ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Berenang 2


__ADS_3

Ferdan segera memakaikan rompi pelampung pada putrinya untuk menutupi bagian dadanya yang terlihat terbuka.


"Issh, apaan sih Papih, emangnya Siwi anak balita apa yang harus dipakaikan rompi pelampung, Siwi jago renang Pih, gak bakalan tenggelam," cibir Siwi sambil melepaskan rompi pelampungnya, namun Ferdan langsung memasangnya lagi.


"Pake, atau kau tidak boleh renang sama sekali!" hardik Ferdan


"Iissh, Papih kolot banget sih jadi orang!" cibir Siwi kesal


"Udahlah Wi, turuti saja kemauan Papih kamu, toh gak ada ruginya juga kamu pakai pelampung itu," ucap Marsha


"Tuh dengerin Marsha, dia aja ngerti, masa kamu gak paham juga," ujar Ferdan kesal


"Iya Papih," jawab Siwi meninggalkan Ferdan


Kemana sih Ahmar, kenapa belum sampai juga,


Siwi terlihat celingukan mencari sosok pria yang sedari tadi ditunggunya, senyumnya merekah ketika melihat Ahmar terlihat memasuki Waterboom. Ia segera berlari menghampiri pemuda itu.


"Lama banget datangnya, darimana aja kamu!" ucap Siwi sambil memonyongkan bibirnya


"Dari rumah, cuma jalanan tadi macet gara-gara ada galian kabel makannya agak terlambat sampainya," jawab Ahmar


"Kamu tuh sweat banget Sih Mesum, sekarang cepat ganti baju, terus kita renang bareng deh," ucap Siwi bergelayut manja dilengannya


"Cie, cie, pantesan semangat banget jalannya tadi, ternyata ceweknya udah nunggu disini toh," goda Faiq menghampiri keduanya


"Btw yang lain mana, kom kamu sendiri?" tanya Ahmar


"Tuh lagi godain cewek-cewek," sahut Faiq


"Tumben lo gak ikutan?" ledek Ahmar


"Gue udah insyaf, gak mau jadi playboy lagi," jawab Faiq


"Yaudah lo renang bareng gue aja, biarin Aiz sama Fadil bersenang-senang," sahut Ahmar


"Ok bro,"


"Gak bisa dong Mesum, lo itu datang ke sini buat nemenin gue renang, bukan buat seneng-seneng sama temen lo, gak bisa pokoknya, lo harus renang sendirian, jangan ganggu gue sama Ahmar!" ucap Siwi ketus


"Inggih mbak Yu, santuy!" jawab Faiq sambil terkekeh


"Akhirnya ketemu juga, kamu dicariin tuh sama bokap kamu," ucap Marsha terengah-engah menghampiri Siwi


"Ngapain sih Papih nyari-nyari gue melulu, kaya anak bayi aja, udah biarin aja." jawab Siwi cuek


"Btw Faiq mending temenin Marsha renang aja deh, soalnya temen aku ini belum jago renang, sekalian ajarin renang ya," pinta Siwi


"Siap neng," jawab Faiq sumringah


Faiq dan Ahmar kemudian menuju ruang ganti.


"Kamu ngapain masih ngikutin aku, kamu pasti mau ngintip aku ya," goda Ahmar


"Ngapain ngintip, mendingan aku ikut kamu ganti pakaian jadi bisa lihat semuanya dengan jelas tanpa takut bintitan," jawab Siwi


"Astaghfirullah, bener-bener Alien gak da ahlak, udah pergi sana!" usir Ahmar mendorong Siwi agar keluar dari ruang ganti cowok

__ADS_1


"Dasar pelit, lihat dikit aja gak boleh!, huh dasar medit!" cibir gadis kesal


"Kalau cowok itu gak mau, mending kamu ikut sama aku aja, aku gak pelit kok dan kamu boleh ikut aku ganti baju dan melihat semua milikku gratis," bisik seorang cowok menghampiri Siwi


"Dasar mesum, berani-beraninya bicara seperti itu sama gue!" jawab Siwi sambil melayangkan pukulannya hingga mengenai wajah tampan lelaki itu


**Buuughh!!


"Mamam tuh bogem mentah gue, lo pikir gue cewek s*nge apa!, dasar b*ngke!" hardik Siwi yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


Gadis itu kemudian menghampiri Marsha dam Faiq yang sedang duduk dibibir kolam sambil berbincang.


"Eet dah, kayaknya baru tadi aku suruh kenalan, udah nempel aja kaya perangko," goda Siwi


"Bisa ae lo neng," jawab Faiq malu-malu


Siwi kemudian menceburkan diri ke dalam air dan mulai berenang.


Ahmar berjalan menghampiri Faiq yang sedang mengajari Marsha berenang.


"Ck, ck, ck, katanya udah insyaf, kok masih aja cari mangsa," ledek Ahmar


"Siapa yang cari mangsa sih Bro, kan tadi gue dikasih amanah sama pacar lo buat ngajarin Marsha renang, sebagai pemuda sholeh yang menaati perintah Rosululloh SAW, tentu saja gue akan melaksanakan amanah dengan baik dan benar sesuai syariah," jawab Faiq bak seorang ustadz


"Dasar modus, bilangnya melaksanakan amanah, gayanya udah kaya ustadz cab*l aja lo Iq," nyinyir Ahmar


"Astaghfirullah, nyebut bro, orang gue ngomong benar dan apa adanya lo bilang ustadz cab*l, gimana kalau gue bohong, ingat azab bro, nyebut," jawab Faiq


"Iyeh nyebut, but...but...but!" jawab Ahmar sambil terkekeh


**Byuurr!!


Ahmar segera melompat dan menceburkan diri ke kolam renang.


