ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN 2
Bab. 52 # Pepes


__ADS_3

"Jangan galau Key, Bagas pasti bahagia kok nikah sama lo, trust me!" ucap Ryan menghibur Cassey yang terlihat murung akhir-akhir ini


"Makasih Om, cuma Om Rey yang ngertiin Key, sekarang gue harus gimana Om?" tanya Cassey


"Dengarkan apa kata hati kamu?, karena hati tidak pernah bohong, dan jangan mengurung diri terus di kamar itu tidak baik," jawab Ryan


"Iya pih, makasih ya papih," jawab Cassey menyandarkan kepalanya di pundak Ryan dan lelaki itu pun langsung mengusap lembut kepalanya.


"Iya sayang, kamu jangan sedih ya, ingat semua akan indah pada waktunya," ucap Ryan menyemangati Cassey


"Terima kasih Rey, kamu sudah seperti ayah buat Cassey, tidak salah aku memilihmu, kamu sangat menyayangi Cassey," batin Niken


**********


Pagi harinya semua bersiap-siap untuk menghadiri konferensi pers, Damar mengajak istri dan kedua anaknya sedangkan Cassey datang bersama Ryan.


"Are you ready?" tanya Ryan


"Ready Om, eeh papih," jawab Cassey


"Panggil Om juga gak papa, gak usah memaksakan kalau belum terbiasa, lagian kalau disini mending panggil Om aja deh, soalnya kalau manggil papih kesannya tua banget, lagian banyak cewek-cewek keceh, nanti aku gak bisa deketin lagi gara-gara kamu panggil gue papih," bisik Ryan


"Suee!, awas aja berani macam-macam, rasakan pukulan maut Key!" jawab Cassey mengepalkan tangannya kearah Ryan


"Sadis amat lo Key," balas Ryan


"Makanya jangan macam-macam sama anaknya Al," sahut Cassey


"Uhhh takut, " jawab Ryan


"Btw kamu sama si Baby udah takbiran belum?" tanya Ryan


"Belum Om, kan lebaran masih lama," sahut Cassey


"Hadeeh, bukan takbiran itu dodol!" balas Ryan


"Terus kalau bukan takbiran lebaran apa dong?" tanya Cassey bingung


"Takbiran itu tarik bibir pelan-pelan," bisik Ryan


"Suee!!, mana berani Om, biar Key ini anak berandalan tapi Key itu selalu menjauhi perbuatan-perbuatan tercela seperti itu, tapi kalau ada kesempatan dan ditempat sepi ya boleh juga, sekali-kali kan boleh biar gak dibilang cupu, hehehe...." jawab Cassey sembari terkekeh


"Sue lo, kirain beneran masih polos, ternyata da bocor juga," balas Ryan


"Bocor??, emang genting bocor??" tanya Cassey

__ADS_1


"Bocor itu bekas cip*kan orang, hihihi," jawab Ryan


"Suee!!!" balas Cassey sembari memukuli Ryan


"Ciee, akrab bener yang mau jadi ayah dan anak," goda Ferdan yang baru saja tiba di tempat konferensi pers


"Bisa ae lo Dan, " jawab Ryan


"Bisa dong, lo kayaknya cerah banget Rey, pasti lo dah dikasih pepes tiap hari sama si Niken, ngaku loh?" selidik Ferdan


"Pepes apaan sih Dan, orang Niken gak pernah masak Pepes," jawab Ryan


"Pura-pura b*go dia Dan, " sela Noval


"Kasih tahu Pang, apa itu pepes," kata Ferdan


"Lo aja, lagian gue juga gak tahu apa tuh pepes, yang gue tau tuh Pepes ikan, Pepes tahu, kalau pepes yang lo bilang gue gak tahu, sumpeh," jawab Noval


"Kirain lo pintar Pang, ternyata sama aja kaya si Rey, dodol!, dengerin nih bila perlu catet biar gak lupa, jadi Pepes itu Pelukan penuh syahwat...." jawab Ferdan


"Sue lo!!, dasar Omes!!" cibir Ryan


"Hihihi, tapi lo suka kan sama Pepes?" tanya Ferdan


"Banget, hihihi," sahut Ryan


"Gue tahu pepes lo Dan," jawab Noval


"Apa?" tanya Ferdan


"Pelukan penuh sesal, jiaah, hahaha!" jawab Noval sambil tertawa


"Hahahha, bener tuh Opang!" tambah Ryan


"Suee lo!!" sungut Ferdan


"Berisik aja nih gengong gesrek, sekarang cepetan duduk di bangku masing-masing, acara segera dimulai !!" ucap Lulu


"Baik yang mulia Ratu," jawab mereka bertiga


Mereka kemudian mengikuti Lulu dan segera duduk di bangku masing-masing. Sedangkan Cassey duduk di bangku depan bersama keluarga kerajaan.


