ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 14. Kinanthi Setiawan Putri


__ADS_3

"Cepatan Al!" teriak Rendra saat menunggu Al yang sedang memakai sepatu


"Iya Mas," cewek itu segera naik keatas motor Rendra.


Rendra segera melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke sekolahnya.


"Astaghfirullah, buah emang jatuhnya tidak jauh dari pohonnya!" keluh Bagas


"Kenapa Romo?" tanya Kimmy


"Si Rendra itu hobinya kebut-kebutan kaya bundanya!" jawab Bagas


"So pastilah, nanti kalau gak mirip dikira anak hasil selingkuhan dong, wkwkwk," jawab Kimmy


"Bisa ae kamu, btw kok kamu gak ke kampus?" tanya Bagas


"Kimmy lagi sakit Romo," ucap Kimmy manja


"Sakit apa?"


"Sakit hati,"


"Diih, serius?"


"Kemarin Kimmy habis dibegal, terus Kimmy kena tusuk di perut," memperlihatkan bekas jahitan di perutnya


"Kok bisa sih kamu dibegal, terus kenapa gak telpon Romo?" tanya Bagas


"Gimana mau telpon, orang Kimmy di sandera!!"


"Yaudah, nanti kamu bawa pengawal aja biar aman,"


"Gak mau Romo, Kimmy malu,"


"Kenapa harus malu, kan buat keselamatan kamu juga," jawab Bagas


"Gak usah Romo, Insya Allah Kimmy masih bisa jaga diri,"


"Yaudah yang penting kalau kamu sedang dalam bahaya, segera telpon Romo atau yang lainnya,"


"Ok, Romo,"


***********


**Ciiit!!


**Braaakkk!!


Rendra meradang ketika ada seseorang yang menabrak motornya dari arah samping.

__ADS_1


"Woii, turun lo!!" teriak Bagas menarik paksa seseorang yang berada di motor itu.


"Sabar bro!" jawab seorang perempuan sambil melepaskan helmnya


"Untung cewek loh, kalau cowok udah aku hajar!!" cibir Rendra kembali naik ke atas motornya


Cewek itu hanya tersenyum mendengar ocehan Rendra.


Setibanya dikelas, Alina langsung kelasnya.


"Tumben si bule gak kesiangan datangnya," celetuk Rivan dengan nada mengejek


"Iya, pantesan ni hari panas padahal AC udah nyala. Ternyata si upik abu datang tepat waktu ke sekolah, kayaknya siap-siap kena apes deh hari ini," sahut yang lainnya.


Alina yang sudah muak melihat ocehan keduanya langsung menghampiri kedua laki-laki itu dan menghajarnya.


**Buuughh!!


"Apes kan lo!!" nyiyirnya setelah menghajar kedua lelaki itu


"Sekali lagi kalian ngomong macem-macem tentang aku akan ku patahkan tangan kalian hingga tidak bisa sekolah lagi!!" hardik Alina


"Siapa yang ngajarin kamu jadi preman disini hah!!" ucap seorang guru yang masuk sambil menjewer telinga Alina


"Aaaaarrrrgghhh!!!" teriak Alina saat guru itu menyeretnya kedepan kelas.


"Sekarang kamu berdiri didepan kelas dan angkat kaki satu sambil pegangi telinganya!" ucap Kinanthi


"Paham sampai sini!!" teriak Kinan


"Paham Miss!!" sahut semua siswa


"Good, now we will start the lesson, so let's pray begin!" semua siswa menundukkan kepalanya untuk berdoa


********


Selesai mengajar ke kelas Alina, Kinanthi masuk ke kelas Rendra.


Kelas Rendra adalah kelas terberisik karena di penuhi oleh 75% oleh laki-laki.


*Braakkk!!


Semuanya langsung diam ketika Kinanthi memukulkan penggaris besi keatas mejanya.


