ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Pergi dari Istana


__ADS_3

Siwi masih Asyik menikmati cemilannya sembari menunggu Ahmar.


"Lo kenapa sih kalau makan kaya gitu mulutnya, pakai monyong-monyong gak jelas, terus langsung diolesi lipstik lagi?" tanya Nino


"Ini namanya makan cantik bro, biar kelihatan elegan dan lipstik gue tetep aman, dan biar lipstick gue tetep bagus sesekali perlu gue poles lagi biar gak luntur kaya cinta gue," jawab Siwi sambil terkekeh


"Diih sampai segitunya banget sih lo, jangan-jangan bukan makan aja yang cantik tapi kalau lagi pup juga harus cantik gitu?" celetuk Nino


"Tepat sekali, lo mau tau gak cara pup cantik,"


"Gimana tuh, jadi kepo kan gue," sahut Nino


"Jadi kalau orang biasa pup kan suka lama, nah kalau orang cantik itu gak boleh lebih dari tiga menit, jadi gak boleh kurang ataupun lebih, harus pas tiga menit," jawab Siwi hingga membuat Nino hanya menganga


"Terus, kalau lo sembelit dan susah bab gimana, kan pasti lama tuh di toilet,"


"Gak ada istilah sembelit bagi orang cantik kaya gue, karena kita juga rajin makan makanan berserat dan bergizi, kalau tidak kita harus rajin minum yoghurt supaya pencernaan kita tetap lancar dong, jadi selain sehat body goal kita tetap terjaga," jawab Siwi


"Hadeeh!!, gue mules nih," tambah Siwi


"Lo mau kemana Wi?" tanya Nino


"Boker, mau ikut," ledek Siwi


"Mau, tapi takut di gampar sama laki lo," jawab Nino


Siwi hanya terkekeh meningalkan Nino.


"Anj*r pas tiga menit, gak kurang gak lebih, bener-bener totalitas ni si Siwi," Nino hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap stop watch yang baru saja ia matikan.


"Ahmar!!, sayang!!" teriak Siwi yang langsung keluar mengejar Ahmar yang berlari mengikuti anak-anak kecil yang mengejar layang-layang.


"Woiii, jangan lari, ngapain sih ikut lari sama anak-anak kecil itu," gerutu Siwi


"Asyik aja kalau ngejar-ngejar layangan, jadi inget masa kecil dulu," jawab Ahmar


"Gak usah ngejar-ngejar lagi, beli aja ngapain ribet sih, pokoknya kamu gak boleh ngejar-ngejar layangan lagi," ujar Siwi kesal

__ADS_1


"Kenapa sih, pakai acara gak boleh segala," sahut Ahmar


"Pokoknya kamu gak boleh mengejar yang lain, kamu tuh hanya boleh mengejar-ngejar aku," jawab Siwi membuat Ahmar langsung terkekeh


"Dasar alay, tapi aku suka, I Love You," jawab Ahmar mencium kening Siwi.


************


"Bagaimana keadaan Kimmy?" tanya Bagas


"Masih belum sadar baby,"


"Kamu pulang dulu sayang, biar aku yang jagain. Kasian Rendra juga butuh kamu."


Cassey langsung mengangguk dan pergi meninggalkan ruang perawatan Kimmy.


"Kamu mau kemana?" tanya Putra mengikuti Cassey


"Aku mau pulang dulu, ada suamiku yang menjaga Kimmy. Rendra juga butuh aku jadi tolong biarkan aku pulang,"


"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang,"


"Tidak bisa, mereka pasti tidak akan bisa melindungi kamu kalau para penjahat itu mengejar kamu gara-gara mereka gagal menjatuhkan aku," jawab Putra


"Terserah!" Cassey mempercepat langkahnya keluar dari rumah sakit.


"Key!!" Gaga berlari menyusul Cassey


"Kenapa Om?"


"Bagas tadi memintaku untuk mengantarmu pulang,"


"Tidak usah Om, aku bisa pulang sendiri lagian Om kan harus kerja, aku gak mau merepotkan Om," tolak Cassey


"Tidak Key, aku juga sudah selesai kerja, jadi kamu gak usah sungkan,"


Gaga langsung melesatkan mobilnya menuju ke Istana, sedangkan Putra hanya mendengus kesal karena tidak bisa mengantar Cassey pulang.

__ADS_1


Sesampainya di istana Welas Asih sudah menyambut kedatangan Cassey dengan tatapan penuh kemarahan.


