
"Kenapa kau bilang ingin menjadikan putriku sebagai Ratu, apa kau tidak salah bicara?" tanya Baladewa
"Tentu saja tidak Paman, daripada aku menikahi seseorang yang hanya mengincar kedudukan dariku lebih baik aku menikahi orang yang loyal terhadapku," jawab Genta
"Tapi kau dan Anjani adalah sepupu, dan keluarga kita sangat menentang pernikahan sedarah," jawab Baladewa
"Aku tahu Anjani bukan putri Paman, dia adalah anak angkat Paman bukan, putri Paman sebenarnya sudah meninggal. Tapi untuk menghibur Bibi yang sedang sakit waktu itu kau berusaha berbohong padanya dan mengatakan kalau Anjani adalah putrinya," jawab Genta
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Baladewa penasaran
"Romo, dia tidak sengaja memberitahuku," jawab Genta
"Kau tidak perlu khawatir Paman, aku yakin Bibi tidak akan marah padamu. Dia akan memaafkan Paman apalagi dia sangat menyayangi Anjani,"
"Sekarang katakanlah, ada perlu apa Paman datang menemui aku?" tanya Genta
"Aku akan memberi tahukan tentang kejahatan yang dilakukan oleh Gotawa," Baladewa memberikan beberapa berkas bukti kejahatan Gotawa yang melakukan korupsi selama menjabat sebagai Sekertaris kerajaan.
"Hmmm, memang di Istana ini banyak orang-orang jahat, mereka bekerja hanya untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan kesejahteraan rakyat. Mereka berusaha mempertahankan kedudukannya dengan mencari dukungan dari penguasa, mereka mendekatinya, menjilatinya, bahkan ada yang rela memberikan putrinya hanya untuk mendapatkan kekuasaan. Setelah kekuatan dan kedudukan di dapatnya mereka akan menguras kekayaan kerajaan untuk memperkaya diri, dan berfoya-foya, mencari selir sebanyak-banyaknya, gaya hidup hedonis. Mereka benar-benar laknat. Aku bersumpah akan menghukum mereka semua tanpa pandang bulu."
"Terima kasih Paman, sebaiknya kita segera bergabung dengan yang lainnya di Balairung Raja," Genta mengajak Baladewa menuju Balairung
Semuanya langsung memberi hormat ketika Genta memasuki ruangan itu.
Sementara itu Gotawa menatap Baladewa penuh kebencian.
Dasar penjilat, aku pikir kau adalah orang yang paling loyal dan tidak gila jabatan, ternyata kau sama saja. Menyesal aku sudah meremehkan mu Baladewa.
"Baiklah para pejabat tinggi, abdi dalem Keraton, sekarang tiba saatnya saya untuk membacakan mutasi dan promosi bagi pejabat dan Abdi dalem Keraton yang telah menjadi pengabdi setia Keraton dan bekerja keras untuk kemajuan Cendana Kalingga,"
__ADS_1
"Yang pertama adalah Panglima kerajaan Baladewa akan aku promosikan menjadi pejabat tertinggi di kerajaan, sementara posisi Panglima kerajaan yang kosong akan diduduki oleh adikku Pangeran Devin Rakabuming,"
Semua yang hadir di sana mendadak riuh mendengar Devin yang diangkat menjadi panglima kerajaan. Susana yang tenang menjadi riuh membuat Genta marah hingga terpaksa menghentikan keributan tersebut.
"Diam semuanya!!" teriaknya membuat semuanya langsung terdiam. Suasana kembali kondusif dan ia melanjutkan kembali pembacaan susunan pejabat yang akan membantunya memerintah Keraton Cendana Kalingga.
"Untuk Sekertaris kerajaan Gotawa Wiraguna, karena terbukti menyalah gunakan wewenang dan kekuasaan dengan melakukan korupsi di berbagai proyek Kerajaan, maka dengan ini akan dicopot dari jabatannya. Mengingat jasa-jasanya terhadap Keraton Cendana Kalingga maka saya memutuskan untuk tidak menghukumnya melainkan akan mengasingkannya di daerah kumuh dan terpencil!!" tutur Genta membuat Gotawa langsung berlutut didepannya
"Apa kau tidak bisa mempertimbangkan keputusan mu, bukankah aku sudah menyelamatkan nyawamu dan mebantumu menjadi Raja negeri ini. Tidak bisakah kau mengampuni ku yang mulia?" tanyanya sembari mengepalkan tangannya
"Paman, aku sudah memberikan grasi ku padamu, seharusnya kau di jatuhi hukuman dipenjara seumur hidup dan semua aset kekayaanmu disita oleh Keraton, tapi aku tidak melakukannya mengingat jasa-jasa mu yang telah menyelamatkan nyawaku dan aku sangat berterima kasih untuk hal itu. Kau tidak usah khawatir, ditempat pengasingan mu aku sudah menyediakan semua yang kau butuhkan. Jadi kau tidak perlu takut kekurangan di sana, bahkan aku juga memberikan seorang pelayan untuk membantumu di sana. Dan untuk keamanan mu aku juga memerintahkan beberapa orang perajurit untuk menjaga kediamanku sehingga tidak akan ada orang jahat yang akan menyetujui," jawab Genta
*Flashback
Adi Candra segera mencegat mobil yang akan menjemput Genta dari kediaman Kinan.
