
"Sekarang tinggal lo bencong, maju lo!" tantang Kinan
"Gila ni cewek kuat banget, gue harus manggil bala bantuan lain supaya bisa mengalahkan gadis itu," batin Alex
Ia segera bersiul dan tidak berapa lama puluhan anak Pank keluar dari sebuah ruko.
"Anj*y!, bener-bener bencong lo, beraninya keroyokan, gak tahu aja lo berhadapan dengan siapa!" tantang Kinan
"Serang gadis itu!" seru Alex
"Kualat lo, ngelawan Bu guru, sini maju kalau berani!" Kinan mengeluarkan penggaris besi dari tasnya
"Maju lo!!" tantang Kinan sembari memukul-mukulkan penggarisnya ke telapak tangannya.
Devin segera bangkit untuk membantu Kinan.
"Gila ni cewek kuat banget melawan puluhan bandit masih saja berani menantang anak-anak pank itu," batin Devin
"Udah lo diem-diem aja dimari, daripada bikin ribet gue," Gadis itu mengajak Devin untuk masuk kedalam mobilnya.
Setelah itu ia kembali menantang semua anak pank yang sudah mengitarinya.
Kinan langsung maju dan melesatkan penggarisnya kearah anak-anak Pank itu hingga mereka ketakutan.
Ia meliuk-liukkan tubuhnya sembari melesatkan tendangan dan juga benggaris besinya seperti sedang bermain wushu.
"Anj*r, benar-benar bar-bar nih cewek lebih baik gue kabur," batin Alex
"Maju lo, dasar pengecut!" cibir Kinan saat melihat semua anak pank lari tunggang langgang bersama Alex.
"Dasar bencong gitu aja lari, makannya jangan macem-macem sama anaknya Jenderal Mentari, mamp*s kan lo!" ujar Kinan
Setelah melihat Alex dan yang lainnya pergi meninggalkan tempat itu Kinan segera memasukkan penggaris legendarisnya dan berjalan menuju ke halte bus lagi meninggalkan Devin.
Devin yang berada di dalam mobil langsung keluar menyusul Kinan.
"Lo bareng gue aja ke Jogja, lagian sampai kapan akan menunggu bus disini, gak akan ada yang lewat," bujuk Devin
"Gak perlu, gak usah sok care sama gue, pergi lo!" usir Kinan
"Udah ikut gue gc, disini gak aman buat lo!" Devin menarik lengan Kinan agar mengikutinya, namun gadis itu langsung menepisnya.
"Sekali tidak tetap tidak, jangan paksa gue atau lo gue bikin gak bisa jalan mau!" ancam Kinan
Devin yang tidak pernah mau menerima penolakan langsung menggendong paksa Kinan dan membawanya masuk kedalam mobilnya meskipun gadis itu terus meronta mencoba melepaskan diri dari Devin.
"Duduk, diam, dan jangan keluar!" seru Devin yang mendudukan Kinan dan langsung memasangkan save beltnya.
"Diih, kok maksa banget si lo!" teriak Kinan
"Inget ya, gue paling gak suka ditolak atau gue bisa bertindak kasar dan nekat sama lo, ngerti!" benak Devin dengan wajah sangarnya tepat di hadapan Kinan.
Keduanya kini bertatapan dengan jarak yang sangat dekat, hingga membuat Kinan bisa merasakan hembusan nafas Devin. Tatapan mata tajam Devin membuat nyali Kinan menciut, karena belum pernah gadis itu menerima tatapan yang begitu intens dan menakutkan dari seorang lelaki.
"Kenapa dia begitu menakutkan ketika marah, iiih serem banget, kayaknya dia mau makan gue!!" batin Kinan
Setelah memastikan Kinan tidak akan kabur dari mobilnya, ia kemudian duduk di bangku kemudi dan langsung melesatkan mobilnya menuju ke Jogjakarta.
Hanya butuh waktu satu setengah jam Devin akhirnya sudah tiba di Jogja.
"Rumah kamu dimana?" tanya Devin
"Aku turun sini saja gak papa, nanti biar naik ojek," jawab Kinan
"Dimana rumah kamu!" tanya Devin dengan nada tinggi
"Gajah Mada no.18," jawab Kinan
Devin segera melesatkan mobilnya kembali menuju ke alamat yang diberikan Kinan.
"Maju dikit lagi, rumah yang warna putih," ujar Kinan
"Ok stop," tambah Kinan yang langsung turun dari mobilnya.
