ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 #Episode 79. Kesaksian 3


__ADS_3

"Aku ingin bertemu dengan dokter Bayu, kenapa kau membawaku ke ruang rawat inap?" tanya Baladewa


"Sebentar lagi dokter Bayu juga akan segera ke sini, jadi lebih baik kau masuk saja!" paksa Ryan


Baladewa mengikuti apa yang diperintahkan oleh Ryan, ia segera masuk ke dalam ruang perawatan itu. Betapa terkejutnya dia ketika melihat apa yang ada di hadapannya.


"Devin!!" matanyaberkaca-kaca seakan tidak percaya kalau Devin tengah berbaring di depannya


"Kau sudah datang Paman?" sapa Devin


"Benarkah ini kau yang mulia?" Baladewa mengusap lembut wajah Devin, dan pemuda itu hanya mengangguk pelan sembari tersenyum simpul padanya


"Bagaimana kau bisa selamat Dev?" tanya Baladewa memeluknya


"Panjang ceritanya Paman, tapi yang jelas aku bertahan hidup sampai sekarang karena ini,_" Devin memberikan foto kebersamaan Kinan bersama Genta


Baladewa tersenyum kecut melihat foto yang diberikan oleh Devin.


"Huft, jadi hanya karena ini kau masih bertahan hidup, keren sekali!!, kau benar-benar mencintai gadis itu sampai tidak rela jika ia bersama pria lain?" sindir Baladewa


"Kau benar Paman, aku hanya ingin mengklarifikasi semuanya, apa rumor itu benar atau cuma trik saja," jawab Devin


"Harus berapa kali aku katakan padamu, kalau politik itu kejam dan mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Lebih baik kau tanyakan langsung pada mereka agar kau tidak curiga lagi," sahut Baladewa


"Baik, itulah yang ingin aku dengar Paman. Walaupun aku tahu Kinan bukan orang seperti itu, tapi hati ini ingin mendengar langsung jawaban darinya,"


"Sekarang, orang-orang di istana mengira kau sudah meninggal, dan sekarang mereka mengincar ku agar bisa segera menyingkirkan kakakmu. Untuk itulah aku minta padamu untuk sementara waktu kau disini dulu supaya lebih aman, kita akan mengatur strategi bagaimana caranya meringkus semua pejabat istana yang terlibat kudeta bersama sekertaris Go,"


"Baik Paman, tapi bisakah kau pertemukan aku dengan Kinan, aku sangat merindukannya. Om Rey bilang dia ada di Istana, jadi tolong bawa dia ke sini sebentar saja." pinta Devin mengiba


"Baiklah aku akan menyuruh Genta membawanya kemari," jawab Baladewa


"Kenapa harus dengan Genta, tidak bisakah Kinan datang sendiri kesini,"


"Kau lupa, Kinan sekarang sedang diincar oleh para pemberontak itu karena mereka tahu Kinan adalah kelemahan Genta. Dan hanya dia satu-satunya orang yang bisa ku percaya untuk melindunginya," sahut Baladewa


"Apakah kakakku menyukai Kinan seperti yang digosipkan beberapa media online itu?" tanya Devin penasaran


"Sebagai sesama laki-laki kau tentu bisa melihatnya sendiri, bagaimana caranya dia menatap dan memperlakukan gadis itu dengan sangat lembut, itu sudah menjawab semuanya," jawab Baladewa


Devin sedikit kecewa dan tersenyum getir mendengar jawaban dari Baladewa.


