ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 58 # Perang Lagi


__ADS_3

Ares langsung menyerang Ryan dengan membabi buta, matanya yang merah menandakan dia dibawah pengaruh obat terlarang.


"Ayo Rey!!, pukul Rey, hajar!!" teriak Ferdan menyemangati Ryan


***Buuughh!!


Sebuah pukulan melesat mengenai wajah Ryan membuatnya terhempas.


"Busyeet!!, kenceng banget pukulannya!!" gumam Ryan memegangi pipinya yang terasa nyeri


**Wuushh!!, buugghhh!!, buughh!!


Ryan melompat dan melancarkan tinjunya beberapa kali mengenai ulu hatinya, tapi Ares hanya menyeringai tanpa kesakitan sedikitpun.


"Anj*r cuma nyegir doang!!, padahal itu tinju maut gue!!" gerutu Ryan


"Jangan-jangan ada yang gak beres sama ini orang!" gumam Ryan, ia menatap lekat Ares yang wajahnya terlihat lebih sangar dari biasanya matanya memerah seperti orang marah, tatapannya nanar seperti tidak fokus menatapnya


"Hmmm, dia seperti sedang dalam pengaruh obat, tapi kok dia sadar ya!" ucap Ryan


"Rey!!, jangan kasih kendor!!, sikat!!" teriak Noval


Kali ini gantian Ares yang langsung menyerang Ryan dengan tendangan mautnya, membuat Ryan jatuh tersungkur ke lantai, melihat musuhnya ambruk Ares segera menjatuhkan tubuhnya keatas tubuh Ryan dan segera mengunci lengan Ryan hingga ia mengerang kesakitan.


"Arrgghh!!" Rey mengerang hingga membuat Danar Gumilang segera mendekatinya


"Kenapa kalian cuma diam!!, dan menonton saja!, bantu Rey!" hardik Danar Gumilang


"Santuy paman, biasalah kalau jagoan gitu, suka mengalah dulu, babak belur dulu baru memang, biar seru kan paman, soalnya kalau langsung menang gak seru, gak pada penasaran penontonnya," jawab Ferdan


"Betul itu paman, kita lihat aja dulu, lagian Rey pasti menang kok. Ini sudah diatur masalahnya orang Indonesia itu sukanya yang sedih-sedih gitu, semakin menderita tokoh utamanya maka semakin tinggi ratingnya, gitu paman!" jelas Noval


"Emangnya ini sinetron, cepat bantu!!, apa aku yang harus turun tangan juga!!" seru Danar Gumilang


"Tunggu bentar lagi paman, lagi seru nih!" sahut Ferdan


"Kalian gak nyadar apa, Ares itu sepertinya memakai doping!!, lihat saja Rey sampai sekarat gitu, gak bakal menang dia, percaya deh," jawab Danar duduk disamping Ferdan


"Gak boleh paman, sirik, percaya itu cuma sama Gusti Allah baru bener, betul tidak Opang?" tanya Ferdan


"Betul A," jawab Noval


"Biar gue yang bantu Ryan," ucap Bayu melepaskan pakaiannya


"Wuiih, keren bro badannya, roti sobeknya menggoda iman!" goda Ferdan


"Kamu tergoda babang, ingat bini di rumah, jangan sampai ada cinta diantara kita," jawab Bayu


"Sue lo!!" cibir Ferdan

__ADS_1


"Kenapa gaya lo, kaya Al banget sih, suka buka baju kalau mau berantem!" seru Noval


"Mungkin kita kembar dan terpisah karena keadaan, jadi mirip," jawab Bayu mengerlingkan matanya


Ia segera menepis tendangan Ares yang ditujukan untuk Ryan.


"Hmmm, rupanya kamu mau ikut campur Bayu!!" ucap Ares dengan wajah sadisnya


"Baiklah kali ini akan kuhabisi kalian berdua bersamaan!, bersiaplah untuk bertemu malaikat pencabutnya dan menyusul teman-teman kamu dineraka!" ucap Ares


Ia langsung menghajar Bayu dengan pukulan mautnya, pria itu langsung menghindar dan membalasnya dengan tendangan salto andalannya.


***Buughhh!!


Melihat Ares yang mulai limbung, Bayu langsung menambah serangannya, ia langsung menarik kerah baju Ares dan menghujaninya dengan pukulan seribu bayangan.


