
Kedatangan Cassey kembali disambut meriah oleh keluarga kerajaan, hingga membuat Cassey terharu.
Disisi lain saat yang lainnya tengah berbahagia dan larut dalam pesta penyambutan Cassey. Naeswari justru dikejutkan dengan berita kalau anaknya Alina sedang sakit keras.
Bayi mungilnya itu sudah dirawat intens di rumah sakit selama tiga hari, tentu saja hal ini membuat Naeswari ingin pergi untuk menjenguknya.
"Omah, bolehkan aku menjenguk Alina?" tanya Naeswari
"Boleh, tapi kau harus meminta izin Omah Welas dulu, jangan katakan kau ingin mengunjungi Alina karena aku takut dia akan curiga." jawab Arkadewi
"Baik Omah," Nay segera mengunjungi Welas Asih dan memberi tahukan maksud kedatangannya.
"Kau akan pergi dengan siapa?" tanya Welas Asih
"Sama Pandu aja, hitung-hitung kita bulan madu ke dua Omah," jawab Naeswari
"Ok, kamu perlu bawa berapa orang dayang?"
"Tidak usah Omah, kami berdua saja,"
"Baik, mampirlah ke rumah Yuda jika sampai disana," ujar Welas Asih
"Baik Omah," jawab Nay
Ia kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan Welas Asih.
"Pi, cepetan beres-beresnya, biar pagi-pagi langsung Cus," ucap Naeswari
"Memangnya kita mau kemana?"
"Sidney,"
"Mau ngapain Nay?"
Nareswari terdiam sejenak karena bingung, selama ini ia memang belum memberi tahukan tentang anaknya kepada Pandu. Ia belum berani untuk mengatakan yang sebenarnya, karena takut kalau suaminya akan kecewa padanya.
"Kenapa kok diem?" tanya Pandu
"Sebenarnya ada yang mau aku bicarain sama kamu, tapi aku tidak mau membicarakan nya disini," jawab Naeswari
"Memangnya kenapa kamu tidak bisa mengatakannya di sini?" tanya Pandu
"Nanti malam, kita jalan yuk, nanti aku ceritakan semuanya," jawab Nay
"Sekarang kita packing dulu, semua keperluan kita," tambah Naeswari
"Ok,"
***********
"Terima kasih Tania atas bantuannya, semoga kedepannya karier kamu semakin cemerlang dan sukses selalu," ucap Welas Asih
"Sama-sama Yang Mulia Ibu Suri, semoga Yang Mulia selalu diberikan kesehatan dan umur panjang," jawab Tania
"Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu," ucap Welas Tania
"Kamu pulang sendiri?" tanya Welas
"Tidak yang Mulia, suamiku sudah menjemput saya. Dia ada di pintu gerbang Istana,"
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan."
"Terima kasih Omah, saya pamit Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam,"
Naeswari segera bersembunyi ketika melihat Tania keluar dari paviliun Welas Asih.
"Hmmm, ternyata Omah dalang dari semuanya," ucap Naeswari sinis
Gadis itu segera berjalan menuju ke paviliunnya untuk mengajak Pandu pergi ke luar.
__ADS_1
"Lo mau kemana Nay?" tanya Siwi
"Mau kencan, emang kenapa?" jawab Nay
"Ikut,"
"Gak boleh, nanti lo ganggu gue!" ketus Naeswari
"Yaelah pelit banget Nay, kan gue tar sama Ahmar, gak bakal gangguin lo,"
"Yaudah, jalan sekarang!" jawab Naeswari
"Thanks Kakakku yang cantik," sahut Siwi
Gadis itu segera berjalan mengikuti Nay.
"Jalan Pi!" perintah Nay
"Ok Nay,"
Mereka pun akhirnya segera melesat menuju ke sebuah kafe tempat nongkrong anak muda.
"Si Ahmar mana Wi, jan sampai kau jadi nyamuk diantara aku sama Pandu,"
"Tega amat lo Nay, gue di jadiin nyamuk, tar lagi Ahmar juga datang," keluh Siwi
"Ok, kita makan dulu yuk sambil nungguin Ahmar," ajak Siwi
"Yuhuu,"
Tidak berselang lama makanan pun datang, ketiganya langsung menyantap hidangan makan malam mereka.
"Assalamualaikum," sapa Ahmar
"Waalaikum salam sayang," jawab Siwi langsung menarik Ahmar untuk duduk di sampingnya
"Sini aku suapin sayang," ucap Siwi
"Gak usah Wi, aku masih kenyang, abis makan juga tadi sama temen-temen," jawab Ahmar
"Iya tadi di kafe, terus lo telpon, makanya aku agak telat datangnya, sorry ya,"
"Gak apa-apa sayang, yaudah aku makan dulu, habis itu kita mojok di taman aja, gak enak kalau gangguin Kak Nay sama Pipi,"
"Ok,"
Selesai makan Siwi berpamitan pada Nay untuk pergi dengan Ahmar.
"Awas jangan macam-macam, ingat kalian lom mahrom," celetuk Naeswari
"Siap Ka, gak macam-macam kok, cuma dua macam saja, kiss and hug, gak papa kan?" ucap Siwi sambil terkekeh
"Sue!"