**Plaaakk!!


Ia langsung menampar wajah Cassey hingga darah segar keluar dari ujung bibirnya.


"Dasar tidak tahu diri, berkali-kali aku ingatkan kamu untuk menjaga nama baik keluarga kerajaan, kau malah selalu saja membuat ulah, sekarang pergi dari sini dan jangan pernah kembali!" hardik Welas Asih


"Baiklah aku juga akan pergi dari sini karena aku sudah muak dengan semua aturan yang hanya membuatku merasa hidup dalam penjara, bukannya aku bahagia hidup sebagai seorang permaisuri Pangeran tapi aku malah terkekang, aku akan pergi dari sini tapi aku juga akan membawa anakku!" Cassey berlari ke kamarnya dan segera menggendong Rendra yang terlelap keluar dari istana.


"Kau tidak boleh membawa cicitku pergi!" teriak Welas


"Pengawal jangan biarkan dia membawa pergi Rendra!!" Welas segera memerintahkan para pengawal istana untuk menghadang Cassey dan mengambil kembali.


Tidak ada pilihan lain untuk Cassey selain melawan para pengawal istana. Ia terpaksa harus menahan rasa sakit di perutnya agar bisa tetep bersama putranya.


Melihat Cassey yang bertarung melawan puluhan pengawal kerajaan membuat Gaga tidak tega melihatnya, ia kemudian membantu Cassey agar bisa pergi dari tempat itu.


"Pergilah dari sini Key, biar aku yang melawan mereka!" ucap Gaga menjadi pelindung Cassey


"Terima kasih Om," jawab Cassey yang langsung berlari dan memberhentikan taksi agar bisa kabur dari tempat itu.


"Hentikan Ganendra!!" teriak Welas Asih


"Kau benar-benar ingin membuatku jantungan hah!, apa kau ingin aku mati!" gertak Welas Asih


"Maafkan aku Omah, aku cuma tidak bisa melihat seseorang tertindas di depanku, apalagi Omah ingin memisahkan ibu dan anaknya aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, cukup aku merasakan hidup menderita selama beberapa tahun tanpa ibuku karena Omah melarang ia membawaku keluar negeri, tapi Omah tahu kan apa yang terjadi padaku. Aku jadi sakit-sakitan, introvert dan tidak punya rasa percaya diri seperti anak-anak seusiaku dulu. Cukup aku yang merasakan betapa sakitnya hidup jauh dari ibu kandungku dan aku tidak mau Rendra merasakan hal yang sama denganku," jawab Ganendra


"Tapi Cassey berbeda dengan Ibumu, dia begitu banyak membuat masalah, lihat berita hari ini!!, aku benar-benar malu!!" Welas Asih melempar koran pagi kepada Gaga


"Yang Cassey lakukan tidak salah Omah, dia hanya ingin menyelamatkan Kimmy, dan apa yang diberitakan media itu terlalu dibesar-besarkan, kita masih bisa kok menghandelnya jadi tidak perlu sampai mengusir Cassey dari Istana


"Itu benar ibu, lagian walaupun beberapa hari ini wajah Cassey selalu menghiasi media dengan berita miring, namun semua warga Jogja juga tahu apa yang dilakukan putri kita itu tidak salah, para awak media sengaja memelintir berita ini, agar mereka mendapatkan keuntungan dan yang lebih penting memang mereka sengaja memeras kita, agar kita memberikan uang lebih pada mereka supaya mengganti beritanya," tambah Arkadewi


"Diam kau Arkadewi!!, aku tahu kau yang menghasut anakmu hingga menjadi pembangkang seperti sekarang, dan Cassey juga menjadi semakin liar karena dekat dengan kamu!, dasar kau wanita iblis!" hardik Welas Asih membuat Arkadewi menjadi berang dan ingin menampar wanita tua itu.


"Hentikan Bunda!, jangan membuat Omah semakin membenci Bunda!" Gaga berusaha menarik lengan Arkadewi yang hendak menampar Welas Asih

__ADS_1


"Kenapa kau tidak jadi menamparku, kau pasti takut aku mengusirmu lagi seperti dulu bukan, kau takut hidup kekurangan, makanya kau mengurungkan niatmu," ledek Welas Asih membuat Arkadewi semakin murka dan hanya bisa mengepalkan tangannya.


"Sabar Bunda, kita masuk ke rumah saja yuk," Ajak Ganendra berusaha meredam emosi ibunya.


__ADS_2