Devin segera turun dan mengantar Kinan sampai depan rumahnya.
"Bukankah ini rumah Om Rey, lalu siapa gadis in" tanya Devin dalam hati
"Ngapain kamu ngikutin gue lagi, udah pulang sana!. Gue sudah sampai di rumah dengan selamat dan tidak ada yang bakal berani gangguin aku disini , kecuali mereka mau mati!" seru Kinan hingga membuat Niken dan Ryan keluar dari dalam rumahnya.
"Malam Om," sapa Devin yang langsung mencium tangan Ryan dan Niken
"Lho kok kamu bisa pulang bareng Devin, katanya kamu lagi karya wisata ke Solo?" tanya Ryan
"Papih kenal sama dia?" tanya Kinan
"Ya iyalah dia kan Devin, teman dekatnya Kimmy," jawab Ryan
"Baru tahu gue kalo dia itu temennya Si Kimmy, Ya udah aku masuk dulu ya Pih," Kinan segera bergegas masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Devin bersama orang tuanya.
__ADS_1
"Wajah Kamu kenapa Vin, kok sampai babak belur gitu?" tanya Ryan mengajak Devin masuk dan duduk di ruang tamu
"Biasalah namanya juga anak jantan, tadi pas perjalanan menuju ke sini kebetulan kami di cegat sama brandal-brandal kampung gitu, terus ya gini deh," jawablah Devin tersenyum simpul
"Oh gitu toh, Ya sudah bentar tunggu, kamu jangan pulang dulu sebelum luka kamu itu diobatin," ucap Niken
"Nggak usah repot-repot tante, biarin aja nanti aku pergi ke klinik atau dokter saja," tolak Devin halus
"Sudah Jangan nolak, lagian itung-itung itu sebagai ucapan terima kasih kami karena kamu telah mengantarkan Kinan pulang ke rumah dengan selamat," tambah Ryan
"Kinan!!" panggil Ryan
"Kenapa Pih," jawab Kinan
"Ambilkan air hangat sama handuk kecil!" perintah Niken
"Ok Mom," Kinan segera masuk ke dapur untuk mengambil air hangat dan juga handuk kecil dan menyerahkannya kepada Niken.
"Kok malah dikasihkan Mamih, kamu bersihkan tuh lukannya si Devin, setelah itu kasih obat!" perintah Niken
"Kok Jadi Kinan si Mih yang ngobatin Devin, bukan mamih saja, atau papih gitu," jawab Kinan
"Ya kamu dong sayang yang harus mengobati Devin, secara dia kan sudah mengantar kamu sampai pulang dan melindungi kamu juga selama perjalanan pulang bukan, jadi hitung-hitung sebagai ucapan terima kasih kamu pada Devinlah, yaudah Mamih bikinin minum dulu ya," jawab Niken
"Betul tuh kata Mamih," imbuh Ryan
"Hmmm," jawab Kinan
"Kalau Kinan gak mau jangan dipaksakan Om, biar nanti saya berobat ke klinik saja lagian saya juga buru-buru mau ketemu sama seseorang," jawab Devin
"Tuh dengerin Pih, Devin aja gak mau jadi jangan dipaksain, kasian kan kalau dipaksa itu sakit Pih, " sahut Niken
"Berisik lo!" cibir Ryan
"Iya Pih, maaf," jawab Kinan
"Gak boleh nolak Dev, lagian lo telpon saja orang itu, bilang kalau kamu sekarang lagi berobat dulu karena abis kecelakaan. Pasti dia ngerti
"Baik Om," Devin segera menghubungi Baladewa untuk memberitahukan kondisinya saat ini
Kinan segera mendekati Devin dan membersihkan lukanya pelan-pelan.
"Aww, sakit. Pelan-pelan dong, jangan-jangan kamu mau balas dendam ya," ucap Devin meringis kesakitan
"Kalau iya emangnya kenapa, takut kan lo!. secara ini dirumah gue ada bokap nyokap aku yang akan belain aku jika lo berani macam-macam sama gue. Dan lo cuma sendiri disini, gak ada yang belain lo!" bisik Kinan
"Kata siapa Om Rey pasti belain gue," jawab Devin
Devin hanya tersenyum mendengar jawaban Kinan.
