ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Episode Kejutan


__ADS_3

"Kamu sudah siap Agni?" tanya Hermes menjemput Agni di rumahnya


"Iya, tapi aku gugup banget hari ini," jawab Agni yang terlihat gugup


"Kau tidak perlu gugup, kan ada aku jadi santai saja," Hermes menggandeng Agni menuju ke lokasi pemotretan prewedding.


Sementara itu Garnetta tampak mengikuti keduanya dari kejauhan.


"Tidak akan kubiarkan kalian menikah, karena sekaranglah saatnya aku akan bertindak, Bagas dan Pandu boleh lepas dari jerat ku tapi tidak dengan kamu Hery, karena kamulah harapan terakhirku," kata Garnetta


Setibanya di lokasi pemotretan, seorang wanita menyambutnya ramah.


"Selamat datang Hery dan juga Agni, silahkan duduk dulu sebelum kita melakukan pemotretan," ucap wanita itu ramah


Ketiganya duduk untuk membicarakan konsep dan juga persiapan pemotretan.


"Jadi sudah jelas ya semuanya?" tanya Jihan


"Iya ka, kami sudah paham dan mengerti," jawab Hermes


"Baiklah sekarang kalian silahkan menuju ke ruang make up," ucap Jihan menunjukkan dimana ruang make upnya


Keduanya segera masuk ke ruang make up. Garnetta terlihat mengawasi keadaan tempat itu untuk melancarkan aksinya.


Sepertinya aman, dan aku yakin ini adalah lokasi pertama pemotretan mereka,


Garnetta melepaskan sebuah ular berbisa di keranjang sepeda yang akan dijadikan properti pemotretan.


"Sekali gigit, Agni pasti mati," ucapnya sambil tertawa kecil, ia segera bersembunyi ketika Agni dan Hermes keluar dari ruang make up.


Agni segera berdiri disampingnya seperti, sementara Hermes masih mendengarkan pengarahan dari Jihan.


"Baik, aku paham," ucap Hermes


Ia kemudian berjalan mendekati Agni yang sudah siap disana.


"Agni awas!!" teriak Hermes ketika melihat seekor kobra keluar dari keranjang Sepeda.


**Braakk!!


Sebuah tendangan berhasil menghempaskan sepeda itu, hingga berhasil menyelamatkan Agni dari gigitan ular kobra.


"Hampir saja!!" ucap Hermes dengan nafas tersengal-sengal


"Terima kasih Hery," jawab Agni berlari kearahnya


"Maaf Hery dan Agni, sungguh hal ini diluar kontrol kami, karena sebelum kalian tiba kami sudah cek lokasi dan properti semuanya aman, tapi tidak tahunya ada ular, sekali blagi maaf," ucap Jihan


"Iya, tidak masalah. Aku yakin ini tidak disengaja dan hanya musibah kecil saja," Hermes kemudian mengecek sepedanya dan segera mengangkatnya.

__ADS_1


"Ok, sekarang pemotretan bisa dilanjutkan lagi," ucap Jihan setelah memastikan semuanya sudah aman terkendali


**Ceklik!!!


Lokasi pemotretan selanjutnya masih bernuansa casual outdoor, Hery dan Agni duduk jalanan beraspal dengan posisi berhadapan tapi tidak saling menatap. Mereka memastikan bahwa jalanan itu sepi, karena sehari-hari jalanan itu sudah tidak dipakai lagi karena alasan keamanan.


Ketika keduanya sudah siap, dan fotografer juga sudah siap dengan kameranya, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi hendak menabrak Agni.


**Ngueeeng!!!


"Awas Hery!!" Agni dengan sigap langsung bangkit dan melompat ke samping untuk menyematkan dirinya begitu juga dengan Hermes dan kameramen yang juga berlari menghindari mobil itu.


"Busyeet!, kok masih ada mobil yang lewat sini, bukankah jalur ini sudah ditutup dan dipindahkan ke sebelah ya!" lontar sang fotografer yang berhasil memotret plat belakang mobil itu


"Sepertinya ada yang sengaja menggagalkan acara kita hari ini Hery," ujar Agni yang masih mengatur nafasnya


"Sepertinya begitu, karena sudah dua kali ada kejadian yang hampir mencelakakan kamu Agni," jawab Hermes mengusap lembut rambut calon istrinya


"Mungkin sebaiknya kita tunda dulu acara pemotretan hari ini, karena jika dilanjutkan aku takut bahaya yang lebih besar akan menghadang kita disana," tutur Agni


"Baiklah, kalau begitu. Kabari saja kalian bisanya kapan sehingga kami bisa menyiapkan semuanya dengan baik," jawab Jihan


Agni kemudian pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian.


