
Felix menyeringai karena bujuk rayunya berhasil ia menatap kearah samurai yang tergeletak disampingnya dan segera mengambilnya.
"Dasar anak bodoh, kamu sama seperti ayahmu, mudah sekali tertipu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membunuhmu Hery," gumam Felix
Felix berjalan mendekati Hermes ia mengangkat samurainya dan menyeringai bersiap menebaskan samurainya kepada Hermes.
***Wuuushh!!!
**Craasshhh!!"'
"Aaarrrggghh!!!" Felix mengerang kesakitan darah segar mengucur dari perutnya.
"Pergilah dengan tenang ke alam baka, Om Felix!!" ucap Cassey menarik pedangnya dari perut Felix
Dalam beberapa menit pria itu langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
"Maafkan aku Mes, aku terpaksa membunuhnya daripada dia membunuh kamu, lebih baik dia yang mati bukan?" tanya Cassey
"Iya Key, thanks, aku memang ingin membunuhnya tapi aku tidak tega, jadi terima kasih sudah membantuku menghabisi bajing*n itu," jawab Hermes
Sementara itu melihat anak buahnya berguguran Ares berniat untuk melarikan diri, akan tetapi Bayu segera menarik lengannya dan melesatkan pukulannya.
**Buugghh!!!
**Jraasshhh!!!
Ares menyeringai ketika berhasil melukai lengan Bayu dengan pedangnya.
"Tangkap Om!!" Cassey melemparkan pedangnya kepada Bayu
***Wuuushh!!
**Greep!!!
Bayu segera memainkan pedangnya untuk melawan Ares yang memiliki pedang yang serupa dengannya.
**Prang, prang, prang!!!
Keduanya terlihat saling bernafsu untuk saling membunuh satu sama lainnya.
***Wuuushh!!!
**Aarrghhhh!!
Bayu berhasil menghunuskan pedangnya dan mengoyak perut Ares hingga laki-laki itu tewas seketika.
"Kita harus segera pergi dari sini!!" Arkadewi memberikan komando kepada semuanya untuk meninggalkan tempat itu
"Mamih!!" teriak Cassey
"Sayang!!" Niken segera berlari menuju kearah Cassey
"Kok Kinan yang dipeluk bukannya Cassey," dengus Cassey menyungutkan wajahnya
"Sini biar papih yang peluk kamu," Ryan mencoba menghibur Cassey
"Jangan nganmbek dong sayang, mamih kan cuma canda saja," Niken merayu Cassey
"Boong, sekarang aja baru ada Kinan, Key udah dilupakan apalagi mamih udah punya lagi dari papih Rey, Cassey pasti langsung hilang dari ingatan mamih," ucap Cassey sedih
"Diih baper, lagian kamu kan bentar lagi mau nikah, jadi pasti akan meninggalkan mamih, makanya mamih lagi belajar buat jauh dari kamu," sahut Niken
__ADS_1
"Mamih gak bohong kan?" tanya Cassey
"Tidak dong sayang, mamih serius," jawab Niken
"Ok, kalau gitu Key maafin, sekarang kita pulang nyok?" ajak Cassey
"Nyok ah," Jawab Niken merangkul putrinya
Semuanya bergegas meninggalkan markas Ares dan menuju ke Istana.
"Akhirnya kita berhasil juga melenyapkan Naga api dari muka bumi ini," ucap Ferdan
"Benar, tapi semuanya ini adalah berkat usaha ibunya Gaga, dia keren banget sampai bisa mengumpulkan semua mafia yang ada di Jogjakarta, untuk menghabisi anak buah Ares," Noval berdecak kagum
"Cassey dong yang keren bisa membunuh Felix sendirian, benar-benar titisan Al," ucap Ryan
"Sssttt !!!, btw kenapa anak lo mojok sendirian di taman bro?" tanya Ferdan
"Dia lagi galau kali, atau lelah setelah berperang melawan perasaan rindunya kepada Prince Bagas," ucap Noval
"Bisa ae lampu taman," sahut Ferdan
"Opang gitu loh, kita hibur dia nyok," ajak Noval
"Nyok ah," jawab Ryan berjalan mendekati Cassey
"Key, kamu kenapa sayang?" tanya Ryan
"Gak papa, kok pih," jawab Cassey
"Masa sih, kenapa lo menyendiri disini?, kamu kangen ya sama si baby?" tanya Ryan
"Ciee, yang lagi kena virus maumere?" goda Ferdan
"Maunere bukannya senam Om?" tanya Cassey
"Maumere, malu-malu untuk mengakui rasa rindu," jawab Ferdan
"Eaaa!!!"