Cassey mengedarkan pandangannya ke semua audiens yang mayoritas adalah para awak media, matanya terhenti pada sosok lelaki berbadan tegap memakai baju putih yang tersenyum kepadanya.


"Papih...." gumamnya dalam hati

__ADS_1


Lelaki itu hanya tersenyum padanya dan melambaikan tangannya kepadanya.


"Papih datang buat nemenin Cassey ya?, makasih Pih," batinnya sedih


Acara pengumuman pernikahan pun selesai, walaupun ada perdebatan antara pihak kerajaan dengan awak media yang kecewa dengan keputusan Raja Keraton Yogyakarta yang hanya memberikan hukuman menikahkan Bagas dan Cassey untuk menebus kesalahan mereka telah berbuat asusila.


Setelah acara konferensi pers para awak media sengaja meminta interview pribadi bersama Cassey sang calon permaisuri dari Keraton Yogyakarta.


"Apa motivasi kamu melakukan adegan 21+ dalam video itu bersama yang mulia pangeran?" tanya salah seorang awak media


Cassey hanya tersenyum sembari menggaruk-garuk kepalanya.


"Apa ya?, aku bingung mau jawab apa?, habisnya gak pernah melakukan itu sih," jawab Cassey dengan polos


"Lha kalau bukan kamu yang melakukan itu, terus siapa yang ada di video itu?" tanya reporter lainnya


"Gak tahu, mungkin dia yang ngefans sama aku dan Bagas kali, makanya mereka sengaja menutupi wajahnya dengan wajah kami," jawab Cassey


"Tapi pakar telematika sudah membenarkan kalau pelaku dalam video itu adalah asli bukan rekayasa atau editan," tandas yang lainnya


"Aku belum bisa percaya Sebelum pakar telematika itu berani berbicara didepan kami sekarang," jawab Cassey membuat para awak media bungkam seribu bahasa


"Kalian juga tidak mendengar secara langsung kan dari mulut pakar telematika itu sendiri!, Tapi hanya mendengar dari desas desus saja, makanya jangan suka menyimpulkan sesuatu yang belum pasti kebenarannya, stop hoax!!, jangan fitnah!" ucap Cassey lantang membuat semua mata tertuju padanya


"Wow!!, berani sekali gadis ini, dia memang pantas untuk menjadi calon Ratu Keraton Jogja," ucap seorang awak media yang langsung mengambil gambar Cassey diikuti yang lainnya


**Ceklik, ceklik!!, ceklik!!


"Wah bakal jadi idola baru nih! selain cantik kabarnya dia juga jago berantem lho," celetuk salah seorang dari mereka


"Coba Cassey, tunjukkan keahlian kamu dalam bela diri," ucap seorang reporter


"Maaf, ilmu beladiri itu bukan untuk dipamerkan tapi hanya untuk melindungi diri sendiri dan orang lain yang membutuhkan bantuan dari kita," jawab Cassey meninggalkan tempat wawancara


"Cassey kamu keren!!, aku padamu!!" teriak Ryan memberikan jempolnya pada Cassey


**********


"Hmmm, sepertinya aku harus merubah rencana lagi, ternyata Cassey tidak bisa diremehkan, gadis berandalan itu sangat berani dan tangguh, aku butuh bantuan dari bunda kayaknya, " ucap Ayu meninggalkanya kamarnya


"Apa!!, kamu gila nduk!, bagaimana kalau ketahuan?, kita bisa diusir dari istana, ingat papih kamu itu bukan keturunan dari raja dia cuma anak seorang dayang yang dirawat oleh ibu suri, jadi kamu jangan berulah!" hardir Candramaya


"Tapi Bunda, apa Bunda tidak mau mempunyai menantu seorang raja?" tanya Ayu


"Dulu bunda juga sama kaya kamu, terobsesi menjadi istri Damar, tapi bunda sadar cinta tidak bisa dipaksakan," jawab Maya

__ADS_1


"Bunda boleh gagal dulu, tapi tidak dengan Ayu, Percayalah Ayu pasti bisa merebut Bagas dari Cassey, tapi bunda harus bantu Ayu," ucap Ayu penuh percaya diri


__ADS_2