mereka sudah memindahkan Cassey dari sini kali Om, " sahut Bagas
"Kamu benar baby, sepertinya kita harus memberi tahu yang lain, aku takut ini jebakan, supaya kita kesini dan mereka membunuh Cassey ditempat lain," jawab Ryan
Ryan bersama Bagas dan Pandu segera pergi meninggalkan ruangan itu, tapi Ares sudah berdiri didepannya sembari menyeringai
"Aku hanya punya urusan dengan Ryan, jadi tolong yang lainnya menyingkir dari depanku!" gertak Ares
"Dimana kamu sembunyikan Cassey!!" tanya Ryan
"Carilah sendiri kalau ketemu silahkan bawa pulang, " jawab Ares
"Tapi sebelumnya langkahi dulu mayatku!!" gertak Ares mengeratkan tangannya
"Ok, siapa takut lo jual gue beli, jangankan melangkahi mayat lo, melangkahi lo hidup-hidup aja gue berani, so kuy serang!!" jawab Ryan
"Kali ini kau akan mati Rey, kau tidak tahu aku sudah meminum obat doping hari ini khusus buat membunuh kamu," gumam Ares
__ADS_1