ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Galau


__ADS_3

Keesokan harinya Yudha mengajak Pandu dan Nay untuk mengecek kecocokan darahnya dengan Alina.


"Sepertinya Pandu dan Alina sama golongan darahnya, tapi Pandu memiliki riwayat anemia juga, jadi tidak bisa melakukan transfusi darah sekarang," ucap Dokter setelah memeriksa kesehatan Pandu


"Memangnya kalau anemia tidak boleh jadi pendonor dokter?" tanya Pandu


"Bisa saja jika tapi terlalu beresiko, makanya aku menyarankan anda sehat dulu baru bisa melakukan transfusi darah," jawab dokter


"Lalu gimana dengan Alina, apa disini ada persediaan darah A?" tanya Yudha


"Kebetulan untuk golongan darah A tidak ada, jadi silahkan saja cari di bank darah atau di PMI terdekat," ucap sang dokter


"Golongan darah saya juga A, jadi aku juga bersedia untuk menjadi pendonor bagi Alina," ucap Danar Gumilang yang tiba-tiba hadir disana membuat Naeswari dan juga Pandu terkejut mendengar ucapannya.


"Kakek!" seru Pandu dan Naeswari bersamaan.


"Kenapa kalian terkejut, apakah seorang Kakek tidak boleh mendonorkan darahnya untuk cicitnya," jawab Danar Gumilang membuat Nay dan Pandu lebih tercengang karena telah mengetahui rahasianya


Bagaimana dia bisa tahu kalau Alina itu adalah cicitnya??.


"Kalian tidak perlu kaget, dan terkejut kenapa aku bisa tahu semuanya dengan cepat," jawab Danar Gumilang


Nay dan Pandu hanya bisa bertatapan tanpa ada suara yang keluar dari mulut mereka.


"Baik Tuan, mari kita check dulu kondisi kesehatan Tuan," jawab Sang Dokter


Danar Gumilang segera mengikuti Sang Dokter untuk dilakukan medikal test untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

__ADS_1


"Hmmm, ternyata kondisi Anda cukup Prima dan bugar, jadi bisa melakukan donor darah saat ini juga," tutur dokter itu


"Silahkan saja, aku siap," jawab Danar Gumilang


Dokter kemudian membawanya menuju ke ruangan dan segera melakukan transfusi darah.


Selesai mendonorkan darahnya Danar Gumilang segera menemui Naeswari dan juga Pandu diruang perawatan Alina.


"Bagaimana kau bisa menyembunyikan rahasia sebesar ini dari kami, bagaimana nanti reaksi Ibu jika tahu rahasia ini, dia bisa kena serangan jantung mungkin atau entahlah aku tidak bisa tahu apa yang akan terjadi dengannya, apalagi mengingat kau pernah sesumbar siap berpisah dengan Pandu jika anak kalian memiliki penyakit genetik atau tidak normal. Terus bagaimana dengan nasib Alina, siapa yang akan merawatnya?" tanya Danar Gumilang


"Aku Yang akan merawatnya Kakek," jawab Naeswari


"Hmmm, itu jika yang mulia Ibu Suri mengijinkan kamu membawa Alina. Bagaimana jika dia ingin memberikan anak itu kepada orang lain. Karena tidak mau membuat keluarga Kerajaan malu karena memiliki keturunan yang tidak normal alias cacat, makanya kamu jangan suka sesumbar sesuatu yang negatif karena bisa jadi kata-kata itu akan berbalik menyerang mu. Semoga kau bisa banyak belajar dari kesalahan ini dan bisa menjadikan dirimu lebih dewasa kedepannya. Jaga lisanmu, karena mulutmu adalah harimaumu." tutur Danar Gumilang


"Dan kau Kang Mas, harusnya kau sebagai orang tua bisa menasihati mereka bukan malah mengiyakan keinginan mereka. Karena kau sama saja menjerumuskan mereka dalam lembah neraka." tambah Danar Gumilang


"Baiklah kalau itu alasanmu, setelah Alina sehat kau juga harus ikut bersama kami untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian, dan menjelaskan semuanya kepada Ibu Suri," tambah Danar Gumilang


Naeswari menjadi ketakutan setelah mendengar ancaman dari Danar Gumilang, tentu saja ia takut jika Omah Welas Asih akan benar-benar memisahkannya dengan Pandu. Ia masih ingat bagaimana Omah Welas memisahkan Cassey dengan Bagas hanya karena kesalahan kecil yang dilakukan oleh Cassey.