"Apa lo senyum-senyum, ngeledek ya?" tanya Kinan
"Diih baper banget, siapa juga yang berani ngeledekin lo, bisa-bisa habis gue dibantai sama lo kalau aku ngeledekin kamu," tukas Devin
"syukurlah kalau nyadar," jawab Kinan yang langsung membalut luka Devin
"Mau diapain gue!" seru Devin saat Kinan membalut seluruh kepalanya seperti seorang mumi
"Diem lo jangan banyak bacot!" jawab Kinan
Ryan dan Niken yang keluar untuk membawa minuman dan makanan ringan langsung terkekeh melihat Devin yang sudah dililit kepalanya dengan perban seperti seorang mumi.
"Astaghfirullah Kinan, ada-ada saja kamu, orang lagi sakit gitu malah lo kerjain jadi mumi, kualat lo!" ujar Niken
"Hehehehe, peace Mih, Pih, bye!" Kinan segera berlari masuk ke kemarnya
"Lagian lo juga nurut aja Vin," tambah Ryan
"Gue pasrah aja Om, biar Kinan senang. Lagian kalau gue ngelawan juga percuma pasti gue kalah," jawab Devin
"Maafin Kinan ya Dev, maklum dia emang suka becanda orangnya," jawab Niken sembari melepaskan perban Devin
"Silahkan di minum," ucap Ryan
"Iya Om, sekalian aku juga mau pamit karena sudah ditunggu sama klien, makasih atas jamuannya," Devin menyeruput minumannya dan kemudian pamit pulang
"""""""""""""""""""""""
Setibanya di tempat pertemuan Baladewa kaget melihat Devin yang terluka.
"Apa yang terjadi denganmu yang mulia?" tanya Baladewa
"Biasalah, tadi pas perjalanan ke sini aku dicegat oleh preman-preman yang dulu menjadi pesaingku di balapan liar, beruntugnya ada Kinan yang menolongku jadi aku bisa selamat," jawab Devin
"Wah gak nyangka kalau Bu Guru Kinan ternyata jago beladiri," jawab Baladewa
"Bukan jago lagi dia, bar-bar nian pokoknya serem deh kalau deket dia!" seru Devin
"Yaudah sekarang ayo kita temui klien kita yang sudah menunggu lama," Baladewa mengajak Devin menuju ke dalam hotel
__ADS_1
Mereka kemudian menuju ke sebuah restoran mewah yang ada didalam hotel.
Ketika Devin sudah berada didalam restoran tanpa sengaja ia melihat Kimmy sedang dinner romantis bersama Angga.
Tanpa sengaja keduanya sempat beradu pandang karena tempat duduk mereka berdekatan. Devin langsung memalingkan wajahnya agar tidak melihat wanita itu bahkan ia sengaja berpindah posisi duduknya hanya untuk menghindari Kimmy. Tentu saja hal ini membuat Kimmy sakit hati karena merasa bahwa Devin berusaha menjauhinya.
"Hmmm, apa kamu sebegitu bencinya sama gue Dev, sampai harus berpindah tempat duduk hanya untuk menjauhi gue. Gue sadar kok gak akan bisa mendapatkan lo, makanya sekarang aku janji gak bakalan mengharapkan kamu lagi dan berjanji untuk melupakan kamu untuk selama-lamanya," batin Kimmy
Ia berusaha menahan air matanya yang sudah mengembun di sudut matanya. Entahlah walaupun Devin merupakan cowok kedua dalam hidupnya tapi kenapa Kimmy terlalu sulit untuk move on dari pemuda itu, bahkan rasa cintanya yang begitu dalam sampai membuatnya ingin bunuh diri saat Devin memutuskan hubungan mereka.
"Kamu kenapa Kim, kok makanannya tidak dimakan?" tanya Angga
"Gak papa, cuma lagi mules aja, gue ke toilet bentar ya," pamit Kimmy
Iya kemudian menuju ke toilet, disana Kimmy menumpahkan semua kesedihannya dan menangis tersedu-sedu. Setelah selesai menangis ia kemudian keluar dan merapikan penampilannya.
"Ya ampun merah banget, untung gue selalu bawa obat tetes mata jadi gak ketahuan deh kalau abis nangis, mata bengkak pakai make up tebel aja biar gak ketahuan, mulai sekarang aku harus jadi kuat di depan Devin biar fiya tahu kalau gue udah bisa move on dari dia dan bahagia dengan Angga!" ucapnya lirih
Ia kemudian berjalan menuju ke bangkunya lagi. Dan ia sudah tidak melihat Devin lagi disana.