"Awas aja kalau ada yang berisik saat jam pelajaran saya, aku jamin tidak akan dapat nilai bagus dari saya!" ancam Kinanthi


"Perkenalkan nama saya Kinanthi Setiawan Putri guru bahasa Inggris kalian yang baru!" seru Kinanthi sebelum mengajar


Kelas sebelas Ipa 2 yang terkenal sangat berisik dan dipenuhi oleh anak-anak jahil membuat Kinanthi berhati-hati dalam mengambil tindakan di kelas tersebut.

__ADS_1


Ia sebelumnya sudah mendapatkan informasi dari para seniornya tentang kelas Ipa 2 yang suka menjaili setiap guru baru yang mengajar di kelas itu.


Sebelum duduk di kursinya ia mengecek dulu kursinya, karena kata guru-guru senior biasanya kelas ini suka meletakan lem diatas kursi guru.


"Huft, aman!!" ucapnya sambil duduk


Kinanthi merasakan ada sesuatu yang mulai merambat ketubuhnya dari belakang, membuat gadis itu terpaksa menahan nafas dan berusaha menebak makhluk apa yang sedang merayap di punggungnya.


Ia segera menangkap ular Sanca yang sedang merambat di punggungnya.


"Katakan siapa yang menaruh ular di mejaku!!" hardik Kinanti


Semua siswa diam dan tidak ada yang berani buka suara.


Sementara Adrian masih terlelap di mejanya, tanpa menyadari kehadiran Kinanti.


Sedangkan Rendra juga sedang asyik membaca komik kesayangannya di meja paling belakang.


Kinanti yang geram dengan tingkah penghuni kelas itu yang terkesan acuh dan meremehkannya, sengaja mengambil sebuah cutter dari dalam tasnya dan berniat memotong ular itu agar pemilik ular itu mengakui perbuatannya.


"Tunggu Miss, jangan dipotong ularnya, itu punya aku, tapi asal Miss tahu yang melakukan semua rencana ini adalah Jemmy, saya cuma ditugaskan membawa ularnya saja, sedangkan sutradara dan dalang semua ini ya Jemmy!" ucap siswa itu


"Jemmy maju kamu!!" seru Kinanthi


Jemmy yang sedang sakau karena sedang menikmati PCC di bangkunya hanya tersenyum sinis tanpa tahu apa yang sedang terjadi.


"Dimana Jemmy!!" seru Kinanthi


Semua siswa menunjuk Jemmy yang sedang sakau di atas kursinya.


Kinanti segera mendatangi Jemmy dan menariknya kedepan.


Mengetahui Jemmy sedang dalam keadaan tidak sadar Kimmy segera menampar pemuda itu agar tersadar dari sakaunya.


**Plaakkk!!!


Jemmy yang dalam keadaan setengah sadar Seketika wajahnya langsung memerah karena tamparan Kinanthi. Matanya juga memerah menatap Kinanthi penuh amarah dan kebencian.


Pemuda itu kemudian membalas tamparan Kinanthi dengan sebuah pukulan, yang berhasil ditepis oleh Kinanthi.


"Wow, ada pertunjukkan bagus nih!!" seru anak-anak lainnya


Jemmy segera melancarkan serangannya kearah Kinanthi membuat Adrian terbangun dan segera menghampiri keduanya.


"Hentikan Jem, lawan lo bukan dia, dia adalah guru kita tidak sepantasnya kau memperlakukan dia seperti itu!!" seru Adrian menahan serangan Jemmy


Kianthi yang mulai kewalahan menghadapi Jemmy mundur sejenak untuk mengatur nafasnya.


Rendra yang sedang membaca komik juga merasa terpanggil untuk membantu Adrian yang juga kewalahan melawan Jemmy yang seperti singa Afrika yang sedang mengamuk.

__ADS_1


"Aish, ada aja penganggu saat sedang membaca komik!" Rendra segera menghampiri Jemmy yang sedang menghajar Adrian, ia menarik kerah baju emuda itu dan langsung menghempaskan tendangannya hingga tubuh Jemmy terhempas menghantam dinding kelas.


"Hentikan semuanya!!" teriak seorang guru laki-laki yang keluar dari kelasnya karena mendengar keributan di kelas tersebut.


__ADS_2