"Oh ya nona Agni, kebetulan tadi saya berhasil memotret nomor kendaraan yang hampir menabrak kita tadi, mungkin kamu bisa mengetahui siapa pelakunya dari sini," ucap sang fotografer memperlihatkan hasil jepretannya


"Bisa tolong kirim ke nomor WhatsApp saya?" pinta Agni


Setelah berpamitan Agni dan Hermes pun meninggalkan lokasi pemotretan.


"Bagaimana kalau kita jenguk Cassey dan bayinya, mumpung hari ini kita ada waktu luang?" ajak Agni


"Ayo, " Hermes segera melajukan mobilnya menuju ke Istana Arjowinangun


Setelah dua puluh menit perjalanan mereka akhirnya tiba juga di istana.


"Assalamualaikum!" sapa Agni ketika tiba di paviliun Cassey


"Waalaikum salam, masuk!" jawab Niken dari dalam


"Halo tante apa kabar?" tanya Hermes


"Baik, Hermes, ayo silakan masuk," Niken mengajak keduanya menemui Cassey yang masih terbaring di ranjangnya


"Halo babe apa kabar?" sapa Hermes melambaikan tangannya kepada Cassey


"Baik babe, kamu kok bisa jalan-jalan, bukannya lagi dipingit?" tanya Cassey


"Kita gak pake pingit-pingitan babe, lagian kita kan rakyat jelata jadi bebas," jawab Hermes sambil terkekeh

__ADS_1


"Btw calon pengantin gak ngucapin selamat ke gue lo!" cibir Cassey


"Iya selamat jadi mahmud ya?" ucap Agni sambil mencium sahabatnya


"Thanks Agni, btw kenapa muka lo kusut banget, ada masalah, atau kurang belaian?" ledek Cassey


"Yang jelas kurang pelampiasan Key," jawab Agni


"Wew, Her please kasihlah si Dewi Agni ini kepuasan biar dia ada pelampiasan jadi gak kusut gitu mukanya," goda Cassey


"Dasar mahmud bawaanya omes mulu, bukan itu keles," jawab Agni


"Terus apa dong?" tanya Cassey


"Aku lagi pengin melampiaskan kekesalan gue sama orang yang berusaha gagalin photo prewedding kita hari ini," keluh Agni


"Sabar bosku, tinggal cari aja jejak dan bukti-buktinya, habis itu bantai!, gitu aja kok repot," jawab Cassey


"Emangnya calon pengantin boleh bantai orang Key?" tanya Agni


"Bolehlah, gak ada yang larang, jangankan calon pengantin gue juga kalau gak dilarang bakal bantuin lo buat ngebantai tuh cecunguk yang udah bikin acara pemotretan prewedding lo gagal," tambah Cassey sambil mengepalkan tangannya


"Mantap, gue suka gaya lo Key," ucap Agni sembari mengacungkan jempolnya


"Jangan ngajarin gak bener babe, inget hukuman," goda Hermes


"Bodo amat, yang penting balaskan dendam dulu hukuman belakangan, mantap kan?" ucap Cassey


"Setuju, yaudah kalau gitu kita pamit dulu, mau cari siapa pelaku yang sudah merusak acara kita hari ini," tandas Agni


"Eeiit!!, gini doang, kadonya mana??, masa nengokin debay gak ngasih kado, malu-maluin aja," goda Cassey


"Sorry Key, kita gak ada planning kesini tadi, makanya belum sempat beli kado buat debay, santuy nanti kadonya aku kirim kok, tenang aja, lo minta apa kadonya?, pasti gue beliin, apa sih yang gak bisa dibeli oleh cucu Sultan," jawab Hermes sombong


"Diih, sombong banget!, yaudah gue minta lo pindahin gunung Fuji kemari!, bisa gak lo!" ucap Cassey


"Jangankan gunung Fuji yang cuma satu, gunung kembarnya Si Puji gue bawa kemari," jawab Hermes sambil terkekeh


"Suee!!".


.


.


.


Halo My beloved Readers, hari ini kejutan, spesial banget insya Allah up dua Chapter karena authornya lagi seneng, dan gak jadi tamat karena Alhamdulillah level ISTP 2 udah berhasil naik, thanks yang udah dukung dan setia menunggu kelanjutan ceritanya.


Tetap dukung terus novel ini dengan like, komen, love dan vote...

__ADS_1


Doakan aku agar bisa menyajikan ide-ide yang lebih kreatif lagi agar novel ini semakin menarik... thengkyu...matur suwun...😘😘😘


__ADS_2