
"Ini mobil siapa Hery?" tanya Agni ketika tiba di rumah Hermes
"Mobil Opah, emang kenapa?" Hermes balik bertanya
"Nomor platnya sama kaya mobil yang mau nabrak kita saat prewedding tadi," kenang Agni
"Tapi yang tadi mobilnya gak kaya gini, kalau gak salah model mini Coop*r deh," jawab Hermes yang langsung masuk kedalam rumahnya
"Assalamualaikum bu," sapa Hermes mencium tangan ibunya
"Waalaikum salam, kok tumben kalian cepat sekali pulangnya," jawab Mitha
"Kita gagal prewed ibu," sahut Hermes lirih
"Kok bisa, memangnya ada apa?" tanya Mitha
"Ada yang sengaja menggagalkan acara kami, tante," jawab Agni
"Astaghfirullah, siapa yang jahat sama kalian, apa kalian punya musuh?" tanya Mitha lagi
"Tidak ada bu, tapi mungkin ada yang tidak suka jika Hery dan Agni bahagia," jawab Hermes
"Oh iya, tadi opah pesan kalau kalian harus menemuinya selesai pemotretan prewed," ujar Mitha
"Baik bu," Hermes segera mengambil kunci motornya dan berpamitan kepada Mitha.
"Kita jalan dulu bu," ucap Hermes
" Hati-hati nak,"
Hermes segera menggandeng Agni dan menyuruhnya segera naik dibelakangnya.
Hermes melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke Atmajaya tower yang berada di jantung kota Jogjakarta.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam akhirnya ia sampai juga di Atmajaya Tower
Ia kaget ketika melihat sebuah mobil mini Coop*r terparkir di lokasi parkir VIP.
"Sepertinya Opah sudah menangkap pengacau yang mengganggu acara prewed kita," ucap Hermes lirih
"Darimana kau tahu?" tanya Agni
"Lihat saja mobil itu!, bukankah itu adalah mobil yang hendak menabrak kita," tuturnya sembari melihat secara dekat mobil mewah itu
"Tapi nomor plat mobilnya berbeda, darimana kau yakin mobil ini pelakunya," sanggah Agni
"Sudahlah ayo masuk," ajak Hermes
Keduanya masuk menuju ke ruangan Sudiro Atmajaya.
"Assalamualaikum Opah," sapa Hermes langsung mencium tangan kakeknya.
"Halo Hery," sapa Garnetta dengan senyumnya yang menawan
"Halo Netta," jawab Hermes datar
"Sekarang kalian sudah hadir dan sudah saatnya aku memberitahukan untuk apa kalian aku undang ke sini," Sudiro memulai percakapan mereka
"Mungkin Hery sudah tahu apa yang akan aku sampaikan, tapi tidak dengan dua gadis manis ini, aku tahu kalian sangat mencintai Hery cucuku, tapi tentu saja cucuku harus memilih satu dari kalian, karena aku tidak setuju dengan poligami walaupun agama melarangnya, sebagai seorang keturunan kerajaan Surakarta sebenarnya aku sudah memiliki perjanjian dengan almarhum kakeknya Garnetta untuk menikahkan cucu kami agar semakin memperkuat kekuatan kerajaan, namun seiring berjalannya waktu akupun sadar bahwa yang namanya cinta tidak bisa dipaksakan, oleh karena itu kemarin aku sudah berdiskusi dengan ayahanda Garnetta dan dengan ini kami sepakat bahwa perjodohan antara Hery dan Garnetta dibatalkan, tapi sepertinya gadis manis didepanku ini tidak terima dan ingin pertunangannya tetap dilanjutkan sampai-sampai ia menghalalkan segala cara agar bisa menggagalkan pernikahan kalian, dan itu membuatku merasa bersalah, dan memutuskan Agni dan Garnetta akan bertarung di ring untuk memperebutkan kamu Hery. Aku rasa ini cukup adil karena pertandingan akan dilaksanakan secara adil dan sportif, siapapun yang menang dia yang akan jadi istri kamu Hery, dan bagi yang kalah harus menerima kekalahan secara fair serta tidak ada dendam lagi," papar Sudiro