"Sudahlah, jangan terlalu posesif. Kalau kau sudah yakin dengan pasangan mu maka berilah dia kepercayaan agar dia juga mempercayai kita. Hargai setiap keputusannya dan pilihan hidupnya,"


"Baik Paman ,"


"Assalamualaikum," sapa Bayu memasuki ruang perawatan Devin


"Waalaikum salam,"


"Apa Om ingin bertemu dengan saya?" tanya Bayu


"Iya, tapi sepertinya tidak jadi karena aku sudah bertemu dengan Devin, cuma aku mau minta padamu untuk menjaga dia, pastikan ia aman disini," jawab Baladewa


"Pasti, aku bisa menjamin tidak akan ada yang bisa menyentuhnya selama dia ada di rumah sakit ini," sahut Bayu


"Sekalian juga aku minta dicarikan dua orang bodyguard untuk menjagaku," tambah Baladewa


"Apa Paman sudah tidak percaya dengan kemampuan Paman sendiri sebagai seorang panglima kerajaan yang tangguh?" tanya Devin


"Mungkin kau benar Dev, tapi aku belajar untuk lebih mawas diri, karena sesakti apapun aku jika seorang diri melawan puluhan orang bersenjata tajam dengan kemampuan bela diri yang tinggi maka siapa yang bisa menjamin kalau aku akan selamat. Sekarang mereka memiliki pasukan bayaran yang sangat tangguh dan siap untuk membunuhku kapan saja, tentu saja aku juga harus menyusun strategi agar aku tidak kalah dalam perang kali ini," jawab Baladewa


"Kau butuh berapa orang?" tanya Bayu


"Berikan aku dua orang yang tangguh dan dapat dipercaya," jawab Baladewa

__ADS_1


"Kalau begitu aku saja, aku bersedia kok. Nanti sekalian aku beri bonus. Beli dua dapat tiga, keren kan!" sela Ryan yang memasuki ruangan itu


"Bagaimana?" tanya Ryan menaikan alisnya


"Maksudnya lo, Ferdan dan Opang," sahut Bayu


"Yoi, kalau di jaman penjajahan ada tiga serangkai Ki Hajar Dewantara dan kawan-kawan, makan di era milenial ini ada tiga jagoan yang tidak terkalahkan," jawab Ryan sambil tertawa kecil


"Tapi maaf, Rey. Sepertinya kalian sudah terlalu tua dan aku tidak yakin kalian bisa mengalahkan para penjahat itu!" ujar Baladewa


"Kau jangan meremehkan kami Dewa, walaupun kami memang sudah berumur tapi soal keahlian bertarung tidak perlu diragukan lagi, kau boleh mencobanya?" tantang Ryan


"Tapi yang akan kalian hadapi bukan orang-orang biasa, mereka adalah pasukan berani mati yang sengaja di datangkan dari Jepang. Mereka selalu membawa panah dan samurai, mereka juga memiliki ilmu beladiri yang tidak bisa diremehkan. Selama lima tahun aku menjadi panglima kerajaan baru kali ini aku menemukan lawan yang benar-benar menguras tenaga dan hampir membunuhku seandainya kalian tidak datang tadi," papar Baladewa


"Biarkan Ahmar dan Angga yang akan menjadi pengawal yang mulia sekalian aku beri bonus Hermes, supaya tidak kalah sama kamu Rey," sahut Bayu mengerlingkan matanya


"Sue Lo," sahut Ryan membuat semuanya tertawa mendengarnya


"Baiklah aku percaya padamu, sekarang suruh mereka menemui ku, karena aku akan segera pulang ke Cendana Kalingga dan aku butuh mereka untuk mengawalku," ucap Baladewa


"Siap yang mulia," Bayu segera menelpon ketiganya dan dalam waktu setengah jam mereka sudah tiba di rumah sakit.


"Kalau begitu aku pamit dulu, terima kasih semuanya," Baladewa segera bergegas meninggalkan rumah sakit dan kembali ke Cendana Kalingga


*************


Genta sangat marah ketika tahu banyak pejabat yang bekerja setengah hati dalam menjalankan tugasnya. Ia bahkan mengadakan sidak di beberapa kantor deputi dan Pejabat tinggi.


"Bagaimana Cendana Kalingga bisa maju apabila semua pejabatnya bekerja hanya untuk memperkaya diri sendiri, hanya ada beberapa orang saja pejabat jujur dan menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya," ucapnya geram


Ia segera menghubungi sekertaris kerajaan untuk menghubungi semua pejabat tinggi dan para Kepala deputi untuk mengadakan rapat dadakan di Balairung Raja.


