
Pagi-pagi Cassey sudah berangkat menuju ke rumah Putra Adinata untuk melaksanakan tugasnya sebagai baby sitter Amanda.
Setibanya di rumah Putra Cassey langsung disambut dingin oleh sang pemilik rumah.
"Kenapa baru datang!" cibir Putra
"Kan tidak ada perjanjian harus datang jam berapa kan?, jadi bebas dong," jawab Cassey dengan nada tinggi
Sial, dasar wanita menyebalkan. Awas saja kau, akan ku siksa kau disini, hingga kau lupa bagaimana rasanya menyombongkan diri.
"Sekarang kamu harus membuat sarapan, setelah itu bersih-bersih rumah!" titah Putra
"What!!, gak salah lo, gue disini cuma jadi baby sitternya Kimmy ya bukan pembantu!" tegas Cassey
"Iya itu kemarin karena ada Bayu dan sekarang aku berubah pikiran, kamu sekarang adalah baby sitter Amanda merangkap asisten rumah tangga, dan satu lagi kau harus datang jam enam pagi, jika kau datang terlambat maka masa kerjamu bertambah satu hari," ucap Putra
"Wah ini sudah dikategorikan sebagai penindasan gue bisa laporin lo ke komnas HAM," jawab Cassey
"terserah!, aku juga bisa melaporkan dirimu ke polisi karena sudah melakukan kelalaian yang mengakibatkan nyawa seseorang menghilang dan kau bisa dihukum seumur hidup," ancam Putra
Cassey langsung menuju kamar Kimmy dan tidak menghiraukan ucapan Putra.
Putra segera masuk kekamarnya dan beberapa menit kemudian ia menemui Cassey di kamar Kimmy.
"Baca dan tanda tangani dulu surat perjanjian kerja ini," ucap Putra
"Kenapa aku jadi seperti terpidana gini sih, masa aku dilarang protes, dilarang menyela pembicaraan, dilarang menolak, dan harus melaksanakan semua yang engkau perintahkan, benar-benar bajing*n. Aku tidak mau tanda tangan kalau kau tidak merubah perjanjian ini," jawab Cassey
"Kalau kau tidak mau, aku akan melaporkan kamu ke polisi sekarang juga, supaya kau dipenjara dan itu akan membuat aku merasa puas daripada cuma menyiksamu," tandas Putra
Cassey hanya terdiam memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Putra jika ia tidak menandatangani surat kontrak kerja itu. Ia kemudian terpaksa menandatangani surat perjanjian itu.
"Sekarang hari ini tugasmu adalah memasak sarapan pagi untukku, karena aku akan berangkat bekerja pukul sembilan. Untuk itu c cepetan sekarang kamu masak, karena sekarang sudah pukul tujuh pagi," ucap Putra yang segera pergi masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya
Sementara itu Cassey terlihat sibuk memasak sarapan pagi di dapur. Hari ini ia cuma memasak nasi goreng yang tidak memerlukan waktu lama apalagi ia tidak menemukan bahan-bahan makanan lain kecuali telur yang tersedia di dalam kulkas.
Tepat pukul delapan akhirnya Cassey menyelesaikan masakannya dan menghidangkannya di atas meja makan.
Ia kemudian menuju kamar Kimmy untuk membangunkan Putri kecilnya itu.
"Bangun Sayang, kita mandi yuk, setelah itu kamu sarapan dan berangkat sekolah deh," ucap Cassey mencium Kimmy
"Baik bunda," gadis itu segera bangun dan masuk ke kamar mandi
Setelah selesai mandi Cassey mengajak gadis kecil itu untuk sarapan.
"Sekarang makan ya," Cassey menuangkan nasi kepiring Kimmy
"Kok, aku gak di ambilin nasi," keluh Putra
"Sudah gede ambil sendiri!" jawab Cassey
Putra segera mengambil nasi dan memakan sarapannya.
Lelaki itu tampak lahap memakan sarapannya hingga nambah tiga kali.
