ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Season 3 # Episode 74. Mempersiapkan Amunisi


__ADS_3

Kenapa aku bisa sekejam ini pada Kinan, bahkan aku tidak memberikan pelukan perpisahan untuknya.


Devin berbalik dan berlari mengejar Kinan, ia menghentikan langkahnya ketika melihat Genta mengulurkan tangannya dan menggandeng Kinan menuju ke mobilnya.


"Kakak!!" seru Devin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Devin hanya termangu melihat Genta mengajak Kinan pergi dari Istana.


"Sudahlah, bukankah itu lebih baik. Kita akan memenangkan permainan ini jika Genta menyukai gadis itu," ucap Adi Candra


***********


Kau benar-benar ingin menjadi raja Dev, baiklah kalau itu kemauan mu aku akan mewujudkannya.


"Kau tidak perlu repot-repot mengantarku pulang, aku bisa pulang sendiri. Turunkan aku di terminal!" seru Kinan


"Apa kau masih patah hati karena diputuskan oleh Devin?" tanya Genta melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Jangan kepo, urus saja urusanmu sendiri. Jangan suka ikut campur urusan orang," delik Kinan


"Aiish, sepertinya benar apa kata pepatah, bahwa putus cinta bisa membuat orang mudah marah dan tersinggung," Genta tertawa kecil.


"Turunkan aku disini!!" seru Kinan, namun Genta tidak mengindahkan peringatannya, membuat Kinan geram dan langsung mengarahkan pukulannya kearah Genta. Lelaki itu langsung menghindar dan menghentikan mobilnya.


Geregetan pukulannya meleset ia kembali melesatkan pukulannya kearah Genta, Lelaki itu langsung menahan tangan Kinan dan gantian menyerangnya. Ia mendesakkan tubuhnya hingga membuat gadis itu terpojok.


Ia menatapnya dengan hembusan nafas yang tidak teratur. Keduanya begitu dekat hingga Kinan bisa merasakan debaran jantung Genta.


"Jangan macam-macam kau, atau kau akan menyesal!!" ancam Kinan memalingkan wajahnya dari tatapan Genta yang seakan ingin menelannya bulat-bulat.


Lelaki itu mendongakkan wajah Kinan dan mencengkeram kedua lengan Kinan hingga ia tidak bisa berkutik.


"Ups, aku lupa kalau kau ini adalah gadis Avenger yang jago berkelahi bahkan menjadi bodyguard pangeran Cendana Kalingga. Maaf aku benar-benar lupa. Sebenarnya aku takut padamu tapi seharusnya juga takut padaku, ya aku takut, aku takut!!" seru Genta mendekatkan bibirnya seolah ingin menciumnya membuat Kinan langsung mengunci bibirnya membuat Genta tertawa dan melepaskan tangan Kinan.


"Kau benar-benar lucu Kinan, pantas saja Dev begitu mencintaimu, dan sebagai kakak yang baik aku tidak akan membiarkan calon adik iparku pulang sendirian. Aku akan mengantarmu pulang agar kau bisa selamat sampai tujuan, sekalian aku ingin bertemu dengan Angga dan mengucapkan rasa terima kasihku karena dia telah menyelamatkan aku dari orang-orang yang ingin membunuhku. Kau tidak usah takut padaku, seleraku terlalu tinggi dan gadis sepertimu bukan tipeku," ucap Genta kembali melesatkan mobilnya


Sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam.


"Jangan tidur, karena aku tidak tahu rumahmu, kau harus menjadi pemandu jalan untukku!" seru Genta Kinan segera menyetel google map dan meletakkannya di atas pangkuan Genta.


"Aku tidak butuh google map, aku cuma butuh kamu," jawab Genta membuat Kinan tercengang.


"Lurus terus!" Kinan langsung mengalihkan pandangannya


"Belok kiri, Lurus terus, setelah lampu merah pelan-pelan berhenti di rumah ke tiga," ucap Kinan.