"Bisa ae Om," sahut Cassey
"Yaudah Key mau masuk kamar deh daripada disini diledekin mulu sama Om Ferdan," Cassey segera berlalu meninggalkan tiga sahabat itu
*********
"Mamih!!, gawat!!, Om Felix sudah mati, Om Ares juga!!, aku takut besok Cassey akan membunuh kita!" teriak Ayu
"Sebelum Cassey dan Arkadewi menyentuh kita, kita harus lebih dulu menghabisi mereka," jawab Candramaya
"Bagaimana caranya mamih?" tanya Ayu
"Serahkan semuanya sama mamih," Candramaya segera pergi meninggalkan Ayu, wanita itu bergegas keluar dan melajukan mobilnya meninggalkan istana
"Jangan kira aku tidak bisa mengalahkan kamu bibi, dulu aku boleh kalah darimu, tapi tidak untuk saat ini. Aku akan mencari hadiah untukmu bibi, dan aku yakin kamu akan senang dengan hadiah dariku," gumam Candramaya
Ia menghentikan mobilnya didepan toko bahan-bahan kimia.
"Aku mau racun yang mematikan," ucap Candramaya pada seorang pelayan
"Baik nyonya," jawab seorang pelayan
__ADS_1
"Silahkan Nyonya," gadis itu kembali dan memberikan sebuah bungkusan kepada Candramaya
"Terima kasih," Maya segera pergi meninggalkan toko kimia dan kembali melesatkan mobilnya kembali ke istana
********
"Sama-sama, dokter, " jawab Jaka Samudera mengajak Agni pulang
"Kamu sekarang sudah besar Agni, dan sudah saatnya kamu menjadi pengganti Ayah untuk memimpin Naga Api, dan membalaskan dendam ayah kepada Arkadewi yang telah membunuh dua pamanmu, Ares dan Felix," ucap Jaka Samudera
"Aku tidak mau ayah, Agni tidak mau menjadi seorang gengster seperti ayah," jawab Agni
"Kalau bukan kamu siapa lagi, kamu harus membesarkan kembali Naga merah yang sudah hancur lebur gara-gara Arkadewi si Iblis betina itu," ucap Jaka Samudera
"Tapi ayah aku ...." belum selesai Agni menyelesaikan ucapannya Jaka Samudera langsung menyelanya
"Tidak ada tapi-tapian, ayah tidak mau kamu menjadi seorang anak pembangkang," sela Jaka Samudera
Agni tidak bisa membantah keinginan Ayahnya, ia hanya bisa pasrah dan menerima semua keputusan ayahnya itu.
**********
"Aaarrrggghh!!"
"Siapa yang sudah membunuh kamu Felix!!, gue gak bisa berpisah dengan kamu, aku masih sayang sama kamu, hiks, hiks!" Ira masih terisak disamping pusara Felix
"Aku janji sama kamu sayang, aku akan membalaskan dendam atas kematianmu, dan aku akan membuat mereka yang sudah membunuhmu meminta maaf dan mencium nisan kamu," ucap Ira dengan tatapan penuh dendam
Ia kemudian bergegas pergi meninggalkan pemakaman dan segera melajukan motornya kembali ke rumah.
***Ciiitt!!!!
Ira segera turun dari motornya dan menggedor kaca mobil yang hampir menabraknya.
**Dor, dor, dor!!
"Turun woiii!!, tanggung jawab kamu!!, sudah bikin aku jantungan!!" hardik Ira
"Sial!!, dasar orang udik!, dikasih duit juga paling diem!" cibir Candramaya
Ia segera turun dan menghampiri Ira.
"Butuh berapa ribu, buat nutup mulut bawel kamu itu!" ucap Maya dengan angkuhnya
"Hei nyoya besar!!, denger ya, tidak semua bisa kamu selesaikan dengan uang, jadi jangan pikir uang kamu itu bisa membeli segalanya," jawab Ira ketus
"Baiklah, kalau gitu berarti aku gak ada urusan sama kamu bukan?" Maya kembali masuk kedalam mobilnya, akan tetapi Ira segera menariknya
"Kamu gak bisa pergi begitu saja, setelah membuat aku hampir celaka!, kamu harus tanggung jawab!" ucap Ira
"Makanya jadi orang jangan munafik!, tadi bukannya saya sudah menawarkan ganti rugi, tapi kamu tolak, sekarang kamu maunya apa?" tanya Maya
"Aku mau uangmu tapi aku juga butuh bantuan kamu, aku tahu kamu bukanlah orang sembarangan jadi kamu pasti bisa membantuku," ucap Ira
"Baik, sekarang katakan apa yang bisa aku bantu?" tanya Maya
"Aku butuh nomor kamu, karena aku belum bisa mengatakan keinginanku saat ini, " jawab Ira
Maya segera memberikan nomor teleponnya dan bergegas meninggalkan Ira.
"Aku yakin, dia bisa membantuku untuk menemukan siapa pembunuh Felix, supaya aku bisa membalaskan dendam atas kematian kamu sayang," gumam Ira
__ADS_1