"Busyet itu lapar apa doyan!" cibir Cassey
"Dua-duanya, maklum jadi kuli tiga hari belum dikasih makan, jadinya ya gini." jawab Putra
Setelah sarapan Cassey diantar oleh Putra menuju ke sekolah Kimmy.
"Pulang jam berapa?" tanya Putra
"Jam sepuluh," jawab Cassey
"Aku gak bisa jemput kalian, jadi nanti aku suruh sopir kantor saja yang akan menjemput kalian," ucap Putra
"Gak usah, kita pulang naik taksi saja," jawab Cassey
"Gak bisa, aku tahu kamu pasti akan membawa Amanda ke istana kan?, tidak boleh," seru Putra dengan ketus
***********
__ADS_1
**Ceklik...ceklik!!
Siwi terlihat sedang berpose di didepan kamera, sementara Ahmar masih mengikuti bimbingan skripsi di kampusnya.
"Halo sayang," sapa Ahmar
"Iya,"
"Hari ini aku tidak bisa menjemputmu, kamu pulang sendiri ya," ujar Ahmar
"Iya honey, kamu yang semangat ya bimbingannya hari ini, supaya kamu bisa segera lulus dan kita bisa segera kawin!" jawab Siwi
"Nikah Siwi bukan kawin," jawab Ahmar
"Iya, sama aja. Yaudah aku lanjut oemotretan dulu ya,"
"Kirim foto kamu dong?" pinta Ahmar
*Ceklik!!
"Sudah tuh sayang," jawab Siwi
"Hari ini kamu masih pake baju seksi, katanya kamu akan selektif dalam memilih job gimana sih," keluh Ahmar
"Iya sayang ini masih dengan tim yang kemarin jadi ya bajunya masih sama deh," jawab Siwi
"Hadeeh!, ya sudah yang penting ingat jangan dekat-dekat dengan cowok lain,"
"Ok honey!" jawab Siwi
"Ayo mulai lagi Siwi!" teriak sang sutradara
"Siap pak," jawab Siwi melambaikan tangannya
"Sayang sudah dulu ya, aku mau lanjut pemotretannya," pamit Siwi
"Ok, jangan lupa makan yang banyak ya," jawab Ahmar yang kemudian mematikan ponselnya
"Siapa Om?" tanya Siwi penasaran
"Bryan Domino,"
"Anj*r!!, yang bener Om," Siwi masih penasaran
"Beneran, tuh dia sudah datang," tunjuk sang sutradara
Siwi langsung membelalakkan matanya melihat artis idolanya Bryan Domino.
"Anj*r!!, ternyata aslinya ganteng banget!" seru Siwi sambil menganga
"Ya ampun neng, inget sama laki lo!, jangan jelalatan tuh mata, tutup mulutnya biar ilernya gak jatuh kemana-mana!" seru sang make up artis
"Huss, lo jangan bilang-bilang ke Ahmar ya, terus jangan bilang ke Bryan kalau gue sudah tunangan, jaga image cantik gue didepan Bryan jangan sampai tercemar, bisa kan lo?" tanya Siwi
"Bisa diatur, yang penting kalau ada doku semua beres neng," sahut Pria gemulai itu
"Ok gampang bisa diatur, sebutin aja nomor rekening lo, terus kirim deh ke Ahmar," jawab Siwi langsung mendekati Bryan
"Halo Siwi, perkenalkan gue Bryan Domino, senang rasanya bisa kerja bareng cewek cantik dan seksi kaya lo," tutur Bryan membuat Siwi berbinar-binar.
Duh, selain ganteng ternyata Bryan orangnya humble dan ramah ya, benar-benar idaman setiap wanita.
"Halo ka, aku Sekar Siwi, saya juga senang bisa kerja bareng kaka," jawab Siwi malu-malu
"Jangan panggil aku Kaka, panggil saja Bryan biar lebih akrab." tambah Bryan
"Ok Bryan,"
Keduanya kemudian segera berpose di depan kamera.
