
**tok, tok, tok!!
"Masuk aja Key!, ngapain pakai ketok segala, biasanya juga nyelonong bae!" ucap Niken
"Ini gue, Emangnya gue boleh masuk nih?" tanya Ryan
"Bentar Rey tunggu!" Niken segera membuka pintu kamarnya
"Ada apa?" tanya Niken
"Gue mau nginep disini boleh gak?" tanya Ryan
"Kok nginep sih, udah lapor RT belum?" tanya Niken kaget
"Ngapain harus lapor RT segala sih, ribet banget, lagian kalau gak ketahuan kan gak papa," jawab Ryan
"Gak bisa nanti kalau digrebek warga sekampung gimana?" tanya Niken
"Gak papa, paling juga dikawinin gak masalah kan?, bukannya itu yang lo mau?" goda Ryan
"Diih najong, itu mah lo yang mau!" cibir Niken
"Kalo iya emang kenapa, lo gak mau jadi istri gue?" tanya Ryan
"Iishh!, jangan bercanda Rey," sahut Niken
"Gue gak bercanda Niken, gue sayang sama lo," ucap Ryan serius
"Diih kok jadi serius gini sih, " Niken mencoba mencairkan suasana tegang diantara mereka
"Gue gak bercanda, asal lo tahu gue nginep dirumah lo malam ini karena gue khawatir sama lo, gue takut Ares menyuruh anak buahnya buat nyelakain lo seperti tempo hari, makanya gue itu pengin banget lo jadi istri gue. Biar gue bisa melindungi kamu kapan aja, tidak seperti saat ini, susah buat dekat sama kamu." jawab Ryan
"Berarti lo mau nikahin gue cuma supaya bisa melindungi aku doang, kamu gak cintakan sama aku?" tanya Niken
"Kalau gue gak cinta sama lo, ngapain juga gue peduli sama lo, care sama lo, itu sudah satu paket Niken, gue bukan ABG lagi yang harus ngomong I Love You untuk mengungkapkan perasaan gue ke lo, seharusnya lo juga ngerti dari cara gue memperlakukan lo, itu sudah menunjukkan kalau aku sayang, aku cinta sama kamu Niken," ucap Ryan
"Tapi lo telat Rey, gue udah menerima cinta Gaga, lagian lo sendirikan yang jodohin gue sama dia, tapi kenapa sekarang lo malah suka sama gue!, lo jahat Rey!, lo udah mempermainkan perasaan gue!" ucap Niken dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya sambil memukuli Ryan
Ryan yang tidak tega melihat Niken sedih segera memeluknya.
"Maafkan gue Niken, gue tahu gue yang salah, baiklah mulai sekarang aku akan mengubur semua perasaanku sama kamu, tapi tenang aja aku akan tetap care sama kamu dan anak kamu, aku juga akan melindungi kamu semampuku, tapi maaf mungkin aku agak menjaga jarak dengan kamu, itu supaya aku bisa melupakan kamu, " ucap Ryan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Niken
"Kenapa kamu harus jaga jarak Rey?" tanya Niken
"Kan supaya lo bisa dekat sama Gaga lagi, dan aku bisa lupain perasaan aku ke kamu," jawab Ryan
"Tapi aku gak mau kamu jauhi aku, gue udah nyaman sama lo Rey," jawab Niken merebahkan kepalanya di dada bidang Rey
"Lo gak boleh kaya gini terus, nanti aku susah move on dari kamu," jawab Ryan
__ADS_1
"Ini semua kan lo yang mulai Rey, sekarang giliran aku udah nyaman sama lo, lo mau pergi," sahut Niken yang kemudian pergi meninggalkan Ryan didepan kamarnya
Niken langsung menumpahkan kesedihannya dikamarnya, ia menangis tersedu-sedu dibalik pintu kamarnya
"Maafkan aku Niken gara-gara gue lo, jadi sedih," Ryan segera merebahkan tubuhnya diatas sofa dan mencoba memejamkan matanya
********
"Pagi dok?" sapa Bayu
"Pagi Bay, apa kabar?" tanya Ganendra sembari menyalami rekan kerjanya itu
"Oh iya pak, saya mau nitip undangan buat Ferdan dan teman-temannya untuk menghadiri acara ulang tahun pernikahan saya dan istri saya," jawab Bayu
"Ok, tenang nanti aku sampaikan kepada mereka," sahut Ganendra
"Makasih pak, " Bayu kemudian berpamitan dengan Ganendra
"Mamih kenapa sih diem aja dari, ada apa sih?" tanya Cassey
"Gak papa Key, cuma lagi badmood aja," jawab Niken
"Mamih berantem sama Om Rey?" tanya Cassey
"Mana berani Key, yang ada mamih dibantai sama Om Rey, hihihi...." jawab Niken menyembunyikan kesedihannya
"Jangan bercanda deh, Cassey ini udah gede dan tahu banget kalau mamih lagi sedih, " sahut Cassey membenamkan wajahnya di pelukan Niken
"Mih, kalau menurut Key mamih mending sama Om Rey aja, lagian Key juga sudah nyaman sama Om Rey, aku juga sayang banget sama Om Rey, dia itu sama banget kaya almarhum papih, humoris, penyayang dan perhatian sama Key, sedangkan Om Gaga dia itu ganteng perfect tapi Mamih kayaknya gak ada chemistry sama dia tuh, kayaknya Om Gaga lebih cocok jadi pacar Key daripada jadi papih Key," ucap Cassey
"Sotoy lo!, terus si baby mau kamu taruh mana?" cibir Niken
"Kalau Key sih, siapa cepat dia dapat mamih, kalau si Baby lelet terus Om Gaga nembak Key duluan, sudah pasti Key milih Gaga dong," jawab Cassey