Gadis itu segera turun dari mobil dan mengambil barang-barangnya.


"Terima kasih," ucap Kinan meningalkan Genta.


"Assalamualaikum," sapa Kinan


"Waalaikum salam, kau sudah pulang Kinan!!" seru Rey langsung memeluk putrinya


"Papih!!" seru Kinan menangis di pelukannya

__ADS_1


"Kamu kenapa, pulang-pulang kok nangis?" tanya Ryan


"Paling putus cinta, kalau gak dia pasti lagi berantem sama Devin, lihat saja lelaki itu tidak mengantarnya pulang," sahut Niken


"Apa itu benar Kin?" tanya Ryan


Gadis itu hanya mengangguk dan kembali menangis di pelukan ayahnya.


"Uwaaa, papih!!" teriak Kinan seperti anak kecil membuat Niken terkekeh melihatnya


"Dasar ngalem!" umpat Niken


"Cup, cup, cup anak Papih sayang jangan nangis dong, santuy aja. Mati satu tumbuh seribu." Ryan berusaha menghiburnya dan mengajaknya duduk di sofa


"Iya Pih, kalau ngomong mah gampang. Tapi prakteknya susah, aku masih sakit hati Pih," jawab Kinan membuat Niken semakin terkekeh


"Bisa diem dulu apa Niken sayang, hargai dong Kinan yang lagi sedih," ucap Ryan membuat Niken langsung berhenti tertawa


"Dihargai berapa?" goda Niken


"Sue!!" seru Kinan dan Rey bersamaan


"Cie, cie kompak," ledek Niken


Niken menghentikan tawanya ketika melihat seorang lelaki berdiri didepan pintu rumahnya.


"Sssttt!!" Niken mencoba memberi tahukan Kinan dengan menggoyang-goyangkan tangannya.


"Ada apa sih Mamih," sahut Kinan mengangkat kepalanya,


"Siapa itu?" tanya Niken menunjuk ke arah Genta


"Astaghfirullah kenapa dia masih disini !!" seru Kinan


Ia langsung mendekati pemuda itu .


"Ngapain masih disini, pulang sana!!" usir Kinan


"Karena sudah kemalaman, aku tidak berani pulang ke Solo. Aku takut dibegal, bolehkan aku menginap semalam disini," jawab Genta membuat Kinan kesal


"Diih Cemen!!, kenapa tidak minta jemput pengawal istana saja atau panglima Baladewa, bukankah kau Pangeran gitu aja kok repot!, pokoknya kamu tidak boleh menginap di rumahku!" sahut Kinan


"Astaga ternyata dia Pangeran, kenapa kau kasar sekali padanya Kinan," Sela Niken mendekati pemuda itu


"Apa hubunganmu dengan Devin?" tanya Niken


"Dia adikku Tante," jawab Genta


"Pantas saja kalian mirip, mari masuk diluar dingin." Niken menggandeng Genta dan mendudukkan pemuda itu disampaikannya.


"Kalau kau takut di begal kau boleh kok menginap disini, jangankan menginap, tinggal disini untuk selamanya juga boleh," ucap Niken sumringah


"Mamiih!" seru Kinan kesal


"Biarkan saja dia menginap disini Kin, kasian. Lumayan kan kau gagal dapatin adiknya, kakaknya juga tidak masalah," bisik Niken sambil terkekeh, membuat Kinan semakin kesal

__ADS_1


"Terserah Mamih sajalah, Kinan capek mau istirahat," jawab Kinan melangkah masuk ke kamarnya.


"Jangan diambil hati ya, Kinan memang seperti itu tapi sebenarnya hatinya itu sangat lembut dan juga baik hati. Kalau begitu mending aku antar kamu ke kamarmu," Niken menarik Genta menuju ke kamarnya.


"Istirahatlah, kau pasti capek setelah perjalanan jauh. anggap saja ini rumah sendiri. Kalau kamu lapar ambil saja sendiri di ruang makan, maaf tidak bisa melayani dengan baik Pangeran, " tambah Niken


"Terima kasih Tante,"


"Sama-sama,"


Genta kemudian merebahkan tubuhnya keatas kasur dan Merawang menata langit-langit.