"Aahh, segar!" ucap Ahmar


Ia merasakan ada sesuatu yang menggelitiki tubuhnya dari dalam air, ia hanya tersenyum kecut sambil berpikir untuk memberikan balasan yang setimpal kepada orang yang sedang menggelitiknya dari dalam air.


Aku tahu ini pasti kamu Alien, dasar gak ada ahlak, berani-beraninya lo godain gue dari dalam air setelah lo gagal ngintip gue ganti baju,


Ahmat segera masuk kedalam kolam dan menarik tangan yang terus menggelitikinya.


"Kena lo!" teriak Ahmar mengangkat tangan yang berhasil ia tangkap.


"Kok jari tangan Siwi jempol semua ya, mana tangannya kasar lagi," gumam Ahmar


Ia kemudian menoleh ke arah pemilik tangan itu, seorang pria tersenyum manis padanya dan seketika ia langsung melepaskan tangan itu setelah tahu siapa pemiliknya.


"Kenapa dilepas, gak papa kok, aku suka sentuhan kamu, sangat lembut dan membuat dadaku berdebar kencang," ucap lelaki itu sambil memainkan lidahnya


"Astaghfirullah, maaf Om gak sengaja, gue kira pacar gue ternyata bukan!, maaf gue masih normal!" tutur Ahmar menjauhi laki-laki itu


Sementara itu Siwi terkekeh melihat Ahmar ketakutan meninggalkan laki-laki itu


"Anj* r, bukannya bantuin malah ngetawain!" ucap Ahmar mendekati Siwi


"Sorry Om, dia pacar gue, jadi tolong jangan ganggu dia, atau Om mau merasakan bogem mentah gue!" ancam Siwi membuat lelaki itu langsung menjauh darinya.

__ADS_1


"Pacar!, sejak kapan kalian pacaran!" teriak Ferdan yang menghampiri keduanya


"Sejak kemarin Pih," jawab Siwi


"What!!, kok kamu pacaran gak bilang-bilang Papih sih, awas aja kalau kalian macam-macam, akan aku kasih hukuman setimpal buat kalian!" ancam Ferdan


"Hukum aja Pih, paling dikawinin, gue mau kok, asal dinikahinya sama Ahmar!" celetuk Siwi membuat Ferdan hanya menggelengkan kepalanya


"Astaghfirullah, kok bener ya kamu, tahu aja kalau hukumannya dikawinin, bukannya nolak malah bangga bener-bener parah, dasar sue!!" gerutu Ferdan


"Pih Ayu boleh naik, prosotan yang paling tinggi itu ya Pih," pinta Siwi memaksa


"Gak boleh! kalau mainnya gak sama Papih, " tandas Ferdan


.


"Ok Pih, kuy kita kesana!" Siwi segera menarik lengan Ferdan menuju ke tempat prosotan,


"Wah ini tempat duduknya ada tiga Pih, kurang satu lagi," ucap Siwi


Udah biar aku minta Rey aja buat duduk dibelakang," ucap Ferdan


"Gak usah Dan, gue mau sama Damar dan Noval, lo berdua aja ama Siwi," jawab Ryan


Sementara itu melihat Ahmar akan meluncur bersama Faiq dan Marsha membuat Siwi langsung menariknya, agar duduk dibelakangnya


"Papih depan aja biar Ahmar ditengah terus Siwi dibelakang," ucap Siwi


"Gak mau ah, kamu yang depan," jawab Ferdan


"Kelamaan lo, buruan jalan!, udah ngantri nih!" teriak Ryan yang langsung mendorong papan luncur Ferdan, hingga meluncur cepat dan segera disusul olehnya dari belakang.


**Wuuushh!!!


"Aaarrrggghh!!" teriak Siwi


**Byuurr!!


Ketiganya melompat terjun ke kolam renang.


"Busyet!, kolor siapa nih ngambang!" teriak Ryan


Ferdan langsung meraba celanya, takut kolornya lepas.


"Aman, bukan gue Rey!, coba tanya Opang sama Damar kali aja mereka!" sahut Ferdan


Keduanya langsung menggelengkan kepalanya saat Ferdan bertanya padanya.


"Kalau bukan mereka, terus ini kolor siapa ya, perasaan kaya kenal ni kolor, pernah lihat dimana gitu ," batin Ryan sambil naik ke atas kolam


Semuanya tertawa melihat Ryan berdiri diatas tangga kecil kolam renang dan membuang celana kolor di tangannya.


"Kenapa sih pada ketawa ada yang lucu ya?" tanya Ryan belum sadar


"Lo gak sadar kalau kolor itu punya lo, kasian tuh burung lo kedinginan!" jawab Ferdan sambil terkekeh


"Sue!!, kenapa gak bilang dari tadi!" cibir Rey yang langsung mengendap-endap mengambil kolor yang sudah dibuangnya dan segera menceburkan diri ke kolam renang untuk memakainya.

__ADS_1


__ADS_2