"Bagaimana apa kalian setuju?" tanya Sudiro
"Setuju!!" jawab Agni dan Garnetta bersamaan
"Tapi Opah, bukankah Garnetta itu jahat, bahkan ia sempat akan menabrak aku dan Agni kenapa Agni yang malah harus bertanding melawan Netta, harusnya ia sudah menang dong Opah, apalagi aku yang memilih dia dan Opah juga sudah menyetujui pernikahan kami, kenapa sekarang berubah gini, aku benar-benar tidak terima, apalagi kalau nanti Agni kalah tentu saja aku tidak akan mau menikahi Garnetta, karena aku tidak mencintainya," tandas Hermes penuh emosi
"Opah sudah tahu semuanya Hery, bahkan aku juga tahu kalau Garnetta yang menaruh kobra di keranjang sepeda yang hendak mencelakai Agni, itulah alasan Opah mengadakan pertandingan ini, karena aku ingin tahu seberapa besar cinta Agni padamu, kalau dia benar-benar mencintai kamu dan sangat ingin menjadi istri kamu harusnya dia bisa mengalahkan Garnetta yang jelas-jelas mencoba berkali-kali, dan aku juga mau lihat apa Garnetta itu benar-benar tulus mencintai kamu atau cinta karena harta dan tahta," papar Sudiro panjang lebar
__ADS_1
"Baiklah Opah, aku percaya Opah tahu mana yang benar dan mana yang salah, aku setuju dengan usulan Opah," jawab Hermes sedikit kecewa
"Syukurlah, pertandingan akan diadakan nanti malam pukul sembilan malam di GOR Among Raga," ucap Sudiro
"Baik, Opah kami akan datang," jawab Hermes yang kemudian meninggalkan ruangan itu.
**********
"What!, kamu akan bertanding melawan Garnetta malam ini!, bener-bener gila tuh Opahnya Hermes, masa kalian udah mau nikah, undangan udah disebar masih saja pakai acara tanding segala untuk mendapatkan si babe, tapi tenang Agni aku yakin kamu bisa membantai tuh jal*ng, hempaskan saja dia bila perlu tenggelamkan dia ke laut hingga tidak kembali lagi," tutur Cassey berapi-api
"Iya Key, thanks atas dukungannya ya, tapi walaupun begitu aku tidak bisa meremehkan Garnetta, karena sepertinya dia bukan wanita sembarangan, apalagi biasanya putri keraton selalu dibekali kemampuan beladiri yang mumpuni agar bisa melindungi dirinya sendiri, dari orang-orang jahat," jawab Agni
"Betul sis, aku pernah sekali menghajarnya dia memang memiliki kemampuan beladiri yang lumayan, jadi kamu harus hati-hati," tambah Cassey
"Terima kasih atas dukungannya Key, aku sekarang harus siap-siap untuk nanti malam," ujar Agni menutup obrolannya.
Pukul delapan malam Cassey terlihat gelisah karena memikirkan Agni yang akan melawan Garnetta malam ini.
"Bagaimana kalau Agni kalah, kasian banget ia harus merelakan calon suaminya menikah dengan wanita lain, ya ampun kenapa aku malah berpikir dia kalah sih, aku yakin Agni pasti menang, semangat Agni, Ganbate ne!!" ucapnya sembari mengepalkan tangannya.
"Kayaknya gue harus melakukan sesuatu agar Agni bisa menang nih," ia langsung bangkit dari kasurnya dan berjalan pelan menuju pintu kamarnya.
Setelah memastikan ruangan sepi ia pun segera pergi meninggalkan istana untuk mendukung Agni.
"Asiiek, akhirnya, bisa jalan-jalan mengelilingi kota Jogja lagi", ujar Cassey
Ia segera mendekati motor sport milik Bagas dan duduk dimotor itu.
Cassey langsung melesatkan motornya hingga tidak ada yang tahu kalau ia pergi ke Gor untuk menyemangati Agni.
"Hadeeh, kenapa bekas jahitannya nyeri sekali," ucap Cassey sembari meringis menahan sakit
Suasana Gor terlihat sangat ramai, semua penonton bersorak gembira melihat Agni dan Garnetta bertanding.
__ADS_1