"Dia pasti udah pergi dari sini buat menghindari gue, dasar pengecut!" Kimmy langsung melahap makanannya dengan lahapnya hingga membuat Angga terkejut.
"Kamu mau nambah lagi Kim?" tanya Angga
"Gak usah, sudah cukup. Kenapa lo terkejut banget melihat gue makan banyak, gak suka?" tanya Kimmy
"Gak kok, aku suka cewek gendut, jadi keliatan seksi daripada cewek kurus," jawab Angga
"Jadi lo pikir gue gendut!" cibir Kimmy
"Bukan gitu Kim, kenapa si lo sensitif banget hari ini," keluh Angga
"Emang kenapa gak suka lo!"
"Suka kok Kim, gue suka semuanya yang ada dalam diri lo!" jawab Angga
"Diih gombal!" hardik Kimmy
"Gie gak gombal Kimmy, tapi itu tulus dari lubuk hatiku yang terdalam," Angga menggenggam erat Jemari Kimmy membuat gadis itu terdiam dan tidak bisa berkata-kata
"I Love you Kimmy," ucap Angga sambil mengecup kening gadis itu
Devin yang menatap dari kejauhan merasa ada sesuatu yang kembali membuat hatinya teriris-iris.
"Kenapa sakit sekali melihat orang lain menyetuh Kimmy," batin Devin
"Yang Mulia, sepertinya kita harus menginap di hotel untuk beberapa hari, karena urusan bisnis kita belum selesai," ujar Baladewa
"Apa tidak bisa kita bolak-balik Jogja Solo saja, sepertinya aku tidak betah lagi tinggal di Jogja Paman," jawab Devin
"Apa karena Kimmy?" tanya Baladewa
"Iya, aku menerima permintaan Bunda untuk menjadi putra mahkota karena alasan untuk melupakan Kimmy dana agar aku tidak kembali lagi ke kota ini, tapi nyatanya apa aku tetap saja kembali ke kota ini juga," jawab Devin
"Tentu saja yang mulia, kita masih akan sering mengunjungi kota ini karena alsan bisnis atau yang lainnya, jadi cepatlah move on," jawab Baladewa
"Bantu aku paman," sahut Devin
"Sebentar lagi kau juga akan melupakan Kimmy, percayalah!" jawab Baladewa
*******
Minggu Pagi Ryan mengajak Kimmy dan Niken ke alun-alun untuk lari pagi.
"Ayo lari Niken, turunkan lemak di perutmu," ujar Ryan
"Iya, sayang," jawab Niken sambil berlari kecil
Kinan langsung berlari meninggalkan orang tuanya, ia memang rutin melakukan lari cepat setiap hari libur.
"Hadeeh, nih handuk pake jatuh segala sih," Kinan menghentikan larinya dan membungkuk mengambil handuknya yang jatuh
Tiba-tiba seseorang menabraknya hingga ia jatuh ke tanah.
"Anj*r!, siapa sih yang pagi-pagi bikin gue emosi!" keluh Kinan mengepalkan tangannya
"Sorry Mbak gue gak sengaja," ucap Devin membantu Kinan berdiri, ia terkejut ketika melihat siapa yang di tabraknya.
"Kinan, aduh celaka gue," ucap Devin lirih
"Ternyata lo cumi, dasar brengs*k, terima pembalasan gue!" seru Kinan yang langsung melesatkan pukulannya kearah Devin
"Buugghhh!!" beruntung Devin langsung mengelakbhingga ia tidak terkena pukulan maut Kinan
"Gak kena, gak kena!" ledek Devin yang berlari meninggalkan Kinan, gadis itu tidak memberikan ampun padanya. Ia mengejar Devin dan melesatkan tendangannya hingga mengenai pantat Devin. Pemuda itu langsung melesat hingga menabrak wanita gendut didepannya.
Wanita gendut itu marah dengan Devin yang dikira dengan sengaja menabraknya, ia kemudian melesatkan tinjunya hingga Devin terhempas kebelakang hingga menimpa Kinan yang berdiri tidak jauh darinya.
"Sial sudah jatuh dihajar gajah pula," seru Devin
__ADS_1
"Eeh, Kinan maaf ya gue gak sengaja ," ucap Drvin yang baru sadar jika ia duduk diatas tubuh Kinan yang tertimpa olehnya.
"Peace!!" ucap Devin ketika melihat wajah sadis Kinan