ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Pertandingan Penentuan 2


__ADS_3

Suasana Gor terlihat sangat ramai, semua penonton bersorak gembira melihat Agni dan Garnetta bertanding.


**Buughhh!!


**Wuushhh!!


Dua kali pukulan Agni meleset tidak mengenai Garnetta, gadis itu tersenyum mengejek membuat Agni semakin marah. Berkali-kali Agni melancarkan serangan membabi buta membuat tenaganya habis.


Rupanya taktik memancing emosi Agni sukses membuat Garnetta diatas angin, ketika melihat lawannya sudah kelelahan Garnetta segera melancarkan serangannya.


**Wushhh!!


**Braakkk!!!


Sebuah tendangan melesat menghantam Agni hingga jatuh tersungkur keluar ring.


Garnetta segera melompat keluar ring dan mengangkat tubuh Agni kemudian membantingnya.


"Aaarrrggghh!!" erangan Agni menggema mengalahkan suara sorak sorai penonton yang terus menyemangati Garnetta untuk menghabisi dirinya.


Kali ini Garnetta melompat dan menjatuhkan dirinya keatas tubuh Agni membuat gadis itu kembali mengerang kesakitan, belum puas melihat Agni menderita kali ini ia memiting Agni hingga gadis itu benar-benar terkulai lemas.


**Ting-ting!!


Bunyi pergantian ronde membuat Jaka Samudera segera membawa Agni menuju ke ring kembali untuk di beri pengarahan dan beristirahat untuk minum dan mengumpulkan tenaga kembali.


"Agni!, kamu jangan sampai kalah sama si jal*ng itu, ingat kamu harus santai jangan terpancing emosi karena kalau aku lihat dia sengaja memancing emosi kamu agar tenaga kamu terkuras dan setelah kamu lemas, ia langsung menyerang kamu habis-habisan, jadi santuy guys!" ujar Cassey menyemangati


"Benar yang dikatakan Cassey, kau harus mengontrol emosi kamu, jangan terfokus untuk menjadi pemenang saat bertanding karena akan membebani kamu sendiri, sehingga kamu akan dengan mudah dikuasai oleh emosi. Lakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri, persembahkan yang terbaik seolah-olah ini pertandingan terakhir kamu, ingat!!, jangan berharap menang!!" tutur Jaka Samudera


"Baik ayah, Agni akan melakukan semua yang ayah katakan, terima kasih juga Key, sudah datang menyemangati," jawab Agni


"Semangat Agni, ganbate!" ucap Cassey


Agni tersenyum dan kembali maju menghadapi Garnetta.


**Ting..ting!!


Ronde kedua dimulai, kali ini Agni melakukan semua yang disarankan oleh Cassey, ia tidak menyerang duluan dan hanya menunggu serangan dari Garnetta.


"Serang gue bodoh!!" hardik Garnetta


"Aku sudah lemas Garnetta, mungkin aku cuma bisa menepis serangan kamu saja, aku sudah tidak punya tenaga untuk menyerangmu lagi," tandas Agni merendah

__ADS_1


"Dasar lemah!, ternyata cuma segitu kekuatan Dewi Agni putri Raja Mafia Jaka Samudera, memalukan!, aku pikir kau lawan yang tangguh, tapi ternyata kau tidak lebih dari seorang pecundang!" hardik Garnetta yang kini bersiap melesatkan pukulannya, dua kali strike dilancarkan oleh Garnetta namun Agni dengan sigap menepisnya hingga membuat Garnetta meradang.


"Brengsek!!, kau benar-benar meremehkan aku!" teriak Garnetta sembari melepaskan tendangan high kick, Agni segera membungkuk menghindari tendangan Garnetta yang mengincar kepalanya. Setelah berhasil menghindar ia kemudian melompat dan melakukan teknik flying smashing elbow (menyikut sambil melompat) yang diarahkan ke kepala Garnetta. Sikutan yang keras mampu membuat Garnetta memekik keras menahan sakit, membuat para penonton semakin riuh bersorak-sorai.


"Bagus Agni, lanjutkan!!" teriak Cassey sambil memegangi perutnya


Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Agni langsung melepaskan tendangan mautnya hingga membuat Garnetta langsung ambruk.


"Kunci dia!!" teriak Cassey


Bukan Garnetta kalau langsung menyerah, ia mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa untuk bangkit dan mencoba kembali melakukan serangan kepada musuhnya.


Ia menyeringai sembari melepaskan tinjunya kearah Agni, namun tidak mau kalah dengan Garnetta, kali ini ia langsung mendengkul ( menendang menggunakan dengkul atau hook knee).


*Buughhh!!!


*Bruuughhh!!


Dengkulan yang keras dari Agni membuat Garnetta terhempas dan jatuh tersungkur di lantai.