Sepertinya aku harus mengikuti permainan Devin dan Harsiwi, kau ingin anakmu menjadi raja bukan , baiklah aku akan mewujudkannya.


Genta segera mengambil ponselnya dan menghubungi Sekretaris Gotawa.


"Halo Paman," sapa Genta


"Iya yang mulia,"


"Segera temui Kepala deputi Kehakiman dan beri tahu padanya kalau aku akan menjadikan putrinya sebagai Ratuku," ujar Genta


"Baik, yang mulia," jawab


Akhirnya kau luluh juga yang Mulia, aku bangga padamu. Dan aku berjanji akan menjadikanmu Raja agar bisa membalaskan dendam untuk almarhum ayah dan ibumu.


***********


Sementara itu di Istana Cendana Kalingga.


"Apa!!, beraninya Kepala deputi Kehakiman menolak lamaran ku!! seru Adi Candra


"Kita sudah didahului oleh Gotawa Romo," jawab Suliwa


"Beraninya dia, memangnya dia pikir aku tidak akan segera mengungkap kasus korupsinya, kau tunggu aja Gotawa. Sebentar lagi kau akan menjadi miskin dan segera bersujud di kakiku meminta ampun padaku!" gertak Adi Candra


"Bagaimana kalau ayah menemui Kepala Deputi Kehakiman secara langsung, aku yakin jika ayah yang datang langsung ke sana dan bicara dari hati ke hati, maka dia akan membatalkan perjodohan itu," tambah Suliwa


"Kau benar Suliwa, Baiklah, besok aku akan menemui Kepala Deputi Kehakiman," jawab Adi Candra


Sementara itu Baladewa masih mempelajari kasus Korupsi Sekertaris Gotawa, ia sengaja mendatangi ruang arsip kerajaan untuk mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Gotawa.


"Dimana aku bisa menemukan bukti terkuatnya, aku yakin dia menyembunyikannya di ruang kerjanya," Baladewa segera bergegas menuju ke ruang kerja Gotawa dan memeriksa beberapa file pribadi Gotawa yang tersimpan rapi di perpustakaan pribadinya.


"Ada yang bisa aku bantu Paman?" seru Devin membuat Baladewa terkejut melihat kedatangan Devin.


"Kamu kenapa Raka, apa kau sedang sakit, wajah mu terlihat sangat pucat?" Baladewa balik bertanya


"Tidak Paman, aku baik-baik saja. Aku cuma sedang berpikir bagaimana caranya mengakhiri konflik ini. Aku sudah lelah Paman , aku ingin mengakhiri semuanya," jawab Devin


"Sabarlah sebentar, aku juga sedang membantumu. Doakan aku agar segera menemukan bukti-bukti kejahatan Gotawa, agar lelaki itu bisa secepatnya di hukum dan tidak memprovikasi Genta untuk terus melawanmu. Besok adalah hari penobatan Raja, aku yakin jika kubu Gotawa malam ini sedang mempersiapkan diri dengan menggunakan beberapa amunisi untuk menyingkirkan mu setelah menobatkan Genta sebagai Raja, dan sekarang saatnya untukku mencari bukti-bukti kejahatan Gotawa disini," sahut Baladewa


"Sekarang tugasmu adalah belajar strategi perang, bagaiamna caranya menghabisi musuh-musuhmu dengan trik jitu. Pergilah temui Raden Tumenggung Surajaya di Balairung Arjuno, kau harus belajar banyak darinya," seru Baladewa


"Baik Paman!!" Devin memberikan beberapa file yang baru saja ia temukan

__ADS_1


Baladewa tercengang melihat isi File yang ditemukan oleh Devin.


"Astaga, aku menemukannya, aku menemukannya!!" teriak Baladewa sumringah


__ADS_2