Ia langsung menurunkan mereka dan mengikatnya. Ia kemudian menggantinya dengan anak buahnya.
"Baik Tuan!" jawab anak buah Adi Candra
Mereka segera menuju ke Jogjakarta untuk menjemput Pangeran Genta Bhumi.
Setibanya di rumah Kinan mereka segera
"Kenapa kita berhenti disini?" tanya Genta curiga
Beberapa pengawal yang sudah menjemputnya tidak membawanya ke Istana, melainkan mengantarnya ke kediaman Adi Candra.
Keringat dingin sudah membasahi pipinya, Genta begitu ketakutan jika Adi Candra akan membunuhnya. Seperti dulu saat dia menginap di hotel Jogja.
__ADS_1
"Kau tidak perlu takut yang mulia, Romo ku hanya ingin berbicara empat mata denganmu," tukas Suliwa
"Apa Paman dan kakek akan membunuhku?" tanya Genta
"Kami tidak sekejam itu Pangeran," ujar Adi Candra memasuki ruang tamu.
"Silahkan duduk yang mulia, semuanya pergi dari sini!!" tambah Adi Candra
"Aku cuma ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting padamu. Kita memang bermusuhan dalam berpolitik tapi dalam kehidupan keluarga, kau adalah cucuku tentu saja sebagai seorang kakek akan selalu menyayangi setiap cucunya. Dan senantiasa menasihatinya dan mengarahkannya ke jalan yang benar jika ia sedang berada di jalan yang salah."
Adi Candra menghentikan ucapannya dan memberikan beberapa dokumen kepada Genta.
"Bacalah!!" perintahnya
Genta segera membuka dokumen itu dan membacanya.
Ia merasa terkejut melihat apa yang dibacanya, air matanya mengalir deras membasahi pipinya.
"Dalam dunia politik sedikit sekali orang yang jujur bahkan bisa dibilang langka. Sekuat-kuatnya iman seseorang yang ada di dunia politik, pasti akan goyah juga jika setiap hari selalu diiming-imingi dengan harta, tathta dan wanita, lama-lama mereka yang dulunya baik akan berubah tamak juga. Seperti batu karang yang akan retak juga apabila setiap hari ditetesi oleh air."
"Kau bisa lihat sejarah ayahmu menjadi Raja, dan kenapa Sekertaris Gotawa melakukan korupsi begitu banyak, dan sekarang mati-matian menjadikan dirimu sebagai raja Cendana Kalingga. Bahkan dia sengaja mengadu domba kamu dan adikmu hanya karena kesalahan yang dibuat oleh ibunya. Devin tidak tahu apa-apa tentang apa yang dilakukan oleh Harsiwi, begitu juga aku.
Sebagai ayah dari Harsiwi aku mohon maaf atas apa yang dilakukan oleh putriku padamu, aku mengerti jika kau tidak bisa memaafkannya, karena kalau aku jadi dirimu aku juga akan melakukan hal yang sama bahkan mungkin lebih kejam darimu.
Jadi janganlah kau salahkan Devin dalam masalah ini. Dia begitu menyayangi mu sampai ia selalu membantah ibunya hanya untuk membelamu.
Jika kau ingin menjadi Raja Cendana Kalingga tentu saja aku akan mendukungnya, tapi satu nasihatku jadilah Raja yang bijaksana. Hilangkan pejabat korup di lingkungan mu, dan singkirkan pejabat yang memiliki dendam pribadi dengan keluargamu jika kau ingin posisimu aman. Jadikan orang yang aku percaya sebagai pejabat tertinggi yang bisa membantumu saat lawan politik mu melakukan kudeta. Nikahi putri pejabat tinggi yang loyal dan memiliki banyak dukungan dari rakyat agar kau bisa mempertahankan kekuasaan mu.
Hukum Gotawa atau kirim ia ke tempat pengasingan. Ingat cucuku Gotawa sengaja mendekatimu agar ia bisa lepas dari hukuman korupsi yang dilakukannya. Sebagai seorang deputi pertahanan aku sudah hapal rekam jejak kejahatan Gotawa, tapi dia susah disentuh karena terlalu banyak pejabat yang mendukungnya. Tapi kau bisa memberikannya hukuman. Hanya Raja yang mempunyai kekuasaan penuh untuk menjatuhkan pejabat tinggi. Ingat Genta dia baik padamu karena ada maksudnya. Almarhum ayahnya adalah Raja yang dimakzulkan oleh ayahmu karena masalah korupsi yang menjeratnya. Jadi tidak mungkin dia akan membalaskan dendamnya kepadamu dan Devin.
__ADS_1
Semua yang ku bicarakan padamu bukan pepesan kosong belaka, semuanya ada buktinya, dan aku sudah mengumpulkannya dari dulu. Dan sekaranglah waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.
Kau bisa memanfaatkan Pamanmu Baladawe dan juga Devin untuk menduduki posisi strategis itu, agar sewaktu-waktu Gotawa berniat melakukan kudeta kau tetap akan berada pada posisi aman. Dan dia tidak akan bisa memakzulkan dirimu. Dan kalaupun itu terjadi maka posisi Raja akan langsung digantikan oleh Baladewa atau Devin, bukan Gotawa!" terang Adi Candra