ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 87 # Camping


__ADS_3

Hermes menggendong Nay yang masih belum sadarkan diri menuju ke mobilnya, ia kemudian membawanya menuju ke istana.


"Halo tante, ini Hery," pemuda itu segera menghubungi Lulu


"Iya Her, gimana keadaan Nay?" tanya Lulu


"Alhamdulillah dia baik-baik saja tante dan sebentar lagi aku akan tiba di istana," jawab Hermes


"Baiklah Hery, terima kasih banyak,"


Hermes menambah kecepatan mobilnya agar bisa segera tiba di keraton Arjowinangun.


Setibanya disana ia langsung membawa Nay masuk kedalam kamarnya.


"Sekali lagi terima kasih Hery, karena kamu sudah menyelamatkan Nay hari ini," ucap Lulu


"Sama-sama Tante, mungkin Nay baru sadar besok pagi karena pengaruh obat bius, dan Hery minta tolong sama tante jangan kasih tahu Nay kalau aku yang menolongnya," ucap Hermes


"Baik sayang," Lulu mengantar Hermes sampai ke gerbang istana


Kamu mengingatkan aku pada ka Gaga Hery,


Pagi ini SMA Budi Waluyo kembali dibuka, setelah Jaka Samudera mencabut laporannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jogjakarta.


Semua siswa kembali bersekolah seperti biasanya, tidak terkecuali siswa kelas dua belas yang terlihat masuk untuk menandatangani ijazah dan juga dokumen lainnya.


Bagas dan Cassey tampak mesra bergandengan tangan menuju kelasnya, sementara Naeswari berjalan bersama Pandu dibelakangnya mereka.


"Halo guys, apa kabar?, kangen deh udah lama gak ketemu kalian?" sapa Cassey


"Brisik!!" bentak Agni yang baru tiba dikelas


"Halo my honey bunny sweety muaach, muach," Cassey segera memeluk cewek gemuk itu


"Hmmm," jawab Agni membuat Hermes terkekeh mendengarnya


"Halo babe, how are you?" sapa Cassey menghampiri Hermes


"Good baby, how about you?" tanya Hermes


"I'm Sad babe, you know what?" tanya Cassey


"What??" jawab Hermes


"Cos I miss u, I need you, miss u so much babe," jawab Cassey menirukan lagu Cherrybelle


"Suee!!" jawab Hermes kesel


"Btw Agni kok makin kurusan ya sekarang?, apa lo diet ya ndut?" goda Cassey


"Iya diet, makannya dari lima kali sehari jadi tiga kali sehari," jawab Agni


"Suee, itumah sama aja, kirain beneran lo diet," jawab Cassey

__ADS_1


"Hmmm, aku ada ide nih, tahun ini kan sekolah kita gak ngadain jalan-jalan, bagaimana kalau kita ngadain jalan-jalan sendiri sekalian buat mempererat persahabatan kita," ucap Hermes


"Setuju!!" jawab mereka kompak


"Terus tujuan kita kemana?" tanya Agni


"Gimana kalau kita camping ke Merapi saja," jawab Hermes


"Cari mati lo, camping disana!" jawab Cassey


"Aman kok, kan sekarang Merapi tidak bergolak lagi, jadi aman," sahut Bagas


"Ok, besok kita jalan," jawab Hermes


"Kita cuma berempat nih?" tanya Agni


"Ya iyalah, siapa lagi!" sahut Hermes


"Kita ikut boleh gak?" tanya Nay yang menghampiri mereka


"Boleh dong, semakin banyak yang ikut semakin rame," jawab Bagas


"Ok, kalau gitu sampai ketemu besok ya," Hermes segera pergi meninggalkan mereka


*********


"Mah boleh ya Nay ikut camping sama ka Bagas?" rengek Naeswari


"Tanya saja papah kamu, kalau boleh, mamah si gak keberatan," jawab Lulu


"Kok gitu sih pah, kan ada ka Bagas, Cassey juga Pandu, masa Nay gak boleh ikut gak asik ah," Nay tampak kecewa dengan keputusan Damar yang melarangnya ikut


"Tentu saja kamu gak boleh ikut kalau papah gak ikut, kan papah khawatir sama kamu," jawab Damar sambil memeluk putri kesayangannya itu


"Masa papah ikut sih, kan ini acara anak muda, nanti papah ganggu lagi," goda Nay


"Hmmm, justru itu, lebih bahaya kalau papah gak ikut, kan kalian pergi cuma berenam terus pasangan semua lagi, takut aja terjadi hal-hal yang diinginkan, makannya papah akan jadi hansip disana," jawab Damar


"Iiisshh papah nih, kaya gak pernah muda aja, gak asik," gerutu Naya


Damar dan Lulu hanya terkekeh mendengar cibiran Naeswari


Pagi harinya semua tampak bersiap-siap untuk pergi Camping, sedangkan Bagas tampak kecewa karena papah dan mamah mereka ikut, ditambah Ryan dan geng gesreknya juga ikut.