"Sue!, bisa ae lo!" sahut Niken
**Dreet...dreet... dreet!!
"Telpon tuh mih, angkat!" Cassey memberikan ponselnya pada Niken
"Halo sayang?" sapa Niken
"Cie, manggilnya pake sayang segala?" goda Niken
"Berisik lo!" sahut Niken
"Iya sayang, aku mau ngajak kamu ke pesta pernikahan temen aku, kamu mau kan?" tanya Gaga
"Iya," jawab Niken
__ADS_1
"Yaudah aku jemput kamu jam delapan malam ya, jangan lupa dandan yang cantik," ucap Ganendra
"Iya sayang, " jawab Niken
"Yaudah ya, sampai ketemu nanti malam daah," kata Gaga mengakhiri obrolannya
*********
Felix sedang memperbaiki sepeda motornya di bengkel langganan mereka, tanpa sengaja lelaki itu melihat Naeswari dan Pandu juga datang ke bengkel itu untuk mengecek kondisi motor Pandu.
"Sudah selesai Yah, ayo pulang," ajak Hermes
Felix segera naik keatas motor Hermes dan untuk mencoba motornya, setelah selesai memastikan motornya sudah Ok, Felix langsung duduk dibelakang Hermes.
"Hermes!!" teriak Nay melambaikan tangannya
Hermes kemudian membawa motornya menghampiri mereka.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Hermes
"Nganter bebeb Pandu servis," jawab Nay
"Oh, yaudah gue duluan ya, daah," ucap Hermes berpamitan
"Iya, dadah," Nay melambaikan tangannya kepada Hermes
***Ciiit!!
Hermes segera memarkirkan motornya didepan rumahnya.
***Plaakkk!!
Felix langsung menampar wajah Hermes dengan keras, pemuda itu hanya memegangi pipinya sembari terus menatap pria yang sudah menamparnya.
"Salah aku apa Yah, sampai kau harus menamparku?" tanya Hermes
"Hmmm, pake nanya lagi!, kan sudah aku bilang dekati putri keraton itu!, tapi apa!, sudah hampir sebulan kamu tidak bisa mendekati gadis itu, malah ia sekarang sudah punya pacar, terus ngapain aja kamu selama ini!" bentak Felix
"Maaf Ayah, cinta itu tidak bisa dipaksakan, Nay tidak suka dengan aku, jadi apa aku salah jika aku menjauhi dia, lagian Nay itu sudah punya pacar jadi aku tidak mau jadi orang ketiga yang mengganggu hubungan mereka, aku takut karma ayah," jawab Hermes
"Baik, kalau itu yang kamu mau, berarti kamu lebih memilih melihat ibu kamu aku sakiti daripada merebut cinta putri raja itu, ok!, kamu lihat saja besok akan aku buat ibumu menderita!, tapi sebelum kamu lihat ibu kamu aku aniaya, sekarang giliran kamu dulu yang akan aku beri pelajaran karena sudah berani membantah perintah dariku!" Felix segera melepaskan gespernya dan bersiap mencambuk Hermes menggunakan ikat pinggangnya
"Hentikan Felix!" teriak seorang wanita yang berdiri dibelakangnya
"Ngapain wanita penyakitan ini kemari," ucap Felix
"Kamu tidak bisa menyakiti anaku lagi, karena dia bukan anak kamu!!, ingat dia anaku dengan almarhum suamiku, bukan anak kamu!, jadi jangan sakiti dia, kamu boleh sakiti aku tapi jangan dia, Dan asal kamu tahu aku juga sudah melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama, jadi kamu tidak bisa melarang aku tinggal bersama Hermes lagi," ucap Mitha
"Ooh, sekarang kamu berani ya melawanku!, bahkan mencoba untuk menceraikan aku, lelaki yang sudah mengobatimu bertahun-tahun!, dasar wanita penyakitan tidak tahu diri!!, dasar j*lang, jangan harap aku akan mau menceraikan kamu!" Felix berusaha mencambuk Mitha dengan ikat pinggangnya, namun Hermes berhasil menariknya
__ADS_1
"Kamu boleh menyakitiku, tapi tidak ibuku!" jawab Hermes yang langsung melepaskan pukulannya hingga menggenai wajah Felix
***Bughhh!!!