"Kita lanjutkan setelag istirahat makan siang ya!" teriak sang sutradara
"Ok Bos!!" jawab para crew
__ADS_1
"Kita lunch bareng yuk?" ajak Bryan
"Boleh," jawab Siwi
Keduanya kemudian pergi menuju mezanin untuk menikmati makan siang yang sudah disediakan oleh panitia.
Siwi mengambil kotak nasi yang diberikan oleh Ahmar.
"Lo gak makan nasi kotaknya?" tanya Bryan
"Gue makan nanti saja, soalnya aku udah di bawain bekel sama mamih," jawab Siwi
Padahal boong, Ahmar yang udah bikinin buat aku karena tahu aku makannya banyak.
"Baik banget mamih kamu, besok-besok mau dong dibawain juga," jawab Bryan
"Ok siap," sahut Siwi
Bryan tercengang dengan porsi makan Siwi yang begitu banyak.
"Busyeet!, porsi kuli!" celetuk Bryan membuat Siwi malu karena pemuda itu menertawakannya.
"Gak tahu nih mamih hari ini bikinin bekelnya kebanyakan," jawab Siwi yang langsung mengurangi isi kotak makannya ke kotak nasi Nino make over artisnya.
"Beneran nih buat gue neng?" tanya Nino meyakinkan
"Beneran dong No, masa sih gadis cantik makannya banyak kaya kuli, gue mah makan seperempatnya saja sudah cukup," jawab Siwi
"Ok, thanks ya," Nino langsung melahap makanannya tanpa melihat Reaksi Siwi yang tampak tidak rela makannya dihabiskan oleh Nino.
Demi Bryan, harus jaim dikitlah yang penting aku tetap terlihat cantik dan elegan.
"Kamu kenapa kok lesu?" tanya Bryan disela-sela pemotretan
"Gak papa kok, cuma sedikit pusing," jawab Siwi
"Istirahat saja dulu kalau kamu sakit, nanti kita bisa lanjutkan lagi nanti," ucap Bryan
"Baiklah, thanks ya atas pengertiannya," jawab Siwi
**Kruyuk!!
*****!, jangan sampai Bryan dengar bunyi perut gue yang mulai meminta jatah lagi. Bisa tengsin gue.
Siwi segera berlari menuju ke tempat make up, dan membuka kotak nasi yang sudah ia simpan di tasnya.
Mumpunh gak ada yang lihat gue makan lagi ah.
Siwi langsung menikmati makannya untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
Lumayanlah buat ganjel, sekarang gue harus balik lagi ke lokasi pemotretan sebelum Bryan tahu gue makan lagi.
Siwi berjalan menuju ke lokasi pemotretan lagi.
Ia kaget ketika Bryan tiba-tiba mengusap ujung bibirnya.
"Maaf, gue cuma mau membersihkan nasi yang tersisa di ujung bibir lo," ucap Bryan membuat wajah Siwi langsung merah padam
"Hmmm," Ahmar yang baru saja tiba di tempat itu langsung berdehem melihat kedekatan Siwi dan Bryan.
"Eeh, kamu kok sudah sampai ke sini honey, katanya masih bimbingan?" tanya Siwi gugup
"Perasaan gue gak enak, makanya gue ijin pulang duluan," jawab Ahmar dengan nada kesal
"Kamu kenapa sayang kok kayaknya kesal sama aku," Siwi mengejar Ahmar yang berjalan meninggalkan dirinya
"Apa perlu gue tabok embun-embunan kamu biar kamu sadar!" gerutu Ahmar
"Astaghfirullah, emangnya aku salah apa sih sayang, aku gak ngapa-ngapain kok sama Bryan," jawab Siwi
"Lalu kenapa lo, sampai bela-belain memberikan makanan kamu sama Nino didepan dia, kalau bukan untuk cari perhatian dia!" seru Ahmar
"Maaf sayang, aku gak lagi-lagi deh, swear!" tambah Siwi
__ADS_1