"Aish, bukannya ini camping buat anak sekolah ya, kenapa jadi orang tua ikutan juga, emangnya kita masih TK apa harus dikawal juga?" tanya Bagas kesal


"Emang kamu masih TK baby," jawab Ryan


"Iyeh bener tuk kata Rey," sahut Ferdan


"Diih gaje banget sih Om," sahut Bagas


"Si baby baper Lu, dibilang Tk," jawab Ferdan

__ADS_1


"Udah Kuy jalan," ajak Cassey


Mereka segera naik kedalam mobil masing-masing, menuju kawasan Merapi.


Setibanya disana mereka segera masuk ke Vila keluarga Pandu, dan mendirikan tenda tidak jauh dari sana.


Malam mulai tiba Ryan dan kawan-kawannya tampak asyik menikmati api unggun, sedangkan Lulu dan cewek-cewek membuat pesta barbeque.


Semuanya tampak bahagia menikmati suasana malam di Magelang, apalagi Nay dan Pandu. Kedua muda-mudi ini terlihat mesra menikmati api unggun, Pandu memainkan gitarnya sedangkan Naeswari yang menyanyi. Agni juga terlihat asyik bercengkrama bersama Lulu dan Cassey.


Hanya Hermes yang berusaha menguatkan hatinya melihat Nay dan Pandu yang begitu mesra.


"Kamu kenapa Hery?" tanya Cassey menghampiri Hermes


"Gak papa kok, kenapa nanya kaya gitu sih," sahut Hermes


"Habis gimana dong, kan lo yang ngajak camping tapi lo juga yang terlihat sedih diantara kami," jawab Cassey


"Emang aku kelihatan sedih ya?" tanya Hermes sambil memanjat pohon diikuti oleh Cassey


"Banget, sebenarnya ada apa sih babe, cerita dong sama Key, kan kita best friend," Cassey duduk di ranting didahan pohon disamping Hermes


"Gak papa Key, swear!!" jawab Hermes


"Kok gitu sih kamu, main rahasia2an sama aku," Cassey mengerti kenapa Hermes tidak menceritakan masalahnya mungkin ini terlalu private sehingga ia mencoba memendam kesedihannya sendiri


Aku tahu lo pasti sedih karena lihat Nay sama Pandu kan, tapi gimana babe cinta gak bisa dipaksakan, dan mencintai itu bukan suatu kesalahan,


Ryan yang melihat Cassey dan Hermes sedang berada diatas pohon segera tersenyum sembari memikirkan bagaimana cara mengerjai kedua sahabat itu.


Ia mengajak kedua sahabatnya untuk menggoyang-goyangkan pohon mangga yang tidak terlalu besar itu membuat Cassey dan Hermes hilang keseimbangan dan jatuh.


"Kyaaa!!!"


**Bruughh!!


**Greepp!!!


Pandu dengan sigap segera menangkap Cassey sementara Hermes hanya bingung karena ia jatuh tapi tidak merasakan sakit.


"Kok gak sakit ya," ucap Hermes lirih


Ryan dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak melihat Hermes yang menimpa Agni.


"Jelas aja lo gak sakit Hermes, lah lo jatuhnya tepat diatas spring bed," jawab Ryan sambil tertawa geli


Hermes segera sadar dan melihat siapa yang dibawahnya, ia hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ketika melihat Agni yang melotot karena dirinya tidak segera bangun saat menimpa gadis itu.


"Sorry, Agni, gak sengaja, swear," ucap Hermes dengan wajah takut melihat ekspresi Agni


Sementara Ryan dan kawan-kawannya masih terkekeh melihat ekspresi lucu Hermes.


"Sikat aja Agni, jangan kasih maaf, dia itu modus alias cari kesempatan, hajar saja, jangan kasih ampun!!" Ferdan terlihat semangat memprovokasi Agni

__ADS_1


"Peaace!!" ucap Hermes dengan wajah memelas


__ADS_2