"Siwi, sekarang sudah pergi, katakan yang mau kamu sampaikan?" tanya Pandu
Naeswari kemudian menceritakan semuanya kepada suaminya itu, dan betapa terkejutnya Pandu ketika mendengar cerita istrinya.
"Astaghfirullah Nay, kenapa kamu bisa melakukan hal seperti itu, dan kau juga, bisa-bisanya menyembunyikan ini dari suamimu sendiri," kata Pandu kesal
"Maaf sayang, semuanya aku lakukan agar Omah tidak memisahkan kita, karena aku tidak mau berpisah dengan kamu, dan aku juga ingin anak kita selamat makanya aku ikutin saran dari Omah Arkadewi." jawab Naeswari
"Tapi kau harusnya memberi tahukan suamimu dulu, bukan malah lebih percaya sama Omah, kalau kau cerita semuanya di awal kan mungkin Kakek Danar bisa membantu kita berbicara dengan Omah, dan tidak harus memberikan anak kita pada orang lain,"
"Iya maaf aku yang salah," Nay terlihat menyesali perbuatannya
"Kalau sudah begini, mau apalagi, aku juga bingung,"
"Sudahlah sayang, kita ikuti saja alurnya, mungkin suatu saat nanti kita akan menemukan jalan keluar untuk masalah ini,"
Keduanya hanya terdiam sesaat.
__ADS_1
"Kenapa kita tidak berangkat sekarang saja?" tanya Pandu
"Besok saja sayang,"
"Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Alina, jangan tunda lagi, atau kita akan menyesal karena Alina bisa saja meningalkan kita untuk selamanya," sahut Pandu membuat Nay semakin merasa bersalah
"Baiklah, sekarang ayo kita pulang," keduanya kemudian pergi meninggalkan kafe itu
*********
"Issh, ramai banget disini ya sayang, kita pindah aja yuk biar gak ada yang gangguin," keluh Siwi karena merasa terganggu dengan banyaknya pengamen yang silih berganti menggangunya
"Memang disini ya gini, gak akan bisa mojok dengan tenang, karena diganggu oleh para pengamen. Mendingan kita pacaran di rumah saja lebih aman, karena ada orang tua yang mengawasi," sahut Ahmar
"Diih ogah, nanti bisa-bisa disiram air lagi sama Mamih," gerutu Siwi
"Yaudah kamu maunya kita kemana?" tanya Ahmar
Siwi menunjuk sebuah tempat duduk di depan air mancur yang terlihat sepi, dan Ahmar segera mengikuti Siwi duduk disana.
Tiba-tiba seorang pengamen Waria datang menghampiri mereka.
"Misi Om, numpang ngamen," ucap waria itu
"Boleh request lagu gak Cin?" tanya Siwi
"Boleh dong cantik," jawab Waria itu
"Yaudah nyanyiin Janji suci ya," sahut Siwi
"Rebes Kaka," Waria itu segera menyayikan lagu pesanan Siwi dengan suara khas cowok
"Done Kaka, sekarang eike minta bayarannya," ucap sang bencong
"Btw, Kamu kenapa sih nyanyi lagu itu sambil monyong-monyong," tanya Siwi
"Lagi sariawan Kaka," jawab sang bencong
"Makanya minum Vitamin C dong biar cepat sembuh," jawab Ahmar
"Iya Kaka mau dong Vitamin C nya," balas Bencong itu
"Belilah banyak kok di toko, dan apotik," ujar Ahmar
"Aku gak mau vitamin C dari toko atau apotik Kaka, tapi aku maunya vitamin C dari Kaka ganteng," godanya sembari tersenyum
"Gue gak nyetok obat gituan," jawab Ahmar
"Issh, babang ganteng pura-pura polos deh, vitamin C itu ya cip*k, aku mau di cip*k babang ganteng, kali aja setelah dicipok langsung sembuh sariawan aku," jawabnya sambil bergelayut manja di bahu Ahmar
"Pepet terus Cin, gak papa gue izinin," sahut Siwi sambil terkekeh melihat Ahmar terpojok oleh si Bencong
"Wi, tolongin gue. Tega banget lo lihat gie diperk*sa bencong, bisa hilang keperjakaan gue," ucapnya sambil terus menghindar dari bencong yang sudah memonyongkan bibirnya hendak menciumnya
**Buughh!!
Akhirnya sebuah pukulan melesat ke wajah sang Waria itu, dan Ahmar segera menarik lengan Siwi lari meninggalkan Waria itu.
"Woii, jangan lari. Kalian belum bayar request lagunya!" teriak si Bencong dengan suara laki-lakinya yang keluar karena marah
Karena kesal Si Bencong itu melemparkan sepatu high heelsnya kepada Ahmar, namun Siwi berhasil menangkap keduanya dan membawanya kabur.
"Lumayan sepatu mahal euy, walaupun KW!" ucap Siwi lirih
"Balikin Woi sepatu aku!!" seru si Bencong
"Salah sendiri lo lempar, makanya jangan salahkan gue kalau sepatu lo gue colong!!" ledek Siwi sambil terkekeh
**Duug!
Karena terlalu fokus meneriaki Si Bencong Siwi sampai lupa melihat jalan hingga menabrak tiang listrik didepannya.
__ADS_1
"Sukurin!!, mamp*s lo!!" teriak banci itu sambil terkekeh
"