Jika dibandingkan dengannya sebenarnya kesalahan Cassey masih tergolong ringan dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesalahan fatal yang ia buat karena bisa mencoreng citra kerajaan.


Hadeeh bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?, apa aku harus kabur bersama Alina dan Pandu ke luar negeri, agar Nenek Welas tidak menemukan aku, atau aku bunuh diri saja agar aku tidak usah menerima hukuman atas kesalahan yang aku perbuat. Tapi bagaimana kalau aku mati, Alina dengan siapa?, siapakah yang akan merawatnya, aku takut Nenek benar-benar membuangnya.


Perasaan Naeswari semakin kacau mengingat perihal apa yang akan ia dapatkan setelah Welas Asih tahu apa yang ia lakukan.


"Kamu kenapa?" tanya Pandu

__ADS_1


"Aku bingung, aku takut Pi," jawab Nay


"Kamu takut kit akan dipisahkan oleh Omah?"


"Iya, gak kebayang aja kalau nanti aku harus berpisah sama kamu, terus dipisah juga dari Alina, mungkin aku bisa bunuh diri kali, karena aku tidak sekuat Key, aku terlalu lemah untuk menerima semuanya ini," jawab Naeswari


"Kamu jangan sampai bunuh diri Nay, sumpah aku gak akan bisa memaafkan diriku jika kau sampai bunuh diri, terus siapa yang akan merawat anak kita kalau kau tidak ada," sahut Pandu


"Sudahlah kita ikuti saja prosesnya, kalau kita emang berjodoh, walaupun Omah berusaha memisahkan kita, pasti kita akan tetap selalu bersama," jawab Pandu


Nay merebahkan kepalanya di pundak suaminya, dan Pandu langsung memeluknya untuk membantu meringankan bebanya pilirannya .


Pagi harinya Yudha memberi tahukan keadaan Aluna yang mulai membaik pasca transfusi darah yang sudah dilakukan oleh Danar Gumilang.


Naeswari dan Pandu kembali menjenguk putri mereka di rumah sakit, setibanya di sana mereka terkejut karena Danar sudah berada disana.


"Kalau kalian siap besok kita pulang, apalagi Alina sudah membaik sekalian saja bawa dia pulang." ucap Danar


"Kalau Alin ikut pulang, nanti Omah akan membuangnya, aku tidak mau Kek," jawab Naeswari


"Jangan berpikiran negatif dulu, karena kalian tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Ibu suri, tidak ada yang bisa menebak isi hatinya. sebenarnya dia akan baik jika kita mendengarkan semua nasehatnya, dan melakukan apa yang diperintahkan olehnya. Dia itu selalu memberikan kesempatan kedua bagi yang mau mengakui kesalahan yang sudah kita perbuat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Danar Gumilang


"Gimana kalau dia tetap memberikan hukuman kepada kami dan memisahkan Nay dengan Pandu. aku akan bunuh diri saja," jawab Nay terisak


"Tenanglah, kau jangan lakukan hal bodoh itu. Karena nanti aku akan berusaha untuk berbicara dengan ibu, doakan saja semoga dia bisa berubah pikiran dan akan membiarkan Aluna tetap tinggal di Istana,* jawab Danar Gumilang


"Terima kasih Kakek, semoga saja semuanya benar," jawab Naeswari

__ADS_1


__ADS_2