"Cuma segitu kekuatanmu Bayu!" ucap Ares menyeringai


"Gila!!, bagaimana dia biasa saja setelah mendapat pukulan seribu bayangan, jangan!, dia pakai doping lagi!" ucap Bayu menatap mata Ares


"Dia memang pakai doping Bay!" teriak Ryan yang mulai bangkit dan menghampiri Bayu


"Pakai ini!!" Ganendra melemparkan sebuah botol berisi obat kepada Bayu


"Minumkan obat itu pada Ares, untuk mengurangi kekuatannya!" teriak Ganendra


"Tapi apa bisa dok!" seru Bayu


"Rey kami tangkap dia dan tahan, biar aku yang akan meminumkan obatnya," ucap Bayu


"Baik Bay," Ryan segera menyerang Ares dan berusaha untuk mengunci pria itu


"Ferdan bantu!!" teriak Ryan


"Iyeh, Masa sih udah gede minum obat aja harus melibatkan orang sekampung!" cibir Ferdan menghampiri Ryan


Keduanya memegangi Ares yang terus memberontak, anak buah Ares segera merangsek masuk untuk membantu leadernya itu.


"Tahan mereka!!" teriak Ryan


Noval yang sedang duduk segera bangkit dan memberikan komando untuk menyerang anak buah Ares.


"Serang!!!"


Semuanya langsung berdiri dan menyerang anak buah Ares.


"Wah gue telat nih," ucap Lulu yang baru saja tiba di tempat itu


"Hmmm, yang lain lagi pada sibuk perang, kenapa kalian malah peluk-pelukan disini!" Lulu menggelengkan kepalanya ketika melihat Ryan, Ferdan dan juga Ares sedang saling mengunci satu sama lainnya.

__ADS_1


"Buruan Bay, minumkan obatnya, lama-lama kita bisa kalah sama si Ares ini," ucap Ryan


Bayu segera mendekati Ares ran berusaha meminumkan obat itu kemulut Ares, namun lelaki itu terus mengunci mulutnya. Membuat Bayu kesusahan untuk meminumkan obat kepadanya.


"Lu, bantuin Bayu minumin obat Ares, payah dari tadi gak gol-gol!" keluh Ryan


"Ok, serahkan semuanya sama perawat cantik Lulu," jawab Lulu


Ia segera mendekati Bayu dan meminta obatnya pada Bayu.


"Hmmm, minum obat saja susah dan ngerepotin banyak orang, sini serahin sama aku," Noval segera memberikan obat itu pada Lulu


"Sekarang aaa..." ucap Lulu membujuk Ares untuk minum obat


"Kita minum obat dulu ya sayang, biar sehat, jadi cepat buka mulutnya," rayu Lulu


Melihat Lulu yang menyuapinya membuat Ares segera membuka mulutnya, tapu ketika Lulu mendekatkan obat itu, Ares segera mendorong Ryan hingga Ryanlah yang meminum obat itu.


***Byuuur!!


Ryan segera menyemburkan obat itu, hingga mengenai wajah teman-temannya.


"Suee!!" gerutu Ferdan dan Lulu bersaman


"Udah kita bunuh saja dia, kelamaan pake obat segala!!" cibir Ryan


" Setuju!!" jawab Lulu dan teman-temannya


********


"Bundaaa!!!" teriak Ayu hingga membuat Maya segera mendekatinya


"Kenapa sih Ayu, pagi-pagi gini sudah teriak-teriak!" jawab Candramaya


"Cassey gak ada di gudang, " sahut Ayu


"Terus, kamu udah cari belum, takutnya ada yang mindahin lagi!" seru Maya


"Sudah tapi gak ada, lagian kan bunda yang terakhir mengunjungi dia, " sesal Candra


Ayu yang kesal segera meninggalkan Candramaya untuk melihat CCTV gudang.


Sementara itu Cassey samar-samar membuka matanya, mentari yang hangat mulai menyusup ke kamar kecil itu.


"Kamu sudah bangun?" tanya seorang wanita yang menghampirinya


"Sudah tante, makasih ya sudah menolongku," ucap Cassey


"Iya sama-sama, lagian kamu kenapa bisa ada di gudang Istana, dan sepertinya kamu bukan kerabat keraton," ucap wanita itu

__ADS_1


"Iyah, aku diculik oleh seorang dan kemudian disekap di gudang," jawab Cassey


"Hmmm, ternyata masih ada penjahat di Istana, kalau bukan Aku tentu saja ini perbuatan keponakanku Maya, dasar brengsek, terima saja pembalasanku, aku akan membuat kamu mengakui kejahatan kamu dan diusir dari istana Maya," ucap Arkadewi


__ADS_2