"Dengarkan semuanya, hari ini aku sangat kecewa saat mengadakan sidak di beberapa kantor pejabat tinggi dan juga deputi yang hanya bekerja saat ada pengawasan dariku, tapi bermalas-malasan ketika tidak ada yang mengawasi. Hari ini aku hanya akan memberikan teguran dan SP saja, tapi jika hal ini terjadi lagi makan kalian akan aku copot dari jabatan kalian, mengerti!!" hardik Genta Bhumi


Genta segera pergi meninggalkan ruangan rapat menuju ke ruang kerjanya.


"Lihatlah dia sudah mulai menunjukkan siapa dia sebenarnya, pantas saja Yang Mulia Raja hanya membiarkannya menjadi raja sampai yang mulia Devin dewasa, mungkin dia sudah memiliki firasat kalau Pangeran Genta Bhumi akan bertindak arogan dan sewenang-wenang seperti ini," nyinyir salah seorang pejabat tinggi membuat Genta yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya.


Ia membalikkan badannya dan berjalan menghampiri lelaki itu dan melesatkan pukulan keras kearahnya.


*Buugghhh!!


"Kalau itu benar memangnya kenapa, apa kau tidak suka bekerja dibawah perintahku!!" hardiknya dengan suara lantang


"Maafkan saya yang mulia, mohon maaf atas kelancangan mulut saya, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi!!" ucap lelaki itu memohon dan bersimpuh di kakinya


"Aku tidak butuh pejabat yang tidak bisa kerja dan hanya bisa menyindir dibelakang. Jadi sekarang juga kamu saya copot dari jabatan sebagai pejabat tinggi," jawab Genta, membuat semua pejabat istana tercengang mendengarnya.


"Sekali lagi, bagi kalian semua yang tidak suka dengan kepemimpinan saya silahkan ajukan pengunduran diri, agar aku tidak perlu repot-repot mencopot jabatan kalian secara paksa!!" Genta kemudian pergi meninggalkan tempat itu dengan suasana hati yang kacau


Akhirnya aku berhasil menyulut emosi mu yang mulia. Tunggu saja, sebentar lagi kau akan dilengserkan oleh sikap kasar dan arogan mu itu,


Pejabat itu tersenyum menatap kepergian Genta Bhumi.


Sementara itu Genta Bhumi langsung membanting semua benda-benda yang ada di kamarnya untuk meluapkan kekesalannya.


Membuat Kinan yang berada di ruang sebelahnya terpaksa mendatanginya untuk memastikan apa yang terjadi.


"Kau tidak perlu marah-marah seperti itu bukan, seperti anak kecil saja, dasar baperan!!" cibir Kinan membuat Genta semakin marah dan melesatkan pukulannya ke arah Kinan, beruntungnya gadis itu masih bisa menahan pukulannya.


"Kau pikir siapa kau beraninya menasihati aku. Apa kau pikir aku suka padamu, sehingga kau begitu percaya diri akan bisa memenangkan aku!" ujar Genta kembali melesatkan pukulannya kearah Kinan.


"Dasar, brengsek siapa juga yang kegeeran sama cowok monster sepertimu!!" Kinan segera melintir lengan Genta dan kemudian mendengkul perut lelaki itu hingga mengerang kesakitan.


"Jangan berani-beraninya kau menyentuhku, atau kau akan mati!!" ancam Kinan mendorong tubuh Genta hingga terhempas ke lantai

__ADS_1


"Dasar lelaki cengeng, begitu saja sudah marah-marah," gerutu Kinan meninggalkan tempat itu


"Lebih baik aku pergi mencari Devin, daripada menasihati cowok lemah seperti dia!!" Kinan mengambil dompetnya dan pergi keluar Istana.


Ia menghentikan langkahnya ketika mendapati seorang dayang yang mengendap-endap menuju dapur istana. Kinan mengikuti dayang itu dari belakang untuk mencari tahu apa yang dayang itu rencanakan.


Gadis itu diam-diam menaburkan sebuah bubuk kedalam makanan yang akan disajikan untuk makan siang pejabat istana.


Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menginterogasi dayang itu,


Kinan segera berjalan menghampiri dayang itu untuk membawanya menemui Baladewa namun seseorang menarik lengannya hingga ia tidak bisa menangkap dayang itu.


"Siapa kau??" tanya Kinan ketika melihat seorang lelaki menariknya


"Aku Rotama seorang pengawal yang bertugas mengawasi keamanan istana Raja," ucap lelaki itu ramah


"Bagaimana kau bisa mengamankan istana Raja jika kau melepaskan seorang penjahat!" cibir Kinan melepaskan tangannya dan melangkah pergi meninggalkan lelaki itu


"Apa yang kau maksud dayang yang tadi menabur racun kedalam makanan para pejabat?" tanya lelaki itu membuat Kinan menghentikan langkahnya


"Jika kau sudah tahu kenapa tidak menangkapnya!" hardik Kinan


"Menangkap tikus kecil bukanlah solusi terbaik untuk mengetahui siapa dalangnya, kita perlu menyiapkan perangkap untuk bisa menangkap tikus besar yang menjadi otak dari kejahatan ini. Aku sedang menyelidiki kasusnya dan sebentar lagi kau akan tahu siapa orang yang menyuruh dayang itu," Rotama menarik Kinan untuk mengikutinya membuntuti dayang itu.


"Apa kau sudah melakukan semua yang ku perintahkan?" tanya seorang pejabat kepada dayang itu


"Sudah yang mulia, semuanya sudah sesuai dengan perintah anda," jawab dayang itu


"Baiklah, sekarang lakukan tugas akhir mu dan aku akan menjamin kehidupan keluargamu,_" tutur pejabat itu sinis


Wanita itu segera mengambil obat dari saku bajunya dan menelannya, tidak lama kemudian ia kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa.


Setelah memastikan dayang itu mati pejabat itu kemudian meninggalkan tempat itu.


Kinan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan segera mendekati dayang yang sudah tidak bernyawa itu.


"Sekarang kau tahu kan kenapa kita boleh menangkap tikus kecil, karena mereka sudah siap memberikan nyawanya agar bisa menyelamatkan nyawa tuannya, untuk itulah kita perlu menyediakan perangkap untuk menjebak aktor dibalik kejahatan ini," ujar Rotama menyeringai


Sebentar lagi kau akan masuk dalam perangkap ku Kinan.


"Apa kau masih penasaran untuk melihat endingnya?" tanya Rotama sumringah


"Apa kau akan menangkap penjahat sebenarnya?" Kinan balik bertanya


"Tentu saja, ikutlah denganku!!" Rotama mengajak gadis itu menuju ke tempat jamuan makan siang para pejabat tinggi Istana yang juga dihadiri oleh Genta Bhumi.


"Kita tidak perlu melihat dari dekat, karena sudah ada atasan saya yang akan menghandle kasus ini,"


"Yang Mulia, aku sudah mendapatkan informasi jika makanan ini sudah diberikan racun oleh seseorang, untuk itulah aku minta kepada semua yang ada disini jangan memakan dulu hidangan ini!!" seru seorang dari deputi pertahanan


Semuanya langsung tercengang mendengar ucapan pejabat deputi pertahanan.


Lelaki itu segera mengambil sepotong daging dan memberikannya kepada seekor kucing, dan tidak lama setelah memakan daging itu kucing itu langsung mati.


Seseorang langsung menghampiri kucing itu untuk memeriksa kondisinya.


"Kucingnya mati yang mulia!!!" serunya membuat Genta Bhumi semakin murka


"Tangkap pelakunya!!" perintah Genta Bhumi


Seseorang pejabat tinggi tiba-tiba merasa gugup dan berniat keluar dari tempat itu, membuat Genta Bhumi curiga.


"Bukan dia pelakunya!!" seru Kinan ketika Beberapa orang pengawal ingin menangkap lelaki itu, membuat semuanya ternganga mendengar ucapan Kinan


"Pelaku sebenarnya adalah dia!!" Kinan menunjuk seorang pejabat yang dilihatnya memberikan bersama dengan dayang itu.

__ADS_1


__ADS_2