Seorang wasit berjalan mendekati gadis itu dan memberikannya kesempatan untuk bangun. Namun sampai hitungan kesepuluh Garnetta masih tidak bangun juga membuat Agni berhasil dinobatkan sebagai pemenang pertandingan.


"1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, pertandingan ini dimenangkan oleh Agni!!" teriak Sang Wasit yang disambut tepukan dan sorakan dari penonton.


Jaka Samudera dan Cassey langsung naik keatas Ring, begitu juga Hermes yang langsung berlari menuju ke arena pertandingan dan memeluknya berat.


"Kan aku tadi dilarang keluar oleh Opah, aku harus netral Key, tidak boleh mendukung salah satu dari peserta, makanya dari tadi aku cuma mantau saja dari atas," jawab Hermes sambil membersihkan darah dari sudut bibir Agni


"Maafkan aku ya Agni, gara-gara aku kamu jadi babak belur gini," tuturnya lirih


"Iya Hery, aku tahu posisi kamu juga pasti tidak enak, karena kamu tidak bisa membela atau menyemangati orang yang kamu sayang, dan aku tahu itu sangat menyakitkan daripada yang aku rasakan saat ini," jawab Agni pengertian


"Uunch makin cinta sama kamu Agni, kamu tuh benar-benar pengertian, gak salah aku pilih kamu jadi istri aku," kata Jermes yang langsung memeluk Agni di depan Jaka Samudera


"Ehemm!!"


Hermes segera melepaskan pelukannya ketika melihat Jaka Samudera berdehem kearahnya.


"Maaf Om, cuma dikit kok, gak banyak!" ucap Hermes sambil tersenyum kecut


"Agni ayo kita pulang!!" perintah Jaka Samudera dingin


"Baik ayah," jawab Agni

__ADS_1


"Sayang aku pulang dulu ya, jangan lupa telpon aku nanti ya," ujar Agni


"Iya honey, aku akan langsung menelpon kamu setelah sampai rumah, makasih ya sudah jadi pemenang di pertandingan maupun pemenang hatiku," balas Hermes sambil terkekeh


"Dasar alay!!" cibir Cassey


"Makasih juga Om sudah melatih Agni hingga jadi pemenang, maaf Om gak bisa cium tangan, tapi kalau gak keberatan kita cipika-cipiki aja, boleh gak?" tanya Hermes


"Diiih najong, emangnya aku cowok apaan," jawab Jaka Samudera membuat semuanya tertawa


"Agni tangkap kiss jauh dari aku, muaaach!!" ucap Hermes sembari memberikan kecupan dari jauh yang segera ditangkap oleh Jaka Samudera dan diinjak-injak olehnya,


"Haram, hukumnya kis-kisan sebelum sah," nyinyir Jaka Samudera


"Iya Om, maklum anak muda, kaya Om gak pernah muda aja," sahut Hermes lesu


"Itu karena Om udah tua makanya tau apa yang kamu rasakan," jawab Jaka Samudera yang langsung melipir bersama Agni meninggalkan Hermes dan Cassey


"Daah, Agni!!" ucap Hermes sambil melambaikan tangannya kepada gadis itu


"Woii!!"


"Apa?"


"Antar gue pulang babe, udah malam aku takut ketahuan sama mamah, apalagi omah," ucap Cassey


"Kuy, jalan!" perintah Hermes


"Gendong babe, aku gak kuat jalan, bejas jahitan gue sakit banget gara-gara dipakai teriak-teriak tadi!" keluh Cassey


"Dasar!, selalu saja merepotkan, lagian kenapa kamu kesini segala, bukannya diem-diem dirumah, malah kelayaban!" gerutu Hermes


"Kan gue lakuin semua ini karena gue peduli sama kamu dan Agni, gue mau menyemangati Agni supaya bisa menang, agar kalian bisa bersatu, karena aku gak bisa lihat sahabat aku bertarung sendirian tanpa ada yang menyemangati, kalau lo gak mau nganterin gue pulang ya sudah, gue bisa kok pesen taksi, bye!!" jawab Cassey kesal


"Jangan marah Key, cuma canda doang udah baper, maaf ya my bestie," sahut Hermes


"Iyeh, gue gak marah, lagian gue gak bisa marah sama my best friend gue, udah buruan gendong gue!!" perintah Cassey


"Iya yang mulia," jawab Hermes yang langsung mengendong gadis itu


"Berat badanmu sekarang berapa?" tanya Hermes


"Kenapa emangnya, jangan bilang gue gendut sekarang!!" hardik Cassey

__ADS_1


"Gak gendut Key, cuma lebih berisi, makanya sekarang gendong lo berasa gendong beras sekarung !!" ledek Hermes sambil terkekeh


"Suee!!!"


__ADS_2